
"Aku dulu dan sekarang beda itu kenapa"ucap Kalvin,Nanda berfikir dan mengingat Kalvin dulu dan sekarang
"Karna mendapat permintaan dari Momy mungkin jangan menyakiti ku"ucap Nanda
"Atau dari ibu Amel atau dari mama Daniah"ucap Nanda
"Tidak ada yg benar"ucap Kalvin mengeleng
"Lalu"ucap Nanda
"Ahh kamu takut Alen membenci mu ya itu kenapa menerima ku"ucap Nanda
"Tidak"ucap Kalvin mengeleng
"Lalu apa"ucap Nanda frutasi
"Aku dulu dan sekarang beda karna ada cinta"ucap Kalvin mengengam tangan Nanda
"Karna aku sekarang mencintaimu apa kamu paham itu"ucap Kalvin mencium tangan Nanda yg membeku di tempat Nanda tidak bisa mencerna kata kata Kalvin
"Hahah bisa aja becanda nya Kalvin aku paham dan ngerti cinta mu hanya untuk Alen"ucap Nanda tertawa dengan menepuk dada Kalvin
"Aku serius kamu mau minta bukti apa"ucap Kalvin memegang wajah Nanda
"Tidak perlu Kalvin aku bisa paham"ucap Nanda menurunkan tangan Kalvin
"Apa yg membuat mu ragu akan cinta ku"ucap Kalvin serius
"Kalvin jarak kita berdua itu jauh cinta mu pada Alen itu sangat besar sosok Alen tidak akan lepas oleh kehidupan mu lagian aku jelek kamu mana mau sama aku kamu tidak mencintai ku pun tidak mengapa "ucap Nanda serius
"Aku cinta sama kamu Nanda "ucap Kalvin serius menatap mata Nanda mengengam tangan Nanda lembut
"Apa kamu masih mencintai ku"tanya Kalvin menatap mata Nanda dengan dalam
"Hei aku bertanya "ucap Kalvin mengusap wajah Nanda yg ragu untuk mengangguk
"Aku mencintaimu "ujar Kalvin tersenyum Nanda tersipu mengangguk
"Balas ungkapan cinta ku jika kamu juga mencintai ku"ucap Kalvin tersenyum
"Aku mencintaimu Nanda Ayunda"ucap Kalvin tersenyum
"Aku juga mencintaimu sejak kita bertemu cinta ku seperti lautan luas dan dalam tidak akan habis"ucap Nanda tersenyum malu Kalvin tersenyum bahagia mendengar kata kata Nanda dia mencium bibir itu menarik pinggang Nanda
"Ahh ternyata ini nyata Kalvin benar mencintai ku"batin Nanda kegirangan,Nanda mengalungkan tangannya membalas ciuman Kalvin yg begitu lembut tangan Kalvin masuk ke kaos Nanda lalu melepaskan kaos itu masih mencium bibir tipis itu Kalvin menahan punggung Nanda lalu berbaring menindih tubuh Nanda yg kecil Nanda memegang wajah Kalvin untuk menahan ciuman mereka nafas kedua nya habis
"Hari ini aku sangat bahagia kita akan selama nya bersama "ucap Kalvin melepaskan kemejanya Nanda duduk menghadap Kalvin
"Apa aku boleh miliki mu apa kah aku boleh cemburu "ucap Nanda serius
"Aku dan kamu saling memiliki my wife "ucap Kalvin tersenyum mencium bibir Nanda lagi Nanda berbaring mengelus kepala Kalvin berpindah ke dada Kalvin merasakan kekar nya dada itu Nanda baru merasakan kekar nya dada Kalvin
"Nanda apa kamu siap mempunyai anak dari ku"ucap Kalvin menarik selimut menutupi tubuh mereka yg sudah polos Nanda nampak diam berfikir sejenak
"Kalvin sekarang aku sama sepertimu takut memiliki anak trauma apa yg terjadi tapi aku juga sangat ingin menjadi seorang ibu bagi wanita yg sudah menikah menjadi seorang ibu itu adalah hal yg sangat bahagia"ucap Nanda menjeda ucapan nya
