
Kalvin mengemudi dengan kecepatan cukup tinggi seakan memang takut Nnada kenapa kenapa padahal Nanda hanya berangkat kerja tapi entah kenapa jika Nanda kenal dengan Aldo membuat perasaan Kalvin tidak tenang apa lagi mengingat isi pesan semalam jika pembicara mereka belum selesai membuat Kalvin sangat gelisah.Kalvin keluar dari mobil nya melihat tidak ada mobil Nanda , Kalvin segera lari siapa tau tadi ibu Amel menjemput nya
"Ibu Amel Nanda di mana"tanya Kalvin membuka pintu ruangan Nanda yg hanya ada Ibu Amel terlihat
"Dia datang sedikit telat mau ketemu sama teman nya kata nya"ucap Amel
"Kemarin dia kemana"tanya Kalvin menyelidik
"Saya suruh melihat syuting iklan"ucap Amel
, Kalvin kurang puas dia segera lari lagi menuju mobil nya menelpon anak buah nya untuk mencari keberadaan Nanda dengan cepat mereka menyebar hanya sekedar Nanda di mana
"Aku harus tau apa yg Aldo bicara kan"ucap Kalvin melaju kan mobil nya tidak lama anak buah Kalvin menghubungi Kalvin mengatakan jika Nanda bicara dengan seseorang di taman kota dengan cepat Kalvin meluncur
"Apa waktu selama ini tidak membuat Nanda jujur pada ku ada apa sebenarnya"kesal Kalvin mengemudi kesetanan
"Breksek "geram Kalvin keluar dari mobil melihat Nanda bicara serius dengan pria bernama Aldo itu
"Nanda"ucap Kalvin dengan marah Nanda berdiri dan menoleh kaget dengan kehadiran Kalvin
Bugh
Replek Nanda memalingkan wajahnya saat Kalvin mengayunkan tinju nya tapi ternyata yg Kalvin pukul bukan Nanda melainkan Aldo
"Apa maksudmu hah mendekati istri saya"bentak Kalvin mengcengkram baju pria itu yg hanya tersenyum tipis
"Breksek "teriak Kalvin memukul nya lagi
"Kalvin hentikan "ucap Nanda menarik tangan Kalvin
"Apa maksudmu memukul Aldo"ucap Nanda kesal
"Ho ya ampun akrap sekali kamu memanggil nya Aldo"ucap Kalvin mengusap wajahnya kasar
"Nan sudah ngak papa"ucap Aldo berdiri
"Kamu jangan mendekati istri saya lagi"ucap Kalvin tajam
"Kamu apaan sih Kalvin "ucap Nanda jengkel
"Kenapa apa kamu sudah mulai bosan dengan pernikahan ini atau kamu merasa hambar "ucap Kalvin
"Aku tidak mengerti maksud mu"ucap Nanda memijit kening nya pusing
"Kamu kenapa tidak cerita kenal dengan pria breksek ini"ucap Kalvin datar
"Aku"ucap Nanda tertahan
"Jawab aku Nanda"bentak Kalvin emosi
"Jangan membentak ku"ucap Nanda tajam
"Jangan membentak mu oke"ucap Kalvin sedikit menghilangkan amara nya
"Pulang jangan bertemu dengan nya atau aku benar tidak memaafkan mu"ucap Kalvin datar memegang tangan Nanda tapi Nanda menepis nya
"Apa kamu tau aku bertemu nya karna apa karna kamu"ucap Nanda
"Kamu yg mulai menjauh kamu yg mulai bosan dengan ku dan kamu yg mulai merasa hambar dengan pernikahan ini"ucap Nanda
"Apa kamu tau dia siapa"ujar Kalvin menunjuk Aldo
"Ya aku tau dia kakak nya Alen kan"ucap Nanda memalingkan wajahnya
"Kenapa sakit mengenai kebenaran mu"ujar Nanda menangis menatap Kalvin
"Kenapa"teriak Nanda memukul Kalvin terus Kalvin tidak mengerti maksud Nanda
"Apa maksudmu"ucap Kalvin serius
"Aku sudah tau semuanya"ucap Nanda serius
"Tau apa"ucap Kalvin
"Tau jika kamu hanya seorang bajingan aku tau kemarin kamu tidur dengan cewek nya Aldo kan kemarin kamu jalan dengan wanita itu kan"ucap Nanda
