Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 17


__ADS_3

Amel menyiapkan keuangan Nanda tidak akan membuat Nanda kelaparan lagi tidak akan membuat Nanda kekurangan uang.Nanda tau sekarang Daniah dan Kalvin tidak pernah terlihat makan bukan telat makan tapi mereka sengaja tidak membiarkan Nanda makan makanan rumah Nanda pun mengerti jika sekarang ini Kalvin dan Daniah tengah membenci nya menyalahkan diri nya meninggal nya Alen tapi apa alasan nya Nanda tidak tau


Seperti biasa Nanda akan berangkat kerja berjalan santai dengan membawa tas nya sangat santai saat Nanda melangkah pintu keluar dia terlonjak kaget melihat kehadiran Amel yg berdiri di pintu


"Ya ampun"ucap Nanda sambil mundur


"Ibu Amel kebiasaan membuat aku kaget"ucap Nanda mengusap dadanya yg berdebar


"Selamat pagi nona"ucap Amel datar


"Pagi "ucap Nanda melihat Amel dari atas sampai bawah


"Kenapa datang pagi sekali "ujar Nanda penasaran


"Tidak apa"ucap Amel santai lalu mengambil tas Nanda mengeluarkan dompet pemberian Landa di tas Nanda dan Amel merogoh saku jas nya membariskan 3 kartu


"Kartu ATM kartu berwarna hitam dan titanium"jelas Amel melihat kan kartu itu tertata rapi Nanda penasaran dengan dua kartu itu jika ATM dia sudah biasa melihat nya


"Kartu hitam ini kegunaannya apa "tanya Nanda penasaran Amel tau Nanda penasaran


"Kartu hitam itu bisa berbelanja mencapai ya uang nya 300 juta dan kartu titanium itu khusus dan spesial tanpa batas"jelas Amel


"Apa"ucap Nanda melongo


"Jika kedua kartu aja nilai nya seperti itu lalu berapa jumlah ATM itu"batin Nanda


"Aku mau lihat saldo ATM nya"ucap Nanda,Amel mengeluar kan ponsel yg dia pegang


"Ponsel ini khusus untuk keuangan"ujar Amel lalu Nanda membuka aplikasi ATM melihat nya banyak sekali angka nya Nanda makin penasaran dia mengetik di google berapa nilai nya saat google memberi tau membuat Nanda menjatuhkan ponsel nya Amel dengan cepat mengambil nya


"Ada apa nona"ucap Amel heran


"A...A...ATM itu isi saldo nya 2 M"ucap Nanda tergugup Amel tersenyum simpul


"Ini simpanan keuangan anda setiap bulan akan bertambah sesuai penghasilan yg anda dapatkan "ucap Amel


"Ibu Amel aku beli apa uang sebanyak itu"seru Nanda dan Amel hanya mengangkat bahu


"Ayo berangkat nona"ujar Amel dan Nanda melirik ke atas dengan senyum senyum membayangkan bagaimana seru nya dia habis kan uang itu di pasar malam bersama Dewi dan Lin


"Pasti seru"ucap Nanda tertawa kecil


"Ada apa nona"ucap Amel membuka pintu mobil


"Ibu Amel aku mau ke pasar malam dengan uang itu"ujar Nanda semangat Amel memijit kepalanya


"Nona sebelum ke sana tarik dulu uang nya nona boleh pergi tapi bersama saya"ujar Amel


"Kenapa harus tarik dulu "ujar Nanda


"Memang nya pihak pasar malam nya menyediakan penarikan uang"ucap Amel membuat Nanda menyengir


"Iya juga sih hehehe tapi tetap aku mau ke pasar malam itu sebulan penuh"ucap Nanda semangat


"Iya terserah nona"ucap Amel lalu menutup kembali pintu mobil sejenak Amel terdiam melirik ke atas ternyata selama ini Daniah memantau Nanda saat berangkat kerja dari balkon kamar Amel nampak mengepalkan tangannya jika bukan larangan Landa melabrak Daniah pasti Amel sudah membuat kekacauan


####


"Seperti nya ibu Amel memberikan penghasilan pada Nanda"ucap Daniah di sela sarapan nya bersama Kalvin


"Bukan urusan kita ma berarti aku ngak perlu memberikan dia kebutuhan"ujar Kalvin cuek


"Apa kamu akan menggauli nya Kalvin"tanya Daniah serius Kalvin tertawa pelan lalu wajahnya datar


"Aku lebih baik meniduri seorang wanita bayaran dari pada wanita tidak tau malu itu"ucap Kalvin datar


"Dia tidak akan tenang tinggal di rumah ini setiap dia berjalan di dalam rumah ini seakan dia berjalan di bara api "ucap Kalvin berdiri dan berangkat kerja


####


Kalvin menatap laptopnya ingin menyelesaikan pekerjaan lebih awal karna dia mempunyai rencana membuat Nanda menyerah, Kalvin menutup laptopnya membereskan barang nya lalu ada pesan dari asisten nya jika sudah selesai apa yg Kalvin minta


