
Kalvin sudah mulai membaik kesehatan nya juga berangsur pulih Kalvin juga mulai dengan penyelidikan nya bertanya informasi apa yg Amel dapat Amel hanya memberikan kronologi Nanda di culik selebihnya Amel tidak bisa menjelaskan karna dalam setahun mencari Nanda Aron belum menghubungi sama sekali memang begitu dalam Aron menjalankan tugas dia akan memberikan hasilnya Amel tidak keberatan masalah itu.Karna hilang nya Nanda banyak para wanita yg berusaha mengantikan Nanda menjadi istri Kalvin dan ibu nya Gavin tapi Gavin dan Kalvin tetap ingin Nanda menjadi wanita mereka Kalvin pun menolak secara halus mereka semua karna Kalvin mau pokus mencari Nanda
"Papa Gavin mau ikut cari mama"ujar Gavin menarik baju Kalvin yg mau pergi mencari keberadaan Nanda
"Gavin kan harus sekolah ayo sini papa antar"ucap Kalvin menggendong Gavin
"Kalvin biar aku saja menggendong Gavin biar aku mengatur nya"ujar Welly mendekat
"Tidak perlu Gavin tidak terbiasa dengan orang baru"ujar Kalvin masuk mobil
"Susah banget sih menarik perhatian Kalvin"kesal Welly menatap mobil itu pergi
"Pa apa mama ninggalin kita kenapa mama ngak kembali Gavin sangat merindukan mama"ujar Gavin sedih
"Gavin ada orang jahat yg berusaha memisahkan kita papa pun belum tau keberadaan mama tapi papa tidak akan menyerah terus mencari keberadaan mama kamu"ujar Kalvin pokus dengan jalanan
"Gavin mau cepat tumbuh besar biar bantu papa cari mama"ucap Gavin serius membuat Kalvin mengusap kepala Gavin .Saat sampai sekolah Kalvin menggendong Gavin masuk ke gerbang tempat Dewi menunggu karna Dewi lah yg menunggu Gavin karna dia juga menunggu Nugi
"Dewi titip Gavin ya"ucap Kalvin menurun kan Gavin
"Tentu saja jangan khawatir kan Gavin"ucap Dewi tersenyum
"Gavin jangan nakal ya papa mau cari mama dulu"ucap Kalvin mencium wajah Gavin lalu pergi Gavin melambaikan tangannya pada papa nya yg mulai masuk mobil dan pergi
"Aku harus menemukan Nanda secepatnya "ujar Kalvin menyebar anak buah nya
###
Nanda menatap bocah 5 tahun itu yg menggambar di samping ruangan kaca nya itu lah anak nya yg sekarang menginjak umur 5 tahun tapi Nanda belum bisa mampu menyentuh anak nya itu karna mereka memang memisahkan ibu dan anak itu Nanda bicara pada anak nya melalui gerakan bibir dengan kaca transparan besar itu Nanda kadang pilu menatap anak nya seperti itu masa kecil nya tidak lah baik Nanda berharap Kalvin bisa menemukan mereka dan Daren dengan bisa membebaskan mereka
"Kaynara"ucap Daren membuka pintu itu bocah itu mendongak lalu berlari memeluk Daren
"Om Daren"ujar nya senang
"Apa yg om bawa"tanya nya tersenyum Daren meletakkan kue itu
"Hari ini genap usia mu 5 tahun selamat ya Kaynara"ujar Daren duduk
"terimakasih om apa boleh aku memakan nya"ujar Kaynara antusias Daren sering membawa kan nya kue karna Kaynara sangat menyukai kue
"Boleh dong "ujar Daren lalu Kaynara memakan dengan lahap Nanda tersenyum menatap Kaynara sama seperti nya sangat suka memakan kue.Kaynara mengambil sepotong lalu mendekati arah kaca mama nya
