Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 34


__ADS_3

"Kita bawa ke rumah sakit"ucap Amel cemas melihat mulut Nanda penuh dari darah saat Amel akan mengendong Nanda dia melihat tangannya berdarah


"Nanda pendarahan"ucap Amel menatap tangannya


"Bawa rumah sakit"ucap Landa membantu Amel mengankat Nanda segera menuju ke rumah sakit


"Bertahan Nanda"ucap Landa memangku kepala Nanda


🚘🚘🚘


"Amel kenapa tangan ku yg memegang pipi Nanda terasa terbakar "ucap Landa


"Mana ku tau memang nya aku dokter kamu jangan banyak bertanya pada ku yg ada kita ngak sampai karna aku panik"ucap Amel jadi serba salah


"Nanda bertahan ya momy ngak mau kehilangan kamu lagi"ucap Landa meneteskan air mata mengengam tangan Nanda,sekitar 20 menit mereka sampai Amel segera mengendong Nanda di bantu Landa


"Dokter cepat selamat kan anak saya"ucap Landa meletakkan Nanda di brandar beberapa dokter segera mendorong Nanda ke ruang UGD


"Aku kasih tau Daniah untuk menemani mu aku harus cari tau apa yg terjadi di rumah"ucap Amel di angguki Landa


"Hallo"ucap Amel menjauh


"Kenapa ibu Amel"ucap Daniah di telepon


"Nanda masuk rumah sakit kamu temani Landa karna saya ada urusan"ucap Amel serius


"Apa, bagaimana bisa"ucap Daniah kaget


"Jangan banyak bicara cepat temenin Landa"ucap Amel lalu memutuskan sambungan teleponnya dan pergi . Sekitar 30 menit Daniah sampai segera menghampiri Landa


"Niah anak aku"ucap Landa sangat cemas memeluk Daniah


"Apa yg terjadi Nanda kenapa"tanya Daniah duduk


"Aku tidak tau Kalvin menelpon kata nya mau ke rumah Nanda sangat senang aku dan Amel ingin memutuskan ke kantor dan Nanda ada di ruang tamu aku tidak tau apa yg di makan Nanda tiba-tiba dia banyak mengeluarkan darah dari mulut dia juga pendarahan aku sangat cemas"ucap Landa gemetar


"Pasti ada yg ingin mencelakai Nanda siapa yg tega melakukan ini jangan sampai Nanda keguguran"ucap Daniah jadi cemas


"Dokter belum keluar"ucap Landa


Cklek


"Dok bagaimana anak saya"ucap Landa berdiri


"Mari kita bicara sebentar nyonya"ucap dokter dan mereka menuju ruangan dokter


"Ada yg serius dok"ucap Daniah duduk bersama Landa


"Ini ronsen tubuh nona Nanda "jelas dokter


"Setelah kami periksa di dalam tubuh nona Nanda terdapat racun tapi kamu belum memastikan racun jenis apa ini"jelas dokter


"Racun"ucap Landa dan Daniah saling pandang


"Tapi dok keamanan di rumah sangat ketat orang asing di larang masuk sejak Nanda hamil"ucap Landa


"Nanti pikir kan itu"ucap Daniah


"Lalu bagaimana keadaan Nanda dok"ucap Daniah


"Sekarang kami akan berusaha mengeluarkan racun nya dan kami juga butuh donor darah karna nona Nanda butuh donor darah"ucap dokter


"Golongan darah saya cocok dok"ucap Landa


"Dok bagaimana dengan kandungan Nanda"tanya Daniah penuh harap


"Racun nya sangat ganas pada saat racun itu masuk ke tubuh nona Nanda yg menyebabkan nya pendarahan dari situ nona Nanda sudah mengalami keguguran karna racun ini bersifat sangat panas sehingga tubuh nona Nanda tidak mampu menahan nya"jelas dokter


"Keguguran "ucap Daniah dan Landa bersama


"Untuk kedua kali nya aku gagal menjadi seorang nenek seperti nya aku harus mengubur keinginan ku itu"ucap Daniah bersedih


