
Kaynara membaringkan kepalanya di pangkuan mama nya yg sibuk bercerita selama mereka ada di sana tapi Kaynara hanya diam sibuk dengan pemikiran nya sendiri Nanda tau anak nya ini gelisah ada yg mengganjal hati nya terlihat dari ekspresi Kaynara serta tatapan itu entah apa yg terjadi Nanda tidak tau
"Kamu kenapa sayang"ujar Nanda mencium kedua mata Kaynara yg duduk di depan mama nya
"Aku"ujar Kaynara tertahan
"Ada apa"ujar Kaynara mengelus pipi yg selalu datar itu
"Erin adalah"ujar Kaynara lirih
"Erin adalah anak yg pernah kasus yg aku dorong dulu sejak kecil"lirih Kaynara menunduk
"Benarkah kamu menemukan nya lalu kenapa kamu berjarak pada nya"ujar Nanda tersenyum
"Aku tidak menyukai nya aku benci diri nya"ujar Kaynara datar membuat Nanda tersenyum geli
"Oke membenci nya emm lalu anak mama yg mana ya yg teman nya hilang sejak kejadian itu sampai sakit selama satu minggu "ujar Nanda terkekeh
"Ma"ujar Kaynara memelas jika orang tau dia bisa di tertawa kan
"Kay kamu yakin dengan diri nya kan kamu masih memiliki sayang pada nya kamu masih menganggap nya sahabat mu sama seperjuangan mu dan sama lemah di hadapan semua orang"ujar Kaynara
"Tapi aku tidak lemah aku sudah berubah"ujar Kaynara
"Apa dia berubah tidak kan jika dia tetap seperti dulu kamu harus bisa mengenali orang tulus di sekitar mu Kay"ujar Nanda
"Saat itu dia tidak memberi aku kesempatan meminta maaf aku benci dia"lirih Kaynara menatap ke arah lain Nanda memegang kedua pipi Kaynara mencium kedua mata yg sudah berkaca kaca
"Bicara lah pada Erin jangan mengubur rasa mu seperti ini sayang Erin adalah sahabat pertama mu sampai sekarang pun kamu tidak ingin memiliki teman Erin lebih tau kamu seperti apa "ujar Nanda
Tok tok tok
Cklek
"Ma aku mengantar kan Erin"ujar Gavin masuk bersama Erin
"Erin kamu istirahat di kamar Kaynara aja dulu tante juga mau istirahat ya"ujar Nanda tersenyum mengusap kepala Erin membuat Gavin benar tegang jika Kaynara mengatakan semua nya habis diri nya
"Gavin ayo"ajak Nanda keluar dari kamar
"Ma apa Kaynara mengatakan sesuatu "tanya Gavin
"Banyak mama cukup lega mengetahui isi hati adik mu itu tentang Erin mama berharap Erin bisa mengubah adik mu"ujar Nanda tersenyum
"Mengenai Kaynara berarti Kaynara tidak mengatakan jika aku menikahi Erin"batin Gavin
"Ma aku ke kantor dulu ada beberapa pekerjaan"ujar Gavin pamit lalu pergi Nanda beristirahat di kamar nya
Erin meletakkan tas nya lalu berbaring di sofa tidak berani berbaring di kasur Kaynara yg mewah itu sedang kan Kaynara berdiri di balkon entah apa yg dia tatap, Kaynara masuk lalu menuju lemari yg berada ruang ganti Kaynara mengambil sebuah kotak yg lama dia simpan di lipatan baju nya Kaynara mengambil nya lalu melempar kotak itu ke kasur
"Heh bangun enak banget tidur di situ"ujar Kaynara memegang tangan Erin
"Aku harus berbaring di mana"ujar Erin berdiri Kaynara menarik nya menuju kasur
"Buka "ujar Kaynara menuju kotak itu Erin mengambil kotak itu lalu membuka nya ada sebuah album dan tumpukan surat ada juga gelang yg usang di makan usia
"Lalu mau bagaimana"ujar Erin heran Kaynara diam menatap Erin datar
