
Gavin sangat pusing yg terjadi jika sampai orang tuanya tau jika Gavin sudah menikah dan lebih parah nya lagi istri nya bukan lah wanita baik baik habis sudah Gavin hilang sudah harga diri nya apa lagi sekarang Gavin menerima kenyataan akibat perbuatan kotor istri nya tengah hamil membuat Gavin sangat frutasi
"Hei jangan frutasi seperti itu"ujar Elis membelai wajah Gavin yg menyetir Gavin menghentikan mobilnya
"Bagaimana aku bisa tenang jika orang tua ku tau yg terjadi hancur sudah nama baik dan martabat keluarga ku bisa aja aku bisa di bunuh oleh papa ku"ujar Gavin mengusap wajahnya kasar
"Tenang"ujar Elis
"Aku punya solusi nya"ujar Elis serius
"Apa"ujar Gavin menatap Elis
"Kita aborsi anak itu beres kan"ujar Elis
"Gila kamu"ujar Gavin
"Setelah kita aborsi kamu bisa menceraikan Erin dengan tuduhan perselingkuhan "ujar Elis serius
"Tapi jika bidan Aborsi itu menyebarkan berita itu bagaimana "ujar Gavin
"Kita tidak perlu mendatangi bidan itu kita hanya perlu memberi Erin obat yg bisa mengugurkan kandungan nya"ujar Elis
"Tapi masak kita harus korbankan anak itu"ujar Gavin ragu
"Hei dengar kan Erin sudah menghalangi cinta kita kamu mau kita seperti ini terus lagian Erin bukan wanita baik baik dia wanita licik aku takut dia memanfaatkan anak itu nanti "ujar Elis mengusap wajah Gavin
###
"Kay kami pamit pulang ya"ujar Nabila berdiri
"Iya kak pulang dulu"ujar Arin tersenyum
"Iya "ujar Kaynara kedua nya segera pergi Kaynara mendekati Erin yg dari tadi menunduk dan duduk
"Sebenarnya mau kamu itu apa sudah menjebak kak Gavin dan hamil bersama pria lain kamu mau kekayaan tapi tidak mendapatkan itu"ujar Kaynara melipat tangannya
"Maaf kan aku sungguh aku hanya tidur dengan tuan Gavin pada malam itu aku tidak pernah sekali pun tidur dengan pria mana pun"ujar Erin menuduk
"Ck menjijikkan sekali kamu ini tidur sembarang wanita"ujar Kaynara berlalu pergi Erin melangkah menuju kamar nya
🌙🌙🌙
Gavin sudah memutuskan dengan sangat baik jika dia mengikuti saran dari Elis jika akan mengugur kan anak itu ,Gavin membeli obat setelah itu dia menuju pulang bersama Elis
"Ck di mana kamar nya aku tidak tau "gumam Gavin kebingungan mencari kamar Erin di bantu dengan Elis
"Seperti nya ini"ujar Elis lalu mengetuk pintu beberapa kali
Cklek
"Benar kan"ujar Gavin lalu masuk bersama Elis
"Kalian mau apa"tanya Erin takut
"Mengugurkan anak itu"ujar Gavin
"Tidak jangan"ujar Erin ingin keluar dari kamar Elis dengan cepat mengunci pintu itu
"Jangan apa nya anak haram itu harus segera di musnah kan"ujar Elis memegang tangan Erin
"Tuan Gavin jangan lakukan nanti kamu menyesal"ujar Erin menggeleng
"Menyesal apa hah anak ini sama seperti mu tidak tau asal usul dan menjijikan"ujar Gavin mengambil obat nya
"Aku tidak mau lepaskan aku"teriak Erin ,Gavin memegang dagu Erin lalu memasukkan obat itu menuang kan air putih dengan paksa Erin menggeleng dengan keras tapi Gavin membekap mulut itu sehingga memaksa Erin menelan nya
"Tuan Gavin sangat kejam"lirih Erin meneteskan air mata
Plak
"Kamu yg sangat licik"bentak Gavin memukul Erin
