Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 31


__ADS_3

Nanda menggeliat pelan lalu berbalik karna dia membelakangi Kalvin,Nanda tersipu menatap Kalvin Nanda menatap wajah Kalvin dengan seksama Nanda tersenyum dan melirik jam pukul 11 malam membuat Nanda kaget


"Kalvin Kalvin"ucap Nanda menggoyang kan tubuh Kalvin


"Kenapa"ucap Kalvin serak


"Sudah pukul 11 malam"ucap Nanda


"Aku sangat lapar"ucap Nanda lagi Kalvin merenggangkan otot nya melirik Nanda


"Kamu mandi aja dulu "ucap Kalvin


"Aku mau makan di luar "ucap Nanda


"Iya"ucap Kalvin malas Nanda segera ke kamar mandi Kalvin mengambil ponselnya memesan baju mereka


"Kalvin aku pakai baju apa"tanya Nanda binggun Kalvin melangkah masuk ke kamar mandi


"Tunggu aja"ucap Kalvin dan segera masuk membersihkan tubuhnya


"Biar aku yg ambil "ucap Kalvin keluar dari kamar mandi melihat Nanda menuju pintu Kalvin segera membuka pintu menutupnya kembali


"Pakai lah"ucap Kalvin mengambil baju nya Nanda menuju kamar mandi membawa bingkisan itu segera memakai nya setelah itu memasukan pakaian kotor mereka ke dalam bingkisan itu


"Sudah selesai"tanya Kalvin


"Iya "ucap Nanda mengambil ponselnya dan mereka segera keluar


"Mau makan apa"tanya Kalvin memasukkan bingkisan itu ke dalam bagasi nya


"Kalvin aku mau makan nasi goreng bapak itu aja"ucap Nanda menunjuk penjual yg berada di samping mobil nya


"Kita makan di rumah aja hanya nasi goreng"ucap Kalvin


"Malas masak Kalvin udah malam ayo"ucap Nanda menarik tangan Kalvin mereka segera duduk


"Pak pesan 2"ucap Nanda semangat


"Sama es teh nya"ucap Nanda


"Oke"ucap nya Nanda membuka air mineral itu dan meneguk nya


"Kamu suka sekali makan penjual di pinggir jalan"ucap Kalvin menatap Nanda


"Jika aku dari kecil hidup mewah seperti kamu mungkin ngak akan suka kamu lupa ya aku di besar kan oleh keluarga berkecukupan jadi terbiasa makanan ini"ucap Nanda tersenyum


"Jangan juga menilai buruk orang berjualan di pinggir jalan"ucap Nanda lagi


"Makasih pak"ucap Nanda saat makanannya sudah siap Nanda menyeduh es teh nya Kalvin mengambil piring itu lalu menyuapkan nya ke dalam mulut Nanda segera melahapnya


"Kalvin jangan kayak hari ini ya kamu berapa kali minta ngak puas apa capek tau encok pinggang ku"ucap Nanda di sela menyuapkan nasi nya


"Memang nya bisa aku menunda itu kebutuhan aku pria normal"ucap Kalvin santai


"Meski begitu ingat dong aku nya"ucap Nanda


"Lain kali aku tambah durasi bermain nya"ucap Kalvin santai


"Ighh Kalvin capek tau"ucap Nanda cemberut


"Biarin aja yg penting aku puas"ucap Kalvin santai Nanda sebel mencubit dada Kalvin


"Hei apa yg kamu lakukan"ucap Kalvin kaget


"Hanya memberi mu pelajaran"ucap Nanda sebel


"Kamu ya aku lempar ke ranjang baru tau rasa"ucap Kalvin


"Dasar cabul"ucap Nanda menekuk wajahnya Kalvin tersenyum kecil menikmati makan


####


☀️☀️☀️


Kalvin masih tertidur di kamar sedang Nanda sarapan di meja makan bersama Daniah karna hari libur jadi mereka tidak bekerja Nanda merasa otot nya lebih santai menyambut hari libur karna Nanda tidak melakukan apa apa


