Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 116


__ADS_3

Persiapan di lakukan dengan matang dan sempurna akad nikah nya di lakukan museum Adiwinata dan resepsi nya di adakan di hotel Adiwinata, keadaan rumah Adiwinata sudah rame akad nikah segera di adakan.Arya sangat gelisah karna sudah menunggu 30 menit Kaynara belum juga datang Kalvin bisa melihat dengan jelas kegelisahan Arya


"Sayang lihat dulu Kaynara kenapa lama lihat lah Arya seperti itu"bisik Kalvin


"Iya mas "Nanda berdiri segera menuju lantai atas


"Arya kamu jangan maluin santai kamu berkeringat seperti itu"bisik Bimo


"Aku merasa tidak tenang jika Kaynara sudah mencintai pria lain dan kabur bersama nya bagaimana "bisik Arya


"Gila ya dia itu dari keluarga terpandang jika dia mencintai pria lain dan kabur sama saja dia mengali kuburan nya jika dia mencintai pria lain tidak mungkin kalian sampai di tahap ini"ujar Bimo


"Hei wajar aku takut kamu kenapa mengomeli ku"ujar Arya


"Ahh sudahlah bicara sama orang bucin "ujar Bimo


"Kaynara apa yg kamu lakukan "ujar Nanda masuk ke kamar


"Nyonya kami ingin mengenakan mahkota gaun pengantin nya tapi nona menolak"ujar nya


"Iya ma kami sudah berdebat sama Kaynara tapi dia tetap tidak mau pakai"ujar Erin


"Apaan ma aku harus pakai itu sungguh menyakitkan memakai nya dan itu berat"keluh Kaynara


"Pakai Kay"kesal Nanda


"Aku tidak mau ma"ujar Kaynara ngotot dia memang sedikit kesal hari ini di makeup nya lama apa lagi di dandan dan harus memakai mahkota yg menyulitkan nya


"Kamu ya di bawah Arya sudah berkeringat para tamu juga kamu malah keras kepala dengan mahkota ini"ujar Nanda kesal


"Ayo pakai jika kamu tidak mau mama janji akan mengantikan pengantin wanita nya Arin"ujar Nanda jengkel


"Kok mama seperti itu"Kaynara kesal kenapa mama nya berlalu pergi


"Menjengkelkan ayo pakai kan"kesal Kaynara lalu wanita itu memakai kan kaynara mahkota nya ,merasa semua sudah selesai Erin mengajak Kaynara keluar


"Di mana mana orang nikah itu seperti ratu malah aku di ancam"gerutu Kaynara


"Udah Kay"bisik Erin semua memperhatikan kedua nya dan Erin mengantar kan Kaynara samping di Arya yg tersenyum menatap Kaynara


"Arya kita bisa mulai"ujar Kalvin tapi Arya malah menatap Kaynara tidak lepas


"Arya"panggil Kalvin


"Arya"Kalvin sedikit menarik tangan Arya


"Iya sayang "ucap Arya seketika dia menutup mulut nya


"Ahh tidak maksud ku ahh ya om om om"Arya mengaruk kepala nya tidak bisa dia pungkiri jika dia gugup itu mengundang tawa semua orang tersenyum Kaynara malah tersenyum menatap Arya


"Sayang sayang istri ku saja jarang memanggil sayang kamu malah memanggil aku sayang"ujar Kalvin menggeleng


"Arya gugup banget waktu mau nikahin aku gugup ngak"tanya Erin pada Gavin


"Bagaimana mana aku mau gugup jika kita di gerebek yg ada jengkel"ujar Gavin tersenyum


"Sekarang ngak kan"ujar Erin


"Tentu saja aku sangat senang "ujar Gavin tersenyum mengengam tangan Erin


"Bisa kita mulai"ujar penghulu itu


"Hhmm iya pak bisa"ujar Arya


"Baik saudari Kaynara Ayunda Sky binti Kalvin Adiwinata apa menerima pernikahan ini sepenuh hati tidak ada yg memaksa "ujar nya


"Tidak ada pak saya menerima calon suami saya sepenuh hati"jawab Kaynara


"Saudara Arya putra Santoso bin Robi Santoso apa menerima pernikahan ini"ujar nya


"Saya menerima pak"ujar Arya


"Alhamdulillah "ucap nya lalu baca doa dan proses nya di lakukan sampai terucap kata sah dan Kaynara dan Arya resmi jadi pasangan suami istri


"Tuan Kalvin ada yg ingin di sampai kan pada menantu nya"ujar nya memberikan mik pada Kalvin


"Arya Putra Santoso selaku menantu saya dan juga suami dari anak perempuan saya dengan sah nya kalian menjadi suami istri saya harap Arya bisa menjaga dengan baik anak perempuan saya membahagiakan nya sebaik mungkin menjaga cinta satu sama lain dan untuk anak saya Kaynara Ayunda Sky saya berharap bisa juga menghargai suami nya menjaga suami nya dan membahagiakan suami nya"ujar Kalvin mengembalikan mik nya Kalvin menghembuskan nafasnya kasar anak perempuan nya sudah menikah


