Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 94


__ADS_3

Erin pagi pagi sudah bangun karna sekarang dia tidak lagi bekerja di kantor pagi nya akan sibuk di rumah itu, Erin membuat sarapan untuk semua membantu Bik semia dan pembantu yg lain, Setelah dari dapur Erin kembali lagi ke kamarnya karna biasanya Gavin belum bangun Erin akan menyiapkan pakaian Gavin tapi saat Erin masuk ke kamar Gavin sudah bangun


"Mas udah bangun"ujar Erin mendekat Gavin yg menatap ponselnya


"Aku ada pekerjaan pagi ada meeting Boy baru saja memberi tau ku"ujar Gavin masuk ke kamar mandi Erin pun segera menyiapkan pakaian untuk Gavin


"Ya aku lupa ponsel pemberian Kaynara"gumam Erin lalu membuka laci ada kotak ponsel Erin pun mengambil nya sambil menunggu Gavin selesai mandi


"Ponsel siapa"tanya Gavin keluar dari kamar mandi


"Ini ponsel pemberian Kaynara dia bilang aku tidak boleh lagi memakai ponselku harus ganti "ucap Erin


"Bagus itu benar apa kata Kaynara"ujar Gavin


"Mas ini pakaian mu sudah aku siapkan"ujar Erin berdiri


"Kamu urus aja ponsel mu aku pakai sendiri nanti biar aku gampang menghubungi mu kamu tidak menyimpan nomor ku"ujar Gavin menggosok rambut nya


"Nyimpan kok mas"ujar Erin berdiri meletakkan ponsel baru nya mengambil ponsel lama nya


"Mana coba lihat"ujar Gavin membuat Erin terdiam dia lupa mengubah nama kontak Gavin


"Ada dong mas"ujar Erin tersenyum


"Mampus aku jika mas Gavin tau aku menyimpan nama nya bos Gavin galak yg sombong bisa marah dia "batin Erin


"Mana coba lihat siapa tau kamu menyimpan nomor lama ku yg tidak aku pakai "Gavin merebut ponsel itu membuat Erin panik


"Siapa kamu simpan"tanya Gavin


"Bos Gavin"lirih Erin


"Bos Gavin galak yg sombong ini"Gavin menunjukkan kotak nya


"Itu nomor lama mas aku ngak sempat mengubahnya "cengir Erin


"Kamu mengatakan aku galak dan sombong "ujar Gavin


"Jika boleh jujur sih memang benar mas Gavin galak dan sombong "ujar Erin cengengesan


"Kurang ajar kamu ya"ujar Gavin meraih tubuh Erin


"Mas hentikan aku tidak maksud "pekik Erin berpegang di bahu Gavin


"Coba aku tanya mas Gavin menyimpan kotak ku siapa"tanya Erin


"Aku ngak punya"ujar Gavin tersenyum kecil


"Tuh harus nya aku yg marah"ujar Erin


"Iya iya"Gavin mencium sudut bibir Erin sekilas lalu meninggalkan Erin menuju ruang ganti Erin kembali lagi duduk di kasur memindahkan kartu nya ke ponsel baru


"Erin kamu mau buat akun kan biar aku nanti membuat nya"ujar Gavin mendekat Erin meletakkan ponsel lalu mengenakan kancing kemeja Gavin


"Terserah mas Gavin aja"ujar Erin meraih dasi itu mengenakan nya di leher Gavin


"Udah kita mau sarapan"Gavin membenarkan dasi nya lalu meraih jas nya memakai nya mereka segera turun


"Kay hari ini kamu tidak di rumah"tanya Gavin duduk Erin pun meraih piring mengambil kan Gavin sarapan


"Tidak kak aku ada kuliah pulang pun sore"ujar Kaynara


"Jika ada keperluan biar mama bantu"ujar Nanda


"Tidak ma aku hanya sedikit sibuk takut nya Erin kesepian"ujar Gavin


"Selama Erin bersama mama dia tidak akan kesepian nanti Erin mama ajak ke kantor di sana juga akan ada Arin"ujar Nanda


"Jangan dong ma "ujar Gavin cepat


"Jangan khawatir waktu Erin bebas Gavin jadi kamu kapan pun mau mengurus Erin menemui mu dia akan siap"ujar Nanda tersenyum


"Ngak gitu ma"ujar Gavin


"Gavin mama sama seperti Erin saat dulu papa mu ingin selalu minta waktu mama pernikahan kalian itu waktu ingin selalu menempel "ujar Nanda


"Tidak ma aku tidak ingin selalu menempel Erin yg selalu membutuhkan aku"ujar Gavin santai

__ADS_1


"Bukan nya mas Gavin jika tidur selalu menempel di leher ku"ujar Erin serius membuat Nanda dan Kalvin tertawa menatap Gavin


"Emang jika suami istri harus tidur nempel gitu"tanya Kaynara


"Kay kamu belum saat nya tau nanti setelah menikah kamu akan paham dengan sendiri nya"ujar Nanda tersenyum