"Ma Kalvin menyadari jika aku tau dia memberi ku cairan itu dia mau aku konsultasi pada dokter untuk menunda kehamilan"ucap Nanda menikmati sarapan


"Kamu jangan mau Nanda"ucap Daniah


"Tapi ma jika Kalvin nanti marah bagaimana"ucap Nanda takut


"Mama semakin tua masak belum juga punya cucu biarin aja Kalvin marah nanti biar mama yg tanggung semuanya kamu jangan takut dan jangan pikirkan"ucap Daniah


"Iya deh"ucap Nanda tersenyum melanjutkan sarapan nya


Setelah sarapan Nanda bergabung berbaur dengan para pembantu ya karna dia tidak juga punya pekerjaan Nanda malah membantu mereka yg lagi menjemur pakaian


"Nona jangan nanti kami di marahi nyonya"ucap nya takut

__ADS_1


"Tidak apa aku juga sering melakukan ini bahkan mencuci pakai tangan"ucap Nanda tersenyum


"Aku juga tidak punya pekerjaan di hari libur ini jadi bosan"ucap Nanda tersenyum


"Ya udah deh terserah nona aja kami takut nanti di pecat "ucap nya


"Tidak akan percaya"ucap Nanda membantu para pembantu menjemur


"Jika senggang apa sih yg kalian lakukan"tanya Nanda


"Macam-macam nona kadang kami belanja di depan rumah yg sering ada penjual bakso nasi goreng dan sebagainya kadang juga kami bergosip di mana mana"jelas nya cekikikan


"Satu lagi kami di izinkan berolahraga"ucap Ribi semangat


"Wah pantas aja tubuh kalian kayak langsing dan tinggi"ucap Nanda


"Memang nya nona ngak pernah olahraga"tanya Ribi penasaran


"Dulu sih olahraga ku jalan pagi jalan pagi untuk bekerja"ucap Nanda cekikikan


"Sekarang sih ngak pernah ibu Amel hanya memberi ku makanan sehat"ucap Nanda


"Iya terlihat dari kulit nona yg halus dan sehat "ucap nya tersenyum


"Boleh dong ikut olahraga "ucap Nanda semangat


"Nona biasa nya saat libur ruangan itu di pakai sama tuan Kalvin "ucap Ribi


"Ahh dia belum bangun juga kalian udah selesai kan ayo ajarin aku"ucap Nanda semangat


"Oke kami juga udah selesai "ucap Ribi. lalu mereka siap siap berolahraga


"Wih ruangan nya bagus banget"ucap Nanda tersenyum


"Biasanya kami pakai treadmill ini nona"jelas nya lalu Nanda berdiri di treadmill alat olahraga untuk lari atau berjalan Ribi mengatur nya sedikit


"Lari dong ini terlalu santai"ucap Nanda ,Ribi menambah kecepatan itu jadi lari dengan senang Nanda lari di treadmill itu ya karna Nanda jarang berolahraga


####


Kalvin baru bangun belum menemukan keberadaan Nanda, Kalvin memakai celana di atas lututnya serta baju undershirt atau baju dalam pria Kalvin juga mengunakan ikatan di tangan nya untuk berolahraga mengambil handuk kecil Kalvin turun tidak menemukan Nanda di lantai bawah Kalvin mengambil air dan meneguknya


"Kemana Nanda ngak mungkin dong dia di paksa ibu Amel kerja di hari libur"ucap Kalvin heran lalu dia berjalan menuju lantai atas lagi di tempat ruangan olahraga saat masuk Kalvin melihat Nanda lagi lari serta ada pembantu yg lain ada yg mengankat beban ada juga yg lain lagi berlari yg mencoba treadmill karna tidak hanya satu


