Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 125


__ADS_3

Gavin tidak peduli mengenai perusahaan nya mau dia di habisi papa nya karna tidak bertanggung jawab Gavin tidak peduli karna dia benar tidak bisa hidup tanpa Erin yg sebagai pelengkap hidupnya, Gavin meminta bantuan Nugi untuk melacak plat nomor mobil yg membawa Erin karna tadi sopir itu mencatat nomor plat itu Nugi yg mendapat kan kabar itu segera melacak mobil itu sekaligus menemani Gavin mencari keberadaan Erin


"Martha apa yg kamu inginkan"ucap Erin yg di ikat di kursi sebuah gudang


"Yg aku ingin kan Gavin"ujar Martha tertawa


"Sebentar lagi Gavin akan selama nya milik ku ehh tapi tenang saja jangan khawatir aku akan menjaga Gavin dengan baik dan kamu tenang kok aku ngak akan menembak mu karna peluru ini kosong ini terlalu menyakitkan aku akan memberi mu racun agar tidak sakit dan aku tidak akan di curigai"ujar Martha cekikikan


"Dasar gila lepaskan aku Martha"teriak Eri memberontak


"Tenang lah Erin aku lagi meracik racun nya jangan khawatir ya"ujar Martha tersenyum menyiapkan semua bahan kimia yg dia butuh kan lalu mencampur kan nya


"Bagaimana aku bisa bebas mas Gavin tolong aku"lirih Erin merasa takut


Brak


"Martha lepas kan istri ku"Gavin masuk mendobrak pintu gudang itu Martha segera meraih pistol itu meletakkan di kepala Erin


"Turun kan senjatanya"ujar polisi masuk


"Jangan mendekat atau kalian akan melihat kepala wanita ini hancur"ancam Martha padahal dia juga panik kenapa bisa Gavin menemukan nya malah mengajak polisi


"Mas Gavin pistolnya ngak ada peluru"ujar Erin memberontak


"Heh bodoh kamu itu mau jadi penjahat bodoh sekali"ujar Nugi cekikikan


"Diam"bentak Martha dia menatap meja yg ada di dekat para polisi


"Kalian mau aku mencekiknya"Martah membuang pistol itu lalu mendekatkan tangannya ke leher Erin


"Kamu tidak akan lepas Martha"ucap Gavin


"Aku udah ngak mau ajak posisi aku mau rasanya membunuh wanita itu"kesal Gavin


"Heh jika kamu membunuh nya masalah nya semakin panjang mending kita penjara kan saja dia aku bosan harus menutupi kejahatan"bisik Nugi lalu kembali menatap Martha yg terus menatap ke arah meja dekat mereka


"Martha lepas kan istri ku"pinta Gavin


"Menjauh Martha atau kami akan menembak mu"ujar polisi


"Tidak aku jika mati akan bersama Erin"ujar Martha berdiri memegang Erin yg masih tangannya terikat Nugi yg melihat ada sesuatu di meja itu dengan sekali tendangan pada meja membuat meja itu terpental


"Jangan"teriak Martha karna lengah Gavin segera mendorong Martha dan memeluk Erin


Bruk


"Sayang kamu tidak apa"Gavin memeluk Erin dengan erat polisi segera menangkap Martah


"Lepaskan aku Gavin aku sangat mencintaimu lepas aku"teriak Martah memberontak


"Teriak saja di penjara jangan di sini"ujar Nugi


"Aghhh tidak Gavin miliki ku lepaskan aku"teriak Martha


"Pak bawa saja dia sangat menganggu dan membahayakan istri saya"ujar Gavin melepas kan ikatan Erin


"Baik tuan kami akan memproses nya"ujar nya lalu membawa Martha pergi


"Aku takut Martha benar ingin membunuh ku"ujar Erin


"Dia ingin meracuni ku"ujar Erin lagi


"Jangan khawatir aku juga tidak akan membiarkan kamu pergi dari ku"Gavin mencium kening Erin dengan lembut


"Aku rela kehilangan segalanya tapi tidak dengan mu"ujar Gavin memeluk Erin dengan erat hati nya terasa lega

__ADS_1


"Nugi terimakasih"Gavin tersenyum menatap Nugi


"Tidak masalah ini mah hal kecil untuk ku"ujar Nugi tersenyum lalu mereka pergi


Kalvin mendapat kan kabar dari Boy jika perusahaan ambang kehancuran tentu Kalvin kaget kabar itu yg lebih kaget soal Gavin meninggalkan perusahaan keluarga nya itu dengan menyelamatkan istri nya, Kalvin menjadi marah karna tidak tanggung jawab .Saat Kalvin sampai kantor kebetulan Gavin juga sampai