"Ya sudah aku berangkat kuliah dulu"Kaynara berdiri dan pamit pergi


"Ya udah aku juga berangkat kamu di rumah saja atau mau ikut mama juga boleh"ujar Gavin berdiri dia mengecup kepala Erin dan berlalu pergi begitu saja


"Erin jangan sungkan menceritakan jika Gavin menyakitimu mama tidak akan selalu membenarkan anak mama"ujar Nanda tersenyum mengusap bahu Erin


"Iya ma"ucap Erin tersenyum dia senang Nanda memperlakukan nya sama seperti anak nya sendiri


###


Gavin sudah mulai pokos di kantor yg terasa semakin menyita waktu nya ada beberapa pertemuan yg sudah Gavin selesai kan kini Gavin harus bertemu dengan klien nya yg akan melakukan kerja sama tapi pertemuan nya di luar


"Aku harus bertemu dengan klien lagi"gumam Gavin membereskan berkasnya lalu Gavin keluar dari ruangan nya


"Boy kamu urus pertemuan kita di kantor kamu yg handel karna saya harus bertemu dengan klien"ujar Gavin


"Iya tuan "ujar Boy"Gavin segera pergi menuju tempat yg dijanjikan


###


"Selamat siang tuan Gavin silahkan duduk"ujar nya menjabat tangan Gavin


"Terimakasih pak"ujar Gavin lalu duduk


"Bagaimana tuan dengan kerja sama kita"ujar nya tersenyum


"Saya sudah membaca berkas yang bapak berikan tapi saya ingin lebih detail lagi pak"ujar Gavin serius


"Boleh tuan saya sudah siapkan "ujar nya menunjuk kan laptop nya Gavin melihat dengan jelas penjelasan


"Saya cukup tertarik atas tawaran nya pak saya rasa saya akan menerima tawaran bapak yg ingin memberikan beberapa kendaraan di sorum kami pak "ujar Gavin


"Terimakasih tuan Gavin"ujar nya tersenyum bahagia


"Bisa tuan baca kerja sama nya"ujar nya memberikan berkas nya Gavin pun membaca nya setelah membaca sampai selesai Gavin menanda tangani


"Iya tuan terimakasih banyak tapi maaf banget tuan karna urusan kita selesai saya harus pergi karna ada urusan keluarga"ujar nya


"Ya silahkan saya juga ada pekerjaan"ujar Gavin pria itu pun segera pergi


"Erin lagi ngapain ya" gumam Gavin menyeduh kopi nya Gavin sudah menyimpan nomor Erin untuk mengajak nya makan siang


"Gavin"seseorang itu menepuk bahu Gavin membuat Gavin mendongak yg lagi memainkan ponselnya


"Martha"ucap Gavin kaget wanita itu tersenyum lebar memeluk Gavin erat


"Aku mencari mu saat aku sampai aku langsung mencari informasi mengenai mu aku sangat merindukan mu"ujar Martha tersenyum


"Martha apa yg kamu lakukan di sini"ujar Gavin menoleh ke sebrang arah takut nya nanti ada yg memotret mereka dan menyebar nya


"Kamu kenapa bertanya seperti itu tujuan ku itu kamu Gavin"ujar Martha


"Martha kamu tau kan hubungan kita berakhir sejak orang tua mu tidak menyukai ku"ujar Gavin


"Gavin kita udah janji untuk saling bertemu dan menunggu sampai kita selesai menggapai cita cita aku pun sudah sukses menjadi dokter"ujar nya menangkup wajah Gavin


"Martha kenyataan nya takdir telah berbeda "ujar Gavin menurunkan tangan Martha di wajah nya


"Maksud kamu"ujar Martha


"Aku sudah menikah"ujar Gavin


"Menikah kamu mengkhianati aku Gavin kamu lupa dengan janji kita"ujar Martha


"Aku minta maaf sejak aku tidak direstui orang tua mu aku merasa aku harus memutuskan semua hubungan demi kebaikan kita dan aku melakukan itu"ujar Gavin


"Kamu lupa yg kamu lakukan pada aku kamu berjanji untuk bertanggung jawab"ujar Martha


"Sungguh aku minta maaf tapi aku benar tidak bisa aku sudah menikah Martha"ujar Gavin


"Aku ingin bertemu dengan istri mu dan aku mau lihat wanita mana yg mengambil kamu dari ku"ujar Martha melangkah Gavin mencegah nya

__ADS_1


"Apa yg kamu lakukan kamu tidak berhak bertemu dengan istri ku"ujar Gavin menarik tangan Martha


"Kenapa aku lakukan Gavin aku harus tau kamu hanya milik ku dan aku akan mengatakan jika kamu pernah meniduri ku"ujar Martha membuat Gavin terdiam dia tidak bisa menyangkal nya


"Martha mengerti lah itu masa lalu kita ,sekarang istri ku masa depan ku kamu jangan mengatakan itu istri ku bisa kecewa dan marah"ujar Gavin frutasi


"Gavin kamu lupa dengan janji kamu yg ingin hidup bersama ku selama nya"ujar Martha


