
"Tidak beres aku mau periksa rekaman cctv"ucap Gavin lalu mereka segera pergi , dengan pengaruh Gavin dan bujukan Lily akhirnya pihak rumah sakit mengizinkan mereka melihat rekaman cctv itu memperhatikan rekaman itu ternyata Arya di culik dan Kaynara tidak menyadari itu
"Apa yg aku lakukan aku tidak becus menjaga Arya dengan benar"ucap Kaynara mengacak rambutnya dia menyesali itu kenapa tidak bisa menjaga Arya dengan benar sehingga Arya di culik
"Buat apa aku jagain Arya jika dia bisa hilang"ucap Kaynara menarik rambut nya frutasi
Bruk
"Kaynara"Gavin kaget saat Kaynara jatuh pingsan Lily segera memeriksa Kaynara
"Bawa ke ruang pemeriksaan"ucap Lily Gavin segera mengendong adik nya menuju ruang pemeriksaan
###
Bimo menghadiri pemakaman Albert yg sudah selesai di otopsi yg hanya terdapat beberapa sidik jari dan luka bekas tembakan itu semua sidik jari Halim,Bimo hanya menatap Kamela yg menangisi lisan suaminya yg telah tiada fokus Bimo teralih kan oleh getaran ponsel nya
"Ya hallo tuan"ucap Bimo saat Kalvin menelpon nya
"Kamu di mana Arya di culik"ucap Kalvin terlihat cemas
"Apa"Bimo kaget dengan berita itu
"Aku akan ke sana tuan"Bimo segera pergi mendapat kan informasi itu
###
Kaynara pingsan karna pemicu nya adalah stres dari kemarin Kaynara tegang dan stress membuat dia benar tidak dapat mengendalikan emosinya mengakibatkan dia pingsan tapi dia baik baik saja Lily sudah menangani nya ,yg menemani Kaynara Nanda dan Erin sedangkan sisanya mencari keberadaan Arya yg di culik entah apa tujuannya
"Bimo kamu bisa kan membantu yg lain"ucap Kalvin
"Maaf tuan aku bukan tidak bisa membantu tapi kita semua tau jika Arya sekarang ini adalah CEO resmi dan dia hilang tidak ada yg bisa mengurus perusahaan selain aku jadi aku urus perusahaan dulu"jelas Bimo
"Tidak masalah Kalvin kita bisa melakukan itu"ucap Danu
"Tapi jika pendapat ku seperti nya yg menculik Arya adalah istri nya Albert untuk membalas kita"ucap Nugi
"Aku rasa tidak karna tante Kamela aku lihat dia lagi berduka kehilangan suaminya "ucap Bimo
"Aku rasa dalang nya adalah Ardo atau om Hakim"ucap Gavin
"Aku setuju apa yg Gavin katakan "ucap Kalvin
"Kita berpencar saja aku sama Kalvin akan menyelidiki Hakim dan Gavin serta Nugi akan menyelidiki Ardo bagaimana "ucap Danu
"Iya kami setuju "ucap Nugi mereka segera berpencar
###
Hati Kaynara benar beku rasanya atas apa yg terjadi suami nya masih sekarat malah di culik sungguh rasanya Kaynara tidak dapat berbagi dengan lega tatapan Kaynara kosong tanpa air mata tanpa ekspresi
"Kay kamu harus jaga kesehatan mu ngak boleh stress kamu hampir kehilangan anak mu mama tau kamu sangat sakit kehilangan Arya tapi kamu harus kuat demi anak kamu"ucap Nanda menepuk tangan Kaynara
"Iya benar Kay manfaat kan yg ada kamu harus lebih berjuang"ucap Erin
"Iya aku tau itu"ucap Kaynara datar tapi kenapa hati nya sangat pilu
"Aku mau istirahat kalian bisa pergi tinggalin aku"Kaynara memejamkan matanya
"Kita biarkan saja Kaynara sendiri dulu"ucap Nanda mengajak Erin melangkah pergi Kaynara kembali membuka mata nya air mata nya jatuh Kaynara menangis sesegukan
"Kamu di mana Arya"lirih Kaynara terbata dengan tangis nya
"Kita merindukan mu"ucap Kaynara sesegukan menyeka airmata nya kenapa ujian mereka semakin berat saja
####
Kamela baru pulang dari makam suaminya dia meliburkan semua pekerja nya Kamela menuju suatu kamar karna Kamela lah yg menyembunyikan Ardo selama ini karna Ardo berlindung pada nya semua tempat ada polisi mencari Ardo
__ADS_1
"Ardo apa apa ini kenapa ada Arya"ujar Kamela kaget saat melihat Arya terbaring di kasur dengan oksigen dan monitor detak jantung
"Aku menculik nya tan"ucap Ardo
"Kenapa"tanya Kamela
"Melalui Arya kita bisa membalas kan dendam kita lihat lah tante kehilangan suami tante karna kelurga Adiwinata"ucap Ardo
