Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Episode 147


__ADS_3

Dia di antar


"Ya Allah semoga saja Bu Tasi gak kenapa-kenapa." doa nya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Dari kejauhan dia melihat Vina menenangkan Farhan seperti nya sangat cemas.


"Bagaimana keadaan Bu Tasi mas?" tanya Laura.


Farhan langsung berdiri memeluk Laura.


"Tenang mas! Bu Tasi tidak akan kenapa-kenapa." ucap Laura menenangkan Farhan.


Vina yang melihat itu langsung membuang pandangan nya, dia menatap Males pada Laura. Namun Laura sama sekali tidak menatap wajah nya.


Dokter keluar dari ruangan pemeriksaan.


"Bagaimana keadaan Ibu saya Dok?" tanya Farhan.


"Ibu anda mengidap penyakit anemia." ucap dokter. Farhan mendengar itu langsung terdiam dia sangat terkejut.


"Anemia dok?" tanya Laura.


Dokter mengangguk sambil menjelaskan penyebab nya.


Laura dan Farhan langsung terdiam.


"Lakukan apa saja untuk Bu Tasi Dok." ucap Vina.


"Kami Akan melakukan semaksimal mungkin yah Buk, kita hanya bisa banyak berdoa." ucap dokter.


Farhan dan Laura langsung masuk ke dalam di ikuti oleh Vina.


Farhan melihat Bu Tasi terbaring dengan infus di tangan nya Membuat hati nya begitu sakit. Ini baru pertama kali melihat Bu Tasi di tusuk jarum tidak sadarkan diri.


Farhan tidak menangis namun dia terdiam mata nya begitu Sabtu, badan nya sangat lemah. Laura selalu ada di samping suami nya berusaha menenangkan nya.


"Permisi Pak! Buk lebih baik menunggu di luar yah buk." ucap suster mengusir mereka. Karena mau melanjutkan tindakan.


"Lakukan semua yang bisa mengobati Ibu saya Dok!" ucap Farhan pada dokter.


"Baik pak, bapak tenang dulu, sudah ada dokter yang Akan menanganinya." ucap dokter.


"Udah mas kita tunggu di luar dulu." ucap Laura menarik tangan Farhan keluar.


"Vina! Vina! Tolong bantu Bu Tasi, aku mohon." ucap Farhan memohon pada Vina.


"Aku Akan melakukan yang terbaik. Kamu tenang dulu jangan gelisah banyak berdoa dan yakin kalau Bu Tasi Akan sembuh dari sakit nya." ucap Vina.


"Aku percaya pada kamu Vin, aku mohon bantuan kamu." ucap Farhan memegang tangan Vina.


Vina mengelus pipi Farhan.


"Aku permisi yah." ucap Vina. Farhan mengangguk.

__ADS_1


Vina pun keruangan nya berganti pakaian dan setelah itu masuk ke ruangan pemeriksaan Bu Tasi.


"Duduk dulu mas! Kamu harus sabar." ucap Laura membawa Farhan duduk yang dari tadi hanya berdiri di depan pintu.


"Aku tidak bisa tenang Laura." ucap Farhan.


Laura menarik tangan Farhan..


"Kamu Akan lelah jika berdiri terus di sana! ayo duduk dulu tenang kan diri kamu, semua nya Akan baik-baik Saja!" ucap Laura.


Farhan mendengar dan menatap wajah Laura membuat nya sedikit tenang. Dia duduk di samping Laura. Laura langsung memeluk nya.


"Kamu bisa istirahat di bahu aku!" ucap Laura. Farhan menyenderkan Kepalanya di bahu Laura.


"Aku sangat khawatir. Aku tidak mau Bu Tasi kenapa-kenapa." ucap Farhan.


"Aku paham kok, tidak ada yang ingin Bu Tasi sakit seperti ini." ucap Laura sambil mengelus kepala Farhan.