"Aku tidak ingin larut bersedih atas keguguran Nanda aku harus pokus pada kesehatan Nanda"ucap Landa


"Ya kamu benar kita harus pokus pada kesehatan Nanda"ucap Daniah


"Dokter lakukan yg terbaik untuk kesembuhan anak saya"ucap Landa


"Jika begitu kita ambil darah nyonya"ucap dokter berdiri


"Landa aku kasih tau Kalvin dulu"ucap Daniah berdiri dan keluar menelpon Kalvin

__ADS_1


"Kenapa ponsel nya tidak aktif menjengkelkan"gumam Daniah jadi kesal beberapa kali Daniah mencoba tetap nomor Kalvin tidak bisa di hubungi menelpon Arjun juga sama tidak di angkat Daniah memutus kan menelpon sekertaris Kalvin


"Selamat siang nyonya"ucap nya sopan


"Pak Fatur kenapa Kalvin tidak bisa di hubungi"ucap Daniah


"Tuan Kalvin ada meeting besar nyonya soal gosip itu menganggu perusahaan jadi tuan Kalvin berusaha klarifikasi"jelas nya


"Kamu bilang sama Kalvin nanti istri nya masuk rumah sakit "ucap Daniah


"Baik nyonya nanti saya sampai kan"ucap nya


"Saya tutup dulu telponnya"ucap Daniah lalu mematikan sambungan teleponnya


####


Setelah meeting 2 jam Kalvin selesai juga dia bisa bernafas dengan lega Kalvin menyalah kan telepon nya karna tadi dia mematikan nya Kalvin melirik jam nya dia harus segera pulang menemui Nanda karna tadi dia janji pulang sore Kalvin berdiri bersama Arjun keluar ruangan


"Tuan nyonya menelpon banyak sekali tidak terjawab"ucap Arjun melihat kan ponsel nya 10 panggilan tidak terjawab dari Daniah


"Ada apa ya saya harus segera pulang menemui Nanda kamu urus semua urusan kantor nanti hubungi saya"ucap Kalvin lalu masuk ruangan nya mengambil tas nya dan segera pergi


"Tuan maaf anda ingin pulang"ucap pak Fatur


"Iya emang nya kenapa"ucap Kalvin


"Ada pesan dari nyonya kata nya istri anda masuk rumah sakit"ucap pak Fatur


"Apa"ucap Kalvin kaget dia segera lari menuju tempat parkir segera masuk mobil melaju dengan cepat tidak butuh waktu lama Kalvin sampai ke rumah sakit mencari keberadaan Daniah


"Mama"ucap Kalvin mendekat


"Kamu dari mana saja Kalvin Nanda sekarat kamu malah sibuk dengan pekerjaan "kesal Daniah


"Nanda bagaimana ma"tanya Kalvin


"Nanda keguguran racun nya juga belum bisa di keluar kan"jelas Daniah


"Keguguran "ucap Kalvin mengusap wajahnya kasar lalu Kalvin melihat dari jendela kaca kecil dari pintu melihat ke dalam ada Landa yg mendampingi Nanda yg lagi di rawat , dokter keluar membuat Kalvin mundur dan melihat dokter itu membawa baskom keluar berisi muntahan darah Nanda


"Dok apa Nanda sudah sadar"tanya Daniah


"Nanda keracunan "ucap Kalvin di angguki Daniah


"Apa kita boleh masuk"ucap Kalvin


"Boleh tapi pakai masker"ucap Daniah , Kalvin segera masuk mengambil masker rumah sakit lalu menatap wajah Nanda yg meringis menahan rasa sakit


"Ahh mom panas mom sakit"lirih Nanda serah mengejar mengengam tangan Landa dengan erat


"Kamu harus tahan sayang atau mau muntah lagi"ucap Landa terus mengompres tubuh Nanda dengan air dingin bibir Nanda kering karna panas di tubuh nya mencapai 40° panas nya sangat tinggi sehingga membuat wajah Nanda merah serta kulit Nanda tubuhnya terus berkeringat bibir Nanda seperti tanah yg kering


