
Arya hari ini gajian dia sangat senang meski Arya masih mengatur bisnisnya tapi dia tetap bisa mengajak Kaynara makan di luar karna hari ini gajian ,Arya sangat senang akan hal itu setelah dari kampus Arya segera menuju tempat lokasi syuting Kaynara karna Kaynara lagi memantau syuting nya,tapi saat sampai senyum Arya pudar melihat Kaynara lagi duduk bersama pria mereka mengobrol nampak dekat Kaynara ini susah dekat nya tapi kenapa pria itu bisa menangani Kaynara
"Siapa pria itu apa pria itu pria yg Kaynara cintai tidak dia tidak boleh dekat sama Kaynara tapi ahh sial kenapa harus ada pria itu sih"gumam Arya dia berbalik dengan gelisah tidak rela Kaynara jadi milik orang
"Arya"triak Lin membuat Kaynara replek menolak arah Lin
"Iya tan"Arya berlari kecil mendekati mereka
"Kok mau balik"ujar Lin
"Melihat Kaynara sedikit sibuk tan"ujar Arya menoleh pada Kaynara
"Pak Halim kenalin Arya dia suami saya"ujar Kaynara menepuk bahu Arya
"Arya"Arya mengulur kan tangan
"Halim"ujar Halim menjabat tangan Arya
"Pak Arya kerja apa"tanya Halim
"Saya dosen "jawab Arya
"Ohh jika saya CEO perfilman sama seperti Kaynara"ujar nya tersenyum
"Dia pikir bangga setara dengan Kaynara ya aku tau ngak punya kedudukan dasar bajingan gila"batin Arya mengumpat
"Jangan mengumpat nya dia klien ku"bisik Kaynara menepuk bahu Arya pelan Arya menoleh kenapa bisa Kaynara menebak pikiran nya
"Kamu ke sini tumben mau ajak aku pulang aku masih ada kerjaan lagian kan ini masih jam kerja"ujar Kaynara
"Tidak hari ini aku gajian mau ajak kamu makan di luar"ujar Arya pelan
"Benarkah mengajak ku makan serius"Kaynara tersenyum lebar menatap Arya dia sangat senang terlihat jelas di wajah nya
"Eghmm tidak maksud ku tumben mengajak ku mau makan di luar"Kaynara melirik Lin yg tersenyum mengeleng
"Hanya membahagiakan mu dengan cara sederhana apa kamu menyukai itu"tanya Arya
"Tentu saja aku bahagia tidak ada kebahagiaan ku lengkap tanpa bersama mu di mana pun itu"ujar Kaynara cepat
"Eghmm tante Lin bisa kan temani pak Halim aku mau keluar sama Arya"ujar Kaynara
"Iya silahkan nanti biar tante menemani nya"ujar Lin tersenyum
"Apa saya boleh ikut ini kan jam makan siang bagaimana kita makan sama sama"ujar Halim tersenyum
"Apa"ujar Arya dia dengan cepat merangkul Kaynara
"Tidak sama sekali ini makan buat suami istri kamu mau mengacau kami saya suami Kaynara tidak mengizinkan orang lain menganggu waktu kami"Arya menunjuk kan kepemilikan nya dengan bicara tegas
"Santai saya hanya menawarkan jika tidak boleh ya sudah tidak masalah"ujar Halim santai
"Ayo Kay kita pergi"Arya menatap tidak suka pada Halim dan melangkah pergi
"Kenapa sih bicara seperti itu"tanya Kaynara
"Ya aku cemburu enak saja dia ingin mendekati istri ku"kesal Arya mereka menuju tempat mobil
"Iya deh yg cemburu tapi sedikit saja di atur nanti darah tinggi "kekeh Kaynara memeluk lengan Arya
"Darah ku terasa bergemuruh sangat panas dia menatap mu itu lho pokok kamu di larang keras bertemu dengan nya"kesal Arya
"Ar dia klien baru ku dia berniat ingin memberi dana pada proyek yg ingin aku bikin ngak bisa dong ngak bertemu "ujar Kaynara
"Bisa suruh tante Lin kek aku ngak suka sama dia"kesal Arya
"Kamu tenang saja aku tidak mungkin macam macam sama pak Halim"ujar Kaynara
"Apa kamu mencintai nya Kaynara"tatapan Arya sangat serius
"Bodoh pertanyaan macam apa itu kamu suka aneh jika cemburu"Kaynara mencubit pipi Arya
"Ayo kita pergi aku ngak sabar ingin makan"Kaynara masuk ke dalam mobil
"Sial apa pria itu benar pria yg di cintai Kaynara sial bajingan gila itu"Arya menendang ban mobil nya kesal lalu masuk ke mobil mood nya tidak stabil
