Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 92


__ADS_3

Semalaman Gavin tidak bisa tertidur kerjaan nya hanya guling guling di kasur Gavin menyesali mengusir Erin tadi malam, Gavin bahkan bersiap pagi sekali bahkan Erin belum kembali ke kamar.Sedangkan Erin saat bangun segera menuju kamarnya tapi tidak menemukan keberadaan Gavin tidak ingin telat Erin segera bergegas mandi


"Gavin tumben sekali sepagi ini ada di meja makan"ujar Kalvin heran


"Iya pa aku lembur ada pekerjaan di kantor"ucap Gavin meneguk susu nya dia selesai sarapan tinggal menunggu Erin


"Pagi"sapa Kaynara lalu duduk mengambil susu nya meneguk nya Kaynara menatap hidangan nasi goreng yg di campur hati ayam tapi sedikit gosong karna sudah di sisi kan oleh pembantu


"Seandainya aku bisa memperbaiki waktu maka aku akan mengubah takdir ku sendiri sayang nya itu lah yg tidak dapat aku ubah"batin Kaynara terdapat rasa pilu di hati nya yg terkadang tidak dapat dia kendali kan


"Kay kenapa "tanya Erin menatap Kaynara seperti tatapan yg berbeda


"Tidak apa"ujar Kaynara menghembuskan nafasnya kasar Nanda menatap anak nya itu


"Lho Rin ngak pakai makeup yg di berikan dokter kemarin"tanya Kaynara


"Apa harus di pakai "tanya Erin


"Iya dong buat apa kita beli"ujar Kaynara


"Iya nanti aku pakai "cengir Erin


"Aku berangkat ma pa"ujar Gavin segera berlalu


"Ya ampun gawat bos ku sudah pergi aku bisa di omelin senior jika telat"ujar Erin pergi melihat Gavin berlalu


"Ma pa aku pergi dulu"ujar Erin segera lari kecil Kaynara ikut lari mengejar Erin


"Rin ayo ikut dengan ku saja"ujar Kaynara


"Iya boleh "ujar Erin naik ke sepeda Kaynara segera melaju kan sepeda nya


####


Gavin sengaja datang pagi sekali dia ingin membuat Erin datang sendiri pada nya Gavin akan menghukum Erin karna menyiksa nya Gavin akan memberi perhitungan pada Erin.Sedangkan Erin buru buru mengambil beberapa alat untuk membersihkan perusahaan itu dia tidak ingin di omelin hari ini


"Pak Boy tuan Gavin sudah lama sampai nya"ujar karyawan itu memberi tau Boy yg baru sampai karna memang Gavin datang nya setelah Boy datang karna Boy tau jam berapa Gavin datang


"Tumben sekali tuan Gavin datang sepagi ini"gumam Boy heran dia segera menuju ruangan Gavin


Tok tok


"Masuk"teriak Gavin,Boy segera masuk


"Tuan ada yg bisa saya bantu"ujar Boy serius


"Iya kamu panggil kan OG bernama Erin ada yg ingin saya katakan "ucap Gavin serius


"Baik tuan"ujar Boy segera keluar


"Erin sama tuan Gavin punya hubungan apa kenapa akhir akhir ini tuan Gavin sering memanggil Erin"heran Boy melangkah mendekati Erin


"Erin di panggil bos di ruangannya"ujar Boy


"Baiklah"ucap Erin meletakkan alat pel nya dan melangkah di ikuti Boy


"Kamu punya masalah apa sama tuan Gavin"tanya Boy


"Ini soal suami ku"lirih Erin


"Erin jangan khawatir aku akan melindungi mu dari suami mu dan memperjuangkan mu"ujar Boy tersenyum mengengam tangan Erin


Tok tok


"Masuk"teriak Gavin lalu Boy dan Erin masuk


"Tuan memanggil saya "ujar Erin ,Gavin berdiri membenarkan jas nya mendekati Erin


"Ya"ucap Gavin datar


"Mulai hari ini kamu Erin saya pecat dari perusahaan ini"ucap Gavin datar membuat Erin dan Boy terkejut