"Panas mom tubuh ku terasa terbakar panas"ucap Nanda menangis


"Tahan sayang"ucap Landa tidak tega dia berusaha tegar


"Nyonya untuk mengurangi panas tubuh nona sebaiknya kita rendam dengan air es kami sudah menyiapkannya "ucap dokter


"Di lantai atas ada ruang laboratorium khusus di siap kan jika ada pengobatan yg lain"jelas nya lagi


"Mana bagus saja dok"ucap Landa sudah tidak tega


"Ayo nona pakai kursi roda dulu"ucap dokter


"Biar saya dok yg membawa istri saya"ucap Kalvin mendekat


"Hati hati Kalvin tangan mu akan terasa panas"ucap Landa


"Aku bisa mom"ucap Kalvin datar lalu mengendong Nanda


"Mari tuan ikuti saya"ucap dokter Landa membantu mendorong tiang infus dan darah Nanda mencengkram baju Kalvin


"Ya ampun apa yg terjadi kenapa tubuh Nanda bisa sepanas ini"batin Kalvin masuk lift dokter meneken tombol lantai atas


"Aghh panas"lirih Nanda meringis membenamkan wajahnya di dada Kalvin


"Sejenak aku membenci mu atas apa yg kamu lakukan"lirih Nanda pelan menahan rasa panas nya Kalvin diam saja tidak mengerti dengan perkataan Nanda


"Tuan Kalvin bisa masuk kan nona ke dalam bak mandi ini yg berisi air ess"ucap dokter Kalvin dengan pelan meletakkan Nanda


"Nona jika tubuhnya kedinginan kasih tau kami"ucap dokter memantau Nanda

__ADS_1


"Dokter ini masih terasa sangat panas ahhhh"lirih Nanda mengengam tangan Kalvin erat dengan cepat air ess yg tadi sangat dingin perlahan memudar di serap oleh tubuh Nanda, Kalvin mengusap bibir Nanda yg kering dengan air es itu beberapa kali


Karna tubuh Nanda belum bisa normal jadi mereka kembali membaringkan Nanda ke kamar inap nya dokter juga sudah berusaha mencari tau racun apa yg Nanda minum.Kalvin hanya menatap Nanda yg di pakai kan baju oleh Landa wajah Nanda masih meringis bahkan sedikit merah karna menahan panas di tubuhnya


"Mom mau muntah lagi"lirih Nanda menatap Landa


"Kalvin ambil kan baskom itu"ucap Landa melirik Baskom yg di bawah brandar Kalvin berjongkok lalu mengambil nya


huuk huuk Hoek Hoek


Darah dari mulut Nanda keluar lagi bercampur darah hitam Nanda menyentuh dadanya yg terasa sesak nafasnya Landa semakin cemas melihat keadaan Nanda dia melirik jam di pergelangan tangannya sudah pukul 11 malam tapi keadaan Nanda belum juga pulih oleh racun itu


"Udah baikan sayang"tanya Landa


"Masih panas mom badan ku terasa terbakar "ucap Nanda pelan


"Kalvin jagain Nanda sebentar momy mau ke kantin sebentar "ucap Landa karna dari siang dia belum makan


"Iya mom"ucap Kalvin lalu Landa keluar menuju kantin.Nanda duduk saja di brandar itu karna menahan panas tubuhnya Nanda ingin menurunkan kaki nya


"Kamu butuh apa biar aku yang ambil kan"ucap Kalvin datar


"Aku mau muntah lagi"lirih Nanda, Kalvin mengambil baskom lagi dan Nanda kembali muntah Kalvin mengelap bibir Nanda lalu memeluknya Nanda melingkar kan tangan nya di pinggang Kalvin membenamkan wajahnya Nanda menangis sesenggukan di dada Kalvin tangan Kalvin terulur membalas pelukan Nanda