"Itu dulu Martha sekarang aku punya istri dan tidak akan meninggalkan nya maaf"Gavin melangkah pergi


"Jika kamu mengacuhkan aku akan mendatangi rumah mu dan mengatakan semuanya pada istri mu"ujar Martha menghentikan langkah Gavin


"Apa mau mu"ujar Gavin serius


"Aku ingin kamu Gavin ingat tanggung jawab mu"ujar Martha


"Mengerti lah Martha "ujar Gavin lalu tetap meninggal kan Martha sendiri tentu Martha kesal dan mengejar Gavin tapi satu hal yg tidak Gavin perhatikan sekitar bahwasan nya Erin melihat nya dari kejauhan sebenarnya Erin melihat dari pertma Gavin masuk dan Erin terus memperhatikan Gavin


"Memperhatikan siapa sih"ujar Nanda mengikuti pandangan Erin


"Tidak ada ma"ucap Erin tersenyum pada Nanda yg lanjut bicara pada team mereka Erin pokus ke pembahasan mereka


"Erin kamu ngak mau gabung apa jadi artis biar mama nanti yg promosi kak kamu"ujar Nanda membereskan barang mereka dan keluar dari cafe itu


"Tidak ma aku tidak punya bakat jadi artis lagian kan orang jadi artis harus cantik lah aku"kekeh Erin


"Ngak juga cantik itu nomor dua yg pertama pontensi kita dengan kita banyak uang bisa mempercantik diri"ujar Nanda


"Tetap aja ma ngak"ujar Erin tersenyum


"Mama hanya saran kan jika kamu tidak mau ya udah"ujar Nanda lalu mereka masuk mobil dan pergi dari sana


🌙🌙🌙


Gavin pulang tidak makan malam di rumah dia benar pusing ada nya masa lalu nya itu Gavin pusing di kejar oleh Martha terus menerus meminta nya bertanggung jawab tidak mungkin Gavin meninggalkan Erin atas apa yg terjadi selama ini tapi Gavin tidak ingin Erin tahu mengenai Martha dan apa yg terjadi pada nya


"Mas capek ya"Erin menatap Gavin yg berkali kali mengusap wajahnya kasar


"Iya"Gavin menatap wajah Erin yg mendekati nya


"Aku pijitin ya"ujar Erin


"Tidak usah aku mau istirahat capek banget "ujar Gavin berdiri melepaskan jas nya dan ke ke kamar mandi


"Mas Gavin ngak cerita wanita tadi itu siapa ya"gumam Erin


"Apa itu kekasihnya mas Gavin tapi tidak mungkin karna sebelum aku jadi istri nya mas Gavin itu Elis jadi kekasih nya lalu wanita itu dari mana masak iya mas Gavin selingkuh dia tidak sebodoh itu mengenal kan aku pada semua orang terutama media"gumam Erin


"Erin"panggil Gavin keluar dari kamar mandi sudah memakai baju santai


"Iya mas butuh sesuatu"tanya Erin


"Tidak"ujar Gavin mengengam tangan Erin


"Kita kan mulai dekat ya sangat dekat seperti suami istri pada umunya kesalahan apa yg tidak akan kamu maaf kan"tanya Gavin dengan menggenggam tangan Erin


"Mas wanita itu tahan oleh apa pun termasuk pukulan tapi jika seorang wanita sudah kecewa dan di khianati tidak ada yg akan tinggal diam"ujar Erin


"Aku tergantung mas Gavin menyakiti ku bagaimana aku tetap memaafkan tapi mas aku tidak bisa menerima pengkhianatan"ujar Erin serius seketika Gavin memeluk Erin


"Maafkan aku ya Erin aku tidak mau kehilangan mu"lirih Gavin memeluk dengan erat


"Memang nya ada apa mas"tanya Erin melepaskan pelukan itu


"Tidak ada semua baik baik saja ayo tidur capek banget "ujar Gavin menggandeng tangan Erin menuju kasur lalu mereka berbaring


"Kamu hari ini kemana"tanya Gavin meletakkan wajahnya di leher Erin


"Emm ikut mama mas tadi dia memaksa ku jadi aku ikut mama"ujar Erin mengusap kepala Gavin dia masih penasaran dengan wanita itu


"Apa aku pancing aja ya dengan mengatakan melihat mas Gavin tadi bukti nya tadi dia meminta maaf dan bertanya mengenai itu"batin Erin


"Mas Gavin tadi aku lihat mas Gavin di restoran karna aku dan mama lah meeting"ujar Erin tangannya terus mengelus kepala Gavin


"Mas mas Gavin"ujar Erin menoleh ternyata Gavin sudah terlelap dengan damai wajah nya damai di leher Erin


"Siapa wanita itu ya"gumam Erin menatap wajah tampan Gavin

__ADS_1


"Huh aku akan bertanya nanti"ujar Erin lalu menarik selimut kendada nya ikut Gavin memejamkan mata karna dia pun sudah mengantuk


__ADS_2