"Biarkan saja waktu berjalan takdir menginginkan kita bagaimana"ucap Nanda pasrah
"Kita hadapi bersama sama apa pun yg terjadi"ucap Kalvin mencium kening Nanda dengan lama lalu Kalvin menyatukan tangan mereka tubuhnya memposisikan untuk menyatu di saat Kalvin siap menyatu Nanda mengcengkram tangan Kalvin mengigit bibirnya
"Pelan sedikit sakit"lirih Nanda , Kalvin semakin menekan tubuh nya sehingga tubuh mereka menyatu sempurna Nanda sedikit menjerit mendongak keatas Kalvin mencium leher Nanda mencumbu istri nya itu biar kan mereka menikmati malam yg panjang yg tentu saja atas nama cinta melakukan nya akhirnya Kalvin tidak sendiri berjuang menggapai surga dunia itu tapi Nanda ikut hadir karna hilang kendali
####
"Hhmm ternyata kamu agresif juga"kekeh Kalvin menatap Nanda
"Berhenti menggoda ku aku malu itu juga karena kamu aku seperti wanita murahan saja"ucap Nanda menutup wajahnya dengan selimut
"Aku suka itu"ucap Kalvin menarik selimut lalu mencium bibir Nanda,Nanda pun memegang wajah Kalvin membalas ciuman itu
"Kalvin udah 4 ronde lho masak kamu mau lagi"ucap Nanda memelas menatap Kalvin
"Aku dengan mu terasa tidak pernah bosan dan puas "ucap Kalvin tersenyum Nanda berbaring menyamping separuh tubuhnya berbaring ke arah tubuh Kalvin
"Aku capek melayani kegilaan mu itu apa aku boleh tidur"ucap Nanda dengan senyum malu nya
"Boleh my wife "bisik Kalvin mencium sudut bibir Nanda , Nanda nyaman menyandarkan kepalanya di dada Kalvin mulai memejam kan mata karna kecapekan
###
__ADS_1
Pagi ini pagi yg indah buat Kalvin dan Nanda itu awal kehidupan bahagia mereka yg akan mereka jalani, Kalvin tersenyum mencium tangan Nanda yg malu malu menatap nya selimut di pegang Nanda dengan erat yg berada di dada nya
"Rasanya aku ingin menerkam mu"ucap Kalvin mengecup kening Nanda
"Hhmm jangan mengecup ku terus menerus aku merasa jantung ku akan copot"ucap Nanda tersipu dengan berdehem
"Aku suka mengecup mu kenapa kamu melarang ku"kekeh Kalvin
"Aku mau berangkat kerja ibu Amel mengirim pesan jika ada kontrak yg harus aku hadiri"ucap Nanda
"Berangkat bersama ku saja"ucap Kalvin beranjak ingin mandi lebih dulu
####
"Emm makan siang nanti ke kantor ku ya"ucap Kalvin saat mobil nya berhenti di depan perusahaan SKY Entertainment
"Makan bareng"ucap Nanda
"Selain untuk makan bareng mau melepas rindu"ucap Kalvin
"Kan nanti bertemu saat pulang kerja"ucap Nanda
"Beda aku rasanya ngak mau jauh jauh dari kamu harus tetap nempel terus"ucap Kalvin
"Iss ternyata kamu bucin juga"kekeh Nanda
"Aku ngak peduli"ucap Kalvin
"Ya udah aku berangkat dulu"ucap Nanda
"Iya"ucap Kalvin lalu Kalvin mencium sudut bibir Nanda membuat Nanda tersenyum malu
"Sana mau aku lakukan lebih "ucap Kalvin dengan cepat Nanda Keluar dari mobil dan bergegas masuk
"Mengemas kan istri ku ini"kekeh Kalvin lalu melaju kan mobil nya
"Ternyata sebahagia ini hidup bersama orang yg kita cintai "gumam Nanda senyum senyum