"Hallo saya mau jadwal CEO SKY Entertainment sekarang "ucap Kalvin di telepon lalu mematikan telepon karna Kalvin tau disiplin nya Amel itu seperti apa lalu ada pesan masuk Kalvin tersenyum penuh arti


####

__ADS_1


Nanda posisi di kamar sudah pulang kerja dia melihat syuting berlangsung pada episode satu Nanda bukan mencari kesalahan pemain malah menikmati film nya pintu kamar terbuka replek Nanda menoleh ke sumber suara ternyata Kalvin pulang lebih awal senyum Nanda terukir meski Nanda pada tetap posisi Kalvin tidak tau jika Nanda kadang menatap wajah Kalvin yg terlelap menikmati wajah Kalvin yg damai


"Anggap tidak ada orang sayang"ucap Kalvin menarik tangan seorang wanita lalu menutup pintu tentu Nanda terdiam


"Tapi dia siapa"tanya nya menunjuk Nanda


"Hanya orang yg tidak punya hati"ujar Kalvin tersenyum mendorong wanita itu ke kasur lalu Kalvin melepaskan bajunya


"Aku tidak sabar "ujar Kalvin menindih wanita itu mencumbu nya Nanda pokus pada laptopnya karna ya dia juga tidak mengerti apa yg mereka lakukan karna meski Nanda pacaran dengan Aji sangat lama Nanda sangat menjaga diri nya dan harga dirinya pikiran Nanda belum sampai ke tahap dewasa adegan panas


"Aku penasaran apa yg mereka lakukan"batin Nanda lalu kepala nya terangkat menatap Kalvin yg beringas di atas tubuh wanita itu yg sudah polos tanpa sadar air mata Nanda jatuh pikiran nya tentu tertuju oleh adegan ranjang tangan Nanda terkepal karna rasa cemburu yg menggelora membuat Nanda tidak mampu menahan nya Nanda berdiri lalu ke kamar mandi


Byar


"Hentikan"teriak Nanda menyiram Kalvin dan wanita itu bahkan Nanda berani melanggar garis yg di buat Kalvin dan Kalvin hanya tercengang melihat tubuh nya basah bersama wanita itu Kalvin yg masih bertelanjang dada turun dari ranjang tatapan nya membunuh


"Punya hak apa kamu menghentikan apa yg aku lakukan"ucap Kalvin tajam


"Aku punya karna kamu melanggar kesetiaan pernikahan"ucap Nanda tegas


"Cih kesetiaan pernikahan"ucap Kalvin tertawa geli lalu mengcengkram dagu Nanda


"Kau tidak punya hak atas diri ku"ucap Kalvin


"Ingat perjanjian kita"ucap Kalvin


"Asal kamu tau aku suka selingkuh jadi jangan menganggu aku sedikit pun meski aku meniduri banyak wanita"ucap Kalvin memakai kemeja nya lalu membawa wanita itu pergi Nanda terdiam menangis dalam diam hati nya sakit suami nya seperti itu


Nanda berbaring di sofa menatap langit kamar itu air matanya menetes mengingat hal tadi Nanda tidak mampu menahan nya dia bisa menahan kecemburuan nya dengan Alen karna tidak melihat secara langsung tapi Nanda sangat sakit melihat Kalvin seperti itu


"Tidak aku tidak boleh menyerah seperti ini"gumam Nanda menyeka air matanya lalu Nanda mengambil ponselnya mengetik sesuatu


###


Karna hari libur jadi Nanda tidak masuk kerja dia malah jalan bersama Lin dan Dewi bahkan Nanda izin secara langsung dengan Danu untuk mengajak Dewi ya meski Nanda jengkel dengan cara Danu


"Dewi apa kita tidak apa masuk ke kamar tuan Danu"ucap Nanda duduk di


"Sudah dia ngak ada juga di rumah"ujar Dewi acuh


"Kak Dewi rumah nya serem banget"ucap Lin ngeri


"Tumben banget deh Nan mau dandan"ujar Dewi heran


"Iya demi Kalvin"ucap Nanda menghembuskan nafas nya kasar


"Iya kan Kalvin duren duda keren"ujar Dewi tertawa geli


"Aku udah nikah sama Kalvin"ucap Nanda


"Apa"ucap Dewi dan Lin kaget


"Kok bisa"ujar Dewi lalu Nanda menceritakan wasiat Alen serta perlakuan Kalvin dan Daniah


"Sabar ya kak"ujar Lin memeluk kakak nya


"Maaf ya Nan saat itu aku ngak bisa bantu "ucap Dewi sedih memeluk Nanda


"Ngak papa aku harus tetap semangat"ujar Nanda


"Makan nya aku mau berubah harus terlihat cantik"ucap Nanda


"Oke aku dan Lin akan bantu sebisa mungkin"ujar Dewi dan menjelaskan apa saja yg akan Nanda pakai karna Nanda hanya pakai bedak supaya wajah nya tidak terlihat pucat tapi sekarang Nanda mulai memakai make up mahal apa lagi Lin sangat pandai dalam berhias jadi tau make up yg sesuai dengan wajah Nanda belum tersentuh oleh bedak keras


