Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Episode 143


__ADS_3

"Aku sedang istirahat nih di kantin bersama Ida, ada apa?" tanya Deni.


"Aku mau tanya. Apa Mas Farhan sudah kembali ke Kantor?" tanya Laura.


"Oohhh! Tuan mengabari aku dia masih sibuk mengurus keperluan dokter Vina." ucap Deni.


"hummm baik lah kalau begitu. Terimakasih yah info nya." ucap Laura dan mematikan sambungan telepon.


"Kenapa begitu Lama yah? Pada kan itu pasti tidak memakan waktu seharian juga." ucap Laura.


"Hayooo lagi mikirin apa? Dari tadi aku lihat bete Mulu!" ucap Rendi yang baru saja datang.


Luara terkejut karena kedatangan Rendi.


"Kamu ngejutin aja! bagaimana kalau aku terkena serangan jantung?" ucap Laura. Rendi tersenyum.


"Maka nya jangan melamun Mulu!" ucap Rendi sambil melihat menu makanan..


"Kamu pesan apa?" tanya Rendi.


"Aku tidak memesan apapun," ucap Laura.


Rendi menghela nafas panjang dia pun memesan kan untuk Laura dan sekalian dengan minuman juga.


"Kamu jujur saja, kenapa kamu seperti itu?" tanya Rendi.


"Aku Marah sama Mas Farhan! Kenapa jam segini dia belum juga mengabari aku?" ucap Laura.


"Kamu posesif banget sih, mungkin dia lagi sibuk." ucap Rendi.


"Masalahnya dia lagi sama dokter Vina. Aku sangat tidak suka cara dia memandang mas Farhan!" ucap Laura.


Rendi menghela nafas panjang.


"Aku bingung harus ngomong apa lagi, lebih baik kamu makan dulu tenangin diri." ucap Rendi.


"Kamu Temanin aku ke Rumah sakit yah? Aku harus kesana memeriksa nya." ucap Laura.


"baiklah! Aku mau asal kamu Makan dulu dan menghabiskan itu!" ucap Rendi.


"Terimakasih! Aku Akan segera menghabis kan ini. Enak saja tuh perempuan bersama suami ku sangat lama." ucap nya sendiri.


Setelah selesai makan Mereka langsung pergi. Rendi menyupir mobil ke rumah sakit yang di bilang oleh Laura dari tadi.


Cukup Jauh juga, tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai juga di tujuan.


"Hati-hati Laura!" ucap Rendi karena Laura berjalan begitu cepat.


"Kamu Jalan nya cepat Dikit Napa sih? Kamu Lama banget." ucap Laura kesal. Rendi mempercepat.

__ADS_1


"Permisi Mbak, Pak Farhan masih di sini?" tanya Laura.


"Maaf mbak, pak Farhan dan Bu Vina tadi sudah keluar Beberapa menit yang lalu. kalau ada yang penting bisa Titip ke saya!" ucap dokter wanita yang kebetulan ada dua Depan.


"Kemana mereka pergi?" tanya Laura.


"Kami juga kurang tau Bu.". ucap dokter. Laura menghela nafas kesal dia langsung keluar dia mencoba menelpon Farhan namun tak kunjung di jawab.


"Ya ampun mas, kenapa kamu Malah seperti ini Sih? kamu janji Akan segera pulang kalau urusan nya sudah selesai, sekarang kamu pergi dengan wanita itu!" ucap Laura setelah berada di dalam mobil.


"Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak dulu Laura! Kegiatan Pak Farhan sangat lah banyak!" ucap Rendi yang baru saja masuk ke dalam mobil.


"Kamu tidak tau rasanya kalau sudah Cemburu! Lebih baik kamu diam saja, anterin aku pulang aku tidak akan ke kantor lagi." ucap Laura.


Rendi Menghela nafas panjang dia menginyakan dan mengantar kan Laura pulang ke rumah suaminya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Namun ternyata mobil Farhan sudah sampai di rumah dia duduk santai ke depan rumah.


