
Karna rombongan tidak dapat mengejar penculikan Arya jadi mereka mencari informasi melalui Albert yg mereka bawa terkena tembakan di kaki tapi mereka sudah memberikan pertolongan pertama tidak ingin kehilangan informasi mengenai Arya, Mereka mengintrogasi Albert di sebuah gudang menayangkan informasi di mana mereka membawa Arya
"Hei cepat katakan di mana Arya"ucap Gavin
"Saya tidak tau"ucap Albert
"Cepat katakan sebelum saya bertidak kejam"ucap Nugi emosi karna waktu mereka terbuang sia sia
"Om katakan di mana mereka membawa Arya om cepat katakan"kesal Bimo
"Saya tidak tau"ucap Albert
"Oke oke anda memaksa saya"ucap Nugi lalu berlalu
"Tuan Gavin pak Nugi mau ngapain"tanya Bimo penasaran
"Paling akan menyiksa nya"ucap Gavin lalu Nugi kembali dengan sebuah tang
"Tidak mau mengatakan"ucap Nugi meraih tangan Albert lalu meletakkan tang itu kuku Albert
"Di mana Arya saya hanya mengulang 3 kali selebihnya kesabaran saya habis"ucap Nugi datar dan Albert hanya diam
"Di mana Arya"tanya Nugi lagi
"Percuma saya tidak akan memberi tau kalian "ucap Albert
"Di mana Arya"tanya Nugi dan Albert lebih memilih bungkam membuat emosi Nugi benar meluap dia menarik satu tarikan tang itu membuat kuku Albert copot
"Aghhhh"teriak Nugi darah mulai merembes
"Kamu kira saya takut melakukan nya saya tidak pernah main main atas apa yg saya katakan"Nugi mengcengkram dagu Albert meletakkan tang itu di gigi Albert
"Saya ulangi jika tidak saya akan mencopot gigi anda "ucap Nugi emosi
"Di mana Arya"ucap Nugi
"Aku bisa mati dengan pria psikopat ini aku tidak boleh mati sebelum melihat kehancuran Kalvin"batin Albert dia mengangguk dengan cepat
"Bagus itu Bimo balut kuku nya"ucap Nugi berdiri Bimo segera membalut luka Albert mereka menarik Albert pergi
###
"Arya kenapa belum menghubungi ku ya"gumam Kaynara mengigit jemarinya menunggu telepon dari Arya
"Apa pembicaraan belum selesai "ucap Kaynara menatap layar ponselnya
Ting
Layar ponsel Kaynara menyalah menunjuk kan notifikasi jika ada pesan masuk Kaynara melihat Halim mengirim video lama Kaynara menatap layar ponsel itu lalu dia memberanikan diri melihat pesan apa yg Halim kirim saat membuka pesan itu Kaynara tercengang foto Arya yg tergantung dengan tangan di ikat ada juga video nya lalu ada panggilan video
"Hallo Kaynara kita ketemu lagi"ucap Halim tersenyum merangkul Arya yg tergantung belum sadar
"Lihat siapa yg aku tangkap"ucap Halim
"Kalian apakan Arya"ucap Kaynara panik
"Ngak tau tuh Ardo mau ngapain jika mau tau ke sini deh sekalian saksikan bagaimana Ardo membunuh belahan jiwa mu"ucap Halim tertawa dan memutuskan sambungan teleponnya ada alamat tempat mereka berada
"Arya"panggil Kaynara dia mulai frutasi
"Kay kamu kenapa"tanya Erin yg menemani Kaynara
"Aku harus jenguk Arya dia di culik"ucap Kaynara lari
"Kay hati hati kamu tengah hamil"teriak Erin tapi Kaynara tidak peduli itu
"Om Aron "teriak Erin dia lari menjenguk Aron sedangkan Kaynara menghindari setiap cegahan untuk bodyguard nya setelah berhasil Kaynara segera mengendarai mobil nya
"Ada apa Erin"ucap Aron
"Kaynara dia kabur dia bilang Arya di culik "ucap Erin
"Apa"Aron masuk ke kamar melihat dari jendela melihat mobil itu berlalu Aron segera mengeluarkan ponselnya menelpon anak buah nya dan segera pergi
###
Arya membuka mata kepalanya terasa sakit pertama yg Arya lihat Halim tengah duduk di kasur tersenyum sinis pada Arya saat Arya mendongak tangannya terikat
"Lepaskan aku sialan"maki Arya
"Nanti dong saat Kaynara tiba kamu harus saksikan dulu permainan ku dan Kaynara di atas kasur ini sabar Kaynara dalam perjalanan"kekeh Halim
"Jangan harap bisa menyentuh istri ku lepas kan pecundang"geram Arya
__ADS_1
Bugh
