
"Di sini tidak akan ada yang mendengar! Hanya kita berdua di dalam mobil. Itu sebab nya aku berbicara Seperti itu." Jawab Ida menatap Deni yang sedang fokus menyetir.
"Kamu dengar yah! Kedekatan Pak Farhan dengan Dr Vina itu sudah sangat lama. jauh sebelum kamu kerja di Perusahaan! Jadi tidak mungkin Dr Vina menyukai Tuan muda!" ucap Deni menjelaskan pada Ida.
"Huff terserah kamu deh mau percaya atau enggak! tapi naluri wanita itu selalu benar." ucap Ida langsung.
"Huff payah kalau sudah wanita berbicara seperti ini!" ucap Deni.
Di kamar Laura tidak bisa meninggal kan Farhan. Namun tiba-tiba pintu kamar nya ada yang mengetuk pintu.
"Masuk saja!" ucap Laura dari dalam. Pintu langsung terbuka ternyata itu adalah Vina.
"Mbak Vina!" ucap Laura. Vina tersenyum tipis.
"Bagaimana keadaan Farhan?" tanya Vina.
"Seperti yang mbak lihat." ucap Laura.
"Apa dia sudah Makan?" tanya vina, Laura menggeleng kan kepala nya.
"Farhan! Kamu kenapa belum Makan?" tanya Vina.
Farhan menggeleng kan kepala nya.
"Kalau kamu tidak Makan kamu bisa sakit." ucap Vina.
Namun Farhan tetap diam saja.
"Aku Akan memberikan nya makan ketika dia sudah mau Makan. Mbak jangan khawatir." ucap Laura.
Vina menghela nafas. Dia mengelus tangan Farhan.
"Kamu yang ikhlas yah." ucap Vina.
Farhan tetap diam Saja.
"Aku mau pulang, Kamu baik-baik yah." ucap Vina.
"Saya permisi." ucap Vina pada Laura. Laura pun mengangguk.
Setelah itu Vina keluar. Dia juga pamit pada Bibik yang menanyakan keadaan Farhan.
Bibik melihat raut wajah Vina sangat lah kecewa dan tidak seperti biasanya.
Tiga hari kemudian Citra sudah kembali dari rumah sakit. Buat sementara Laura membawa nya ke rumah nya karena bingung mau membawa kemana.
Baru saja pulang kerja dia menjemput Citra dan pulang ke rumah.
"Sampai di rumah dia di sambut oleh Bibik.
"Bik ini adalah wanita yang aku ceritakan kemarin, Tolong jaga dia di sini yah, buat sementara ini dia akan tinggal di sini." ucap Laura.
__ADS_1
"Baik Non jangan khawatir." ucap Bibik.
"Bagaimana dengan mas Farhan?" tanya Laura.
"Pak Farhan tidak mau Makan Siang Non." ucap Bibik.
"Ya udah biar aku saja yah bik yang ngasih." ucap Laura.
Hari ini dia terpaksa meninggalkan Suami nya karena ada kerjaan yang sangat penting tidak bisa tinggal kan, namun sebelum berangkat dia memastikan suami nya mengijinkan.
Di berangkat pagi dan pulang sekitar jam dua siang.
Laura masuk ke kamar.
"Mas!" panggil Laura pada Farhan yang duduk di balkon sendirian sambil termenung.
Laura memeluk Farhan dari belakang.
"Kamu masih belum bisa ikhlas yah mas?" tanya Laura.
Farhan memegang tangan Laura yang memeluk nya dari belakang.
Farhan hanya diam Saja.
Laura menyalim tangan Farhan. Laura melihat Dan depan Farhan foto bu Tasi dan juga Pemantik.
"Sekarang aku sudah kehilangan orang yang paling aku cintai selama ini Ibu kandung ku mau pun buk Tasi. Ini sungguh sangat menyakitkan." ucap Farhan.
"Apa yang kamu rasakan di saat kehilangan Ayah kamu?" tanya Farhan.