"Aku jijik menatap mu kamu mengerti semoga kamu musnah bersama anak ini"ujar Gavin mendorong Erin lalu berlalu pergi bersama Elis
"Biar aku antar kamu pulang "ujar Gavin segera pergi bersama Elis
####
☀️☀️☀️
Gavin bangun sangat pagi mau melihat hasil dari yg dia lakukan semalam terhadap Erin setelah rapi dengan setelan kantor nya Gavin segera turun memeriksa keadaan Erin
Tok tok
"Erin ayo keluar"ujar Gavin mengetuk pintu
__ADS_1
Brak brak
"Erin jangan buat aku marah"teriak Gavin tapi tidak ada sahutan
Brak
Gavin tidak sabar di mendobrak pintu secara paksa lalu masuk melihat Erin bersandar di dinding posisi kaki nya di tekuk sedangkan di lantai ada darah serta kaki nya seperti nya obat itu bereaksi dengan bagus
"Bagus akhirnya anak itu musnah juga"ujar Gavin tersenyum puas memasang borgol di tangan Erin
"Ayo ikut dengan ku"ujar Gavin datar
"Tuan Gavin tolong aku sakit sekali aku tidak mampu bergerak sakit"lirih Erin kesakitan
"Aku ngak peduli"ujar Gavin menyeret Erin dengan terpaksa Erin berdiri tertatih kadang terjatuh menahan sakit
"Kak dia kenapa"tanya Kaynara mendekat kakak nya yg ingin membawa Erin ke lantai atas
"Mau aku kurung nanti dia kabur melapor kan aku karna memberi nya obat penggugur kehamilan"ujar Gavin santai
"Apa"ujar Kaynara tidak percaya
"Kak setidaknya bawa ke rumah sakit lihat lah kondisi nya"ujar Kaynara mendekat
"Biarin aja Kay"ujar Gavin
"Gila ya"ujar Kaynara mendekati Erin berlega di Kedua bahu Kaynara karna sangat lemah Kaynara menatap jidat Erin yg berkeringat pandangan nya terpaku melihat pelipis Erin yg membekas sampai Erin menatap mata itu
"Tolong aku sakit"ujar Erin lirih
"Udah ayo"ujar Gavin menarik Erin lagi Kaynara tetap membeku di tempat setelah sadar Kaynara menuju kamar Erin mencari semua barang Erin sampai Kaynara menemukan sebuah foto di laci kecil itu Kaynara melihat nya itu foto orang tua Erin lalu Kaynara membuka belakang bingkai itu dan benar itu ada foto lagi di balik foto orang tua Erin Kaynara mengambil nya melihat dua bocah dengan tersenyum Kaynara sampai menjatuhkan foto itu lalu berlutut mengambil nya lagi setelah itu lari menuju kamar Gavin
"Kay jaga dia"ujar Gavin memborgol tangan dan kaki Erin yg sudah lemah setelah mengatakan itu Gavin pergi
"Aku aku"Kaynara mengusap wajah nya kasar memukul udara lalu Kaynara mengeluarkan ponselnya
"Hallo Nabila"ujar Kaynara
"Iya Kay ada apa aku lagi perjalanan menuju kampus apa kamu mau bareng"ujar Nabila di sebrang telpon
"Nabila aku harus bagaimana aku aku"ujar Kaynara mondar mandir
"Tenang Kay ada apa"ujar Nabila menghentikan mobilnya
"Kak Gavin memberi Erin obat penggugur kehamilan dia pendarahan tapi kak Gavin tidak mau menuju rumah sakit aku takut dia mati"ujar Kaynara takut
Dokter memeriksa keadaan Erin yg sangat memprihatikan karna tidak mau membawa ke rumah sakit jadi Nabila dan Kaynara membeli beberapa alat rumah sakit dan stok darah karna Erin membutuhkan itu sehingga kedua nya mengeluarkan uang banyak
"Dok bagaimana keadaan nya"tanya Nabila
"Dia mengalami keguguran tapi dia baik baik saja hanya saja jangan dibiarkan beraktivitas berat sampai dia benar merasa sembuh "ujar dokter
