
Nanda membuka matanya melirik ke samping tidak ada lagi kehadiran Kaynara di samping nya ,Nanda segera beranjak menuju kamarnya untuk mandi badan nya kembali sehat Nanda masuk ke kamar menemukan Kalvin sudah bersiap siap
"Seperti nya kamu sudah tidak membutuhkan aku lagi"ujar Nanda santai
"Semalam sebenarnya aku ingin menculik mu dari Kay tapi aku binggun yg mana kamu yg mana Kay cantik mu sama seperti Kay"kekeh Kalvin
"Bisa aja"ujar Nanda memeluk Kalvin menyenderkan kepalanya di dada Kalvin
"Jika masih capek ngak usah kerja dulu nanti kamu malah sakit "ujar Kalvin mengelus kepala Nanda
"Tidak aku sudah kembali sehat tidak secapek kemarin "ucap Nanda tersenyum mencium dagu Kalvin lalu menuju kamar mandi
Gavin sudah rapi dengan setelah jas duduk di meja makan lagi sarapan bersama Kaynara yg juga sarapan memoleskan roti untuk sarapannya
"Seperti nya yg heboh bukan berita mengenai ku deh malah berita mu"ucap Gavin menatap ponsel nya dengan memakan roti bakar nya
"Aku tidak peduli itu "ujar Kaynara santai memakan roti nya
"Baik lah introvert sejati nikmati dunia mu"ucap Gavin tersenyum
"Aku lupa sepeda ku masih di kampus"gumam Kaynara meneguk susu nya lalu membuka dompetnya masih tinggal uang selembar uang merah
"Ck apa aku naik ojek saja mana cukup nanti jika naik taksi"gumam Kaynara binggun
"Kay pegang lah dompet mama"ujar Nanda duduk mengeluarkan dompet nya
"Tidak apa ma"tolak Kaynara berdiri
"Aku berangkat kuliah dulu"ujar Kaynara setelah pamit dia segera pergi
"Ck Kay selalu seperti itu"ujar Nanda tidak semangat
"Hei kamu kenapa prioritas kan Kay sih kamu mengacuhkan aku"ujar Kalvin
"Karna dia anak ku"ujar Nanda mencubit pipi Kalvin sebal
"bagaimana mengenai jodoh nya Gavin dia udah waktunya nikah"ujar Kalvin tersenyum
"Aku milih sendiri aja pa"ujar Gavin
"Baik lah papa tidak akan ikut campur masalah pribadi mu"ucap Kalvin tersenyum
###
Kaynara terpaksa harus naik ojek karna sepeda nya masih di Kampus mau naik taksi nanti Kaynara tidak bisa makan karna takut uang nya habis jadi Kaynara naik ojek, setelah sampai Kaynara membayar tukang ojek nya dan segera mencari keberadaan sepeda nya
"Di mana sepeda ku"gumam Kaynara tidak melihat sepeda nya di parkiran
"Ya cari sepeda butut nya ya"ejek Sabrina tertawa
"Dimana sepeda ku ini pasti ulah mu kan"geram Kaynara
"Alah aku ganti sepuluh bila perlu "ujar Sabrina
"Ini bukan sekedar sepeda ya"geram Kaynara karna itu pemberian Nanda pada saat Kaynara ulang tahun
"Kenapa harus nabung beberapa tahun biar bisa beli ya kasihan banget"ejek Sabrina
"Kembalikan sepeda ku Sabrina jangan memancing amara ku"teriak Kaynara marah
"Santai apa itu sangat berharga"ujar Sabrina
"Kamu jangan main main pada ku"ucap Kaynara mengcengkram dagu Sabrina
"Katakan di mana sepeda ku"teriak Kaynara
"Udah Sabrina kasih aja mau aja kamu meladeni cewek gila itu"ucap teman nya
"Baik lah baik lah sepeda mu aku letak kan di jendela lantai dua"ujar Sabrina
"Kurang ajar awas kamu"ujar Kaynara lalu lari ke lantai dua untuk melihat sepeda nya
"Di mana sepeda ku"gumam Kaynara lalu dia melihat sepeda nya di gantung di jendela