"Tuan Gavin Erin bekerja sangat baik kenapa di pecat apa dia melakukan kesalahan yg fatal"ujar Boy


"Jika saya mau memecat seseorang tidak butuh alasan Boy kamu siap kan pemecatan Erin pergi sana"ujar Gavin serius


"Tapi tuan"ujar Boy


"Kamu ingin membantah keputusan saya Boy"ucap Gavin datar


"Tidak tuan saya akan mengatur nya"ucap Boy lalu mengundurkan diri

__ADS_1


"Tuan kenapa saya di pecat"ujar Erin dia rasa tidak melakukan kesalahan


"Kamu juga ingin membantah keputusan saya"ujar Gavin datar


"Tidak tuan"ujar Erin menuduk


"Kamu pikir kamu siapa Erin"ujar Gavin serius menatap Erin


"Kemarin kamu banyak menghabiskan uang dari pertama aku mencukupi kebutuhan mu kedua aku membayar klinik kecantikan mu dan ketiga aku melunasi hutang mu pada Elis"ujar Gavin membuat Erin menatap Gavin


"Tuan kenapa membayar hutang ku"ujar Erin


"Ya aku hanya ingin kamu berhutang pada ku "ucap Gavin


"Lalu kenapa tuan memecat ku bagaimana aku akan membayarnya"ujar Erin heran


"Aku tidak peduli kamu pikir bagaimana harus melunasi hutang mu"ucap Gavin datar


"Ayo bujuk aku rayu aku Erin"batin Gavin tersenyum misterius


"Bagaimana aku membayar hutang ku jika di pecat "gumam Erin binggun


"Tuan aku tidak mengerti bagaimana mencari uang jika tidak kerja di sini aku harus bagaimana"ujar Erin binggun


"Pergi sana kamu sudah di pecat"kesal Gavin kembali duduk kenapa Erin tidak mengerti kemauan Gavin sedangkan Erin dia benar pergi dengan kebingungan


"Binggun ya"ujar Nugi tersenyum mengagetkan Erin yg menutup pintu


"Nugi"ujar Erin kaget


"Ya kamu benar aku tidak mengerti tuan Gavin maksud ku mas Gavin melunasi hutang ku tapi dia memecat ku bagaimana aku harus bayar hutang pada nya"ujar Erin kebingungan Nugi tersenyum geli


"Aku akan memberi mu pelajaran ayo ikut dengan ku"ajak Nugi mereka duduk di kantin kantor


"Aku akan menjelaskan soal permasalahan ini"ujar Nugi tersenyum


"Aku tidak mengerti"ucap Erin binggun


"Erin perlu kamu ketahui jika seorang pria hanya ingin wanita nya selalu bermanja pada nya"ujar Nugi


"Dan perlu kamu ketahui Erin Gavin itu tipe pria yg ingin istri nya agresif kamu mengerti maksud ku"ujar Nugi dan Erin menggeleng


"Gavin itu memenuhi tanggung jawabnya sebagai suami dengan membayar hutang mu dia marah saat kamu dekat dengan pria lain dia marah saat kamu acuhkan dia memecat mu dia hanya ingin kamu membujuk nya dengan rayuan mu dengan ke agresifan mu untuk memaafkan mu dan merayu nya untuk berterima kasih untuk hutang itu"ujar Nugi tersenyum


"Aku tidak percaya itu"ujar Erin


"Ye ngak percaya Gavin itu udah bersama ku sejak kecil bahkan kami menempuh universitas yg sama jadi aku tau semua mengenai Gavin dari dia menatap mu dia ingin lebih yg kamu lakukan "ujar Nugi


"Lebih lah agresif pada nya maka aku yakin dengan sikapnya sekarang dia benar tergila gila sama kamu karna aku yakin dia mulai menyukai mu"ujar Nugi


"Tidak mungkin itu"ujar Erin


"Ye ngak percaya banget Gavin itu hanya terhalang oleh keangkuhan nya makan nya dia seperti itu kamu boleh coba deh lebih agresif"ujar Nugi


"Ngak ahh malu masak aku seperti itu"ujar Erin tersipu saat membayangkan dia bergelayut pada Gavin