"Tidak seperti ini juga Ardo Arya masih terbaring lemah butuh perawatan"ucap Kamela sebenar nya selama ini dengan kehadiran Arya rasa rindu Kamela terobati kehilangan anak nya tapi suaminya selalu menekan untuk menggapai tujuan mereka
"Tante melupakan dendam tante"ucap Ardo
"Ardo rante tidak lupa apa yg Kalvin lakukan bagaimana rasa sakit itu dia berikan tapi Arya sama seperti anak tante"Kamela mengelus kepala Arya
"Arya maafkan mama ya terlalu banyak rasa sakit yg mama berikan pada mu"ucap Kamela mencium kening Arya
"Lalu kita mau bagaimana"ucap Ardo
"Kamu boleh bersembunyi di beberapa tempat rumah Santoso tante juga akan memberi mu keamanan dan fasilitas dan tante akan membawa Arya ke negara X jika kamu butuh bantuan masalah balas dendam hubungi tante tapi tante akan ajak Arya pergi dari kota ini"ucap Kamela
"Dulu tante pernah ingin memberi Arya obat penghilang ingatan tapi tidak terjadi sekarang tante akan lakukan tante akan hapus ingatan Arya mengenai kota ini"ucap Kamela
"Oke aku setuju hilang nya Arya itu lebih menyakiti Kaynara "ucap Ardo tersenyum meski pergerakan nya terbatas tapi Ardo akan merasa senang jika keluarga Adiwinata menderita
Kamela menyiapkan segala keperluan nya dia menyewa pesawat khusus untuk diri nya dan Arya itu juga privasi nya tidak ingin keberangkatan nya di ketahui semua orang.Kamela menatap Arya yg di masukan di pesawat oleh beberapa anak buah nya di dalam sana ada beberapa dokter mengawasi kondisi Arya
"Ini kan pak Arya semua orang lagi sibuk mencari nya"gumam pilot itu menatap Arya yg terbaring dia segera berlalu
"Hallo dengan kantor polisi"ucap nya pelan
"Pak saya melihat pak Arya berada di pesawat yg akan saya terbang kan"ucap nya
"Iya pak cepat waktu nya tidak banyak"ucap nya lalu memutuskan sambungan teleponnya
"Aku akan hidup berdua bersama Arya biarkan Ardo yg akan membalas semua nya"gumam Kamela tersenyum dia segera melangkah menuju pesawat nya dan masuk duduk di dekat Arya yg terbaring
"Nyonya Kamela Santoso anda sudah kami kepung atas penculikan pak Arya"ucap polisi dengan speaker nya Kamela kaget dia berdiri melihat yg terjadi polisi sudah mengepung
"Nyonya apa yg harus kita lakukan"tanya anak buah nya
"Ancam pilot nya untuk memaksa kita harus segera pergi"ucap Kamela
"Baik"ucap nya segera pergi lalu mengeluarkan senjatanya
"Ayo kita segera pergi jika tidak saya akan membunuh Anda*ucap nya meletakkan pistol di kepala pilot itu
"Baik"pilot itu ketakutan
"Pak seperti nya mereka tidak menghiraukan ancaman kita"ucap polisi
"Lakukan pak cegah mereka membawa menantu saya"ucap Kalvin sangat cemas apa yg harus dia kata kan pada anak nya jika sampai Arya berhasil di bawa pergi
"Tembak"perintah komandan pada penembak jitu pria yg bertugas segera penembak melihat pilot segera menghidupkan mesin pesawat dia segera menembak bodyguard itu hingga terjatuh pilot itu bisa bernafas lega dia menonaktifkan lagi pesawat nya Kemala yg menyadari itu membuka lagi pintu pesawat
"Aku adalah rante nya"teriak Kamela
"Kaynara tidak sama sekali pantas bersama Arya jadi aku akan membawa Arya anggap saja hubungan mereka putus jangan halangi kami pergi "teriak Kamela
"Kurang ajar berani sekali dia"kesal Kalvin
"Nyonya kamela menyerah lah kami tidak segan melukai Nyonya jika tetap ingin membawa pergi pak Arya"ucap polisi dengan speaker
"Aku tidak akan mundur "teriak Kamela
"Tembak bagian kaki"perintah komandan penembak jitu itu segera membidik dan segera menembakkan kaki Kamela
"Aghhh*Kemala terjatuh karna kaki nya sakit polisi dan pasukan segera berlari untuk menangkap Kamela semua orang mulai berlari
__ADS_1
"Lepas"teriak Kemala memberontak dia menangis bahkan untuk bersama Arya dia harus melakukan kejahatan kamela menyesali itu
"Aku tidak akan biarkan kamu membawa Arya"ucap Kalvin
"Lepas"Kamela menatap Arya yg dorong oleh Nugi turun dari pesawat
"Dia anak saya "lirih Kamela
"Anak, kalian sudah berlaku kejam pada Arya"ucap Kalvin membuat Kamela terdiam
"Tuan Kalvin silahkan bawa pak Arya kembali ke rumah sakit biar kami mengurus Nyonya Kamela"ucap polisi