"Sialan Sabrina awas aja dia"ujar Kaynara membuka jendela itu melihat sepeda nya di gantung tidak terlalu tinggi karna lantai dua tidak setinggi gedung yg lain karna Kaynara kuliah hanya di universitas biasa bukan tempat anak elit bisa di bilang tempat nya standar.Kaynara menjulur kan kepala nya melepaskan ikatan sepedanya yg di gantung oleh Sabrina
"Menyusahkan sekali dia awas aja nanti"gumam Kaynara melepaskan ikatannya
"Aduh berat juga"gumam Kaynara lalu melempar sedikit sepeda nya dalam bangunan saat Kaynara akan ikut masuk dia melihat seseorang yg tersenyum licik lalu mendorong Kaynara begitu saja
"Aghhhh"Kaynara berteriak saat dia terjun bebas keadaan kampus sepi karna para mahasiswa dan mahasiswi masuk ke kelas jam nya belajar semua paling ada beberapa orang
__ADS_1
Bugh
Kaynara terjatuh pandangan nya buran sampai mata itu tertutup karna teriakan Kaynara dan suara benturan semua anak anak melihat dari kelas melihat Kaynara sudah terjatuh berada di lantai bawah
"Kaynara"gumam Nabila menutup mulut nya dia lari turun lagi ke lantai bawah
"Kay Kay bangun "ucap Nabila membalikkan badan Kaynara menepuk wajah Kaynara yg berlumur darah
"Tolong tolong "teriak Nabila seketika semua orang berkerumun
"Tolong bawa ke rumah sakit bantu angkat "ucap Nabila beberapa orang membantu mengangkat Kaynara menuju mobil Nabila
"Terimakasih"ucap Nabila langsung masuk mobil melaju kan mobil nya
####
Kalvin dan Gavin sudah berada di perusahaan Kalvin mengumpulkan semua karyawan nya mereka semua tertib berdiri menyambut kedatangan bos baru mereka saat Kalvin dan Gavin keluar dari mobil mereka semua memberi hormat
"Semua dengar kan mulai hari ini Gavin anak saya resmi mengantikan saya nanti saya hanya memantau cara kerja nya apa bisa sepenuhnya saya lepas tapi saat ini saya akan tetap berada di perusahaan ini sampai saya percaya sepenuhnya jika anak saya mampu"ucap Kalvin
"Selamat datang di perusahaan tuan muda"ucap mereka semua memberi hormat
"Ayo"ujar Kalvin mengajak Gavin menuju ruangannya mereka kembali kerja
"Gavin ini dulu nya ruangan papa sekarang jadi ruangan mu seperti yg kita bicarakan papa tetap memantau mu mungkin papa bekerja tidak sesibuk dulu"ujar Kalvin
"Aku tidak akan mengecewakan papa percaya itu "ucap Gavin serius
"Oke kamu mulai kerja nanti ada asisten mu mengarahkan mu papa tinggal karna ada meeting di luar"ucap Kalvin menepuk bahu Gavin lalu keluar karna harus menghadiri pertemuan
"Kenapa Nabila menelpon ku"gumam Kalvin berada di dalam lift lalu menelpon balik Nabila
"Ya hallo"ucap Kalvin di telpon berjalan keluar lift
"Om aku harus bagaimana aku takut menghubungi tante Nanda"ucap Nabila terdengar panik
"Ada apa katakan saja"ucap Kalvin
"Kaynara om"ucap Nabila
"Kayanan ,ada apa dengan nya"ucap Kalvin menghentikan langkahnya yg ingin masuk mobil
"Kaynara jatuh om dia terjatuh dari gedung kampus dan sekarang aku berada di rumah sakit"ucap Nabila