"Ikut papa"ucap Kalvin datar Gavin hanya diam mengikuti papa nya


"Jangan takut mas aku tidak akan meninggalkan mas Gavin meski kehilangan harta bukan kah kita pernah hidup susah"bisik Erin memeluk lengan Gavin


"Ya kamu benar "Gavin merasa sedikit lebih lega


"Tuan di dalam ada pak Arya dan Bimo"lapor Boy mereka segera masuk ke ruangan Gavin ternyata ada Arya menatap komputer dengan serius di bantu oleh Bimo


"Apa bisa Arya"tanya Kalvin mendekat


"Sedikit lagi pa aku pernah menyelesaikan virus ini jangan khawatir"ujar Arya tanpa menatap Kalvin dan menyudahi ketikan nya


"Akhirnya"Bimo mengusap wajah nya kasar saat komputer itu kembali seperti semula


"Pengalaman mu tidak banyak kenapa bisa menyelesaikan ini semua apa kamu seorang hacker Arya"tanya Kalvin heran Arya hanya tertawa kecil


"Tidak pa dulu selama aku menjabat sebagai CEO om Albert diam diam memberi virus seperti ini dan aku tidak bisa menanganinya dengan baik dan dia mengajari ku cara nya bagaimana makan nya aku bisa"ujar Arya tersenyum


"Huh untung Arya bisa memperbaiki nya kamu benar membuat papa kecewa Gavin kamu meninggalkan tanggung jawab ini apa kamu tau bagaimana dulu papa membangun perusahaan ini bersama nenek mu"ujar Kalvin marah


"Maafkan aku pa aku bisa kehilangan semua nya tapi tidak dengan istri ku aku sangat mencintai istri ku"ucap Gavin


"Makan sana cinta memang kamu bisa hidup tanpa cinta"kesal Kalvin


"Pa aku rasa yg di lakukan Gavin itu tidak juga salah jika kita mencintai seseorang memang benar bisa kehilangan semuanya tapi tidak dengan orang yg kita cintai jika Gavin melakukan itu berarti dia benar mencintai istri nya memang nya papa tidak mencinta mama Nanda tidak memahami Gavin"ujar Arya


"Ya cinta lah"ujar Kalvin cepat dia kesal tapi yg di katakan Arya itu ada benarnya


"Maafkan aku pa"ujar Gavin lagi


"Udah papa jadi tambah kesal bereskan ini semua dan kamu Arya ajak lah Kaynara makan malam nanti malam ,papa pergi"Kalvin pergi


"Arya terimakasih "Gavin menepuk bahu Arya tanda terimakasih


"Tidak sepenuhnya usaha ku jika aku tidak di telepon Bimo mungkin aku tidak akan datang ke sini"ujar Arya


"Kerja bagus Bimo"ujar Gavin merasa puas dengan kerja nya Bimo


###


Arya turun dari mobilnya melihat ada om nya yg nampak sangat marah menatap nya Arya mendekati om nya yg juga menghampiri nya


"Kurang ajar"Albert melayang kan satu tinju nya ke wajah Arya


"Om apa apaan kita baru ketemu bahkan om tidak datang di hari pernikahan ku datang datang malah memukul ku"ujar Arya menyentuh sudut bibirnya


"Apaan apaan kamu bilang"Albert mengcengkram baju Arya dengan kasar


"Ilmu yg om berikan pada mu bisa bisa nya kamu menghancurkan tujuan om yg sedikit lagi bisa melihat kehancuran Kalvin"teriak Albert memukul wajah Arya lagi


"Om papa Kalvin itu papa mertua ku ya jelas aku batuan dia meski bukan papa Kalvin aku tetap membantu om tau aku seperti apa"ujar Arya menyentuh wajah nya


"Berani kamu menggagalkan rencana om Arya om akan memberi mu pelajaran agar kamu paham jangan ikut campur atas balas dendam om kamu lihat saja nanti"ucap Albert marah besar dan berlalu


"Om Albert ngapain marah sampai mukulin kamu"Kaynara mendekat menyentuh wajah Arya


"Aww sstt jangan di pegang sakit"lirih Arya meringis


"itu aja sakit ayo "Kaynara mengajak Arya segera menuju Apartemen nya

__ADS_1


"Om Albert marah karena tadi dia memberi Virus pada perusahaan papa dan aku bantuin dan marah dia karna aku gagal kan rencana licik nya"ujar Arya mereka segera masuk ke apartemen