"Kamu mau aku membaca surat itu"ujar Erin binggun
"Kamu tidak mengizinkan aku sama sekali meminta maaf pada mu hilang tanpa memberi tau ku bahkan surat itu tidak pernah kamu ambil di saat aku meminta maaf melalui surat itu"ujar Kaynara datar Erin terdiam
"Maaf kan aku semuanya mendadak aku harus terpaksa "lirih Erin mengambil surat itu
"Untuk Erin maafkan aku yg lemah ini tidak mampu menolong mu di saat kamu jatuh dari tangga maafkan kecerobohan ku ini"
"Erin kenapa kamu tidak membalas surat ku apa kamu tidak bisa membaca atau kamu marah pada ku"
Erin membaca semua surat itu tentang keluhan Kaynara selama tidak melihat Erin di sekolah Erin hanya mampu menatap Kaynara
"Aku tidak ingin melihat mu kamu jauh berbeda dari yg aku kenal aku cukup sakit bertahun tahun hidup menderita tinggal di rumah om dan tante ku tidak tau mau bertahan pada siapa tidak tau mau meminta kekuatan pada siapa yg hanya bisa ku lakukan diam menahan segala rasa yg aku rasakan menahan kesakitan itu aku tidak punya hak untuk mencurahkan rasa sakit dan penderita itu"ucap Erin lirih
"Entah aku harus melampiaskan pada siapa entah aku harus marah pada siapa kehilangan mu aku benci memiliki teman benci akan kehilangan"ujar Kaynara menahan sesuatu yg lama di pendam nya
"Erin atas kesalahan ku maafkan aku"ujar Kaynara lirih
"Semua orang tau itu bukan kesalahan mu tapi Sabrina"ujar Erin
__ADS_1
"Aku hanya ingin selalu menjadi teman mu selalu sama sama menghadapi kelemahan itu"ujar Erin berdiri Kaynara memeluk sahabatnya yg sudah lama terpisah itu Kaynara menemukan rasa damai di hati
"Aku harus pergi sebentar kamu istirahat saja di sini agar cepat sembuh"ujar Kaynara menyeka mata nya yg berair
🚘🚘🚘
Kaynara merasa tugas nya belum selesai sempurna jadi dia pergi bersama Arin dan Nabila untuk melihat apa yg Elis lakukan selanjutnya pada Gavin karna Kaynara merasa Elis tidak akan menyerah
"Kak lagian kan kak Gavin udah benci kan sama Elis ngapain kita harus ikuti dia"ujar Arin
"Ck kamu tidak mengerti kekuatan mulut wanita ular itu"ujar Kaynara
"Benar aku juga merasa kak Gavin sampai termakan lagi"ujar Nabila
"Kita kemana"ujar Nabila lagi
"Ya ampun aku meninggalkan posnel ku "ujar Kaynara
"Nanti aku lihat"ujar Nabila menelpon seseorang
"Kita minta informasi dulu"ujar Nabila lalu ada pesan masuk jika Gavin berada di rumah Elis mereka segera meluncur
"Kamu ingin mengelak bagaimana lagi Elis"ujar gavin datar
"Gavin benar ada nya jika aku calon istri nya Arif kami membohongi mu tapi sekarang aku benar mencintai mu Gavin percaya lah"ujar Elis memegang wajah Gavin
"Elis kamu itu hanya milik ku tuan Gavin tidak akan percaya lagi"ujar Arif
"Ini semua karna kamu aku tidak ingin lagi punya hubungan sama aku karna aku cinta sama Gavin"ujar Elis
"Gavin percayalah pada ku"ujar Elis
"Aku akan melakukan apa saja asal kamu memaafkan ku lagian kamu tidak mau apa memaafkan aku"ujar Elis mengengam tangan Gavin
"Dasar bodoh kak Gavin masih saja makan omongan wanita ular ini"ujar Kaynara masuk
"Kaynara benar aku tidak bisa menerima mu Elis kamu tidak cocok untuk ku"ujar Gavin