Laura menoleh ke arah Farhan.
"Aku tidak menangis, aku tidak bisa mengatakan apapun Dunia seperti sangat gelap, badan ku Lemas." ucap Laura.
Farhan menatap Laura.
"Tiap orang datang mengatakan aku harus ikhlas dan aku harus sabar." ucap Laura.
"Tapi mereka tidak tau kalau kata ikhlas itu tidak ada, aku hanya terbiasa dan sudah semakin lama aku akhirnya mengiklas kan Ayah. Setelah aku ikhlas aku benar-benar bahagia dan tenang." ucap Laura.
"Tidak ada seorang pun yang ingin merasakan kehilangan namun ini sudah jadi bagian hidup kita. Di saat ada pertemuan dan ada juga perpisahan." ucap Laura.
"Aku bukan mengatakan kalau aku kuat. Aku adalah manusia yang sangat lemah kalau di hadap kan dengan perpisahan." ucap Laura.
"Kamu sendiri! Mau sampai kapan kamu seperti ini mas?" ucap Laura.
"Sudah tiga hari berlalu. Namun kamu tetap berlarut-larut di dalam kesedihan!" ucap Laura.
"Kamu harus bangkit Mas, kamu tidak boleh menyerah, buktikan kalau kamu bisa tampa Bu Tasi, kamu bukan anak manja yang selalu di manjakan oleh ibu nya." ucap Laura.
Farhan Menatap Laura.
__ADS_1
"Bu Tasi pasti sangat sedih melihat keadaan kamu yang sekarang!" ucap Laura.
"Kamu benar Laura! Tidak ada gunanya aku seperti ini!" ucap Farhan, Laura tersenyum.
"Ayo kamu pasti bisa bangkit lagi." ucap Laura.
Farhan tersenyum.
"Buk! Terimakasih selama ini ada untuk aku dan sudah merawat ku dari kecil. Ibu Sudah melebihi kasih sayang orang Tua kandung ku dan aku berjanji aku tidak akan sedih lagi." ucap Farhan.
Dia menahan tangis nya namun dia sangat mudah menangis. Setelah berbicara seperti itu Laura langsung memeluk nya.
"Kamu bisa mas, aku yakin pasti Bisa." ucap Laura menguatkan suami nya.
Di Sore hari nya Laura sedang melihat citra yang sedang istirahat di kamar nya.
Dia harus banyak istirahat agar sembuh total.
"Seandainya kamu tidak egois Citra! Kamu tidak akan mengalami cobaan yang sangat berat seperti ini!" ucap Laura dari kejauhan.
Dia pun kembali ke ruang tamu dia terkejut melihat suaminya turun dari atas.
"Mas Farhan!" ucap Laura. karena sudah Tiga hari Farhan tidak keluar dari kamar.
Farhan tersenyum.
Laura sangat senang. Dan Bibik yang melihat nya juga ikut tersenyum. Deni yang baru saja datang melihat Farhan keluar dia juga sangat senang.
"Akhirnya kamu mau keluar juga! Apa kamu tidak bosan hanya di kamar saja." ucap Laura. Farhan duduk di samping Laura.
"Makasih yah, karena kamu aku akhirnya bisa berfikir positif." ucap Farhan. Laura t tersenyum.
"Aku akan selalu di samping kamu!" ucap Laura. Farhan tersenyum dia mencium kening Laura.
"Maaf kan aku yah sudah merepotkan kamu. Aku janji tidak akan merepotkan kamu lagi." ucap Farhan. Laura tersenyum sambil mengangguk.
"Eh Deni! Kamu kapan datangnya?" tanya Laura.
Deni Tersenyum.
"Saya datang hanya memeriksa keadaan Tuan muda, saya juga membawa kan buah." ucap Deni.
"Silahkan duduk!" ucap Farhan. Deni mengangguk.
"Saya sudah memeriksa perusahaan semua nya baik-baik saja terimakasih sudah bisa menjaga kepercayaan saya." ucap Farhan.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***