"Berbaring lah sejenak biar tidak lelah "ucap Kalvin membaringkan Nanda lalu Kalvin mengelus kepala Nanda mengengam tangan itu erat


"Permisi tuan Kalvin "ucap dokter itu masuk Kalvin masih menatap wajah Nanda baru terlelap dengan wajah meringis


"Ada apa"ucap Kalvin pelan


"Kami sudah menemukan racun itu kami ingin memberi nona beberapa suntikan biar racun itu keluar"jelas nya Kalvin berdiri


"Silahkan"ucap Kalvin keluar lalu dokter itu menyuntikan di kedua lengan Nanda dan beberapa menyuntikan lagi karna suntikan itu membuat Nanda muntah sangat banyak dan seketika Nanda kehilangan kesadaran


"Nyonya kami butuh darah nyonya lagi"ucap suster keluar karna Landa sudah kembali


"Mari sus"ucap Landa berlalu bersama Landa


2 jam berlalu


"Mom keadaan Nanda sudah membaik momy istirahat saja biar aku yg menunggu Nanda"ucap Kalvin


"Baik lah Momy pulang dulu"ucap Landa lalu pergi Kalvin masuk ke ruangan itu lalu duduk di samping Nanda mengengam tangan Nanda yg suhu tubuhnya mulai normal Kalvin mengecup kening Nanda lembut


"Cepat sembuh my wife"ucap Kalvin mencium tangan Nanda


####


☀️☀️☀️


Kalvin tidak tidur semalaman menjaga Nanda bahkan Kalvin tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Nanda.Landa datang pukul 8 pagi dia mengistirahatkan tubuh nya biar bisa menjaga anak nya


"Kalvin biar Momy menjaga Nanda kamu kerja aja dulu jika Nanda sadar Momy akan menelpon"ucap Landa


"Baik lah aku pulang dulu mom"ucap Kalvin berdiri lalu mengecup kening Nanda dan berlalu pergi Landa hanya tersenyum tipis


Pukul 10:09


Landa tetap menemani Nanda yg belum sadar , perlahan mata Nanda terbuka dan menatap Landa yg terlihat wajah Landa lega melihat tatapan Nanda


"Gimana sayang"ucap Landa tersenyum mengelus kepala Nanda yg mulai menetes kan air matanya menyentuh perut nya


"Aku"ucap Nanda sesegukan


"Kehilangan anak ku Mom hiks hiks"Nanda menangis memeluk Landa dengan erat Landa tau perasaan Nanda dia mengelus lembut kepala Nanda


"Yang terjadi biar lah terjadi sayang ini semua telah terjadi tidak bisa di ulang kembali"ucap Landa menyeka air mata Nanda yg perlahan berhenti menangis


"Aku benci kemunafikan wajah Kalvin"ucap Nanda lirih air matanya terjatuh


"Kenapa"ucap Landa menatap Nanda


"Ini semua gara gara Kalvin pasti dia memberi ku racun itu agar anak itu tidak tumbuh ke dalam rahim ku aku sangat membencinya telah membunuh anak ku dia orang yg sangat kejam tega membunuh darah dagingnya sendiri "ucap Nanda menangis lagi


"Jangan dulu sepenuhnya menyalahkan Kalvin kita belum tau yg terjadi momy juga belum ketemu dengan ibu Amel dari kemarin "ucap Landa


"Mom Kalvin sendiri mengatakan jika akan membunuh anak ini dia pasti sudah merencanakan ingin bertemu dengan ku biar melepaskan kewaspadaan kalian aku sangat benci dengan nya"ucap Nanda dengan kebencian


"Aku tidak mau lagi bertemu dengan nya aku mau pulang saja mom ke rumah Lin untuk sementara waktu "ucap Nanda menyeka air matanya


"Baik lah jika itu keinginan mu kita tanya dokter dulu"ucap Landa tersenyum mengecup kening Nanda sekarang Landa harus lebih mengutamakan kenyamanan Nanda dan juga membangkitkan kerapuhan Nanda atas kehilangan anak nya

__ADS_1


__ADS_2