"Ya aku mulai paham"ujar Nanda tersenyum


"Apa rencana mu untuk melawan mereka"tanya Dewi


"Orang yg ingin kita menderita itu sangat senang jika kita tersiksa dan aku tidak akan lemah di depan mereka aku akan melawan mereka"ucap Nanda


"Iya kamu benar itu jika hati yg membenci sekuat apa pun membujuk tidak akan melunak jadi kamu hambar kan dulu rasa benci Kalvin baru berjuang mendapatkan hari nya"ucap Dewi memberi saran


"Wiw rencana yg bagus tapi kan kamu belum pernah jatuh cinta kenapa paham"ujar Nanda


"Hei jika ilmu cinta udah aku kuasa ya hanya saja belum aku jalan kan"ujar Dewi malu malu Lin dan Nanda tertawa geli

__ADS_1


"Oke deh yg pakar cinta"ujar Nanda merangkul Dewi


"Kak emang momy ngak marah kakak menghabiskan uang sebanyak ini"tanya Lin


"Aku di beri ibu Amel uang yg tidak bisa aku habis kan"ujar Nanda


"Berapa"tanya Lin Dan Dewi penasaran


"2 m"ucap Nanda


"Apa,2 m"ucap Lin dan Dewi melotot


"Benar benar orang kaya"ucap Dewi


"Kata ibu Amel itu uang ku terserah aku mau pakai beli apa "ujar Nanda


"Keren deh ibu Amel meski galak"ujar Lin menyengir


"Udah sore pulang yuk nanti ibu Amel cariin aku karna aku ngak izin"ujar Nanda


"Iya kapan kapan kita jalan"ujar Dewi


"Siap tapi tuan Danu izinin ngak"ucap Nanda


"Iya juga sih"ucap Dewi tidak semangat


"Kami pulang ya"ujar Nanda mengemas barang nya


"Sampai jumpa kak Dewi"ucap Lin dan mereka segera pergi


####


Setelah mengantar Lin Nanda segera pulang tapi dia heran kenapa ibu Amel tidak menghubungi nya karna Nanda pergi tapi syukur Nanda tidak di awasi ibu Amel membuat hidup Nanda aman


"Mau saya bantu bawa nona"ucap supir itu saat mereka sampai


"Tidak usah pak saya bisa sendiri"ucap Nanda tersenyum ibu Amel sengaja mengirim satu mobil dan supir untuk Nanda sambil untuk mengawasi Nanda


"Habis dari mana"ucap Amel tiba tiba ada di depan Nanda membuat Nanda kaget


"Ibu Amel kaget lho"ucap Nanda sebal


"Aku jalan lah bosan di rumah bukan kayak ibu Amel kerja mulu"sindir Nanda Amel memperhatikan penampilan Nanda yg baru serta apa yg Nanda beli


"Jika anda mau saya bisa mengajak nona ke salon yg mahal dan juga ke klinik kecantikan"ucap Amel serius


"Tidak usah ibu Amel ini udah cukup kok"ucap Nanda berjalan mausk Amel mengikuti Nanda


"Ibu Amel ke sini siapa teman momy"ujar Nanda


"Justru dia cemas saat kamu pergi tanpa memberi tau"ucap Amel


"Kok kalian tau aku pergi "ujar Nanda heran


"Tau lah supir yg memberi tau"ujar Amel santai membuat Nanda sebal


"Nona tidur di kamar pelayan"tanya Amel melihat Nanda menuju tempat pelayan


"Tidak aku hanya ingin membeli hadia untuk orang yg pernah mentraktir ku"ujar Nanda lalu mengetuk salah satu kamar tidak lama perempuan itu keluar


"Nona ibu Amel"ujar nya hormat tentu dia segan terhadap ibu Amel


"Ini untuk mu dan ini kasih sama Ribi"ujar Nanda tersenyum


"Terimakasih nona ini kehormatan untuk kami"ujar nya ngak enak


"Jangan sungkan "ujar Nanda tersenyum


"Aku ke kamar dulu"ujar Nanda tersenyum lalu berlalu bersama ibu Amel


"Kerjakan apa yg saya kirim ke email"ucap Amel serius lalu mengambil barang bawaan Nanda


"Itu penting buat kontrak besok ada 2 klien yg akan nona temui pelajari dan pahami karna ini bukan proyek biasa saya tidak mau Hakim yg menemui mereka"ucap Amel serius


"Iya nanti aku lihat "ucap Nanda masuk ke kamar terlihat Kalvin lagi tertidur di kasur Amel memperhatikan kan kamar itu tentu dia melihat jarak itu Nanda mengambil laptopnya lalu membukanya membaca satu persatu email nya

__ADS_1


"Kasihan Nanda dia pasti tidur di lantai atau di sofa kenapa dulu aku biarkan dia menikah dengan Kalvin "batin Amel menatap Kalvin


"Ibu Amel aku tidak mengerti yg ini"ucap Nanda mendongak menatap Amel lalu Amel duduk dan menjelaskan pada Nanda semua mengenai proyek itu Amel tidak ingin Nanda kalah oleh Hakim sehingga mereka ingin Hakim yg akan jadi CEO nya


__ADS_2