"Diam lah jangan berisik"ucap Halim memukul perut Arya membuat Arya kesakitan
"Dasar pengecut bisa nya mengancam lepas kan aku kita berduel jika kamu laki"ucap Arya geram
"Nanti setelah aku meniduri Kaynara kita akan buktikan kekuatan kita kamu terlalu sombong Arya"ucap Halim
"Itu tidak akan terjadi"teriak Arya dia berusaha lepas tapi ikatan itu terlalu kuat membuat Arya sulit melepaskan diri
"Ayo sini"Ardo masuk mendorong Kaynara membuat Kaynara tersungkur
"Hei hati hati istri ku tengah hamil"teriak Arya
"Hamil haha"tawa Ardo mendekat
Bugh
"Aku tidak peduli"ucap Ardo datar memukul Arya
"Arya"Kaynara berdiri memeluk Arya erat
"Kamu kenapa di sini Kay ini berbahaya"ucap Arya
"Aku ngak mau mereka melukai mu aku lebih baik kehilangan segala nya dari pada kehilangan kamu"ucap Kaynara menatap Arya dan memeluk nya erat
"Kay aku tidak akan terluka kamu hanya merumitkan keadaan dengan datang di sini"ucap Arya pelan
"Hentikan drama menjijikan ini"ucap Hamil menarik Kaynara
"Kamu ingin suami lepas kan"ucap Halim di angguki Kaynara
"Sangat gampang"ucap Halim tersenyum puas memegang dagu Kaynara
"Kamu hanya perlu tidur dengan ku"ucap Halim tersenyum mengusap bibir Kaynara
Bugh
"Jangan mimpi kamu"Arya masih bisa mengerakkan kaki menendang Halim membuat Halim terjatuh
"Kurang ajar"ujar Halim berdiri lalu memukuli Arya
"Tidak jangan pukuli Arya"ucap Kaynara menarik Halim
"Ayo jawab"bentak Ardo
"Kay jangan lakukan kamu lupa yg papa mu bilang kamu adalah seperti harga diri ku aku lebih baik mati dengan harga diri dari pada hidup dengan kerendahan ini"ucap Arya
"Hiks hiks bagaimana aku harus mencoba hidup tanpa mu Arya itu menyakitkan"ucap Kaynara menangis tersedu
"Ikuti saja permainan nya Kaynara"ucap Halim tersenyum menuntun Kaynara menuju kasur itu
"Maafkan aku Arya"ucap Kaynara menangis Halim melepaskan bajunya dia senang keinginan terjadi
Brak
"Sialan"Gavin langsung menendang Halim
"Benar benar menjijikan"ucap Bimo
"Lepaskan Arya atau komplotan kalian ini saya bunuh"ucap Nugi menodongkan senjata pada Albert
"Aku tidak peduli itu"ucap Ardo mendekati Kaynara meletakkan senjata itu pada Kaynara
"Sialan kamu menguji kesabaran ku"Nugi mendorong Albert dan menodong kan pada Ardo
"Nugi Nugi kamu harus tenang kamu bisa melukai Kaynara"ucap Arya
"Serang"teriak Ardo anak buah nya mulai masuk menyerang mereka semua terpaksa harus melawan
"Ayo"Albert menarik Kaynara mendekati Arya
"Om pelan om menyakiti Kaynara "ucap Arya cemas
"Tidak akan terjadi Arya"ucap Albert sedangkan suasana itu sangat kacau karna perkelahian mereka lalu Albert meraih pisau di pinggang nya
"Om mau apa"ucap Arya sangat khawatir dia memberontak melepaskan diri tapi tidak mampu
"Ayo pegang"ucap Albert memegang tangan Kaynara dan tangan satu nya Albert arahkan memegang pisau
"Om mau apa"lirih Kaynara, Albert memeluk Kaynara dari belakang memegang tangan Kaynara meletakkan di leher
"Jika kamu berani menolak kamu tau akibat nya"bisik Albert, Kaynara berusaha lepas tapi di takut
__ADS_1
"Om mau apa"tanya Kaynara lagi gemetar
"Mau ini"Albert yg memegang tangan Kaynara yg satu nya tiba tiba mengayun kan nya pada Arya menusuk Arya.Kaynara terpaku menatap Arya yg memandang perut nya pandangan Arya di ikuti Kaynara tangannya sendiri menusuk Arya
"A..Arya"Kaynara gemetar tapi Albert masih mengcengkram tangan itu kuat dan mengayunkan lagi
"Arya"Kaynara menangis tersedu Albert melepaskan Kaynara dan memutuskan tali itu membuat Arya terjatuh dia berusa bangkit untuk membantu istri nya
"Arya Arya"Kaynara berdiri Arya memegang wajah Kaynara
"K...kamu baik baik saja"tanya Arya menahan sakit dia menahan perut nya yg terus mengeluarkan darah