"Selamat untuk kedua pengantin kami doa kan bahagia selalu"ujar nya dan doa pun di panjat kan untuk rumah tangga Kaynara dan Arya


"Kay sekarang Arya suami mu ingat ubah sikap ku semasa gadis dulu jangan memperlakukan buruk suami mu "ujar Nanda

__ADS_1


"Iya ma"ujar Kaynara mencium tangan mama nya lalu Nanda memeluk Kaynara dengan erat


"Kay ingat ya Arya suami mu patuhi Arya selaku suami mu"ujar Kalvin yg Kaynara melakukan hal yg sama seperti Nanda tadi mereka meminta restu pada keluarga besar


Arya masuk ke kamar Kaynara yg sudah menjadi kamar nya juga Arya membawa setelan jas yg akan mereka lakukan untuk resepsi sedang kan Kaynara lagi makan sebelum mereka berangkat harus makan terlebih dahulu karna acara nya mungkin lama


"Tidak makan"tanya Kaynara menikmati makan nya Arya meletakkan setelan jas itu


"Udah tadi di kasih sama mama"ujar Arya melepaskan jas nya dan menatap Kaynara yg makan dan mendekati Kaynara


"Kamu kenapa melepaskan cincin berlian sebagai mas kawinnya itu indah di jari manis mu"ujar Arya duduk di samping Kaynara


"Aku bukan tidak menyukai pemberian mu tadi Erin sangat ingin melihat cincin nya jadi aku lepas "ujar Kaynara menunjuk cincin di samping nya Arya mengambil cincin itu


"Kamu tau aku membeli cincin ini hampir menguras tabungan ku yg tersisa ini lambang pernikahan kita dan cinta dari ku jangan kamu berikan pada siapa siapa dan melepaskan nya dalam keadaan apa pun"ucap Arya memasang kan di jari Kaynara


"Jika menghabisi uang mu untuk apa beli"ujar Kaynara membuat Arya tersenyum tipis


"Kamu tidak ternilai bagi ku Kay aku selalu membahagiakan mu kamu seperti deru nafas ku dan detak jantung ku yg habis hanya uang bukan cinta ku "ucap Arya tersenyum


"Iya yg manis ucapan nya"ujar Kaynara tersenyum menyuap kan makanannya Arya tersenyum menatap ke depan bahkan paman nya tidak datang sama sekali padahal sudah Arya kasih tau sebelum Arya berangkat ke rumah Adiwinata


"Kamu bersedih"ujar Kaynara mengunyah makanan nya


"Iya"lirih Arya


"Tidak mudah bagi ku memaafkan orang yg menghancurkan keluarga dan merenggut kebahagiaan ku tapi faktanya yg melakukan itu keluarga ku sendiri meski begitu aku ingin mereka hadir di saat aku menikah tadi aku merasa sendiri"ujar Arya


"Keluarga Adiwinata sama seperti keluarga mu kenapa kamu sedih"ujar Kaynara mengengam tangan Arya


"Tidak Kay mereka bagian mu dan aku selalu mencintai bagian diri mu termasuk kelurga mu nyatanya aku sendiri aku tidak punya keluarga yg lengkap seperti mu aku hanya sendiri"ujar Arya


"Boleh sedih jangan larut kita baru satu langkah sudah ada kesedihan di diri mu bagaimana nanti ke depan nya"ujar Kaynara


"Ya kamu benar "ujar Arya tersenyum memeluk Kaynara


"Masih lapar mama kejam banget sama aku tidak membiarkan aku sarapan tadi"ujar Kaynara melepaskan pelukannya


"Mau sambil aku suapi istri ku"ucap Arya meneken kata istri


"Tidak usah suami ku nanti kamu kena tonjok jika terus di samping ku"kekeh Kaynara menepuk pipi Arya lembut


###


"Cie Kaynara sekarang udah jadi istri nih ye"ujar Erin cekikikan mendekat


"Ngak bisa apa tidak menggoda ku "kesal Kaynara


"Tuh tuh mas lihat udah nikah aja masih aja seperti itu ngak berubah sama sekali "ujar Erin tersenyum duduk di kasur


"Kaynara tidak akan berubah percaya"ujar Gavin tersenyum duduk di samping Erin


"Kay setelah resepsi nanti segera lakukan ya"ujar Gavin tersenyum menatap Kaynara yg dirias di meja rias


"Melakukan apa "ujar Kaynara binggun


"Itu Kay"ujar Gavin lagi Kaynara binggun


"Kaynara tidak akan mengerti dengan jalan pikiran mu"kekeh Erin memeluk lengan Gavin


"Iya juga ya"ujar Gavin


"Lakukan hubungan suami istri lah Kay biar cepat hamil"ujar Gavin lagi Kaynara membayangkan saat bergelut dengan Arya membuat pipi nya memerah