Dia melihat mobil masuk. Mobil itu tidak asing bagi nya dia a langsung berdiri.


Laura langsung keluar dari mobil.


Farhan menatap Rendi yang ikut juga keluar.


"Kamu dari mana saja mas? Kenapa kamu Sama sekali tidak mengabari aku? Aku sudah dari rumah sakit mencari kamu!" ucap Laura.


"Maaf sayang aku ternyata meninggal Kan handphone ku di rumah." ucap Farhan. Laura memasang wajah kesal.


"Aku minta tolong sama Rendi untuk nganterin aku ke rumah sakit, aku sudah sangat Kesal karena kamu tidak memberikan kabar." ucap Laura.


Farhan tersenyum dia mengelus rambut Laura.


"Aku memilih untuk pulang ke rumah karena di kantor tidak ada jadwal kerja an maaf yah sudah membuat kamu kesal. " ucap Farhan.


Laura Menghela nafas panjang dia masih sangat bete.


"Humm aku langsung kembali ke kantor yah Laura!" ucap Rendi. Laura Mengangguk sambil tersenyum.


"Sudah! Berhenti melihat nya seperti itu!" ucap Farhan sangat posesif dan menarik wajah Laura untuk di cium oleh nya.


"Kamu sendiri kenapa langsung pulang ke rumah?" tanya Farhan.


"Aki sudah sangat kesal karena Salah satu dokter mengatakan kamu pergi dengan dokter Vina keluar." ucap Laura.


Farhan tersenyum.


"Pasti mereka berbohong pada kamu! Aku sama sekali tidak membawa Vina Kemana pun, setelah urusan aku di rumah sakit Selesai aku langsung pulang kok." ucap Farhan.


Laura memeluk Farhan.

__ADS_1


"Maafin aku yah mas, aku sudah berfikir yang tidak-tidak!" ucap Laura.


Farhan mengelus badan Laura.


"sudah; Tidak apa-apa!" ucap Farhan.


Bu Tasi tidak sengaja melihat Tuan muda dan Laura sedang berpelukan di depan.


"Heh apa yang Kalian lakukan di sini? Tidak baik seperti itu di tempat terbuka, masuk sana!" ucap Bu Tasi.


Laura dan Farhan langsung melepaskan pelukannya. mereka senyum-senyum sendiri dan masuk ke dalam rumah.


Sementara di tempat lain Ini adalah hari terakhir Ida membantu nya. Dia sedang menunggu Ida di ruangan nya dia meminta Ida membawa kan kopi keruangan nya.


"Permisi!" ucap Ida mengetuk pintu.


"Masuk saja!" ucap Deni dari dalam.


"Nih Kopi yang kamu minta!" ucap Ida meletakkan nya di atas meja.


"Terimakasih!" ucap Deni.


"Oh iya kamu duduk saja dulu!" ucap Deni.


"Aku masih ada kerjaan, kamu pasti membutuhkan nya besok pagi." ucap Ida.


Deni menghela nafas panjang.


"Humm malam ini kamu senggang gak?" tanya Deni.


"Senggang! Kenapa emang nya?" tanya Ida.


"Aku mau ngajak kamu Makan malam, berhubung tanda terima kasih aku Sama kamu!" ucap deni.


"Tumben-tumbenan? Kalau di bayarin sih aku tak masalah." ucap Ida. Deni tersenyum .


"Ya udah kabari saja nanti, aku mau lanjut Kerja." ucap Ida langsung keluar.


Deni menyeruput kopi nya.


"Kalau dia sudah tidak membantu ku lagi, aku Akan kesusahan lagi namun ini sudah perjanjian dari awal." ucap Deni.


Di sore hari nya dia kembali ke rumah orang tua nya dia sudah siap-siap mau menjemput Ida ke Apartemen nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai, Ida sudah menunggu nya, melihat mobil Deni dia langsung masuk.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi, terimakasih***.


__ADS_2