
Arya memang jarang pulang ke rumah sendiri karna memang yg Arya rasa hanya kesendirian meski ada orang tua nya jadi Arya sering tinggal bersama keluarga Bimo jauh membuat Arya merasa nyaman dan bahagia.Arya juga sering menemui ayah kandung nya di kediaman Bu Lastri
"Arya apa kamu sudah punya pasangan"tanya pak Robi
"Ayah jangan khawatir aku akan bahagia bersama nya kamu sebentar lagi menikah aku sangat mencintai nya"ujar Arya tersenyum
"Bawa lah dia ke sini ayah mau melihat nya"ujar Robi membuat Arya terdiam
"Tapi aku belum mengatakan jika orang tua ku sekarang itu bukan orang tua kandung ku"ujar Arya
"Arya pondasi sebuah hubungan itu kejujuran kamu mau sampai kapan bohong pada nya udah mau nikah masih main rahasia"ujar Robi
"Ayah benar mau sampai kapan aku seperti ini berbohong dengan nya baik lah aku akan mengajak nya ke sini ayah tunggu sebentar"ujar Arya berdiri dan pergi tentu nya menemui Kaynara
"Kita mau kemana"ujar Kaynara karna tadi Arya menelpon nya meminta bertemu dan Kaynara tentu dengan cepat datang
"Mengajak mu ke suatu tempat "ujar Arya lalu mengajak Kaynara pergi
"Orang tua mu ada di rumah"ujar Arya melaju kan mobil nya
"Tidak ada mereka tadi keluar tapi aku udah ngomong sama Erin jika mau keluar sama kamu"ujar Kaynara
"Bagus lah"ujar Arya dia tersenyum menatap Kaynara membuat Kaynara keheranan Arya mau membawa nya ke mana, beberapa puluh menit Arya sampai mengajak Kaynara masuk
"Arya kamu tidak macam macam kan membawa ku ke sini"ujar Kaynara melihat tempat itu sepi
"Kamu kira aku ini mau niat jahat pada mu, ayo"Arya menggandeng tangan Kaynara mereka masuk
"Dia siapa"tanya Kaynara pada Bu Lastri
"Dia bu Lastri pembantu orang tua ku"ujar Arya
"Ayo"Arya tersenyum mengajak Kaynara masuk ke kamar
"Ayah ini Kaynara calon istri ku"ujar Arya duduk di samping Robi membuat Kaynara heran kenapa Arya memanggil pria itu sebutan ayah
"Kaynara nama yg indah"Robi meraih tangan Kaynara
"Terimakasih om"Kaynara tersenyum terpaksa pada Arya
"Om senang Arya bisa nanti memiliki teman hidup seperti mu"ujar Robi tersenyum mengelus kepala Kaynara
"Arya hidup lah bahagia bersama Kaynara"ujar Robi menatap Arya
"Aku pasti membahagiakan nya Ayah jangan khawatir itu"ujar Arya tersenyum
"Mengenai dendam itu ayah rasa tidak memerlukan itu ayah hanya ingin kamu hidup bahagia bersama wanita yg kamu cintai"ujar Robi
"Ayah,dendam aku tidak mengerti apa maksud Arya"batin Kaynara
"Tapi"Arya ragu akan hal itu
"Hidup saja bahagia nak ayah tidak menginginkan apa apa"ujar Robi
"Baik lah aku akan hidup bahagia bersama Kaynara tidak memperdulikan dendam itu"ujar Arya tersenyum
"Aku ingin bicara sebentar"bisik Kaynara meriah tangan Arya
"Ayah aku pulang dulu bersama Kaynara dia ngak bisa lama"ujar Arya
"Iya hati hati, Kaynara jaga Arya dengan baik"ujar Robi tersenyum Kaynara hanya menanggapi dengan senyuman mereka segera pergi keluar
"Arya maksud nya ini apa aku tidak mengerti"ujar Kaynara saat mereka sudah di luar
"Orang tua bersama ku itu bukan lah orang orang tua kandung ku mereka tante dan om ku dan ini ayah kandung ku dan ibu kandung ku sudah meninggal"jelas Arya
