Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Episode 150


__ADS_3

"Aku akan selalu di samping kamu!" ucap Laura. Farhan tersenyum dia mencium kening Laura.


"Maaf kan aku yah sudah merepotkan kamu. Aku janji tidak akan merepotkan kamu lagi." ucap Farhan. Laura tersenyum sambil mengangguk.


"Eh Deni! Kamu kapan datangnya?" tanya Laura.


Deni Tersenyum.


"Saya datang hanya memeriksa keadaan Tuan muda, saya juga membawa kan buah." ucap Deni.


"Silahkan duduk!" ucap Farhan. Deni mengangguk.


"Saya sudah memeriksa perusahaan semua nya baik-baik saja terimakasih sudah bisa menjaga kepercayaan saya." ucap Farhan.


Deni tersenyum sambil Mengangguk.


"Oh iya Mas tadi aku sudah jemput Citra dari RS, buat sementara dia tinggal di sini gak apa-apa?" tanya Laura.


Farhan hanya mengangguk saja. Keesokan harinya Farhan bangun lebih awal.


Dia melihat istrinya masih tidur di samping nya.


Pagi hari ini membuat dia teringat Almarhum Bu Tasi namun dia berusaha untuk tidak mengingat nya karena Membuat nya semakin sedih dia pun mengambil air wudhu dan sholat.


setelah selesai sholat dia melihat Laura yang terburu-buru masuk ke kamar mandi.


"Kenapa dia sangat terburu-buru?" batin Farhan.


Dia menyusul Laura ke kamar mandi.


"Kamu kenapa?" tanya Farhan.


"Gak apa-apa kok mas, badan ku kurang enak deh kayanya masuk angin deh." ucap Laura.


Farhan memijit-mijit leher Laura.


"Hari ini kamu gak usah ke kantor dulu!" ucap Farhan.


"Gak bisa mas, aku ada briefing siang ini." ucap Laura.


"Humm ya udah kamu minum obat dulu gih." ucap Farhan. Laura mengangguk.


Tidak beberapa lama kedua nya sudah Selesai berpakaian dan sudah Rapi waktu nya untuk berangkat ke kantor.


"Kenapa kamu diam mas?" tanya Laura pada Farhan yang hanya diam saja memandangi meja Makan.


"Kamu pasti ingat Bu Tasi lagi yah?" tanya Laura. Farhan mengangguk.


"Humm ayok kita sarapan." ucap Farhan langsung menarik tangan Laura ke meja Makan.


Farhan berusaha untuk biasa Saja agar Laura nyaman juga.


Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat menggunakan mobil masing-masing.


Di dalam mobil Laura sambil menyetir sangat gelisah.

__ADS_1


"Kenapa sangat gak nyaman yah. Bau mobil ini sangat Aneh padahal baru di Cuci." ucap Laura.


Dia pun membuang semua pewangi yang ada di dalam.


"Hufff badan ku juga sangat pegal-pegal!" ucap Laura. Namun dia pun melanjutkan perjalanan.


Setelah sampai di kantor dia meminta Air hangat pada Ob.


"Huff badan ku kenapa bisa seperti ini sih." batin Laura.


Waktu nya untuk briefing Laura sudah duduk di kursi nya di samping Rendi.


Rendi memerhatikan Laura yang selalu memegang leher nya.


"Laura! Kamu yakin gak apa-apa?" tanya Rendi. Laura mengangguk.


"Kamu fokus saja ,aku tidak apa-apa." ucap Laura. Setelah selesai Laura tidak bisa menahan nya dia membeli obat masuk angin ke Apotik terdekat.


Dia beristirahat di Ruangan nya sejenak dan tidak terasa sudah Sore hari dia tertidur di sofa.


"Permisi Pak, ada yang bisa kami bantu?" tanya Staf yang di hampiri oleh Farhan di perusahaan istri nya.


"Istri saya masih di dalam?" tanya Farhan.