"Apa yg kamu katakan"ucap Kalvin binggun
"Ngak usah bohong lagi aku tau semua nya"ucap Nanda menyeka air mata nya
"Kamu mengetahui dari Aldo dan percaya gitu aja tanpa meminta penjelasan dari ku"ujar Kalvin tersenyum getir
"Bahkan wanita itu sudah mengakui nya'"ucap Nanda
"Hei dengar kan aku"ucap Kalvin menangkup wajah Nanda
"Itu tidak benar ada nya"ucap Kalvin serius
__ADS_1
"Udah aku capek aku capek untuk percaya kebohongan mu"ucap Nanda
"Kamu tidak percaya yg aku kata kan lebih percaya yg di katakan orang lain"ucap Kalvin
"Karna memang ada bukti nya kamu tidak usah menjelaskan apa pun lagi"ucap Nanda
"Stop kenapa kalian malah bertengkar "ucap Amel mendekat
"Kesabaran ku telah habis Bu Amel terhadap Kalvin aku tidak tau harus apa karna kesalahan nya tidak bisa aku maafkan"ucap Nanda
"Apa aku harus menanggung akibat yg bukan kesalahan aku lakukan"ucap Kalvin
"Hentikan ini bukan lagi soal kepercayaan atau bukan hati"ucap Amel
"Tadi mama kalian telepon karna Kalian tidak mengangkat telepon dia memberi tau jika Gavin masuk rumah sakit"ucap Amel
"Masuk rumah sakit"ucap kedua nya
"Iya mending kita dengar kan penjelasan di rumah sakit ayo"ucap Amel Kedua nya segera lari untuk menuju rumah sakit
"Itu siapa"gumam. Amel melihat Aldo yg menatap mereka dari jauh tidak ingin pusing Amel ikut segera menuju rumah sakit
###
"Mama gimana Gavin"ucap Nanda dan Kalvin berbarengan
"Dia baik baik saja hanya terluka kecil "ucap Daniah berdiri
"Aku mau lihat ma"ucap Nanda masuk ke ruangan itu melihat Landa di sana dan juga Gavin yg terbaring dengan kepala di perban yg terlelap
"Gavin"ucap Nanda mendekat mengecup pipi Gavin lembut
"Biarkan Gavin istirahat dokter bilang dia akan segera membaik "ucap Landa
"Maafkan mama ya sayang"ucap Nanda mengecup tangan lembut itu Kalvin mengepalkan tangannya
"Mom apa yg terjadi kenapa bisa Gavin terluka seperti ini"tanya Kalvin
"Kejadian nya tidak terduga "ucap Landa mengingat kejadian tadi
Flashback
"Hallo Aron kamu bisa berjaga di kediaman Adiwinata sekarang saya mau keamanan cucu saya benar terjamin karna saya rasa dia dalam bahaya"ucap Landa di telpon
"Baik nyonya saya akan ke sana"ucap Aron serius dan memutuskan sambungan teleponnya
"Syukur Gavin akan aman"ucap Landa mencium pipi Gavin ,tiba tiba ada beberapa mobil berhenti di depan gerbang membuat para bodyguard bersiap menyiapkan senjata mereka tapi para gerombolan itu melempar sebuah gas beracun mereka kembali masuk mobil membuat para bodyguard semuanya tidak sadar kan diri asap itu sangat banyak sehingga para pelayan menutup pintu utama
"Nyonya seperti nya ada penyerangan ada beberapa orang melempar gas beracun membuat para bodyguard pingsan"jelas nya yg melihat yg terjadi
"Apa"ucap Landa dan Daniah panik mereka mengintip dari jendela melihat gerombolan itu mendekat
"Landa kamu jaga Gavin nanti biar aku yg menghadapi mereka aku yakin ada yg ingin mereka miliki aku takut Gavin kenapa kenapa"yg cap Daniah serius
"Baik lah aku akan pergi membawa Gavin"ucap Landa memeluk Gavin dia segera pergi mencari jalan keluar