"Kay ini ambilah uang bulanan"Arya menyerah kan amplop cokelat lalu melaju kan mobil nya
"Iya aku juga mau belanja bahan makanan kita mulai habis"ujar Kaynara mengambil nya dan memasukkan ke tas nya
__ADS_1
"Tapi apa kita ngak makan di tempat biasa aja"ujar Kaynara
"Tidak uang ku cukup Kay tenang saja baru gajian aku akan bawa kamu ke restoran termahal aku masih mampu"ujar Arya tersenyum
"Baik lah aku ikut saja"ujar Kaynara tersenyum
###
Arya dan Kaynara makan di restoran terkenal dan tentu mahal karna Arya ingin menyenangkan Kaynara dia memesan makan makanan enak tentu Kaynara sangat bahagia makan berdua bersama Arya saja membuat Kaynara sangat bahagia apa lagi harus makan ala romantis
"Hari ini aku temani ya belanja nya"ujar Arya tersenyum menatap Kaynara
"Besok aja besok kan libur sekalian kita menghabiskan waktu bersama mau"ujar Kaynara
"Ya udah besok"ujar Arya tersenyum dia menyentuh sudut bibir Kaynara yg bernoda mereka saling pandang
"Ada noda bekas makan"Arya menyudahi pandangan mereka
"Huh tenang jantung tenang"gumam Arya menenangkan jantung nya
"Di tatap aja grogi bagaimana jika aku mencium mu"Kaynara memajukan wajahnya membuat Arya benar kaget luar biasa
"Kay"Arya replek menyentuh dadanya yg terasa berdegup kencang Kaynara tertawa geli
"Dasar cewek gila"kesal Arya
"Dasar pria bucin"kekeh Kaynara
"Lagian kamu kayak gitu aja kaget berlebihan "ujar Kaynara
"Bukan berlebihan Kay ini soal hati aku bisa aja melakukan lebih tapi ini perlu aku melakukan atau kita melakukan saling bicara jika mendadak aku belum terbiasa "ujar Arya tersenyum
"Kenapa tidak ingin melakukan....... ucapan Kaynara terpotong
"Kay lihat itu"ujar Arya menunjuk meja pojok k Kaynara menoleh
"Itu Martha dan kak Gavin"ujar Kaynara kaget saat Martah berdiri menyuruh seseorang menyeret Gavin keluar dari restoran itu
"Lihat saja aku akan menghajar nya"Kaynara berdiri
"Kay tunggu dulu bayar dulu"ujar Arya mengeluar kan dompet nya dan meletakkan uang Kaynara segera menarik Arya
"Lihat mereka sudah masuk mobil"ujar Kaynara masuk mobil Arya segera masuk dan melaju
"Sabar dulu kita dengarkan Gavin dulu apa yg terjadi "ujar Arya pokos ke mobil nya
"Salip aja Arya kelamaan "ujar Kaynara
"Entar dulu Kay nanti kita malah kecelakaan "ujar Arya
"Ahh kelamaan ayo cepat atau aku aja yg nyetir kayak siput kamu nyetir nya"Kaynara tidak sabar dengan terpaksa Arya menyalip mobil itu lalu Arya dan Kaynara keluar
"Sialan kenapa ada Kaynara"ujar Martha kesal dia mengunci mobil nya
"Mundur"ujar Martha supir itu segera memundurkan mobil nya
"Ehh dia malah kabur kejar"ujar Kaynara lari ke mobil bersama Arya mereka kembali mengejar saat ada kesempatan Arya menyalip mobil itu dan keluar dari mobil Arya memukul kaca mobil dengan keras mengcengkram baju sopir itu
"Turun"ujar Arya
"Pak maaf"ujar nya turun
"Heh turun kamu Martha kamu bisa aku jebloskan ke penjara"ujar Kaynara membuka pintu
"Gavin ngak tau pingsan sendiri "ujar Martha
"Alah alasan kamu apa kan kak Gavin"ujar Kaynara
"Tidak ada"ujar Martha
"Tidak mau ngaku juga aku bawa ke rumah sakit terdapat sesuatu yg aneh aku langsung lapor kan kamu ke polisi"ujar Kaynara
"Dia tidak apa apa hanya obat tidur"kesal Martha
"Cih jebakan menjijikkan ayo Arya bawa kak Gavin"ujar Kaynara sebal Arya memampa Gavin yg tidur segera memampa nya pergi
"Sialan Kaynara selalu ikut campur lihat saja nanti"kesal Martha dia tidak akan menyerah mendapatkan Gavin
"Arya Gavin kenapa"ucap Nanda berdiri saat Arya memampa Gavin masuk ke rumah
__ADS_1
"Ngak tau ma di bawah oleh Martha"ujar Arya
"Erin Erin"triak Nanda
"Iya ma"ucap Erin lari