"Kamu mau menerima Erin"kesal Elis
"Tidak aku akan menceraikan nya juga"ujar Gavin
"Heh wanita ular berhenti mendekati kakak ku atau kamu benar lihat bagaimana keluarga Adiwinata menyelesaikan masalah nya"ujar Kaynara
"Kamu kembali lah pada Arif Elis aku sudah terlanjur kecewa dan jijik dengan mu"ujar Gavin
"Gavin kamu tidak boleh melakukan ini Erin itu wanita jelek"kesal Elis frutasi
"Udah lah Elis kamu akan menerima akibat nya nikmati ya masa sulit mu"ejek Kaynara mengajak Kakak nya pergi
"Kak Gavin ngapain sih masih mau sama Elis itu jahat banget dia"ujar Nabila
"Kalian benar aku lebih baik cari wanita seperti mama cantik dan baik aku harus sadar itu aku akan menjadikan ini sebuah pelajaran"ujar Gavin menyesal
"Ayo kita pulang"ujar Kaynara lega
###
"Anak itu kebiasaan meninggal ponsel nya setiap jalan"ujar Nanda masuk ke kamar Kaynara tadi Nanda menelpon tapi tidak kunjung di jawab yg jawab malah Erin
"Tante nyariin Kaynara ini ponsel nya tan"ujar Erin menyerah kan ponsel Kaynara
"Erin kamu sudah menikah"ujar Nanda mengambil ponsel itu melihat cincin di jari manis Erin membuat Erin replek menarik tangan nya
"Iya "ujar Erin
"Aku pergi dulu tan"ujar Erin takut dia segera kabur
"Aneh sekali"ujar Nanda terdiam tingkah anak anak nya sangat aneh
####
"Akhirnya lega juga wanita ular itu hilang di kehidupan kita"ujar Kaynara memeluk lengan Gavin pulang bersama mereka
"Iya Kay maafkan atas kesalahan ku ya"kekeh Gavin lalu mereka menghentikan langkah saat Nanda duduk di sofa memegang ponsel Kaynara ada Erin di depan dan bik semia
"Mama"ujar Kaynara mendekat membuat dia mendapatkan angkatan tangan dari Nanda
__ADS_1
"Kalian melakukan kesalahan yg sangat fatal"ujar Nanda berdiri
"Maksud mama"ujar Gavin
"Kamu Gavin sebagai yg paling tua malah kamu yg melakukan kesalahan yg amat besar "ujar Nanda serius
"Mama sudah kasih tau papa dia segera pulang kalian akan mendapatkan hukuman "ujar Nanda serius
"Maksud mama apa"ujar Gavin
"Cukup Gavin kamu mau mengelak lagi mama sudah tau Erin ini adalah istri mu kan"ujar Nanda serius semua kaget Gavin menatap Erin tajam membuat dia dapat pukulan keras dari Nanda
"Terus tatap dia dengan tajam"ujar Nanda marah
"Mama tidak mengerti rekaman cctv apa di ponsel Kaynara saat mama desak Bik semia bicara ternyata kalian benar melakukan hal yg fatal"ujar Nanda
"Kamu Gavin punya adik perempuan jika suatu saat yg terjadi pada Erin terjadi pada adik perempuan mu kamu akan merasakan rasa sakit itu dan kamu Kaynara malah menutupi nya kalian berdua juga"ujar Nanda
"Tante kenapa memarahi kami yg kami lakukan bentuk persahabatan kami harus selalu ada di pihak sahabat kami"ujar Nabila
"Betul itu tante dan itu menyenangkan kan"ujar Arin
"Diam"ujar Kaynara
"Mama dan papa tidak boleh menghukum ku yg aku lakukan hanya melindungi nama baik keluarga aku belajar dewasa dan kalian tidak boleh menghukum ku"ujar Kaynara
Pletek
"Aww"keluh Kaynara menatap mama nya yg menyentil kening nya
"Kenapa kamu kira mama tidak mampu memukul mu hah kamu pikir mama tidak dapat menghukum mu kamu menjadi manja"ujar Nanda memukuli Kaynara