"Bagaimana aku memberi tau Nanda apa yg harus aku katakan"gumam Kalvin karna Kalvin tau sesayang apa Nanda pada anak perempuan nya itu bahkan dulu karna ajaran Kalvin yg terlalu keras bahkan mereka pernah ingin berpisah tapi karna nasehat orang tua mereka tetap membuat mereka bertahan dan saling memaafkan
"Nabila bagaimana keadaan Kaynara"ucap Kalvin mendekati Nabila yg panik
"Masih di tangani om tapi dokter bilang Kaynara membutuhkan donor darah aku tidak tau harus apa"ucap Nabila cemas lalu dokter keluar
"Dokter bisa mengambil darah saya karena itu anak saya"ucap Kalvin
"Baik tuan bisa ikut ke donor darah"ucap dokter itu mengajak Kalvin sebelum itu mereka memeriksa golongan darah Kalvin dan benar cocok mereka segera mengambil darah Kalvin
"Apa anak saya akan baik baik saja dok"tanya Kalvin
"Kami sudah menangani nya tuan setelah mendapat donor darah dia akan baik baik saja"ujar nya lalu masuk ke ruang UGD itu
"Nabila keadaan Kaynara sudah om tangani kamu jaga sebentar ya Kaynara nya jika ada apa apa segera hubungi om"ucap Kalvin
"Om mau memberi tau langsung keadaan Kaynara pada tante Om tidak mau tante malah salah paham soal keadaan Kaynara"ujar Kalvin
"Iya om"ucap Nabila mengerti Kalvin segera berlalu meski dia di harus beristirahat tapi Kalvin tidak menghiraukan nya
####
"Sayang kamu sibuk"ucap Kalvin masuk ke ruangan Nanda yg lagi menatap komputer
"Iya tadi aku berusaha menelpon Kay tapi sepertinya dia ada kelas aku mau ajak dia makan siang"ucap Nanda menatap komputer nya
"Nanda aku mau bicara hal serius"ucap Kalvin
"Bentar"ucap Nanda anda mematikan komputer nya lalu memutar kursi nya menghadap Kalvin
"Kamu terluka"ujar Nanda melihat lengan Kalvin
"Bukan seperti itu"ujar Kalvin mengengam tangan Nanda
"Kamu tenang sebentar ya dengar kan aku baik baik"ucap Kalvin menangkup wajah Nanda
"Aku tadi dapat telpon dari Nabila jika Kaynara berada di rumah sakit dia jatuh dari gedung kampus"ucap Kalvin serius
__ADS_1
"J...jatuh"ucap Nanda dengan mata berlinang
"Tenang dulu aku belum selesai jangan dulu panik"ucap Kalvin
"Bagaimana aku tidak panik anak ku terjatuh kamu malah santai saja kenapa tidak memberi tau ku dari awal"ucap Nanda berdiri
"Dengar kan aku dulu nanda"ucap Kalvin
"Aku sudah datang ke sana dan keadaan Kaynara membutuhkan donor darah aku sudah donor kan dan dia baik baik saja "ucap Kalvin
"Aku mau menjenguk nya"ucap Nanda menyeka air mata segera pergi Kalvin hanya menghembuskan nafasnya kasar segera mengejar nanda
Nanda berlari kecil menuju kamar inap Kaynara yg sudah di pindah kan ke kamar inap Kalvin hanya mengikuti dari belakang karna mengerti perasaan Nanda
"Nabila"ucap Nanda mendekat melihat Nabila yg duduk di kursi tunggu
"Bagaimana Kaynara"tanya Nanda sangat cemas rasanya dia tidak sanggup menahan tangisnya
"Di dalam tante belum sadar"ucap Nabila dan Nanda segera masuk
"Nabila bagaimana bisa Kaynara terjatuh"tanya Kalvin serius
"Aku harus jawab apa aku belum tau apa masalah Kaynara dengan pak Aldo sampai pak Aldo berani mendorong Kaynara sebaiknya aku bicara kan dulu pada Kaynara biarkan dia jujur"batin Nabila
"Mengambil sepeda nya om dan terpeleset"ucap Nabila