"Mama mau"ujar Kaynara tersenyum Nanda menyentuh wajah Kaynara yg di halangi kaca besar itu Nanda membuka mulut nya menunjuk Kaynara untuk memakan nya Kaynara tersenyum melahapnya dengan senang tanpa sadar air mata Nanda terjatuh ingin sekali menyuapi anak nya itu Daren menyeka air mata itu haru dengan Nanda apa lagi anak nya itu nasip nya tidak baik baik saja tapi Daren bisa apa
"Om kenapa aku ngak boleh ketemu sama mama"ujar Kaynara membersihkan tangannya
"Kaynara mau ketemu sama mama"ujar Daren duduk di dekat Kaynara
"Mau banget apa boleh om"ujar Kaynara kegirangan
"Boleh dong"ujar Daren tersenyum
"Ye terimakasih om"ujar Kaynara mencium pipi Daren kegirangan
"Ayo"ucap Daren mengandeng Kaynara
"Daren kamu mau bawa kemana anak ku"teriak Nanda memukul kaca itu tapi nihil tidak ada yg mendengarkan nya Nanda masih cemas kehilangan anak nya tapi dia kaget saat Daren membuka pintu
"Mama"ucap Kaynara tersenyum lebar Nanda merentangkan tangannya dan Kaynara hanya berlari memeluk mama nya dengan erat
"Akhirnya aku bisa memeluk mama"ujar Kaynara senang Nanda menyentuh wajah anak nya gemetar sungguh miris kehidupan mereka Nanda menciumi wajah anak perempuan nya memeluk nya lagi dengan erat
"Mama sangat menyayangi mu "ucap Nanda menciumi wajah anak nya tetap memeluk erat Daren membiarkan mereka dan pergi
"Apa kamu mendapatkan informasi"bisik Daren pada Aron yg berjaga di kamar Kaynara karna selama ini Aron berhasil mendesak Daren dan menjaga anak Nanda hampir 2 tahun Aron memantau pergerakan Aldo
"Aku penasaran dengan ruangan itu kenapa banyak dokter yg masuk serta di jaga sangat ketat itu juga ruangan yg sering Aldo masuki"bisik Aron
"Aku akan mencari tau nanti kita harus tetap hati hati jangan sampai membahayakan kedua nya"bisik Daren di angguki Aron
"Mama aku sangat menyayangi mama sayang ku seperti bintang di langit tidak bisa di hitung "ucap Kaynara tersenyum mencium pipi Nanda membuat Nanda terharu
"Mama pun sangat menyayangi Kaynara seperti tetesan hujan"ujar Nanda tersenyum mencium pipi Kaynara mereka berpelukan dengan sangat erat hati Nanda merasa menghangat memeluk anak nya terasa semua masalah dan beban Nanda hilang seketika
"Kaynara ayo kamu harus kembali"ujar Daren masuk
"Daren sebentar lagi"pinta Nanda
"Aku tidak bisa Nanda gerakan Kaynara di sini terbatas"ujar Daren
"Tidak apa ma besok aku ke sini lagi"ujar Kaynara mencium pipi Nanda
"Baik lah mama tidak sabar menunggu hari esok"ujar Nanda tersenyum mencium kedua mata Kaynara
__ADS_1
"Lagi ma"ujar Kaynara tersenyum manis Nanda mencium kedua mata anak nya lagi dan tertawa geli
"Hati ku sangat senang"ujar Kaynara tersenyum lalu mereka keluar dari sana
"Kaynara bentar ya "ujar Daren mengeluarkan ponselnya ada pesan dari Karina setelah 5 tahun terpisah kenapa Karina memberi pesan dan mengajak bertemu
"Itu apa ya"ujar Kaynara penasaran dia berlari sedikit penasaran dengan benda-benda yg ada di ruangan itu
Brak
"Aghh om sakit "teriak Kaynara saat cairan kimia yg di bawah itu tumbuh mengenai lengan Kaynara hingga melepuh
"Anak sialan"bentak Aldo marah melihat cairan itu tumbuh
Plak plak
"Aldo"ujar Daren lari menggendong Kaynara yg malah di pukul oleh Aldo
"Jaga dia dengan baik"bentak Aldo marah
"Hiks hiks om tangan ku sakit hiks hiks"Isak Kaynara memeluk leher Daren