"Huh tapi dia baik kan dok"ujar Nabila lega
"Iya nona nanti saya akan berkunjung jika dia sudah sadar"ujar dokter itu lalu permisi pergi
"Tunggu tadi kamu merasa takut hhmm seorang Kay bisa takut juga"goda Nabila membuat dia dapat pukulan mendadak dari Kaynara
"Sialan"kesal Kaynara
"Ngak nyangka ya kak Gavin sekejam itu ya aku mengerti jika dia membunuh anak itu wajar karna beberapa alasan tapi membiarkan nya seperti ini sama saja membunuh nya dengan perlahan"ujar Nabila kasihan
"Makan nya aku tidak mau Kakak ku jadi pembunuh"ujar Kaynara cepat
"Baik lah aku pergi dulu telat sudah ke kampus nya"ujar Nabila
"Ehh tunggu aku ikut"ujar Kaynara ikut keluar tapi Kaynara memerintah kan salah satu pelayan untuk berjaga di kamar itu mengawasi Erin
####
Kaynara mendapat kabar jika Erin sudah sadar dan Nabila menelpon dokter itu menyuruh nya memeriksa sedangkan Kaynara dan Nabila masih punya kelas mereka harus selesai kan
"Kay udah selesai"ujar Nabila berjalan beriringan bersama Kaynara
"Udah nih "ujar Kaynara masuk mobil Nabila lalu Nabila melaju kan mobil nya.Saat sampai di rumah Adiwinata kebetulan dokter itu ingin pulang sehingga dokter itu menunggu
"Dok bagaimana keadaan nya"tanya Nabila mendekat
"Biarkan istirahat saya sudah jelas kan pada pasien apa saja yg tidak boleh dia lakukan serta harus makan apa saja"ujar dokter
"Baik terimakasih dok"ujar Nabila lalu mereka masuk ke rumah dokter itu segera pergi
"Nabila kamu tunggu di kamar kak Gavin aku ambil laptop ku dulu"ujar Kaynara menuju kamar nya sedang kan Nabila masuk ke kamar Gavin
"Apa ujar dia lakukan "tanya Nabila
__ADS_1
"Dokter menyuruh memberi makan nona biar energi nya stabil "ujar pelayan membuat Nabila mengerti dan duduk tidak lama Kaynara datang
"Nona kami permisi tugas kami sudah selesai apa nona mau saya buat kan makanan "tanya Bik semia
"Tidak usah tadi aku sudah makan bersama Nabila"ujar Kaynara lalu duduk dan menoleh pada Erin yg kembali memejamkan matanya
"Ada apa Kay"tanya Nabila serius Kaynara terdiam membuka laptop nya
"Aku merasa Erin ini tidak bersalah"ujar Kaynara serius
"Maksud mu"ujar Nabila mulai serius
"Aku aku Aku"bibir Kaynara keluh terucap
"Kay ada apa"ujar Nabila penasaran Kaynara berdiri lagi belum siap menceritakan sesuatu pada Nabila dia berdiri dan berlalu
"Nih anak kenapa"ujar Nabila heran tidak lama Kaynara kembali masuk mengambil laptopnya duduk di samping Erin
"Apa kah kamu "ujar Kaynara tertahan
"Erin Nagaswara "ujar Kaynara tertahan Nabila tidak mengerti maksud Kaynara lalu dia melihat pergerakan Erin dia duduk bersender di kepala ranjang dengan wajah pucat
"Kamu berubah"ujar Erin lirih mata nya berair Erin menyeka air mata itu dengan kasar
"Kamu berubah hanya membiarkan aku yg lemah sendiri"ujar Erin lagi Kaynara berdiri memalingkan wajahnya
"Aku tidak mengenal Kaynara lagi aku tidak tau dia mati di mana"lirih Erin sesegukan
"Kay dia siapa"ujar Nabila penasaran
"Aku teman nya yg dulu anak yg susah nangkap pelajaran anak yg sering di contek kan oleh seorang Kaynara Ayunda Sky aku anak yg pernah membuatnya berkasus karna mendorong dari tangga padahal bukan lah salah nya"lirih Erin menangis