"Biar hamil dan mewujudkan keinginan Erin"ujar Kaynara tersenyum malu


"Nah pintar kamu"ujar Gavin terkekeh


"Oke aku akan melakukan nya"ujar Kaynara tersenyum malu


"Erin"bisik gavin


"Semalam mama menggagalkan kita lho"bisik Gavin


"Jangan aneh mas"bisik Erin tersenyum Gavin menindih Erin


"Kamu semakin cantik aku menyukai nya"Gavin tersenyum membelai wajah Erin


"Aku juga menyukai sikap mas Gavin sekarang "ujar Erin tersenyum Gavin tersenyum lebar menatap mata Erin lalu mencium bibir Erin lembut Erin memejam kan mata nya mengalungkan tangannya di leher Gavin Kaynara yg menatap mereka dari cermin hanya melotot bersama tukak makeup itu


"Ehmm ehmm ehh ada orang gila kalian"ujar Kaynara menyadarkan kedua nya

__ADS_1


"Mas Gavin"ujar Erin memukul dada Gavin tersenyum memeluk Gavin


"Setelah resepsi kita melakukan di hotel bersama malam pertama mereka "bisik gavin


"Mas ngak bisa apa tahan"ujar Erin


"Tidak bisa aku ingin selalu menghirup aroma mu"bisik Gavin dan mencium leher Erin meninggalkan jejak Erin hanya malu malu menutup wajahnya rasanya Gavin gemas dengan tingkah istri nya


"Apa sudah selesai kita udah mau berangkat "ujar Arya masuk


"Sedikit lagi tuan"ujar nya


"Arya segera hamili Kaynara ya biar Erin punya teman"ujar Gavin Arya hanya tersenyum pada Gavin dengan menatap Kaynara


"Mas kita tunggu di mobil aja lagian kan udah ada Arya menunggu Kaynara"ujar Erin


"Iya ayo"ujar Gavin merapikan rambut Erin dan mereka segera pergi


"Sudah selesai tuan"ujar nya undur diri Arya mendekati Kaynara


"Cantik"ujar Arya tersenyum mencium kening Kaynara


"Ayo"ujar Kaynara memeluk lengan Arya rasanya ada kupu-kupu di perut Kaynara di pijit Arya seperti itu mereka segera menuju hotel Adiwinata


"Om mau juga cepat nikah seperti Kaynara dan Gavin"ujar Nugi pada Aron


"Enak saja anak saya masih kecil nunggu dia umur 21 atau 22"ujar Aron


"Om aku sudah tua mau sekarang om"bujuk Nugi


"Gila anak kamu"ucap Aron pada Danu


"Wajar anak saya normal tidak lagi mudah menatap wanita yg di cintai nya takut nanti dia khilaf "ujar danu


"Berani dia melakukan nya saya akan membunuh anak anda"ujar Aron merah padam menatap Danu


"Apa yg kalian ribut kan"ujar Dewi mendekat bersama Lin


"Jika dia tidak bisa menjaga Arin jangan pernah mencintai nya saya tidak menyukai jika anak saya di rusak "ujar Aron tajam


"Mas jangan ribut ngak enak sama kak Kalvin masak anak nya menikah kita malah ribut"ujar lin memeluk lengan Aron


"Awas berani menyentuh anak saya sedikitpun"ancam Aron berlalu bersama Lin


"Lagian apa yg kalian ribut kan"ujar Dewi


"Nih anak kamu mau segera menikah"ujar Danu


"bun aku juga ingin seperti Gavin ma aku tidak kuat menahan diri"ujar Nugi


plak


"Kamu sama saja seperti ayah mu gila kamu mengatakan itu pada om Aron pantas dia marah besar"ujar Dewi memukul kepala Nugi


"Bunda "ujar Nugi cemberut


"Awas berani kamu merusak anak gadis orang"ujar Dewi berlalu Danu segera mengikuti Dewi membuat Danu cemberut


"Selamat ya Gavin"ujar Martha langsung memeluk Gavin dan mencium pipi Gavin Erin seketika menoleh


"Berani nya wanita ini"batin Erin menatap nya tajam


"Berani sekali kamu"ujar Gavin marah


"Sorry Erin"ujar Martha tersenyum berlalu dengan cepat Erin menghalang kan kaki nya sehingga Martha terjatuh dan semua orang melihat nya


"Ya ampun Martha hati hati kamu jika mabuk jangan sembarangan"ujar Erin membantu Martha


"Lepaskan kamu sengaja ya"kesal Martha


"Tidak"ujar Erin mengusap pipi Gavin yg ada sedikit bekas lipstik Martha lalu Erin mencium kuat pipi Gavin sehingga lipstik nya membekas


"Seperti nya dia betah melihat keromantisan kita sayang"ujar Gavin mencium pipi Erin dengan kesal Martha pergi


"Sayang sayang kamu tidak menolak di cium oleh nya"ketus Erin dia benar kesal entah kenapa


"Kamu cemburu"ujar Gavin tersenyum


"Jika Iya kenapa"ketus Erin melipat tangannya


"Tidak tidak, boleh kok cemburu nya"Gavin mengaruk kepala nya kenapa dia jadi seperti ini tapi Gavin senang jika Erin cemburu pada nya

__ADS_1


__ADS_2