"Apa"ujar Kaynara kaget
"Lalu soal dendam yg ayah mu bicara kan itu"tanya Kaynara
"Karna ibu ku di bunuh orang tua angkat ku awalnya aku sangat marah tidak terima aku ingin membalas mereka tapi ada benarnya apa yg ayah ku katakan aku harus bahagia hidup bersama mu"ujar Arya lalu mengengam tangan Kaynara
"Kay awal nya tujuan hidup ku ada dua dendam dan kamu dan aku sadar dendam tidak bisa membuat ku bahagia bersama mu jadi aku tidak peduli dengan dendam itu aku ingin hidup bahagia bersama mu kamu harus paham dan mengerti aku Kay"ujar Arya mencium tangan Kaynara
"Aku akan selalu bersama mu"ujar Kaynara memeluk Arya dengan erat mereka segera memutuskan pulang
####
Dengan menyuruh orang mengikuti Arya membuat Albert mengetahui di mana keberadaan Robi dan Albert melihat Arya mengajak Kaynara jadi Albert memiliki rencana yg licik untuk Arya sekaligus Kalvin dan dia akan membunuh Robi juga
"Kay kamu lagi apa"Albert dan Kamela masuk ke kamar Kaynara
"Lho kalian dia sini"Kaynara segera berdiri
__ADS_1
"Ini tadi kami izin sama Kakak ipar mu"ujar Kamela tersenyum
"Papa dan mama mu tidak ada"tanya Kamela duduk di kasur
"Mama masih kerja sebelum aku mengantikan nya sedang papa sering membantu mama"jelas Kaynara
"Kamu sibuk ngak"tanya Albert
"Mengerjakan diskripsi sih sibuk ngak sibuk tetap pusing"ujar Kaynara tersenyum kecil lalu bergabung duduk bersama calon mertuanya
"Kay kemarin om lihat Arya mengajak mu bertemu dengan ayah kandung nya "ujar Albert membuat Kaynara teringat kejadian kemarin
"Iya"ujar Kaynara
"Dia mengatakan apa"tanya Kamela
"Arya jujur jika kalian bukan orang tua kandung nya san mengenai kematian ibu nya di sebabkan oleh kalian"ujar Kaynara menatap Albert dan Kamela
"Sudah om duga"ujar Albert pelan
"Maksud om"ujar Kaynara binggun
"Sebenarnya yg membunuh ibu nya Arya itu bukan lah kami melainkan papa mu sendiri Kay tuan Kalvin dan ayah kandung Arya sampai gila dan di selamat kan pembantu rumah Bu Lastri"ujar Albert
"Kami udah ingat kan Arya untuk melepaskan dendam itu tapi tidak di hiraukan Arya dia ingin tetap membunuh papa mu"ujar Albert
"Itu tidak mungkin"ujar Kaynara tidak percaya
"Tanya saja pada papa mu jika Arya pernah ingin membunuhnya, papa mu menerima Arya karna dia yakin Arya bisa membahagiakan mu nyata nya papa mu hanya tertipu oleh Arya dia juga mencintai mu dan ingin menikahi mu bentuk balas dendam nya pada papa mu"ujar Albert dan menyerah kan rekaman saat mereka bicara pada Arya yg mengatakan tidak mencintai Kaynara dan hanya inginkan balas dendam tentu Kaynara merasakan hancur akan hal itu
"Kami kesini hanya ingin mengingat kan kamu hati hati sama Arya dia tidak sebaik yg terlihat"ujar Albert membuat Kaynara terdiam
"Kami permisi ya Kay"ujar Albert mengelus kepala Kaynara dan per bersama istri nya
####
Kaynara kepikiran yg di bicara kan Albert dan Kamela tadi siang membuat Kaynara benar gelisah setelah makan malam Kaynara menemui papa nya di kamar
"Pa aku ingin membicarakan sesuatu "ujar Kaynara serius