"Ya ampun mas Gavin"ucap Erin mendekat
"Mas mas Gavin"ujar Erin menepuk wajah Gavin pelan
"Dia ngak akan bangun Gavin di kasih obat tidur sama Martha dia berusaha menjebak kak Gavin"ujar Kaynara
"Jika begitu bawa ke kamar "ujar Nanda
"Iya ma"ucap Erin mengambil ahli tubuh Gavin segera mengajak Gavin ke kamar
"Bagaimana kabar mu Arya mama tidak pernah bertemu dengan mu"ujar Nanda tersenyum mengajak Arya duduk
"Mama aku anak mama ngapain bertanya kabar pada Arya"ujar Kaynara
"Jika kamu mama sering bertemu ngapain menanyakan kabar kamu dan mama yakin Arya tidak membiarkan kamu menderita justru Arya yg mama cemaskan baik ngak kamu memperlakukan nya"ucap Nanda
"Mama kayak aku kejam aja masak suami sendiri aku harus menyiksanya "protes Kaynara
"Aku baik saja ma jangan khawatir kok Kaynara baik melayani ku bahkan dia sering memasak kan aku kok"ujar Arya tersenyum
"Ya ampun mama aja ngak pernah makan masakan Kaynara apa dia pernah meracuni mu"tanya Nanda
"Mama kayak aku ini wanita kejam saja"protes Kaynara
"Tidak ma masakan nya enak kok aku suka"ujar Arya
"Bagus jika begitu mama lega dengar nya"ujar Nanda tersenyum
"Ini pasti Martah ingin menjebak mas Gavin"Erin turun mendekati mama mertua nya
"Iya aku setuju yang di bilang Erin wanita gila itu pasti ingin merebut kak Gavin"ujar Kaynara
"Jika itu benar ada nya dia harus di beri peringatan "ujar Nanda
"Udah ma aku udah memperingati nya tetap aja dia ngeyel "ujar Kaynara
"Ya benar seperti nya dia benar harus di beri pelajaran "ujar Erin
"Ya aku setuju itu"ujar Kaynara
"Entar dulu tanya Gavin dulu bagaimana kejadiannya"ujar Arya
"Iya benar kalian tunggu Gavin sadar aja dulu bagaimana kejadiannya setelah itu jika memang Martha melewati batas ya udah kasih dia pelajaran"ujar Nanda
"Benar itu"ujar Kaynara
###
Kaynara dan Arya pulang apa lagi Kaynara masuk harus balik ke kantor ada kerjaan,Erin menunggu Gavin bangun dari tidur nya karna di kasih obat tidur sudah lama Erin menunggu Gavin belum juga sadar membuat Erin benar cemas memikirkan itu
"Eghh aku di mana"Gavin membuka mata nya dan duduk menatap Erin di samping nya
"Kenapa aku ada di sini"Gavin baru mengingat sesuatu
"Kenapa mas Gavin berharap berada satu kamar sama Martha"ketus Erin
"Martha ya aku ingin menemuinya ingin memperingati nya jangan menganggu mu tapi ngajak ketemu di restoran itu aku menuruti nya dan setelah aku meminum minuman itu aku ngantuk dan tertidur"jelas Gavin
"Mas Gavin ini kok malah menemuinya sih udah tau Martha itu mencari kesempatan untuk menjebak mas Gavin bersyukur Arya dan Kaynara menemukan mas Gavin"ujar Erin
"Ya ampun maafkan aku lain kali aku tidak melakukan hal bodoh lagi"ujar Gavin mengengam tangan Erin
"Martha memang keterlaluan dia sengaja ingin menjebak ku lihat saja dia aku akan memberi nya pelajaran"geram Gavin
"Mas jangan lagi berurusan sama dia"pinta Erin
"Wanita seperti itu harus di kasih tau tidak semua kemauan nya bisa terpenuhi kamu tenang saja aku akan membalasnya jangan khawatir itu biar hidup kita tenang juga tanpa ada gangguan dari nya"ujar Gavin
"Aku takut mas kenapa kenapa"lirih Erin
"Aku tidak akan terluka percaya saja pada aku"ujar Gavin menangkup wajah Erin lalu mencium bibir itu
"Kamu wanita terakhir yg aku cintai tidak mungkin aku berpaling lagi"ujar Gavin serius
__ADS_1
"Iya cinta mas Gavin untuk ku tapi Martha wanita licik mas dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan mas Gavin"ujar Erin takut
"Jangan khawatir aku akan lebih teliti menghadapi nya percaya sama aku"ujar Gavin mengecup kening Erin dan memeluk Erin menenangkan istri nya Gavin bertekad akan membalas Martha wanita licik itu