"Eghmm"dehem Kalvin meletakkan handuk dan botol minum nya


"Maaf kami lancang"ucap mereka


"Hei Ribi bagaimana caranya aku turun"ucap Nanda masih lari


"Kalian pergi lah"ucap Kalvin mereka semua pergi lalu Kalvin mendekati Nanda mengangkat badan Nanda dengan enteng replek takut jatuh Nanda memeluk leher Kalvin dan kening mereka menyatu mata mereka bertemu dengan sangat lama sampai keringat Nanda yg menetes di wajah Kalvin baru Kalvin tersadar


"Minum lah"ucap Kalvin menunjuk botol air nya Nanda duduk dan meneguk nya


"Mau olahraga juga"ucap Nanda mengelap keringatnya


"Iya"ucap Kalvin menatap Nanda


"Aku mandi dulu "ucap Nanda berdiri


"Ehh kamu temani aku aja olahraga"ucap Kalvin


"Bantu apa"ucap Nanda heran


"Duduk di punggung ku"ucap Kalvin memposisikan tubuhnya untuk push up Nanda duduk di punggung Kalvin lalu Kalvin melakukan push up


"Pantas saja ibu Amel bentah merawat mu ternyata kamu tidak terlalu jadi beban"ucap Kalvin otot lengan terlihat dengan sangat jelas


"Enak aja di kira aku ini beban hidup "ucap Nanda menekuk wajah nya


"Emang ngak merasa jika kamu beban hidup "ucap Kalvin


"Aku bukan beban hidup ya"ucap Nanda cemberut Kalvin menghentikan push up dan Nanda turun Kalvin terlentang


"Tahan kaki ku"ucap Kalvin menekuk kaki nya ingin melakukan sit-up Nanda patuh saja duduk memegang kedua lutut Kalvin lalu Kalvin melakukan sit-up Nanda memundurkan wajah nya saat bibir Kalvin hampir mengenai bibir nya


"Biasanya sampai berapa kali "tanya Nanda


"Sesuka hati sih"ucap Kalvin masih melakukan sit up Nanda menatap ke arah lain saat Kalvin menatap nya Nanda bisa salah tingkah


"Memang Alen bilang dia mengemas kan tapi kenapa dia jadi cantik kayak gini sih apa lagi yg ingin kamu tunjukkan pada ku sosok Nanda ini kenapa rasanya seperti ini sih"batin Kalvin


"Tunggu jangan bilang aku mencintai nya ayo lah Kalvin membutuhkan berapa tahun kamu mencintai Alen beneran ini sama Nanda baru beberapa bulan tapi ahh Nanda ini memang beda lah dia bisa buat aku merasa punya teman hidup seperti belahan jiwa seperti itu"batin Kalvin masih menatap Nanda lalu Kalvin mencium bibir itu menekan tengkuk Nanda


"Bisa ngak jangan mencium ku mendadak copot jantung ku"ucap Nanda cemberut Kalvin menarik Nanda ke pelukannya lalu dia berbaring


"Sesuka aku lah kamu kan istri ku"ucap Kalvin


"Sejak kapan kamu mengakui ku"ucap Nanda tersipu

__ADS_1


"Kamu tidak mau mencium ku lakukan sesukamu tentang tubuh ku"ucap Kalvin


"DI kira aku ini wanita apaan "ucap Nanda memukul dada Kalvin


"Kamu punya mantan bukan tidak pernah apa berciuman kaku"ucap Kalvin


"Belum apa kamu mau aku mencium mantan mu"ucap Nanda cepat


"Jangan"ucap Kalvin cepat membalik tubuh Nanda menjadi di bawah nya


"Aku sama mantan ku sih paling cium pipi cium kening sama cium tangan ngak pernah tuh cium bibir"ucap Nanda


"Kamu sering melakukan itu"ucap Kalvin serius


"Iya"ucap Nanda


"Jika begitu datang ke mantan mu rasakan berciuman hangat"kesal Kalvin berdiri mengambil handuk kecil dan botol minuman


"Ihh dia kenapa sih aneh banget"ucap Nanda mengaruk kepalanya binggun Nanda berdiri dan menuju kamar nya