"Mau bicara apa"ujar Kalvin
"Emm apa benar Arya pernah ingin membunuh papa"ujar Kaynara
"Kamu jangan salah paham ya memang benar ada nya saat papa terkena sayatan di perut papa habis bertarung sama Arya dan Arya pun terluka di punggung tapi semua salah paham itu sudah berakhir itu kenapa papa menerima nya menjadi suami mu"jelas Kalvin tersenyum membuat Kaynara menunduk hati nya hancur hati nya remuk
"Aku ngak mau kehilangan papa jaga diri papa dengan baik aku belum siap kehilangan papa"lirih Kaynara
"Iya sayang tentu saja"ujar Kalvin membalas pelukan Kaynara
"Ada apa ini peluk peluk" nanda baru keluar dari kamar mandi
"Ngak kok ma aku balik kamar dulu mau istirahat"ujar Kaynara tersenyum dan berlalu pergi
"Tumben Kaynara memeluk mu"tanya Nanda duduk di samping Kalvin
"Dia bertanya soal Arya apa pernah ingin membunuh ku aku udah jelas kan"ujar Kalvin
"Kaynara tau dari mana"ujar Nanda heran
"Pasti dari Arya aku senang Kaynara bisa mencerna kebenaran yg di jelaskan oleh Arya"ujar Kalvin tersenyum mengengam tangan Nanda
"Kamu yakin jangan jangan Kaynara salah paham"ujar Nanda
"Dari wajahnya sih ngak dia benar menerima nya"ujar Kalvin
"Syukur deh jika begitu mau istirahat capek banget "ujar Nanda dan berbaring memeluk Kalvin
"Besok hari yg sibuk untuk kita"ujar Kalvin mencium kening Nanda
"Iya terimakasih menemani ku"ujar Nanda tersenyum
"Tentu saja sayang"ujar Kalvin dan memeluk Nanda mereka memejamkan mata menyambut hari esok
####
Albert dan Kamela memulai rencana nya setelah berhasil meracuni pikiran Kaynara soal Arya.Albert dan Kamela mendatangi kediaman Lastri karna kediaman Lastri cukup terpencil rumah di perkampungan tidak jauh dari kota tapi kampung itu jarang di lewati rumah Lastri sebelum perkampungan itu
"Jadi seperti ini tempat kalian tinggal"ujar Albert mendobrak pintu itu membuat Lastri kaget
"Lastri ada apa"Robi segera keluar mendengar suara cukup keras
"Apa kabar"ujar Albert tersenyum jahat
__ADS_1
"Kamu"ujar Robi penuh amara
"Santai "ujar Albert
"Mau apa kamu setelah menghancurkan kehidupan ku kamu masih mengusik ku sampai menemukan ku di sini"ucap Robi
"Aku tidak tertarik mengurusi hidup mu tapi kamu adalah tujuan dari rencana ku"ujar Albert tersenyum licik
"Tuan Albert sangat jahat suatu saat tuan Arya akan menghukum tuan Albert setimpal dengan perbuatan keji tuan Albert"ujar Lastri
"Tutup mulut mu pengkhianat kamu pun akan ikut dengan tuan mu"ujar Albert lalu bertepuk tangan dan beberapa orang datang
"Ikat mereka di depan rumah lumuri badan mereka dengan minyak sekaligus rumah ini"ujar Albert dan keluar
"Lepas"teriak Robi tapi anak buah Albert mengikat tangan kedua nya mengikat nya di depan rumah
"Arya kamu akan masuk jebakan"ujar Albert mengirim kan pada Arya jika ayah nya sudah di tangan nya tidak lupa Albert mengirim pada Kalvin karna permainan nya melibatkan Kalvin juga
###
"Om Kalvin kenapa di sini"ujar Arya keluar dari mobil dengan wajah cemas
"Albert telah menyandra ayah mu makan nya om buru buru takut kamu bertidak gegabah"ujar Kalvin mengkhawatirkan Arya