Tidak beberapa lama Anak-anak nya datang.


"Bagaimana dengan keadaan Ibu Pak?" tanya anak laki-laki nya.


Farhan menggeleng kan kepala nya.


"Bu Tasi belum selesai di periksa, kita hanya bisa menunggu." ucap Laura.


"Apa yang terjadi pada ibu?" tanya pria itu lagi.


Seketika anak nya langsung menangis dan anak perempuan nya.


"Ibu......" ucap Anak perempuan nya menangis.


Laura memeluk wanita itu.


"Bu Tasi pasti sembuh! Kita harus banyak berdoa jangan khawatir." ucap Laura.


"Ibu saya dalam keadaan sakit seperti itu saya tidak bisa tenang mbak." ucap wanita itu.


Laura hanya mengelus Punggung nya.


"Kita tidak bisa melakukan apapun di sini, semua nya sudah di atasi oleh dokter!" ucap Laura. Laura kembali duduk di tempat duduk nya.


"Ya Allah semoga saja Bu Tasi cepat sembuh!" ucap Laura dalam hati. Hati nya juga sangat Sedih ketika melihat semua anak-anak nya sedih.


Tidak beberapa lama akhirnya dokter keluar.


"Bagaimana Dok?" tanya mereka langsung berdiri menghampiri dokter.


"Kami tidak bisa melakukan apapun sekarang, kami minta maaf karena Bu Tasi sudah meninggal dunia." ucap Dokter.


Anak perempuan nya langsung pingsan. Sementara Farhan langsung menarik kerah baju dokter itu.

__ADS_1


"Jangan bercanda dok!" ucap Farhan.


"Saya minta maaf, kami sudah melakukan sebisa mungkin namun badan Bu Tasi tidak kuat lagi." ucap dokter.


"Jangan berbicara kosong! Ibu saya masih hidup! Saya akan membawa nya ke rumah sakit yang terbaik dari sini." ucap Farhan.


"Bapak dan semua anak-anak dan orang yang di sayangi beliau harus banyak bersabar." ucap dokter dengan lembut. namun tiba-tiba Farhan mau mengajar pria itu, untung saja langsung di tahan oleh Laura.


"Sudah mas! Sudah!" ucap Laura yang sudah menangis.


Tiba-tiba Vina keluar.


"Bagaimana Vina? Bu Tasi bisa di selamat kan ? Dokter ini hanya berbohong kan?" tanya Farhan.


Vina memasang wajah sedih.


"Jawab Vina! Jawab!" ucap Farhan.


Anak-anak nya langsung masuk. Setelah mereka masuk Farhan mendengar suara tangisan yang pecah.


Seketika dia langsung lemas dia berlutut tepat di hadapan Vina Wajah nya sangat pucat.


Laura membawa nya berdiri.


"Aku minta maaf Farhan! Aku tidak becus aku tidak bisa melakukan apapun." ucap Vina.


Laura membawa Farhan masuk. Farhan mendekati Bu Tasi.


Dia melihat wajah yang pucat, mata yang tertutup bahkan infus sudah di cabut.


Farhan memegang tangan Bu Tasi. Mencium nya Air mata nya langsung terjatuh namun tidak mengeluarkan suara.


Dia menggenggam tangan Bu Tasi, mencium kening nya sangat Lama.


."Maafkan aku Bu.. Maafkan aku..." ucap Farhan dengan lirih. Tiba-tiba dia hampir jatuh namun langsung di tahan oleh pria yang berdiri di belakang nya.


Laura juga tidak tahan membendung Air mata nya dia sangat lah sedih, namun dia harus kuat dan juga pasrah.


Melihat anak-anak Bu Tasi dan Farhan sangat terpukul dia sangat sedih dia tau betapa sakit nya itu.


Dia merasa kan itu ketika ayahnya meninggal kan nya secara tiba-tiba dan tidak Akan pernah bertemu lagi.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2