"Kenapa lama sekali "ucap Amel membuka pintu ruangan Nanda membuat Nanda yg ingin masuk tadi kaget
"Ibu Amel kebiasaan deh selalu mengagetkan aku"ucap Nanda
"Ayo mereka sudah lama menunggu "ucap Amel
"Selamat pagi nona Nanda"ucap nya tersenyum menjabat tangan Nanda
"Kak Karina"ucap nanda tersenyum mereka segera duduk
"Aku turut berduka atas kejadian menimpa mu dan Kalvin"ucap Karina
"Tidak apa kami bisa melangkah maju"ucap Nanda
"Ada salah satu perusahaan ingin meluncurkan produk nya di televisi kita saya menyarankan Karina menjadi model iklannya selain karir nya bagus dia juga memiliki bakat"jelas Amel dengan pelan pada Nanda
"Jika itu menurut ibu Amel sudah oke ya aku ikut saja"ucap Nanda
"Iya nona ada juga beberapa pendukung nanti kita tidak perlu meminta kontrak cukup yg penting saja memakai kontrak "ucap Amel
"Kontrak nya sudah ada"tanya Nanda
"Ini nona"ucap Amel menyerahkan sebuah berkas Nanda membacanya dan Nanda segera menanda tangani nya di samping tanda tangan Karina
"Ini kerja sama pertama ku dengan perusahaan SKY Entertainment"ucap Karina
"Ohh ya kenapa tidak pernah kerja sama apa ibu Amel tidak pernah menawarkan kerja sama nya"tanya Nanda penasaran
"Sering ibu Amel sering banget memberikan kerjasama tapi aku menolak kadang juga ibu Amel membujuk ku tapi ya tetap aku menolak"jelas Karina
"Kenapa"tanya Nanda
"Aku malas berhadapan dengan keluarga Kasim mama juga tidak ingin aku berhubungan sama keluarga Kasim apa lagi aku pernah punya masalah sama Welly "jelas Karina
"Sudah lah ngak usah membahas mereka aku sedikit risih membahas mereka"ucap Nanda tersenyum dia mengingat anak nya lagi tapi Nanda tidak boleh larut dalam kesedihan nya
"Besok kita mulai syuting iklannya"ucap Amel
"Aku akan datang tepat waktu semoga kerja sama ini awal dari hubungan kita"ucap Karina menjabat tangan Nanda
"Oke terimakasih atas kerjasama nya"ucap Nanda tersenyum Karina segera pergi,Nanda senyum senyum menatap Amel yg sibuk membereskan meja nya Nanda tersipu jika mengingat Kalvin perlakuan Kalvin membuat Nanda bisa gila karena mengingat nya
__ADS_1
"Sinting nih bocah"ucap Amel menyentuh kening Nanda
"Ahh ibu Amel tidak pernah jatuh cinta jadi ngak tau bahagia nya menjalin cinta"ucap nanda cekikikan
"Kenapa bocah seperti orang gila"ucap Amel tersenyum kecil menarik pipi Nanda
"Ibu Amel tau kemarin Kalvin mengungkap kan cinta nya ahh bahagia nya"ucap Nanda pipi nya panas dengan senyum senyum Amel tersenyum
"Syukur jika begitu"ucap Amel mengelus kepala Nanda
"Ibu Amel bagaimana Momy kemarin apa dia mau menerima om Jo"ucap Nanda penasaran
"Saya tidak tahu karna saya pergi tapi sepertinya Momy mu menolak dia pasti merasa bersalah pada Jo atas apa yg dia lakukan di masa lalu"ucap Amel menghembuskan nafasnya kasar padahal Amel sering mengingat kan Landa jika Jo adalah pria yg tepat untuk nya tapi ya karna Landa di mabuk cinta pada Kasim dia menghancurkan kebahagiaan nya
"Ibu Amel apa ayah ku sangat jahat"tanya Nanda menatap Amel