"Kalian siapa"ucap Daniah waspada saat seseorang menembaki pintu itu membuat nya rusak
"Di mana Nanda"ucap nya
"Dia tidak ada di sini"ucap Daniah
"Saya tau itu maksud saya di mana anak nya"ucap nya lagi
"Nanda membawanya kerja "ucap Daniah lagi
"Jangan bohong kamu"ucap nya mengcengkram rambut Daniah
"Saya sudah berkata benar"ucap Daniah
"Ikat dia"ucap nya pada anak buah nya segera mengikat Daniah sedangkan Landa berusaha mencari jalan keluar yg terjadi ada beberapa dari mereka memergoki Landa membuat Landa harus kembali masuk dan Landa terancam mereka merampas secara paksa Gavin membuat Gavin menangis
"Bos ini anak nya"ucap nya melempar Gavin begitu saja dan bos nya menangkap nya membuat Landa dan Daniah terpekik takut Gavin terjatuh
"Diam"ucap nya menarik rambut Landa
"Tolong jangan sakiti cucu kami"minta Landa
Hiks hiks
"Anak ini benar menyusahkan saja dengan kedudukan nya ini akan mempersulit kita"ucap nya mengeluar kan senjatanya dan berjongkok
"Jangan jangan lakukan"ucap Daniah panik pria itu meletakkan sembarangan Gavin di lantai membuat kening putih itu memercikkan darah membuat Landa dan Daniah terpekik
"Hentikan jangan "teriak Landa dan Daniah
"Kamu akan tiada anak manis"ucap nya mengayun kan pisau itu
__ADS_1
"Jangan"teriak Landa dan Daniah
Brak
Aron datang menendang pria itu Aron segera memeluk Gavin ada juga yg menarik Daniah dan Landa, dengan kode bahaya Aron memberikan pada anak buah nya membuat anak buah nya segera mengeluarkan senjata nya menembaki mereka semua baku tembak terjadi di sana
"Gavin berdarah"ucap Landa panik Aron menyerahkan Gavin dan melepaskan ikatan Daniah
"Ke rumah sakit saja"ucap Daniah panik Aron segera mengarahkan kedua nya keluar dari sana segera menuju rumah sakit biarkan mereka semua baku tembak yg penting Gavin harus selamat
Flashback end
"Siapa pelakunya"ucap Kalvin keluar dari sana,Landa menatap Nanda
"Selesai kan masalah mu Nanda dengan kepala dingin biar momy jagain Gavin momy tidak mau lagi mendengar kamu dan Kalvin bertengkar"ucap Landa
"Iya mom"ucap Nanda keluar
"Aron bagaimana dengan penyelidikan mu"ucap Kalvin datar
"Saya serta anak buah saya sudah menyelidiki identitas mereka tuan mereka preman jalan yg seperti nya mereka hanya preman bayaran jika dalang pelaku nya saya belum mengetahui nya tuan"jelas Aron
"Aku tidak akan melepaskan pelaku nya siapa"ucap Kalvin datar
"Lagian kalian ini kenapa sih ribut nya diam diam kami telepon juga ngak bisa"ucap Daniah
"Maaf ma aku dan Nanda hanya salah paham sedikit"ucap Kalvin
"Salah paham"ucap Nanda membantah
"Itu fakta bukan salah paham"ucap Nanda lagi
"Ck mau berapa kali aku kata kan jika aku tidak melakukan yg kamu tuduh kan itu"ucap Kalvin
"Jelaskan dengan baik"ucap Daniah
"Aldo menemui ku satu minggu yg lalu dia mengatakan pacar nya tidur bersama Kalvin awal nya aku tidak memperdulikan nya tapi aku pernah melihat Kalvin jalan sama wanita itu dan Aldo pernah mengajak ku bertemu wanita itu untuk bertanya dan dia mengakui nya sudah tidur berapa kali dengan Kalvin dan jalan bersama Kalvin kemarin juga aku melihat Kalvin jalan dengan wanita itu"jelas Nanda
"Dan Kalvin masih menyangkal itu aku benar kecewa pada nya ma"ucap Nanda membelakangi Kalvin berusaha menahan tangisnya
