Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Flashback on


__ADS_3

Sebenarnya bukan sepenuhnya kejadian yang menimpa Anang itu kesalahannya, tapi ini juga kesalahan Via, karena gak secara langsung ini merupakan jawaban dari doa - doa yang selalu Via panjatkan yang satu persatu dikabulkan Allah. Memang sudah menjadi menjadi kebiasaan dari kecil Via selalu puasa senin dan kamis, kebiasaan itu terus berlanjut sampai sekolah menengah pertama bahkan sampai sekarang, begitu juga sholat lima waktu dan sholat sunah lainnya, walaupun sepenuhnya belum hijrah karena sampai sekolah menengah atas Via masih belum memakai hijab. Salah satu doa yang Via panjatkan adalah Jika ada seseorang yang mencintainya maka orang itu akan selalu dan bersamanya dan jangan sampai melupakannya. Itu do'a yang Allah kabulkan saat ini dan sebenarnya do'a tersebut harus ada yang lanjutannya setelah kata mencintainya dan aku pun mencintainya. Bukannya Via gak mau bersyukur tapi ternyata ini jadi boomerang dalam hidupnya. InsyaAllah jika kita benar-benar menjalani kewajiban kita dan melaksanakan sunah-sunah-Nya, maka do'a kita itu cepat sampai kelangit dan Allah kabulkan. Begitu pun dengan Via yang sangat rajin beribadah, baik wajib maupun sunah. Puasa senin Kamis, puasa sunah rajab, puasa tahun baru muharram, dan lainnya. Selain sholat fardhu, sholat-sholat sunnah pun dia kerjakan, maka tidak heran doanya menembus langit tujuh. Malam hari Via terbiasa bangun jam 3 pagi untuk sholat tahajud, kecuali dia tidur terlalu malam sampai subuh kesiangan dan harus dibangunin tapi cuma beberapa kali saja itu terjadi masih bisa dihitung. Apabila jadwal puasa maka sesudah sholat Tahajjud sambil menunggu subuh dia melaksanakan sahur walaupun cuma minum air putih saja untuk cadangan makanan sampai sore harinya. Mengaji walaupun satu ayat atau dua ayat Via lakukan secara istiqomah setiap harinya, kecuali dia halangan. Itu Via lakukan bertahun-tahun, sehingga sudah banyak do'a-do'a yang dipanjatkan dan terkabul. Keluarganya memang bukan orang pintar dalam agama tapi keluarganya selalu menjalankan kewajibanNya dan menjauhi, laranganNya. Bahkan baru satu atau dua orang saja keluarganya yang memakai hijab, termasuk Via belum berhijab. Via tumbuh di keluarga yang religinya biasa saja tapi sangat menyanjung norma-norma agama dan kesopanan, maka tidak heran dia anak yang tidak terjerumus pergaulan bebas dan sangat menghormati orang yang lebih tau, sopan santunnya sangat baik, sehingga orang disekitarnya pun banyak yang menyukainya, walaupun dia yang terlahir sebagai bungsu dari empat saudara sifatnya agak manja dan sedikit egois. Tapi itu semua bisa diredam karena Via sadar dia hidup bukan dengan orang tuanya tapi dengan kakaknya. Dari sini pelajaran hidup banyak dipetik, bangun pagi, membantu kakaknya sehingga membentuk pribadi yang mandiri sampai sekarang. Bahkan karena mandirinya untuk mendapatkan uang tambahan dari sekolah menengah dia berjualan makanan sepulang sekolah,setiap pulang sekolah kebetulan melewati pasar sehingga dia bisa berbelanja dulu apa yang dia butuhkan untuk berjualan, selesai berbelanja pulang makan siang dan mulai mengolah makanan yang akan dia jual, kacang rebus, rujak buah, bihun sambal kacang, kerupuk sambal kacang dan minuman yang sudah dimasukkan kedalam kulkas dari kemarin sore. Itu semua dia lakukan dengan senang hati maka dia gak merasa lelah dan selalu semangat menjalani nya. Tapi seiring berjalannya waktu dia yang mulai melanjutkan sekolah menengah atas tidak bisa meneruskan jualannya karena kesibukan dan jarak yang lumayan jauh sehingga waktunya terbatas. Via memang anak yang mandiri diusianya yang sekarang sudah bisa memasak dan masakanya pun banyak yang menyukai.


__ADS_2