"Aku lihat dulu ada ngak obat merah"Kaynara menuju dapur untuk mencari sedangkan Arya menuju kamarnya


"Sakit juga pukulan om Albert meski dia udah tua "lirih Arya meletak kan tas nya lalu melepaskan sepatu nya


"Ayo sini aku obati"Kaynara menarik Arya untuk duduk di kasur


"Pelan sakit soal nya"ujar Arya duduk Kaynara mulai menuang kan obat merah meniup lembut sudut bibir Arya menekan kapas itu dengan lembut otomatis Kaynara harus menatap bibir itu


"Aghh pelan Kay sakit"ujar Arya saat Kaynara menekan dengan kuat


"Kenapa sih Arya tidak mau menyentuh ku setidaknya mencium ku kek aku gemes jadi nya ngak tau apa aku ingin merasakan di cium oleh nya"batin Kaynara rasanya Kaynara ingin mendahului Arya tapi Kaynara harus tahan tentu Kaynara masih merasa malu


"Aku masak dulu kamu istirahat aja dulu"Kaynara berdiri


"Jangan"Arya menarik tangan Kaynara membuat badan Kaynara tersentak menindih tubuh Arya


"Waduh bisa runtuh pertahanan ku ahh Kay kamu mah"batin Arya bergejolak dia membelai wajah Kaynara yg menikmati sentuhan hangat Arya


"M... maksud ku kamu tidak usah masak karna papa mengundang kita makan malam di rumah "ujar Arya meneguk ludah nya


"Ohh gitu"ujar Kaynara tersenyum dia berdiri dengan pelan


"Aku mandi duluan aja setelah badan kita bersih kita berangkat ke rumah papa"ujar Kaynara tersenyum segera menuju kamar mandi


###


Arya dan Kaynara menuju kediaman Adiwinata mereka berencana untuk menginap di sana membawa baju ganti apa lagi Arya karna semua baju Arya sudah berada di apartemen nya jika Kaynara sendiri masih ada baju nya di kamar nya jadi Kaynara menyiapkan baju Arya saja untuk di bawah


"Kay sudah lama kita tidak bertemu"Erin memeluk Kaynara


"Arya wajah mu kenapa Kaynara tidak memukul mu kan"tanya Nanda menatap Arya


"Ma udah ku bilang aku ngak sekejam itu menyakiti suami ku sendiri"ujar Kaynara sebal


"Iya Arya tadi siang ngak ada bekas pukulan di wajah mu"tanya Kalvin


"Saat aku pulang om Albert menemui ku pa dia marah karena aku membantu perusahaan papa jadi aku di pukuli karna menggagalkan rencana balas dendam nya"ucap Arya


"Albert tidak menyerah jika tidak balas dendam dia cukup susah juga di jatuh kan"ujar Kalvin


"Papa berhati-hati saja om Albert bisa berbuat nekat atau lebih parah dari sebelumnya "ujar Arya


"Jangan khawatir papa udah biasa seperti ini"ujar Kalvin


"Ayo kita makan"ajak Kalvin mereka segera menuju meja makan


"Kay bagaimana pekerjaan mu"tanya Nanda mereka sudah mulai makan malam


"Baik ma lancar aja proyek yg aku bikin juga hampir selesai"ujar Kaynara menuangkan air putih menyerah kan pada Arya


"Pantas aja tante Lin ngak pernah laporan sama mama ternyata kamu bisa mengatasi semuanya dengan baik mama lega akhirnya mama dan papa bisa menghabiskan waktu bersama"ujar Nanda tersenyum


"Iya mama jangan khawatir aku bisa mengatasi ini semua "ujar Kaynara


"Arya hari ini sangat membantu jika mau berbisnis aku akan memberi dana sebagai investor pertama "ujar Gavin


"Benar itu Arya papa dengar kamu memulai bisnis mu Gavin bisa menjadi investor mu"ujar Kalvin


"Tidak usah pa aku pun bisa sendiri lagian kalian bagian dari Kaynara yg berarti bagian dari ku menolong kalian sama seperti menolong diri ku sendiri "ujar Arya menikmati makan malam


"Masalah bisnis ku sih baru mulai dan aku rasa tidak ada kesulitan dan aku sendiri bisa jangan khawatir"ujar Arya tersenyum


"Jika itu keputusan mu papa ngak bisa maksa semangat selalu Arya"ujar Kalvin tersenyum

__ADS_1


"Terimakasih pa aku selalu semangat dan terus berusaha "ucap Arya tersenyum dia senang bisa mendapatkan dukungan seperti itu


__ADS_2