
Pagi ini Nanda dan Kalvin sudah siap siap berangkat menuju negara X mereka di sana cukup lama karna teman nya Kalvin meminta membuat proyek di sana karna mereka klien lama dan sudah sangat lama kenal jadi Kalvin menyetujui nya.Semalaman Nanda tidur bersama Kaynara takut nanti dia sangat merindukan anak nya itu bahkan semalam Nanda terus memeluk anak nya itu tidak ingin melepaskan nya
"Apa sebanyak itu ma"ujar Kaynara masuk lalu berbaring di kasur mama nya menunjang kepala nya dengan tangan menatap Nanda yg mengemas pakaian
"Iya sayang selain mama mau membuat film mama di sana mama mau nemani papa juga "ujar Nanda tersenyum
"Nanti kamu kunjungi mama ya"ujar Nanda mengecup kepala Kaynara
"Hei tidak puas apa semalam aja kamu mengambil istri papa masak pagi ini juga begitu"ujar Kalvin mendketi
"Istri papa yg tidak mau jauh dari ku"ujar Kaynara duduk lalu Kalvin juga duduk di samping Kaynara
"Ingat jangan membuat masalah mama dan papa ngak ada di sini jangan menganggu nya bekerja kakak mu sudah pusing oleh pekerjaan "ujar Kalvin menepuk kepala Kaynara pelan
"Iya pa aku bisa mengurus diri ku sendiri tenang saja nanti jika ada apa apa aku cepat kasih tau papa dan mama"ujar Kaynara
"Papa tidak yakin "ujar Kalvin memicingkan matanya curiga
"Pa lepaskan aku biar kan aku mengurus diri ku sendiri belajar dewasa dan mandiri nanti jika aku tidak mampu baru kasih tau papa dan mama"ujar Kaynara
"Terserah kamu ingat keselamatan yg utama"ujar Kalvin
"Iya aku mengerti "ujar Kaynara tersenyum
"Pada kumpul di sini ternyata "ujar Gavin masuk
"Nasehatin adek kamu"ujar Nanda tersenyum
"Barang udah selesai mama dandan dulu"ujar Nanda menuju meja rias
"Gavin jaga adek kamu"ujar Kalvin
"Tenang saja pa aku akan menjaga harta Karun kalian ini"ujar Gavin duduk di samping Kaynara merangkul nya
"Iya kan bocah bila perlu aku akan mendatangi kampus bocah ini"ujar Gavin mengacak rambut Kaynara
"Tidak perlu itu berlebihan "ujar Kaynara cepat
"Hei kenapa takut seperti itu takut kamu ketahuan pacaran "ujar Gavin
"Apaan sih ngak lucu "ujar Kaynara sebal
"Mama udah selesai ayo"ujar Nanda meraih tas nya
"Ngak ada yg ketinggalan "tanya Kalvin
"Rasanya tidak ada semua sudah di bawa"ujar Nanda
"Ya udah ayo"ujar Kalvin mendorong koper nya di bantu sama Gavin
"Pokoknya nanti kamu telepon mama sehari 3 kali ya sayang"ucap Nanda mencium kepala Kaynara
"Telpon apa minum obat ma banyak bangat nanti aku telepon mama seminggu sekali aja"ujar Kaynara mereka berhenti menuju mobil
"Tidak boleh seperti itu setidaknya sehari sekali "protes Nanda
"Baik lah terserah mama"ujar Kaynara, Kalvin memasukkan koper dan barang nya di bagasi
"Ayo kita berangkat "ujar Kalvin masuk mobil termasuk yg lain
"Mama di sana juga jangan sakit jangan membuat ku pusing harus ke sana aku lagi sibuk ngurusin kuliah "ujar Kaynara,Gavin melaju kan mobil nya
"Iya sayang mama ngak akan sakit"ujar Nanda memeluk Kaynara dengan terpaksa Kaynara harus membalas pelukan mama nya ini padahal Kaynara ini sendiri risih jika harus manja manja seperti itu