"Masih Pak, silahkan langsung di periksa." ucap Staf. Farhan naik ke lantai atas ke ruangan istri nya. Setelah masuk dia melihat Laura tidur di sofa.


"Sayang! Sayang!" panggil Farhan. Laura membuka mata nya dia melihat suaminya di depan nya.


"Loh kok ada kamu di sini mas?' tanya Laura.


"Ini sudah jam berapa Emang nya mas?" tanya Laura.


"Sudah jam Lima Sore." ucap Farhan.


"Ya ampun aku Kok bisa ketiduran sih." ucap Laura.


"Kamu kecapean yah? Atau kamu masih kurang enak badan? Aku sudah bilang kamu di rumah saja tadi." ucap Farhan.


"huff jangan marahin aku dulu mas, aku benar-benar sangat Lemas sekali." ucap Laura.


"Ya udah kita ke rumah sakit yah." ucap Farhan. Laura menggeleng kan kepala nya.


"Nanti kalau ke rumah sakit pasti di suntik mas, aku gak mau!" ucap Laura.


"Ya udah kalau begitu kita pulang yah, aku Akan meminta Vina datang memeriksa kamu." ucap Farhan.


"Aku gak mau kalau dia!" ucap Laura langsung.


"Jadi kamu mau nya bagaimana?" tanya Farhan.


"Aku hanya butuh istirahat saja. Kamu jangan terlalu khawatir kamu juga harus memikirkan kesehatan kamu." ucap Laura.


"Ya udah kita pulang yok sayang, jangan marah-marah lagi." ucap Farhan. Farhan membantu istri nya berdiri.


Farhan membantu membawa kan Tas nya.

__ADS_1


Namun saat keluar dari ruangan kebetulan Rendi mau masuk.


"Kamu kenapa Laura?" tanya Rendi.


"Badan ku kurang enak, mungkin besok aku tidak bisa ke kantor kamu tolong atur jadwal aku yah." ucap Laura.


Rendi mengangguk. Farhan langsung membawa Laura.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Farhan memijat badan Laura dengan minyak kayu putih agar angin nya segera keluar.


"Kamu istirahat saja dulu mas," ucap Laura karena sudah lama Farhan memijit-mijit Punggung nya.


"Bagaimana aku bisa istirahat kalau kamu sakit seperti yang ni." ucap Farhan.


"Badan ku sudah sangat panas karena kamu tidak berhenti memijat nya, aku sudah baikan kok." ucap Laura.


Farhan menghela nafas panjang.


"Kamu sudah Makan tadi?" tanya Farhan. Laura mengangguk.


Di malam hari nya Laura baru saja selesai mandi karena badan nya terasa sangat lengket sementara Farhan baru Saja masuk ke kamar.


"Apa itu mas?" tanya Laura.


"Barang-barang Bu Tasi." ucap Farhan.


"Mau kamu apakan?" tanya Laura.


"semua barang-barang ini sangat lah berharga aku akan menyimpan nya sebagai kenang-kenangan." ucap Farhan.


Laura tersenyum.


"Ternyata hobi kita sama saja yah mas. Kita sangat suka menyimpan barang-barang peninggalan yang sangat berharga bagi kita walaupun itu sudah sangat buruk." ucap Laura.


Farhan tersenyum.


"Aku sangat percaya banyak kemiripan di antara kita." ucap Farhan. Laura tersenyum.


"Maafkan aku yah karena kemalangan yang kita jalani kita tidak jadi jalan-jalan tapi kamu tenang saja aku sudah membuat tiket baru, Besok kita akan berangkat." ucap Farhan sambil menunjuk kan Tiket.


Laura tersenyum.


Dia merentangkan kedua tangannya Farhan langsung memeluk Laura yang tidur.


"Kamu sangat Wangi." ucap Farhan. Laura tersenyum. dia mengelus rambut Farhan.


.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2