"Baik terimakasih "ucap Kamela tersenyum Kamela tertegun saat melihat Arya menjauh dari nya dia kehilangan harapan nya padahal hanya tersisa Arya harta keluarga nya Kamela menarik pistol polisi dan menembak diri nya sendiri mengakhiri diri nya tidak sanggup menahan semuanya
Dor
Semua menoleh saat terdengar suara tembakan melihat Kamela mengakhiri hidupnya semua orang terdiam tidak menduga itu terjadi
"Hah itu hukuman atas kejahatan nya dia tidak terima tinggal sendiri sampai mengakhiri hidupnya"ucap Kalvin
"Mau bagaimana lagi biarkan yg terjadi seperti ini kita harus cepat bawa Arya kembali ke rumah sakit "ucap Nugi lalu mereka melangkah pergi untuk membawa Arya ke rumah sakit secepatnya
###
Arya sudah kembali di periksa oleh Fahmi, Kaynara yg di beri tau oleh Erin jika Arya sudah di temukan sudah berada di ruangan nya sangat senang dia segera minta di antar oleh Erin yg menemani nya
"Gimana pa keadaan Arya"tanya Erin
"Dia sudah baik baik saja"ucap Kalvin
"Aku mau jenguk Arya"Kaynara menurun kan kaki nya dari kursi roda
"Kay kamu di suruh istirahat dulu biar aku antar tapi ingat jangan banyak pikiran "ucap Erin mencegah lalu mendorong kuris roda Kaynara mendekati Arya
"Aku tinggal ya"Erin mengusap bahu Kaynara dan berlalu pergi
"Pa aku rasa biarkan aja Kaynara bersama Arya dia sangat mencemaskan Arya"ucap Erin
"Iya papa titip Kaynara ya papa masih ada kerjaan"ucap Kalvin lalu pergi bersama Danu karna mereka masih harus menemukan Ardo
"Arya setidaknya hati ku tenang melihat mu baik baik saja meski mata mu belum terbuka "Kaynara mengengam tangan Arya meletakkan kan di pipinya
"Apa kamu tau aku sangat merindukan mu ya setiap detik tapi aku bisa mengobati dengan menatap mu tapi kali ini kenapa sangat menyakitkan aku mohon cepat sembuh demi aku demi anak kita"ucap Kaynara mencium tangan Arya dia terdiam menatap wajah Arya sampai kapan suaminya bisa sadar kembali keadaan Arya seperti ini semua karna diri nya Kaya a. menyesali itu akibat tabrakan nya masih berdampak sampai sekarang Kaynara sangat menyesal
###
Kabar meninggalnya Kamela nyonya Santoso membuat tanda tanya bagi semua orang pertama Albert sekarang Kamela tapi mendengar penjelasan dari polisi jika Kamela menculik Arya dan Kamela mengakhiri hidup nya membuat semua orang mengerti tapi mereka malah menyerang Hakim jika itu ulah Hakim agar anak nya di bebaskan mereka ingin Ardo segera di temukan agar bisa di hukum dengan berat
"Kasihan Arya benar sendiri"ucap Bimo menonton televisi di ruangan Arya yg juga ada Kaynara berbaring dekat suaminya
"Bimo "ucap Kaynara duduk
"Apa kah kantor baik baik saja secara sekarang tidak ada pengganti om Albert atau pun Arya"ucap Kaynara
"Iya benar banyak pesaing memanfaatkan ini tapi aku hanya seorang asisten tidak bisa berikan yg aku bisa lakukan bertahan meski keadaan kantor sekarang punya masalah aku bisa mengatasi nya"ucap Bimo
"Bimo jika aku ikut kerja dengan mu mengantikan Arya bagaimana"tanya Kaynara
"Kamu yakin ini berat lho Kaynara apa lagi kamu tengah hamil"ucap Bimo kaget dengan keputusan Kaynara
"Iya aku yakin lagi pula seandainya Arya lama bangun nya itu akan menjadi bumerang bagi perusahaan aku kan istri nya jadi aku yakin mereka akan menerima aku"ucap Kaynara
"Oke jika kamu sudah yakin tapi kamu harus ingat harus jaga kesehatan jika capek kamu segera istirahat aku bisa menghandle semua nya jangan Khawatir aku sudah terbiasa di limpahkan pekerjaan oleh Arya"ucap Bimo tersenyum
"Iya aku akan menjaga kesehatan besok aku akan mulai bekerja"ucap Kaynara
"Baik lah jika itu sudah jadi keputusan mu"ucap Bimo tersenyum
__ADS_1
"Arya aku harus tetap kuat demi kamu aku akan mengantikan mu sekarang yg tersisa hanya perusahaan itu dan aku jadi aku harus bisa tetap mempertahankan keduanya sampai kamu benar sadar nanti aku berharap kamu segera sadar"batin Kaynara menatap Arya lalu kembali berbaring memeluk Arya