####
Semua barang sudah berada di kapal tinggal Nanda dan Kalvin take off tentu mereka harus menunda karna Nanda harus bermanja pada anak gadis nya
"Kay mama mau pergi kamu baik baik ya"ujar Nanda
"Iya ma"ujar Kaynara
"Mama pergi ya sayang"ujar Nanda menciumi wajah Kaynara sampai puas
"Hati hati di jalan ma"ujar Kaynara mencium pipi Nanda membuat Kalvin tertawa
"Mencium puluhan kali hanya di balas satu kali"kekeh Kalvin
"Kalvin "kesal Nanda memukul dada Kalvin
"Udah udah ayo kita berangkat "ujar Kalvin memeluk pinggang Nanda
"Gavin jaga adik kamu"ujar Kalvin menepuk bahu Gavin
"Iya pa"ujar Gavin
"Sayang papa dan mama berangkat dulu"ujar Kalvin mencium kening dan kepala Kaynara
__ADS_1
"Iya pa jagain mama"ujar Kaynara dan mereka segera naik pesawat
"Bocah mau aku antar ke kampus"ujar Gavin merangkul Kaynara
"Seperti biasa"ujar Kaynara memeluk pinggang Gavin membuat Gavin terkekeh pelan
"Manis seperti ini bocah makin gemes deh"ujar Gavin mencubit pipi Kaynara
"Biasa aja"ujar Kaynara santai menatap pesawat mama dan papa nya mulai lepas landas kedua nya menuju kembali ke mobil
🚘🚘🚘
"Bocah sebenarnya aku sudah punya calon istri"ucap Gavin dengan pokus dengan jalanan
"Calon istri enak banget ngomong nya udah jadi calon istri tapi kak Gavin tidak beri tau mama dan papa"ujar Kaynara menoleh pada Gavin
"Aku belum siap aku baru kenal dengan nya tapi aku yakin dia cocok jadi istri ku"ujar Gavin
"Lalu kenapa bilang dengan ku"ujar Kaynara
"Dia mau tinggal bersama kita lagian kan kita hanya tinggal berdua "ujar Gavin dia ingin mendekat kan Elis dan Kaynara biar gimanapun Kaynara ini sangat sulit untuk dekat dengan orang baru
"Tidak "ujar Kaynara cepat
"Kak Gavin lupa apa kata papa tidak boleh yg tinggal di istana keluarga kita selain anggota keluarga dan tanpa kesepakatan bersama dia hanya calon bukan Istri nanti jika dia sudah jadi istri baru boleh tinggal bersama kita"jelas Kaynara
"ingat jangan membuat keluarga kita malu "ujar Kaynara serius
"Ayo lah bocah kali ini aja"ujar Gavin membujuk
"Jika aku bilang tidak ya tidak mau aku laporkan pada papa"kesal Kaynara
"Ya sudah terserah kamu"sebal Gavin
"Akhir akhir ini aku sibuk jika nanti aku ngak ada di rumah ngak bisa di hubungi tanya sama Nabila kegiatan ku sama dia "ujar Kaynara
"Iya asal jangan melakukan hal yg aneh aneh"ujar Gavin lalu menghentikan mobil karna sudah berada tidak jauh dari kampus Kaynara segera keluar dan jalan kaki Gavin pun segera menuju kantor
###
"Gavin apa aku bisa tinggal bersama mu"ujar Elis dengan duduk di samping Gavin yg ada di ruangannya
"Seperti nya tidak bisa adik ku itu sangat keras kepala dia tidak mau mengizinkan orang lain tinggal di sana"ujar Gavin
"Aku kan calon kakak ipar mu aku sendiri akan mengakrabkan diri ku dengan nya"ujar Elis
"Ya sudah jika tidak boleh tidak apa"ujar Elis tersenyum menyenderkan kepalanya di dada Gavin
"Gavin aku sangat mencintaimu tidak mau kehilangan mu "ujar Elis mengelus dada Gavin
"Kamu sendiri belum siap"ujar Gavin mencium dagu Elis
"Iya tapi sepertinya aku berubah pikiran aku mau dan siap sekarang "ujar Elis tersenyum
"Jika kamu ngomong dari semalem aku larang mama dan papa pergi aku mau melakukan pertunangan sama kamu"ujar Gavin