"Kamu tidak boleh memukul nya seperti itu"ujar Daren kesal membawa Kaynara ke kamar nya Nanda melihat wajah Daren yg panik setelah itu ada seseorang yg akrab dengan Nanda yg sering memperhatikan Nanda membawa kotak obat
"Tangannya terbakar"ucap Daren cemas
"Om sakit hiks hiks "isak Kaynara
"Kaynara kamu anak yg kuat tahan ya om ini akan mengobati mu"ujar Daren
"Daren anak ku kenapa"teriak Nanda memukul kaca itu
"Aghhh om sakit hiks hiks sakit om"teriak Kaynara menangis sampai dia mengigit baju Daren karna rasa sakit itu
"Daren anak ku kenapa"teriak Nanda sangat khawatir
"Tidak apa kok Kaynara kan kuat Kaynara harus kuat ya tidak apa"ujar Daren menyeka air mata Kaynara yg sesegukan
"S...sakit om"ujar Kaynara sesegukan menunjuk kan tangannya pada Daren yg sudah di perban Aron
"Kurang ajar dia"ujar Aron marah ingin beranjak tapi Daren mencegahnya
"Kamu ingin menghancurkan rencana kita"ujar Daren serius
"Ya silahkan jika kamu mau mati semua memakai senjata kamu bisa mati dengan konyol "ujar Daren lalu menggendong Kaynara
"Om mama"lirih Kaynara menatap mama nya yg menangis Daren berdiri dengan memeluk Kaynara menuju kamar Nanda
"Sayang"ucap Nanda menggendong Kaynara
"Tenang ya sayang ini akan hilang sakit nya"ujar Nanda mencium kening Kaynara
"Mama kenapa rasanya sama saat tangan ku sakit di sini tapi saat melihat mama menangis sakit nya di sini"tunjuk Kaynara di dadanya Nanda memeluk anak nya itu
"Ini akan hilang sakit ya Kaynara tahan ya Kaynara harus jadi anak yg kuat"ujar Nanda mencium mata anak nya
"Kaynara hari ini sama mama dulu ya om mau pulang sebentar"ujar Daren berlalu
"Iya om"ujar Kaynara memeluk Nanda
"Ayo sini sayang"ujar Nanda mengajak Kaynara berbaring memeluk anak nya dengan erat
Daren bertemu Karina di sebuah kafe tapi anak buah Aldo memperhatikan Daren dari jauh karna takut nanti Daren berkhianat jadi Daren tidak punya kesempatan berkhianat
"Apa kabar mu"tanya Daren menyeduh kopi itu
"Tidak baik"ujar Karina
"Aku mau di jodohkan oleh mama"ujar Karina serius menatap Daren
"Lalu"ujar Daren,Karina tersenyum getir
"Aku masih sangat mencintai mu ya aku tau jawaban mu apa terlalu memalukan apa tapi aku tidak bisa hidup tanpamu apa aku mampu bersandiwara seumur hidup "ujar Karina
"Jika kamu ingin membantu seseorang tapi kamu terdesak oleh urusan sendiri kamu akan memilih kebahagiaan mu atau keselamatan orang lain"tanya Daren serius
"Apa maksudmu"ucap Karina
"Aku hanya bertanya"ujar Daren serius lalu melirik bodyguard itu
"Aku sangat mencintaimu nyawa ku pun akan aku berikan aku sakit mendengar ini aku akan mengambil keputusan "ujar Daren lalu ponsel Daren berdering itu pesan dari Aron setelah Daren melihat nya dan mematikan nya setelah mengirimkan pesan
"Aku mencintaimu "ujar Daren memeluk Karina erat yg tidak bisa di mengerti oleh Karina
__ADS_1
"Nanda"bisik Daren membuat Karina kaget
"Maksud mu Nanda"ucap Karina kaget Daren menutup mulut Karina dan menoleh melihat tatapan para bodyguard itu
"Kurang ajar dia"ujar nya mendekat lalu melintir tangan Daren
"Hei lepas kan aku"teriak Daren kesakitan
"Ada apa ini"ucap Karian kaget