"Hei hei kalian berdua kemari"triak Albert membuat Kalvin dan Arya mendekat
"Ck ck Arya Arya kamu pikir kamu pintar"kekeh Albert
"Lepaskan ayah ku"ujar Arya geram
"Permainan nya baru saja di mulai "ujar Albert terkekeh
"Kamu jangan lupa yg membesarkan kamu itu kami jadi kamu dengan cepat tau akal busuk mu yg ingin berkhianat pada kami"ujar Albert serius
"Bagaimana aku tidak berpihak pada musuh kalian ternyata orang yg alasan ku membunuh om Kalvin adalah pembunuh ibu ku sendiri kalian merenggut aku dari keluarga ku"ujar Arya melampiaskan kemarahannya
"Itu udah kewajiban mu kamu itu keponakan kami Arya"ujar Albert
"Tapi kalian merenggut kebahagiaan ku merenggut ibu ku "triak Arya
"Arya hati hati jika kamu gegabah kamu bisa kehilangan ayah mu"bisik Kalvin
"Kamu anak tidak tau terimakasih Arya udah di besarkan"ujar Albert sinis
"Udah mas bakar aja ayah nya"ujar Kamela karna mulut Bu Lastri dan Robi di ikat tidak bisa bicara
"Jangan lakukan"ujar Arya cepat
"Om tante aku mohon jangan aku baru berjumpa pada ayah kandung ku jangan renggut dia lagi dari ku"mohon Arya
"Jika begitu lenyap kan Kalvin apa kamu mampu atau kamu takut cinta mu kecewa"ujar Albert tertawa geli
"Aku tidak mungkin menyakiti orang tidak bersalah tujuan ku bukan lah melenyapkan om Kalvin tapi kalian tujuan ku kalian"ujar Arya serius
"Jika begitu saksi kan kematian ayah mu"ujar Albert lalu melempar korek api
"Tidak"teriak Arya berlari lalu anak buah Albert menghajar Kalvin dan Arya tentu Arya mengamuk tidak rela kehilangan ayahnya untuk kedua kali nya
"Ayah"ucap Arya lirih dia terduduk lemah saat melihat kobaran api itu memakan rumah , Robi dan Lastri,Arya tidak peduli dia di pukuli
"Hentikan"ucap Albert membuat anak buahnya berhenti
"Ayah"ucap Arya menangis memukul tanah itu dia berdiri ingin memeluk ayah nya yg di makan api tapi Kalvin menahan nya
"Jangan bodoh Arya hidup mu masih panjang"ujar Kalvin
"Aku kehilangan ayah kandung ku om bahkan aku baru berjumpa mereka membunuh ibu ku dan sekarang mereka membunuh ayah ku"ujar Arya terduduk dia merasa sakit melihat ayah nya di bakar di depan matanya
"Bodoh nya aku tidak meminta bantuan bodohnya aku"teriak Arya
"Kamu masih punya keluarga Adiwinata Arya"ujar Kalvin memegang kepala Arya
"Bangkit kan keberanian mu keluar kan kemerahan mu hancur kan orang yg membuat mu seperti ini"ujar Kalvin memberi semangat
"Kalian tidak akan hidup lagi"ujar Albert sudah berada di samping Kalvin dan meraih bahu Kalvin dan
Sret
"Mati kamu Kalvin akhirnya balas dendam ku terbalas"ujar Albert menekan tusukannya di perut Kalvin semakin menekan nya
"Biadab"triak Arya dan meninju wajah Albert dengan keras membuat Kalvin terjatuh
"Om Om Kalvin "triak Arya menepuk wajah Kalvin yg perlahan hilang kesadaran
__ADS_1
"Om"ucap Arya memampa kepala Kalvin memegang pisau yg menancap itu dan mencabut pisau itu
"Arya"suara itu membuat Arya menatap ke depan Arya tidak tau kapan Kaynara berdiri di sana sedang kan Albert dan Kamela tersenyum puas saat rencana mereka berjalan dengan harapan