"Tunggu Aldo maksud kamu kakak nya Alen"ucap Daniah
"Iya ma Nanda ketemu dengan Aldo dam dia percaya apa yg Aldo kata kan yg menuduh ku"ucap Kalvin
"Seharusnya kamu tanya dulu sama Kalvin lihat Gavin itu membutuhkan kalian jika tidak salah satu dari kalian deh"ucap Daniah
"Nanda dari yg mama kenal sama Aldo itu Alen pernah menceritakan sosok Aldo yg di usir orang tua nya karna pernah melecehkan adik nya Alen adik kandung nya dan karna dia hamil Aldo membunuh nya dia juga pernah ingin melecehkan Alen tapi Kalvin menolong nya Aldo bukan pria yg baik"jelas Daniah
"Tapi wanita "ucap Nanda
"Wanita mana kamu kata kan"ucap Kalvin lalu mengeluarkan kan ponsel menunjuk kan foto wanita itu
"Iya dia orang nya"ucap Nanda
"Dia hanya pegawai baru dia mengatakan minta menemaninya belanja hadiah untuk ibu nya karna aku menghancurkan hadia itu jadi aku menemani nya membeli hadia baru om Jo juga kenal wanita itu karna di saat kejadian ada om Jo"jelas Kalvin
"Tapi dia mengatakan itu"ucap Nanda
"Jika kamu tidak percaya aku akan menelpon nya"ucap Kalvin lalu menelpon wanita itu
"Aku tidak mungkin mengkhianati mu Nanda aku benar sibuk kerja untuk keluarga kita aku memang tidak pernah mengucapkan mencintai mu tapi sesungguhnya cinta ku sangat besar hati ku hanya di penuhi mu"ujar Kalvin serius Nanda hanya diam dengan menunduk tidak lama wanita itu datang
"Anda memerlukan sesuatu tuan"ujar nya mendekat
"Tidak perlu saya jelaskan kamu tau bagaimana jika saya marah"ucap Kalvin datar
"Maksud tuan"ucap nya binggun Kalvin menatap nya tajam menunjuk Nanda membuat wanita itu panik
"Jangan berusaha mempermainkan saja jelas kan pada istri saya dengan benar jika tidak saya akan memberi mu pelajaran"ucap Kalvin penuh penekanan
"Maafkan saya nona Nanda"ucap nya mendekat
"Saya hanya di bayar untuk mengatakan hal itu maaf kan saya nona Nanda saya dan tuan Kalvin tidak pernah ada hubungan saat jalan itu karna tuan Kalvin mengantikan hadia yg tuan rusak kan itu juga rencana orang yg bernama Aldo yg memberi saya upah"jelas nya memohon maaf nanda hanya diam saja
"Sudah kamu pergi sana"ucap Daniah jengkel wanita itu segera pergi
"Nanda kamu dengar kan"ucap Daniah
"Maaf"lirih Nanda menunduk
"Maafkan aku karna kesalahan ku itu Gavin terluka maaf kan aku"ucap Nanda menangis memeluk Kalvin
"Ini bukan kesalahan mu"ucap Kalvin membalas pelukan Nanda lalu menangkup wajah Nanda
"Perlu kamu ketahui cinta ku hanya untuk mu kamu yg terkahir untuk ku kamu ibu dari anak anak ku yg terbaik aku sangat mencintai mu jangan pernah ragukan kejujuran ku dan jangan pernah ragukan cintaku "ucap Kalvin menyeka air mata Nanda
"Maafkan aku"ucap Nanda menangis sesenggukan di dada Kalvin
__ADS_1
"Aku bodoh nya percaya kata kata orang lain aku bodoh nya tidak bertanya pada mu maafkan aku"ucap Nanda menangis
"Sudah jangan menangis semua sudah kembali semula Gavin akan baik baik saja"ucap Kalvin memeluk Nanda dengan erat Daniah lega melihat selesainya masalah itu karna ada beberapa orang yg tidak menyukai hubungan Nanda dan Kalvin yg tidak pernah terlihat segala cara biar mereka hancur