"Dia ngambek kah"gumam Nanda melihat Kalvin tidak ada di kamarnya Nanda segera memutuskan mandi


"Ck kenapa aku malah cemburu sih kesal banget aku"gumam Kalvin mengambil air putih


"Heh kamu panggil Nanda saya mau makan"ucap Kalvin pada pembantu


"Baik tuan"ucap nya lalu berlalu


"Seger "ucap Nanda keluar dari kamar mandi


"Nona tuan Kalvin ingin sarapan "ucap nya menunggu Nanda selesai mandi membuat Nanda kaget


"Ya ela masak kamu nungguin aku ya udah sana aku pakai baju dulu"ucap Nanda membuka lemari nya


"Iya nona"ucap nya segera pergi Nanda segera mengambil dress berwarna biru menyanggul rambutnya dan segera turun


"Kamu kenapa lama"ucap Kalvin menatap Nanda yg mendekat


"Aku mandi dulu"ucap Nanda


"Mau aku buatin apa"ucap Nanda


"Nasi goreng aja lebih praktis aku sudah lapar"ucap Kalvin


"Aku buatin dulu"ucap Nanda lalu menuju dapur Kalvin mengikuti Nanda yg mulai menyiapkan bahan nya


"Nanda lebih cantik ngak pakai make up alami adem di lihat "batin Kalvin menatap Nanda yg mulai menumis bumbunya mencampur kan nasi itu Kalvin mendekat memeluk Nanda membantu Nanda mengaduk nasi itu


"Wah mulai terlihat manis"kekeh Nanda


"Sering di pukul salah di manisin salah"ucap Kalvin dan membalik tubuh Nanda , Kalvin mengangkat tubuh Nanda duduk di cucian piring membuat dress Nanda sendikit terbuka Nanda menahan dress nya


"Kelihatan"ucap Nanda


"Tidak ada orang di sini"ucap Kalvin mengusap bibir Nanda lalu mencium bibir Nanda lama lama Kalvin semakin menuntut membuat Nanda tegang berpegang ke samping


"Aghhhh"jerit Nanda saat lengan nya menyentuh kuali yg panas


"Ssttt awas"ucap Nanda turun mematikan kompor itu lalu Nanda mencuci lengan nya Nanda menahan perih


"Tangan mu terbakar"ucap Kalvin lalu mengambil kotak obat


"Aghh perih nya"lirih Nanda memegang lengan nya


"Sini duduk sini"ucap Kalvin mendudukkan Nanda ke kursi lalu Kalvin membuka kotak obat mengambil salap bakar


"Tahan ini akan perih sedikit "ucap Kalvin memoleskan salap bakar itu meniup nya pelan


"Sampai merah"ucap Kalvin melihat lengan Nanda


"Iya terbakar mungkin kamu mau makan aku ambilin "ucap Nanda berdiri


"Aku tunggu di meja makan"ucap Kalvin menuju meja makan Nanda segera mengambil piring mengambil kan nasi goreng itu menuju meja makan menyediakan nasi goreng itu Kalvin segera menyantapnya


"Apa itu sakit"tanya Kalvin mengunyah nasi goreng


"Sedikit perih"ucap Nanda meniup lengan nya Kalvin segera menyelesaikan makan nya


"Apa kamu bosan "tanya Kalvin setelah dia selesai sarapan


"Tidak terlalu mungkin setelah ini aku akan membaca atau nonton "ucap Nanda


"Aku temani nonton nya"ucap Kalvin berdiri


"Boleh ayo kita nonton sama sama"ucap Nanda tersenyum segera berdiri mereka segera menuju kamar


"Kamu suka film apa"tanya Kalvin duduk di sofa


"Romantis sih tapi terserah kamu"ucap Nanda mengambil buku nya lalu duduk di samping Kalvin yg mulai menyetel filmnya dan mereka nonton bersama ya kadang Nanda sesekali membaca

__ADS_1


__ADS_2