"Itu tidak penting yg penting sifat ayah mu tidak ada yg menurun pada mu"ucap Amel
"Kamu harus bisa membentuk bahagia mu sendiri jangan menyimpang dari kata hati mu jangan jadi seperti ayah mu atau kebahagiaan itu akan menjauhi mu"ucap Amel
"Ibu Amel aku selalu ingat ajaran ibu Sintia mendidik ku dengan baik mendengarkan selalu nasehat ibu Amel dan Momy"ucap Nanda tersenyum
"Bagus itu"ucap Amel tersenyum
"Kamu pergi sana jenguk Kalvin besok kita akan sibuk"ucap Amel
"Masih lama makan siang nya"ucap Nanda
"Ya ngak apa temani Kalvin saja saya juga ada pekerjaan "ucap Amel berlalu Nanda berdiri dari pada dia memesan taksi nanti ketemu sama pria mesum itu mending Nanda naik ojek Nanda berjalan pelan mencari ojek segera menuju kantor Kalvin
"Permisi mbak apa tuan Kalvin ada"tanya Nanda pada resepsionis itu
"Ada mbak ini siapa ada perlu apa dengan tuan Kalvin apa sudah buat janji"tanya nya
"Ada keperluan penting saya belum janjian sekarang tapi janjian nya makan siang"ucap Nanda
"Ngak bisa jika begitu mbak bisa tunggu sampai makan siang"ucap nya
"Baik lah"ucap Nanda duduk di sofa tunggu kebetulan Arjun baru balik dari membawa berkas dia menghentikan langkahnya saat melihat Nanda
"Apa itu istri bos tapi kenapa dia menunggu ahh tidak tidak mungkin istri bos"ucap Arjun menatap Nanda
"Tapi jika itu benar istri bos bagaimana masalah besar untuk ku mengabaikan nya bisa habis aku sama bos galak itu"gumam Arjun
"Maaf nona apa nona ini nona Nanda"tanya Arjun pelan
"Iya ada apa "ucap Nanda berdiri Arjun menganga
"Biar saya antar nona ke ruangan tuan Kalvin"ucap Arjun mulai panik
"kata nya di suruh nunggu"ucap Nanda
"Tidak apa nona ayo ayo"ucap Arjun Nanda mengikuti saja ke arah Arjun memperhatikan kantor itu yg seperti nya lebih mewah di banding kantornya
"Tuan ada nona Nanda"ucap Arjun masuk Kalvin yg tadi menatap laptop mengalihkan pandangannya
"Kemari"ucap Kalvin,Nanda berjalan pelan mendekat
"Saya permisi tuan"ucap Arjun segera pergi
"Tumben kenapa udah kangen"ucap Kalvin mendudukkan Nanda ke pangkuannya
"Tidak ibu Amel menyuruh ku pulang jika aku pulang nanti susah lagi keluar untuk makan siang jadi aku tunggu di sini saja"ucap Nanda
"Jika kamu di sini"ucap Kalvin mengelus tangan Nanda
"Nanda"ucap Kalvin memelas
"Ighh semalam aja sampai 4 ronde kamu aneh saat aku menemui mu"ucap Nanda melengos
"Aku ngak bisa jika tidak menyatu pada mu"ucap Kalvin memeluk Nanda
"Ayo sambil menunggu makan siang"ucap Kalvin mengelus punggung Nanda
"Nanti apa kata orang mendengar suara ku kamu itu kebiasaan membuat aku mengeluarkan kata kata kotor"ucap Nanda menepuk dada Kalvin
"Aku bisa mengatur nya"ucap Kalvin tersenyum menarik pinggang Nanda
"Janji dulu cuman sebentar"ucap Nanda menahan dada Kalvin
__ADS_1
"Iya janji paling 3 jam"ucap Kalvin mencium leher Nanda
"Apa"ucap Nanda melotot tapi belum sempat Nanda menoleh Kalvin sudah menahan kedua tangannya tidak sabar menyatu dengan istri nya seakan jiwa Kalvin mati jika tidak bersentuhan dengan istri nya ini