"Kaynara kadang kurang berhati-hati"ucap Kalvin
Nanda menatap Kaynara yg terbaring dengan sekantong darah dan infus kepala nya di perban ada beberapa luka di wajahnya entah kenapa Nanda menatap itu sangat gelisah sebelum melihat mata itu terbuka Nanda mendekati Kaynara memeluk nya erat menangis di bahu Kaynara
"Mama sangat terluka melihat kamu seperti ini"ucap Nanda sesegukan menyeka air matanya mata mengecupi dengan lembut wajah Kaynara
"Bangun sayang ayo tatap mama"lirih Nanda
"Nanda biarkan Kaynara beristirahat dengan tenang dia akan sadar*ucap Kalvin menenangkan istri nya
"Sampai kapan lihat apa yg terjadi pada Kaynara sampai dia seperti ini"ujar Nanda
"Iya aku tau tapi kamu seperti ini hanya menganggu waktu istirahat Kaynara saja"ucap Kalvin lalu memeluk Nanda yg menangis sesegukan
###
Setelah merasa lebih baik Nanda kembali ke kamar Kaynara,Nanda duduk di samping Kaynara yg masih belum juga sadar Nanda mengengam tangan itu menyenderkan kepalanya di bahu Kaynara sampai dia tertidur Kalvin pun membiarkan Nanda karna meski nanda di ajak pulang di otak nya hanya mengkhawatirkan Kaynara mencemaskan anak nya itu jadi Kalvin biarkan saja mana yg bisa membuat Nanda tenang
Kaynara mengerjabkan mata nya samar samar mendengar suara dering ponsel yg sangat Kaynara kenal Kaynara mengerak kan tangan yg di genggam erat Kaynara perlahan membuka mata yg dia lihat jam dinding pukul 06 :01 pagi Kaynara memperhatikan sekitar hanya putih dan melirik tangannya ada sekantong darah dan infus menandakan jika dia berada di rumah sakit
"Mama"Lirih Kaynara pelan karna dering posnel itu milik mama nya
"Mama"panggil Kaynara lagi membuat Nanda terkejut membuka mata dia tersenyum lebar
"Kay kamu baik baik saja kan sayang"ucap Nanda mencium tangan Kaynara dengan hangat
"Ponsel mama berisik aku mau tidur"lirih Kaynara membuat Nanda tersenyum menciumi wajah Kaynara dengan lembut
"Wajah ku sakit ma"keluh Kaynara
"Iya maaf sayang"ucap Nanda mengecup tangan Kaynara dengan sayang
"Ponsel nya di jawab berisik"ucap Kaynara
"Iya"ujar Nanda meneguk air putih lalu meraih ponselnya dari Lin
"Iya Lin ada apa"ucap Nanda di telpon
"Kak ada masalah di kantor ada virus yg menyerang komputer kantor kakak bisa ngak ke kantor sebentar"ucap Lin serius
"Lin anak ku baru aja sadar aku tidak bisa"tolak Nanda
"Kak perusahaan terancam bangkrut"ucap Lin serius
"Aku tidak peduli Lin yg aku penting kan anak ku"ucap Nanda memutuskan sambungan telepon Lin tidak berdaya
"Mama sendiri yg bilang tanggung jawab selalu harus di utamakan"ucap Kaynara pelan
"Mama tidak memikirkan hal lain jika menyangkut kamu Kay"ucap Nanda mengelus pipi Kay
"Ma pergi sana bantu tante Lin aku ngak suka seperti ini jika mama menghiraukan tanggung jawab mama menghiraukan penderitaan orang lain jika tidak punya pekerjaan "ucap Kaynara membuat Nanda tersadar
"Tapi Kay"ucap Nanda tidak rela meninggalkan anak nya yg baru saja sadar
"Ma udah aku baik baik saja"ujar Kaynara
__ADS_1
"Baik lah mama akan segera kembali nanti papa akan menemui mu"ucap Nanda mencium mata Kaynara lalu berlalu pergi