"Aku tau dia melupakan aku"lirih Erin lagi
"Aku tidak mengenal mu"ujar Kaynara mengambil laptopnya dan berlalu pergi
"Benar kan aku kehilangan nya mana Kaynara yg sama sama lemah bersama ku"ujar Erin menghentikan langkah Kaynara
"Aku benar melihat sisi beda Kaynara haha ternyata "ejek Nabila membuat Kaynara membalikkan tumbuh menatap tajam Nabila
"Seorang Kaynara butuh di tabur garam supaya dia mampu menghadapi semuanya"ejek Nabila membuat Kaynara kesal melempar laptop itu tapi dia urungkan lalu kembali mendekat
"Kamu kenapa saat itu pergi apa takut pada ku apa papa ku mengancam untuk menjauhi ku"ujar Kaynara serius
"Tidak lama dari kasus itu orang tua ku mengalami kecelakaan dan meninggal aku terpaksa harus pindah tinggal dengan om Dirly "jelas Erin jika mengingat itu dia merasakan kesedihan teramat dalam
"Aku tidak ingin lagi mengingat masalah lalu ku"ujar Kaynara datar lalu membuka laptop nya
"Siapa pria yg bersama mu apa benar dia adalah Arif kakak nya Elis"tanya Kaynara serius
"Nama nya betul Arif"ujar Erin
"Tapi"ujar Erin takut
"Tapi apa cepat katakan"ujar Kaynara
"Dia bukan lah kakak nya kak Elis"ujar Erin
"Maksud mu"ujar Kaynara penasaran
"Arif itu calon suami kak Elis saat mereka selesai bertunangan perusahaan Arif mengalami kebangkrutan yg membuat nya kehilangan semuanya "Jelas Erin
"Wah kurnag ajar berarti dia berusaha menipu kak Gavin dan memoroti kak Gavin"ujar Nabila
"Kamu kenal mereka"tanya Kaynara menunjuk foto orang yg maling di rumah nya
"Mereka om Dirly dan tante Sonia"ujar Erin
"Coba aku tanya satu hal apa tujuan mu menjebak kak Gavin"ujar Kaynara serius
"Aku tidak menjebak nya"ujar Erin
"Saat malam itu aku di suruh memberi tuan Gavin minum aku memberikan nya dan aku tidak tau kenapa tiba-tiba tuan Gavin pusing jadi aku menawarkan untuk menginap dan mengantar ke kamar tamu saat aku keluar aku di paksa mereka meminum yg aku tidak mengerti minuman apa dan aku didorong pada tuan Gavin dan di kunci bersama nya sehingga malam itu terjadi "ujar Erin serius jika mengingat penyebab kehidupan nya hancur karna malam itu
"Tunggu jangan bilang anak yg kamu kandung anak nya kak Gavin"ujar Kaynara serius Erin tersenyum tipis
"Jika aku mengatakan anak orang bagaimana"ujar Erin
"Tutup mulut mu kamu tidak akan melakukan itu"ujar Kaynara cepat
"Serius dong"ujar Nabila
"Iya benar tuan Gavin membunuh darah daging nya sendiri aku tidak akan semurah itu tidur sembarang pria aku tau kehormatan ku"ujar Erin
"Kenapa tidak memberi tau ku"ujar Kaynara berdiri
__ADS_1
"Aku merasa di saat kamu merasakan semua orang tidak percaya pada mu saat mendorong ku dan sekarang sejak orang tua ku meninggal aku harus tinggal dengan om ku setiap apa yg mereka buat kesalahan pasti aku yg jadi korban mereka selalu menyudutkan aku semua orang tidak pernah percaya pada ku mereka membuat seakan aku orang yg licik dan jahat kamu pun tidak percaya akan kebenaran dari pada menambah masalah lebih baik aku diam biarkan semua orang menilai ku buruk"ujar Erin dia sedih dengan kehidupan nya tapi mau bagaimana itu lah takdirnya