"Mama kenapa hanya aku kak Gavin juga"teriak Kaynara
" kakak mu dan kamu akan mendapat kan hukuman yg kalian lakukan"ujar Nanda
"Ma jadi masalah nya apa sih oke oke jika mama dan papa tidak suka aku akan menceraikan nya lagian tidak lama lagi perjanjian itu selesai"ujar Gavin
"Apa kamu bilang menceraikan nya"ujar Nanda
"Kenapa"ujar Nanda lagi
"Ma lihat lah dia sangat jelek masak aku punya istri seperti dia"ujar Gavin
"Iya dia benar wanita licik yg kak Gavin bilang dia sangat jelek sampai kak Gavin membunuh anak nya sendiri ma yg di kandung Erin"ujar Kaynara menjelaskan Nanda rasanya tidak habis pikir
"Dia tidur dengan pria lain"ujar Gavin
"Tidak seperti itu Arif berusaha menjebak sehingga kita berfikir Erin wanita seperti itu"ujar Kaynara
"Kamu ngak usah membohongi ku Kaynara Erin adalah wanita penggoda suka menggoda pria lain"ujar Gavin
"Tutup mulut kak Gavin yg menjijikkan itu kak Gavin sendiri kak Gavin lebih kejam dari papa terhadap mama dulu sekarang kak Gavin selain menyiksa Erin kak Gavin membunuh darah daging kak Gavin sendiri kak Gavin mengatakan nya lagi wanita penggoda aku benar menghajar kak Gavin"tajam Kaynara
"Yang di katakan Kaynara itu benar kak Gavin telah membunuh darah daging kakak sendiri Erin hamil hasil malam itu kakak lupa yg kakak lakukan dasar pria hanya ingin enak nya saja tidak ingin yg di lakukan nya pada kaum wanita "ujar Nabila
"Kamu benar membunuh anak ku katakan"geram Gavin mengcengkram bahu Erin
"Lepas kak Gavin selalu menyakiti nya bertanya itu baik baik"kesal Kaynara menepis tangan Gavin
"Y....yang di katakan Kaynara maksud ku nona Kaynara itu benar tuan Gavin aku tidak pernah sama sekali tidur dengan pria mana pun aku hanya tidur dengan tuna Gavin Arif hanya berusaha memperkeruh suasa tuan Gavin sudah termakan omongan licik Elis aku sudah memperingatkan tuan Gavin tapi tuan Gavin tidak mendengar kan nya"ujar Erin takut memegang tangan Kaynara
"Tidak aku tidak membunuh anak ku"ujar Gavin menggeleng
"Memang itu kenyataan nya kak Gavin itu bodoh bisa bisa nya percaya perkataan wanita ular itu yg hanya Erin menjadi korban nya"ujar Kaynara
"Kalian akan mendapatkan hukuman setelah papa datang"ujar Nanda, Gavin berlalu pergi
"Kay mau tanya dong apa kamu berniat ingin menjadi kan Erin sahabat mu lagi "tanya Nabila penasaran
"Sahabat cih aku tidak mau punya sahabat seperti kalian"ujar Kaynara berlalu pergi
"Kay aku belum puas mendapatkan jawaban ini tidak adil"kejar Nabila
"Akhirnya kakak ipar akan resmi jadi kakak ipar"ujar Arin senang memeluk Erin senang
"Arin ayo"ujar Nabila menarik tangan Arin mengejar Kaynara
__ADS_1
"Maafkan aku tante semua nya kesalahan ku jika aku lebih berani melawan keluarga om Dirly bencana ini tidak akan terjadi"ujar Erin menuduk
"Tidak sama sekali menyalah kan kamu Erin kamu tidak hanya sahabat untuk Kaynara tapi istri nya Gavin mereka berdua sama sama memiliki sifat keras kepala dan keras hati semoga kamu bisa mengubah kedua nya"ujar Nanda tersenyum mengelus kepala Erin dia jadi prihatin mendengar kan cerita dari Bik semia mengenai Erin apa lagi di sebab kan oleh anak anak nya