"Iya maaf "ujar Elis
"Tapi malam ini datang ke rumah ku ada acara kecil"ujar Elis
"Baik lah"ujar Gavin
"Terimakasih"ujar Elis mencium leher Gavin dan pergi
"Aku lanjut kerja deh"ujar Gavin beranjak duduk di kursi nya untuk lanjut kerja
🌙🌙🌙
Gavin menelepon Kaynara apa sudah pulang dan Kaynara mengatakan dia sudah ada di rumah dan Gavin mengatakan jika dia akan pulang sedikit pulang malam karna harus mengikuti acara pacar nya tentu Kaynara paham dan mengerti tidak banyak bertanya
"Ma pa ini pacar ku"ujar Elis memeluk lengan Gavin
"Tuan Gavin Adiwinata ya"ujar pria tua itu tersenyum
"Iya om"ujar Gavin tersenyum simpul
"Gavin kenalin ini Kakak ku Arif"ujar Elis mengenal kan Arif dan Gavin pun berjabat tangan
"Lalu dia"tunjuk Gavin pada gadis berdiri di belakang orang tua Elis
"Dia Erin anak nya paman ku yg sudah meninggal dia tinggal di sini"jelas Elis
"Dia tidak baik jangan dekat dengan nya dia seorang pencuri dan licik suka merebut milik orang "bisik Elis membuat Gavin mengangguk mengerti
"Silahkan nikmati acara nya tuan Gavin"ujar Arif tersenyum
"Iya"ujar Gavin singkat melihat sekeliling acara nya di hadari beberapa orang memang acara nya kecil tapi Gavin tidak tau acara apa itu
__ADS_1
"Kami tinggal ya"ucap mama Elis berlalu bersama yg lain hanya tinggal Gavin Elis dan para tamu
"Acara apa ini tamu nya dikit banget"ujar Gavin
"Ini acara keberhasilan kakak ku karna bisa membangun perusahaan baru yg sudah bangkrut kamu hanya bisa melakukan acara kecil"ujar Elis memberikan Gavin minum
"Pantas hanya sedikit yg datang"ujar Gavin menikmati minum nya
"Iya"ujar Elis tersenyum mereka menikmati acara yg kecil itu dengan senang
"T....t..tuan minum nya"ujar nya menyerah kan gelas itu pada Gavin
"Iya"ujar Gavin mengambil nya yg dia lihat Erin ini jelek orang nya wajah nya berjerawat kulit tubuhnya seperti sawo matang tapi gadis ini memiliki mata yg indah padangan yg lembut Gavin suka itu tapi Gavin lebih tertarik pada wanita yg agresif dan menggoda
"Gavin aku tinggal sebentar ya mau ke toilet"ujar Elis berlalu pergi Gavin pun mengangguk meneguk minuman itu
"T....tuan"ujar nga melihat Gavin memejamkan mata
"Hhmm panas sekali"lirih Gavin mengusap tengkuk nya
"M...mau saya antar ke kamar tuan sementara waktu menginap di sini"ujar nya ramah
"Boleh"lirih Gavin memijit pangkal hidung nya dan gadis itu membopong tubuh Gavin yg besar menuju kamar ,gadis itu membaringkan Gavin yg nampak lelah
"Istirahat saja tuan"ujar gadis yg bernama Erin lalu keluar
"Panas dan pusing "lirih Gavin memijit kepalanya Gavin melepas jas nya yg masih berbaring menarik dasi nya yg nampak mencekik tidak lama dia mendengar suara pintu di buku lalu di tutup dan derap langkah tidak lama ada gadis yg terjatuh ke tubuhnya entah kenapa Gavin jadi on
"Eghmm "lirih nya berusaha bangkit replek menekan dada Gavin tatapan mereka bertemu dengan lama yg tadi tatapan saling bertanya berubah tatapan penuh keinginan saling memiliki gadis itu terpaku menatap wajah Gavin yg rupawan serta tubuh yg gagah tanpa sadar gadis itu menyentuh bibir itu Gavin tidak dapat mengendalikan diri nya
