Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 38


__ADS_3

"Mama Daniah sudah cerita dia bilang Nanda tatapan om Jo sangat lekat pada mu dia berharap saat itu kamu adalah wanita pertama yg dia cintai menatap wajah mu mengingatkan dia pada kenangan indah itu"ucap Nanda cekikikan


"Momy mau ke toilet dulu"ucap Landa berdiri lalu berlalu dia tidak tahan menahan air mata nya saat di toilet Landa menangis dia bukan seperti anak ABG hanya saja Landa merasa bersalah pada Jo dulu banyak janji yg mereka ucapan jika akan menjaga kesetiaan sampai mati menjaga cinta mereka sampai mati nyatanya Jo benar menjaga janji itu tulus mencintai nya Landa malu melanggar janji itu malu terhadap Jo Landa memang jahat menyia kan cinta Jo yg sangat besar dan tulus


"Om Jo jagain momy ku ya "ucap Nanda tersenyum


"Saat melihat mu kemarin om menyangka kamu adalah momy mu tapi masak iya wajah nya tidak termakan usia "ucap Jo tersenyum menepuk kepala Nanda


"Kamu sangat mirip dengan momy mu "ucap Jo lagi mengelus kepala Nanda


"Om Jo jangan terlalu dekat om tau suami ku itu sangat galak dia aja marah marah saat aku cerita sama mama soal pertemuan kemarin "ucap Nanda


"Jika pria seperti itu berarti cinta "ucap Jo


"Cinta "ucap Nanda tersenyum malu


"Sayang nya aku ngak mendapatkan itu om"ujar Nanda


"Apa makan nya sudah selesai"ucap Landa kembali duduk


"Momy tunggu lah sebentar aku bosan di rumah ibu Amel juga tidak memberi ku pekerjaan"ucap Nanda cemberut


"Landa"ucap Jo serius menatap lekat wajah Landa


"Kenapa kamu tidak menemui ku pada saat kesulitan itu datang kenapa kamu tidak menemui aku di saat kamu di sakiti Kasim"ucap Jo serius


"Jo"ucap Landa tertahan


"Hubungan kita sudah berakhir lama"ucap Landa


"20 tahun lebih aku menunggu mu Landa semoga Kasim itu mati sehingga aku bisa menikahi mu tapi aku tidak pernah mendengar mengenai mu"ucap Jo


"Bukan nya kamu yg hilang sejak itu aku pernah menemui mu di saat Nanda hilang meminta genggaman tangan mu nyatanya apa kamu pergi Jo seperti anak kecil lari dari kenyataan"ucap Landa menatap Jo


"Maafkan aku saat itu aku sangat hancur"ucap Jo


"Sekarang aku kembali"ucap Jo


"Apa kamu mau menikah dengan ku apa kamu masih mencintai Kasim"ucap Jo serius


"Jo kita sudah tua apa pantas membicarakan kan cinta"ucap Landa


"Ohh iya ya aku udah tua "ucap Jo tersenyum mengaruk kepala nya


"Nyata nya setiap aku menatap mata mu jantung ku berdetak dengan cepat tidak karuan huh "ucap Jo menghembuskan nafasnya kasar


"Berhenti kekanakan di depan Nanda Jo"ucap Landa


"Apa kamu pernah hamil anak ku"ucap Jo serius Nanda menatap Momy nya dalam ternyata hubungan Jo dan Landa tidak sekedar pacaran


"Saat malam itu saat kamu memutuskan kerja di luar kita saat itu Kasim datang mengisi waktu Landa dia juga pernah hamil hasil cinta kalian"ucap Amel menatap Jo


"Lalu"ucap Jo dan Nanda bersama sangat penasaran


"Kasim mengaborsi nya dengan janji manis nya itu kenapa saat mereka menikah Landa sangat sulit punya anak"ucap Amel tanpa sadar air mata Landa menetes


"Maafkan aku Jo aku termakan rayuan cinta nya aku menyesali semua nya maafkan aku"ucap Landa menyeka air mata nya