"Apa nya yg malu sekarang kalian suami istri malu kenapa"kekeh Nugi


"Jika ingin memperbaiki hubungan mu dengan Gavin coba saran dari ku"ujar Nugi berdiri


"Aku pergi tadi ingin bertemu dengan Gavin tapi aku yakin Gavin tidak akan melepaskan mu"ujar Nugi tersenyum lalu berlalu pergi


"Iya ya sikap mas Gavin beda banget dari kami pindah ke rumah Adiwinata"gumam Erin


"Apa mas Gavin benar menyukai ku dan marah saat aku mengacuhkan nya lebih dekat pada Kaynara tidak mungkin dia kan selalu bilang aku jelek"gumam Erin binggun


"Aku coba ya ingin tau jika di tolak ya udah aku benar pulang "ujar Erin berdiri lalu menuju ruangan Gavin


Tok tok


"Masuk "teriak Gavin lalu Erin melangkah masuk melihat ada Boy dan Gavin yg menanda tangani surat pemecatan itu


"Mulai hari ini kamu resmi di pecat"ujar Gavin datar


"Saya permisi tuan"ujar Boy dan melangkah pergi Erin menoleh pada Boy yg menutup pintunya dan langkah kaki nya mendekati Gavin


"Mas Gavin marah ya pada ku"ujar Erin mendekati Gavin


"Pikir sendiri"ketus Gavin


"Mas maafin aku ya aku ngak maksud mengacuhkan mu"ujar Erin memegang bahu Gavin

__ADS_1


"Mas Gavin terimakasih banget melunasi hutang ku pada Elis"ujar Erin memegang wajah Gavin menatap mata itu selebihnya Erin tidak tau apa yg harus dia lakukan


"Ya ampun istri ku ini gemes sekali sih aku suka cara nya membujuk ku"batin Gavin menatap Erin tanpa di duga Gavin menarik pinggang Erin dan mencium bibir itu membuat Erin membulat kan mata nya dengan lebar tidak percaya yg terjadi apa lagi Gavin memeluk nya dengan menekan tengkuk nya dengan sangat kuat mencium bibir itu sangat lembut


"Apa ini apa benar mas Gavin menyukai ku tidak mungkin apa alasan nya bahkan dia tidak mengizinkan aku menyukainya"batin Erin menatap mata gavin yg menatap nya


"Mas Gavin aku ingin melihat mas Gavin seperti kita tinggal di rumah tante Lin"ujar Erin tersenyum


"Aku tidak mengetahui jika kamu pandai membujuk meminta sesuatu pada ku tapi aku menyukai itu"ujar Gavin tersenyum dan mencium leher Erin beberapa kali membuat Erin merintih tapi mereka tidak menyadari jika dari tadi para pekerja memperhatikan mereka karna Gavin lupa menutup tirai itu sehingga mereka mulai menggosip kan Erin


"Ngak nyangka ya Erin yg terlihat baik itu sangat menjijikan udah punya suami masih saja menggoda tuan Gavin lihat lah dia"ujar yg lain


"Iya benar aku tidak nyangka pantas dia di pecat bos mungkin Erin akan menjadi pemuas nya tuan Gavin dengan gaji lebih besar"bisik yg lain Gavin menyadari itu dia menatap mereka semua yg memperhatikan mereka lalu menatap Erin yg duduk di pangkuan nya


"Erin maafkan aku ya jika pernah menyakiti mu"ujar Gavin menyesal menatap Erin membuat Erin tersenyum


"Aku juga meminta maaf mas Gavin aku tidak mengerti tentang kewajiban ku hingga mengacuhkan mas Gavin tapi aku janji akan lebih mengutamakan mas Gavin "ujar Erin tersenyum


"Tapi mas Gavin jangan pecat aku "ujar Erin memelas


"Kamu tetap aku pecat"ujar Gavin


"Kok gitu"ujar Erin


"Iya kamu tidak usah lagi kerja di perusahaan ini kamu pokus saja menjadi istri ku kamu mengerti "ucap Gavin