"Sial gadis laknat"Umpat Gavin malah menindih gadis itu
"Tuan sangat tampan"ujar nya tersenyum menahan dada Gavin karna tidak sabar Gavin mencium nya Gadis itu mengelus kepala Gavin perlahan tangannya turun ke kemeja Gavin melepaskan nya Gavin tidak tahan dia ingin segera melampiaskan nya gadis itu mencium dada Gavin dengan lembut membuat getaran hebat di tubuh Gavin
"Sentuh aku lagi tuan"ujar nya memeluk Gavin dengan erat Gavin benar gila di buat nya dia mencium bibir itu dengan ganas mencumbu wanita itu tidak sabaran
"Aghhh tuan sakit aghh"teriak nya dengan melengking saat Gavin memasuki nya Gavin mencium bibir itu terus menerus bisa Gavin rasakan betapa susah nya untuk menembus gadis ini wanita itu hanya memeluk Gavin dengan erat seakan berlindung pada Gavin
☀️☀️☀️
Dret dret
Gavin meliat pelan saat mendengar getaran ponsel nya Gavin menarik selimut lalu membuka mata Gavin merasakan di atas tubuhnya berat Gavin belum sepenuhnya terbangun meraih posnel yg tertara nama Kaynara seketika Gavin tersadar dan melihat seorang gadis di atas nya
"Apa yg terjadi"ujar Gavin duduk replek mendorong gadis itu membuat gadis itu mengaduh Gavin berusaha mengingat dan mengingat
"Aku meniduri nya"ujar Gavin baru ingat menoleh pada wanita itu
"Aghhh"teriak nya saat pandangan nya dan Gavin bertemu Gavin melirik tubuh mereka polos dan benar apa yg semalam terjadi
Brak
Pintu di dobrak dengan paksa membuat Gavin kaget dan gadis itu mengerat kan selimut kaget tidak lama semua orang masuk
"Erin apa kamu lakukan di sini"ujar Elis marah mendekat dan memeriksa yg terjadi
"Ya ampun kalian"ujar nya menutup mulut
Plak
"Kamu meniduri calon suami ku Erin"teriak Elis menampar Erin
"Erin tidak tau terimakasih"ujar mama nya menampar Erin lagi membuat Erin menangis selain merasa tubuhnya terasa remuk dia merasakan pipinya panas
"Aku tidak melakukan apa apa"ujar Erin
"Erin kamu bilang Elis dan seorang pria melakukan hal yg kotor lalu kenapa kamu yg malah tidur dengan pria ini"ujar pak RT itu
"Apa yg terjadi"ujar Gavin bertanya
"Gavin"ujar Elis menangis sesegukan
"Maaf tuan Gavin semalam itu Erin telah menjebak tuan memasukkan minuman pera**** ke minuman tuan dan dia malah meniduri tuan dia memang licik mengambil calon suami kakak nya sendiri"ujar papa Elis
"Tidak "lirih Erin menggeleng Gavin terdiam dia mengingat semalam tatapan nya berubah tajam
"Berani sekali kamu"tajam Gavin lalu mencekik Erin di sampingnya para keluarga hanya menonton yg di lakukan Gavin
"Pak pak hentikan"ujar pak RT itu melerai
"Berani nya kamu menjebak ku kamu tidak tau siapa aku hah"bentak Gavin marah besar
"Pak karna perbuatan kotor dan zina ini kalian berdua harus segera menikah entah itu di jebak atau melakukan dengan suka rela tapi saya tidak ingin komplek ini menjadi kotor dengan perbuatan ini segera harus menikah"ujar pak RT itu
"Menikah"ujar Gavin melotot
"Jika bapak menolak saya akan melaporkan pada posisi dan memposting kelakuan bapak ini"ujar Pak RT lagi Gavin menarik rambut nya frutasi menatap Erin dengan tajam
__ADS_1