"Hah Kasim selalu mengambil kebahagiaan ku"ucap Jo menghembuskan nafasnya kasar


"Jo kenapa kamu tidak menikah"tanya Landa


"Hah karna hati ku di bawa pergi oleh mu"ucap Jo tersenyum tipis


"Om Jo sangat manis deh"ucap Nanda tersenyum menatap Nanda lalu tiba tiba mulut nya di bekap


"Aku tidak suka senyum mu di nikmati orang lain"bisik Kalvin tiba tiba datang


"Ighh Kalvin "ucap Nanda berdiri


"Apa ini pakaian mu seksi begini mau menggoda sih om Jo ini"geram Kalvin


"Menggoda apa nya aku hanya mengunakan baju kaos "ucap Nanda


"Aku dari tadi ya memantau mu senyum nya bahagia banget menatap om Jo ahh senang banget"ucap Kalvin mengejek


"Kamu memantau ku ngapain"ucap Nanda, Kalvin dengan cepat memikul Nanda


"Kalvin lepas kan aku"pekik Nanda


"Tuan Kalvin"ucap Jo berdiri menghentikan langkah Kalvin lalu menurunkan Nanda tapi Kalvin memeluk Nanda dia menoleh ke arah Jo


"Ada apa tuan Jonathan saya tidak mau ya anda merayu istri saya biar gimana pun anda bujang tua jika nanti istri saya tercantol saya akan membunuh anda"ucap Kalvin tajam


"Om Jo sampai jumpa nanti ya senang bicara sama om Jo"ucap Nanda tersenyum nongol di bawah ketiak Kalvin


"Heh siapa yg mengizinkan kamu bicara pada nya"ucap Kalvin memeluk Nanda erat


"Peraturan baru kamu di larang bertemu dengan pria"ucap Kalvin


"Ihh Kalvin sinting ya momy ibu Amel tolongin aku"ucap Manda


"Kalvin bawa saja dia memang dari tadi jengkel menatap nya"ucap Amel

__ADS_1


"Ibu Amel aku ngak mau lagi kerja sama ibu Amel"teriak Nanda


"Tidak makan ancaman itu bocah"ucap Amel sinis membuat Nanda kesal dan hanya pasrah saat Kalvin mengendong nya


"Nanda sama persis seperti mu"ucap Jo tersenyum


"Jo aku pulang dulu"ucap Landa berdiri


"Landa aku ada pekerjaan di kantor kamu nanti pulang sendiri saja"ucap Amel melirik Jan nya lalu berlalu


"Amel"panggil Landa tapi Amel berlalu


"Jadi bagaimana apa kamu mau menerima ku menjadi suami mu janda cantik"ucap Jo


"Jo aku merasa tidak pantas menerima cinta tulus mu itu aku pernah mengugurkan anak mu aku pernah mengkhianati mu bahkan aku pernah mencampakkan mu"ucap Landa


"Kamu yg kekanakan Landa bukan aku"ucap Jo menghembuskan nafas nya kasar


"Kalvin kamu kenapa memantau aku sih"ucap Nanda saat mereka sampai rumah


"Kamu lama sekali bicara sama pria itu aku tidak suka itu "ucap Kalvin datar


"Aku lagi melakukan misi"ucap Nanda


"Alah itu hanya alasan saja ingat ya mata mu harus tetap tertuju pada ku hanya pada ku"ucap Kalvin menangkup wajah Nanda


"Apa benar Kalvin mencintai ku dan dia cemburu "batin Nanda menatap Kalvin lekat


"Nanda bagaimana pertemuan itu"ucap Daniah


"Mama aku ada niatan mau jodohin mama sama tuan Jonathan "ucap Kalvin


"Apa hei tidak bisa om Jo itu cinta sejari Momy"ucap Nanda membatah


"Lagian Momy baru menjanda perlu waktu"ucap Kalvin


"Tidak bisa om Jo harus sama momy"ucap Nanda


"Ngak sama mama ku saja"ucap Kalvin


"Malah berantem anak ini"gumam Daniah


"Aku sendiri akan menjodohkan mereka melalui kerja sama kami"ucap Kalvin membuat Nanda kesal