"Bagaimana hutang ku nanti"ujar Erin


"kamu perlu membayar ku dengan memenuhi kewajiban mu kamu kan tanggung jawab ku"ucap Gavin tersenyum mengedong Erin, Gavin sempat menatap para pekerja yg menatap mereka lalu Gavin masuk ke ruangan pribadi nya


"Kamu tidak akan lepas"gumam Gavin membaringkan Erin


"Mas Gavin" Erin menatap Gavin yg perlahan melepaskan kancing kemejanya lalu mencium bibir Erin menyatukan tangan mereka


"Mas tunggu dulu kasih tai aku dulu mas mau ngapain"pekik Erin


"Tidak perlu aku kasih tau kamu bisa memahami nya sendiri"ucap Gavin tersenyum menatap Erin


"Mas Gavin janji lho meminta izin"ujar Erin gugup


"Masak aku harus mengatakan Erin aku izin ya menyentuh mu aku sudah kasih kode tadi masak ngak ngerti emang kamu ngak izinin apa"ujar Gavin


"Setidaknya izin dong"ujar Erin


"Aku udah izin Erin"ujar Gavin lalu mencium bibir itu Erin hanya pasrah saja menerima perlakuan Gavin.Gavin menarik selimut itu menyatukan tubuh mereka Erin sampai mengcengkram dada Gavin terasa perih sedikit entah apa kenapa masih terasa perih dengan cepat Gavin mencium bibir itu lagi mereka sama sama menerima dan menikmati yg mereka lakukan


Gavin menatap Erin yg terlelap karna ulah nya Gavin menyeka keringat di kening Erin yg masih menetes Gavin mencium tangan Erin dia merasa tidak ingin kehilangan Erin, Gavin mengusap wajah Erin seperti nya para pekerja nya mulai salah paham pada Erin Gavin tidak ingin orang berpikir buruk mengenai istri nya Gavin meraih ponselnya menarik selimut sampai ke dada Erin lalu Gavin meletakkan tangan Erin ke leher nya Gavin mencium sudut bibir Erin dan memotret mereka berdua


"Aku akan tunjukkan jika kamu istrinya Gavin Adiwinata"gumam Gavin mencium kening Erin dan memposting foto itu Gavin memeluk Erin ikut istirahat sejenak


###


"Nanda ada telepon dari Lin"ujar Kalvin mendekati Nanda yg lagi berada di kamar Kaynara


"Lin ya ampun aku udah beberapa hari tidak masuk kerja "ujar Nanda mengambil ponsel nya


"Lin maaf ya tidak masuk kerja"ujar Nanda menyesal


"Tidak apa kak kantor tidak sibuk juga bukan itu alasan aku menelpon ini mengenai foto Gavin mereka ingin menyebar berita nya karna sudah mengetahui status wanita yg berfoto bersama Gavin"jelas Lin


"Foto apa aku tidak mengerti"ujar Nanda binggun


"Gavin memposting diri nya dan Erin jadi berita nya viral"ujar Lin membuat Nanda tersenyum lebar


"Sayang ngak apa kan kita menyebar hubungan Erin dan Gavin "ujar Nanda tersenyum lebar dia senang akhir nya dugaan nya benar Gavin mulai menyukai wanita jelek itu


"Iya sayang"ujar Kalvin tersenyum memeluk Nanda dari belakang menghirup aroma Nanda


"Iya kamu sebar aja berita nya tapi tetap kamu pantau "ujar Nanda


"Oke kak bisa di atur"ucap Lin lalu mematikan sambungan teleponnya


"Tumben kamu memanggilku sayang"bisik Kalvin menyadarkan Nanda


" ya ela keceplosan doang aku hanya senang Gavin akhirnya menerima seutuhnya Erin"ujar Nanda tersenyum


"Keceplosan apa hemm"ujar Kalvin tangan nya mulai nakal


"Udah lah aku mulai bosan dengan diri mu"ujar Nanda melepaskan pelukan Kalvin dan berlalu


"Apa Nanda kamu tidak bisa melakukan ini"teriak Kalvin menyusul istri nya yg mempermainkan dirinya nya

__ADS_1


__ADS_2