"Jangan ikut campur nona saya polisi untuk menangkap Daren atas kejahatan nya"ucap nya membawa Daren pergi Karina binggun dengan keadaan nya
####
Berita Daren jadi menyebar jika dia adalah orang yg cabul dan breksek pernah membunuh beberapa orang dan yg lebih semua orang terkejut hilang nya Nanda karna Daren seketika karir Daren hancur dia telah terjebak
"Kamu kira aku bodoh Daren kamu berkhianat kamu pikir aku tidak tau"ucap Aldo sinis lalu pergi Daren menarik rambut nya frutasi kenapa bisa secepat ini Aldo mengetahui nya
Bugh
"Di mana Nanda"ucap Kalvin menonjok Daren membuat Daren terjatuh
"Kata kan atau aku akan membunuh mu"teriak Kalvin marah mencekik Daren
"Tuan sabar tuan"ujar polisi menarik Kalvin
"Bukan aku pelaku nya Kalvin aku di jebak"ujar Daren
"Jika begitu kata kan di mana Nanda"ucap Kalvin marah
"Aku tidak bisa mengatakan nya"ucap Daren karna jika sampai daren membocorkan tempat itu maka seketika Aldo akan menembak Nanda dan anak nya
Bugh
"Bajingan "ujar Kalvin murka memukuli Daren
"Tuan tenang lah"ujar polisi Kalvin pergi dengan emosi
"Kurang ajar Daren ternyata dia pelaku nya akan ku cari tahu dia kemana saja"ucap Kalvin mengeluar kan posnel nya
"Kalvin"panggil seseorang Kalvin menoleh
"Nanda"ucap Kalvin lalu perempuan itu memeluk Kalvin dengan erat
"Aku sangat merindukanmu Nanda"lirih Kalvin tapi terasa aneh
"Aku juga"ujar Nanda datar
"Kamu baik baik saja"ujar Kalvin menangkup wajah Nanda
"iya Daren menculik ku selama ini"ujar nya tersenyum
"Gavin akan senang keluarga kita akan senang "ujar Kalvin memeluk Nanda lagi lalu mengajak Nanda pulang
"Gavin Gavin lihat mama sudah pulang "teriak Kalvin masuk semua berdiri menatap Kalvin dan Nanda
"Mama"teriak Gavin melepaskan ponselnya dan lari memeluk Nanda dengan keras saking rindu nya Gavin dengan perempuan itu
"Jauh jauh kamu menyakiti ku"ucap Nanda melepaskan pelukan Gavin
"Mama aku merindukan mama"ujar Gavin sedih
"Gavin biarkan dulu mama istirahat ya"ujar Landa menghibur
"Iya nek"ucap Gavin sedih
"Lin"panggil Amel karna sejak Kalvin sadar mereka tinggal bersama
"Iya ibu Amel"ujar Lin
"Apa Aron sudah pulang atau Aron menghubungi mu"tanya Amel
"Tidak ibu Amel karna sejak aku hamil dia pergi dan belum pulang"ujar Lin karna beberapa tahun yg lalu Amel memutuskan menikah kan Aron dan Lin dan sekarang mereka sudah mempunyai anak perempuan di beri nama Arin
"Kepulangan Nanda aku merasa ada yg ganjal apa Aron tidak becus menjalankan tugas sehingga Nanda pulang dia belum pulang"ujar Amel
"Aku jadi khawatir "ujar Lin cemas
"Udah mungkin Aron belum berhasil menemukan informasi nanti kirim pesan pada Aron jika Nanda sudah kembali seharusnya kita bahagia karna Nanda sudah kembali "ucap Landa
"Iya benar apa kata momy ibu Amel urusan mas Aron nanti biar aku kirim pesan pada nya sekarang kita harus bersyukur kak Nanda sudah kembali "ujar Lin meski dia khawatir dengan Aron
"Tapi kenapa mama seperti itu pada ku dia tidak mau memeluk ku apa dia tidak menyayagi aku lagi "ujar Gavin sedih
__ADS_1
"Ngak dong mungkin mama masih capek tunggu besok deh aku yakin mama akan memeluk Gavin karna merindukan Gavin"ucap Landa mengelus kepala Gavin yg makin tumbuh besar