"Jika kamu membatalkan itu aku akan melayani mu selama 2 hari"ucap Nanda cepat dan seketika dia menutup mulut nya


"Apa kamu yakin my wife "ucap Kalvin serius


"Ahh tidak aku mencabut perkataan ku itu"ucap Nanda mundur


"Tidak aku hanya keceplosan"ucap Nanda lari


"Aku akan menerima nya mari kita mulai saat ini"teriak Kalvin mengejar Nanda


"Aku hanya becanda jangan anggap serius mama tolong aku"teriak Nanda melempar Kalvin dengan bantal sofa


"Kenapa kamu kabur mari kita buat anak ayo kamu sudah lama tidak berada di bawah ku dan memanjakan ku"ucap Kalvin terkekeh


"Aku membayangkan sudah ketakutan aku tidak mau kamu terlalu ganas buat aku yg lemah ini"triak Nanda lari Kalvin tertawa puas


"Nanda jangan memancing ku menuju kamar"ucap Kalvin


"Aku tidak jadi ke kamar"ucap Nanda berlari ke dapur


"Mereka berdua ini mengingatkan aku"kekeh Daniah


"Hhmm seperti nya Landa perlu di beri saran"gumam Daniah tersenyum memang perasaan Daniah tidak berkurang sedikit pun terhadap ayah Kalvin meski sudah meninggal tapi cinta Daniah tetap berkembang.Kalvin terus mengejar Nanda yg masih berlari menghindari nya memutari meja makan


"Kalvin berhenti mengejar ku kamu seperti anak kecil aku capek "ucap Nanda terus menghindar


"kamu yg berhenti "ucap Kalvin


"Aku takut nanti kamu lempar ke kasur "ucap Nanda cekikikan lalu lari Kalvin tetap mengejar Nanda berlari ke halaman memutari bunga tanaman Daniah


"Kena kamu"ucap Kalvin memilih jalan lain dan mencegat Nanda dari depan


"Mau kemana kamu"ucap Kalvin


"Aghh"teriak Nanda kaget Kalvin segera menangkap Nanda


"Kalvin lepas"ucap Nanda cekikikan


"Lari kemana hah rumah ini milik ku kekuasaan ku"ucap Kalvin tersenyum


"Iya tapi lepas "ucap Nanda


"Memang nya mau apa mau kabur ya"ucap Kalvin tetap memeluk Nanda


"Tidak "ucap Nanda tersenyum memeluk leher Kalvin


"Mau lempar aku kemana di sini ngak ada kasur"ucap Nanda merasa menang


"Ternyata kamu belum kenal kegilaan ku"ucap Kalvin lalu berbaring di rerumputan yg terhalang oleh beberapa pohon

__ADS_1


"Kalvin jangan bilang kamu"ucap Nanda melotot


"Tentu saja kenapa tidak"ucap Kalvin tersenyum membelai wajah Nanda


"Gila ya kamu nanti di lihat orang"ucap Nanda berusaha mendorong dada Kalvin


"Berarti ngak nolak dong jika aku minta sekarang "ucap Kalvin


"Aku tidak mau"ucap Nanda tersenyum malu


"Ssttt ingat"ucap Kalvin meletakkan jari nya di bibir Nanda lalu mencium bibir Nanda karna Nanda sudah merasa lelah dia menerima saja ciuman Kalvin memeluk leher Kalvin dengan erat kedua nya menikmati ciuman itu yg sudah lama tidak mereka lakukan Kalvin semakin menuntut tangannya masuk ke dalam kaos Nanda mengelus kulit Nanda membuat Nanda menahan nafas lalu Kalvin meninggalkan jejak di leher Nanda setelah puas Kalvin berpindah ke leher sebelah nya dan menatap Nanda yg menatap nya pipi anda merah karna tersipu