"Hiks hiks maafkan aku hiks hiks"Kaynara menangis memegang wajah Arya
"K...Kay*Arya berkata lirih memegang wajah Kaynara
"Kamu adalah kebahagiaan ku"Arya berkata dengan lirih menyeka air mata Kaynara membuat wajah Kaynara penuh dari darah
"Kamu tau sesuatu"Arya berusaha menahan sakit nya namun dia tidak mampu melanjutkan kata katanya dia kehilangan kesadaran
"Arya"ucap Kaynara memeluk Arya dengan erat replek Gavin menoleh kesempatan itu Halim ambil dia menendang Gavin sampai terjatuh begitupun Nugi sedangkan Bimo melawan anak buah Ardo
"Kerja bagus"ucap Ardo puas
"Arya bangun Arya"teriak Kaynara mengcengkram baju Arya dengan erat
"Kamu tidak bisa lakukan ini"Kaynara menangis di dada Arya
"Aku akan menghabisi kalian semua"teriak Nugi dia berjalan menendang Halim
Brak
"Serang"teriak Aron datang bersama anak buah nya mereka mulai menyerang Aron mendekati Kaynara
"Buat apa menangisi nya Kaynara"Aron memegang bahu Kaynara yg menangis
"Cepat bertindak bawa ke rumah sakit Arya butuh pertolongan "ucap Aron membuat Kaynara tersadar
"Iya Iya"Kaynara menyeka air matanya Aron mengedong Arya menoleh pada para anak buah nya cukup terpercaya melawan mereka lihat saja mereka mulai terdesak Aron segera membawa Arya dan Kaynara ke rumah sakit
"Kalian sudah kalah "Nugi menahan Halim
"Lepaskan aku"teriak Halim kesakitan
"Aku belum kalah"ucap Ardo mendorong Gavin dan lari
"Gavin ngak usah di kejar kita urus saja mereka Ardo nanti kita beri pelajaran"ucap Nugi menarik Halim
"Ayo kita bawah mereka ke gudang kita lihat keadaan Arya"ucap Nugi mereka segera pergi
###
Setelah menempatkan bodyguard Aron di gudang itu untuk menjaga Halim dan Albert mereka segera meluncur ke rumah sakit untuk melihat kondisi Arya.mereka mendekati melihat Kaynara memeluk lututnya menangis Nanda berusaha menenangkan
"Bagaimana keadaan Arya"tanya Gavin
"Masih di tangani dokter kalian baik baik saja"ucap Kalvin
"Iya om Aron datang membantu kami"ucap Nugi
"Aku selalu membuat Arya dalam bahaya selalu menyakiti nya"lirih Kaynara sesegukan
"Kay ini bukan salah mu"ucap Nanda
"Tidak ma aku yang menusuk Arya aku tidak layak menjadi istri Arya "ucap Kaynara menangis dia melangkah pergi
"Tante biarkan aku bicara sama Kaynara"ucap Bimo melangkah pergi
"Bagaimana ini bisa terjadi "tanya Kalvin
"Om Albert ngajak Arya ketemu kami tidak menduga jika mereka menargetkan Arya"ujar Gavin menceritakan awal kejadian ini
"Kami serahkan sama papa om Albert dan Halim atas hukuman apa yg akan di berikan "ucap Gavin
"Setelah Arya di rawat kita akan putuskan "ucap Kalvin
"Kaynara tunggu "ucap Bimo menghentikan langkah Kaynara dia menyeka air matanya
"Kamu benar aku selalu menyakiti Arya"ucap Kaynara pelan Bimo terdiam ya dia akui dia lah yg selalu mengatakan itu tapi tidak ada yg bisa menyangkal jika kebahagiaan Arya tentang Kaynara
"Kamu melupakan Arya"ucap Bimo
"Tidak perlu aku jelas kan bagaimana cinta nya Arya pada mu meski kamu selalu menyakiti nya nyatanya kamu adalah alasan Arya tersenyum dan bahagia sekarang bukan kesalahan mu Kaynara ini di sebabkan konspirasi melawan mu menghancurkan keluarga Adiwinata jangan biarkan rencana mereka berhasil kamu harus bisa mengatasi ini Arya membutuhkan mu kamu kekuatan Arya jangan biarkan yg mereka lakukan pada Arya itu berhasil untuk menghancurkan mu jangan biarkan pengorbanan Arya sia sia ini saat nya kamu membuktikan cinta mu"ucap Bimo
__ADS_1
"Aku tidak pantas memaksa mu kamu lebih tau apa yg harus kamu lakukan"ucap Bimo melangkah pergi untuk kembali pada rombongan nya Kaynara hanya terdiam menangis duduk di kursi tunggu itu tersedu sedu hati nya sangat perih sangat sakit dan sesak yg di rasa sehingga Kaynara tidak mampu menahan nya