"kenapa "tanya Kalvin


"Malu "ucap Nanda tersenyum memeluk Kalvin


"Nanti gatal "ucap Kalvin mengendong Nanda


"Jadi penasaran deh apa Kalvin mencintai ku ahh Nanda jangan berharap takut nanti menyakiti mu hati Kalvin hanya untuk Alen kamu tetap yg kedua untuk nya jangan berharap lebih"batin Nanda bersender di dada Kalvin dengan nyaman, Kalvin membaringkan Nanda ke kasur lalu melepaskan jas nya


"Kenapa senang banget pakai baju kaos"tanya Kalvin menunjang kepala nya dengan tangan berbaring menyamping menghadap Nanda


"Nyaman aja kenapa jelek ya"ucap Nanda


"Tidak juga"ucap Kalvin mengusap pipi Nanda


"Kamu terlihat seksi jika pakai baju kaos aku tidak mau kamu di tatap lapar oleh pria lain "ucap Kalvin


"Aku juga tidak suka kamu pakai jas dan kemeja ini"ucap Nanda


"Kenapa"tanya Kalvin


"Aura mu semakin terpancar tampan dan mempesona banyak wanita melirik mu aku kan jelek jadi jika kamu menyukai salah satu dari mereka bagaimana"ucap Nanda membuat Kalvin tersenyum


"Apa itu sebuah komitmen my wife"ucap Kalvin tersenyum


"Apa itu panggilan sayang "ucap Nanda penasaran Kalvin bermuka masam


"Kamu tidak paham perasaan ku"ucap Kalvin datar


"Hehe iya aku tau aku hanya bercanda"ucap Nanda menyengir


"Jika begitu apa"tanya Kalvin menyelidiki


"Ya jika cinta mu hanya untuk Alen iya kan"ucap Nanda tersenyum Kalvin kesal dia bangkit dari kasur


"Memang nya apa dia pikirkan apa dia tidak memahami perkataan ku saat di rumah Lin apa dia tidak merasa perlakuan ku jika aku mencintai nya"gerutu Kalvin masuk ke kamar mandi


"Dia kenapa"gumam Nanda


"Memang perkataan ku ada yg salah ya perasaan tidak ada"ucap Nanda mengingat lalu dia mengingat sesuatu


"Ya ampun"ucap Nanda berdiri


"Kalvin"panggil Nanda


"Aku minta maaf aku salah"ucap Nanda menyesal


"Wah istri ku cepat sekali memahami nya "ucap Kalvin tersenyum lalu membuka pintu kamar mandi


"Maafkan aku"ucap Nanda


"Ya tidak masalah "ucap Kalvin tersenyum


"Maafkan aku mengungkit Alen sehingga membuat mu sedih lagi"ucap Nanda menyesal Kalvin yg tadi tersenyum bermuka masam dengan perkataan Nanda


"Bodoh "kesal Kalvin menjitak kepala Nanda lalu Kalvin berlalu pergi


"Memang ada yg salah"gumam Nanda


"Dia memang bodoh malah mengatakan itu kesal sekali aku dia tidak mengakui cinta ku"gerutu Kalvin melepaskan baju nya


"Kalvin kok masih ngambek ada yg salah ya"ucap Nanda mengikuti Kalvin


"Salah besar"ucap Kalvin melengos


"Salah apa kata kan"ucap Nanda berdiri di depan Kalvin


"Aku dulu dan sekarang beda itu kenapa"ucap Kalvin,Nanda berfikir dan mengingat Kalvin dulu dan sekarang


"Karna mendapat permintaan dari Momy mungkin jangan menyakiti ku"ucap Nanda


"Atau dari ibu Amel atau dari mama Daniah"ucap Nanda


"Tidak ada yg benar"ucap Kalvin mengeleng


"Lalu"ucap Nanda


"Ahh kamu takut Alen membenci mu ya itu kenapa menerima ku"ucap Nanda


"Tidak"ucap Kalvin mengeleng


"Lalu apa"ucap Nanda frutasi

__ADS_1


"Aku dulu dan sekarang beda karna ada cinta"ucap Kalvin mengengam tangan Nanda


"Karna aku sekarang mencintaimu apa kamu paham itu"ucap Kalvin mencium tangan Nanda yg membeku di tempat Nanda tidak bisa mencerna kata kata Kalvin


__ADS_2