Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 76


__ADS_3

Kaynara baru pulang menuju kamar nya dan membersihkan tubuhnya sejenak Kaynara menatap langit kamar biasa nya jika Kaynara capek seperti ini mama nya selalu memberi Kaynara cinta nya membuat Kaynara damai di dekapan mama nya itu sayang mama nya jauh dari nya, Kaynara memutuskan masuk ke kamar utama kamar orang tua nya Kaynara berbaring di kasur menyentuh bantal Nanda dan memeluk nya sejenak Kaynara merasa damai puas berbaring Kaynara menuju ruang ganti Kaynara menyentuh baju baju mama nya tersenyum tipis menyedihkan banget dia jika merindukan seperti ini


"Mama kenapa membawa semua perhiasan nya"gumam Kaynara melihat perhiasan mama nya yg menghilang semua, tidak mau pusing Kaynara segera menuju lantai bawah dia membuka kulkas menyeduh air dingin


"Hei kamu ngapain menyentuh barang dapur"ujar Kaynara mendekat menarik tangan Erin yg lagi masak Erin ketakutan melihat mimik wajah Kaynara


"Nona saya yg menyuruh nya masak dia merasa lapar dari pada tenaga nya terbuang mending dia bekerja dengan masak saja tuan Gavin juga bilang jika dia mau makan harus kerja "ujar Bik Semia mendekat


"Aku mau merasakan makanan wanita menjijikan ini jika tidak enak aku akan melempar nya dari lantai atas sampai ke lantai bawah mengerti"bentak Kaynara membuat Erin mengangguk patuh


"Kamu lanjut saja masak nya nona Kaynara memang seperti itu tidak usah di ambil hati"ujar Bik Semia menatap Erin


"Iya tan"ujar Erin membuat buk semua tersenyum kecil


"Mama"ujar Kaynara duduk di meja makan menelpon mama nya


"Kenapa sayang rindu ya sama mama juga"kekeh Nanda


"Baru sedikit"ujar Kaynara memakan apel itu


"Kuliah udah"ujar Nanda


"Udah ma baru pulang"ujar Kaynara


"Capek rindu makanan mama semua makanan ngak enak aku kesal jika makan nya lidah ku tidak selera semua makanan"kesal Kaynara membuat Nanda di seberang telpon tertawa geli


"Kamu kan bisa masak sayang kamu udah bisa masak seperti mama"ujar Nanda


"Tetap aja beda ma aku mau makan makanan mama kirimin dong suruh kek orang nya mama atau orang nya papa"ujar Kaynara


"Ya kali hanya sebungkus makanan mama harus lewat orang Kay kamu ini"kekeh Nanda


"Lalu bagaimana dengan lidah ku"ujar Kaynara


"Kamu datang aja di restoran Tante Dewi itu juga ada resep mama koki nya sudah handal bisa meniru masakan mama kamu makan kek di sana"ujar Nanda


"Ck beda ma Tante Dewi udah bawakan tapi tetap aja beda aku mau mama yg masak titik "ujar Kaynara


"Hei keras kepala datang ke sini mau makan makanan mama"kekeh Nanda


"Ck sebel"ujar Kaynara


"Ma udah dulu aku mau makan"ujar Kaynara mematikan sambungan telpon saat Bik Semia meletakkan makanan nya


"Dia yg masak"ujar Nanda datar mengambil sendok nya memutar nya pelan


"Iya nona jika tidak suka mau saya yg masakan kan dan ganti"ujar Bik Semia


"Tidak perlu aku sangat lapar"ujar Kaynara meneguk minuman nya lalu menyuapi makanan itu


"Tidak buruk"gumam Kaynara menyuapkan lagi ke dalam mulutnya masakan itu lumayan enak meski tidak sebanding dengan masakan mama nya dari poin 10 Kaynara memberi poin 9 di masakan itu


"Kerja bagus nona Kaynara suka masakan kamu"ujar Bik Semia tersenyum puas pada Erik yg duduk di dapur makan dengan lahap dia sangat lapar


"Terimakasih tante"ujar Erin tersenyum


"Kamu kan kerja besok"ujar Bik Semia


"Iya Tan kerja jadi pembersih harus datang pagi"ujar Erin


"Sebelum berangkat kamu buat sarapan dulu seperti nya nona Kaynara suka masakan kamu"ujar Bik Semia


"Iya Tan"ujar Erin mengangguk mengerti


####


Gavin baru pulang dia menemani Elis belanja dan juga baru pulang kerja ,Gavin masuk ke kamar menuju ruang ganti melepaskan jam tangannya saat Gavin ingin meletakkan jam nya semua koleksi jam nya hilang cincin yg mahal semua hilang


"Siapa yg mencuri jam ku"gumam Gavin keluar dari ruang ganti itu melepaskan jas nya


"Erin"teriak Gavin menggelegar turun dari tangga


"Erin ke mari kamu"teriak Gavin tidak ada jauh nya Gavin dan Kaynara kerjaan nya marah dan berteriak


"Ada apa kak"ujar Kaynara ikut mendekati Gavin

__ADS_1


"T....tuan memanggil saya"ujar Erin berlari mendekat


"Berani nya kamu mencuri hah"ujar Gavin memegang bahu Erin dengan keras


"Aku tidak mencuri"ujar Erin takut


"Di sini tidak ada yg kehilangan barang bertahun tahun hanya kamu orang baru dan hilang semua barang berharga ku kamu jangan macam macam harga jam ku itu mencapai milyaran kamu mengerti"geram Gavin


"Aku tidak mengambil nya"ujar Erin ketakutan


"Bik apa tidak ada cctv sama sekali "tanya Kaynara masih tetap tenang


"Tidak ada nona karna dulu nyonya Nanda menyuruh melepaskan nya karna dia bilang orang yg bekerja di sini sudah sangat setia dan orang lama semua tidak ada yg akan hilang "ujar Bik Semia


"Selama ini rumah ini aman saja tidak pernah ada yg mencuri kamu hanya sebentar di sini berani mencuri"bentak Gavin mendorong Erin


"Kembali kan jam jam ku itu"teriak Gavin menarik rambut Erin


"Aku tidak mengambil nya"ujar Erin menangis memeluk tangan Gavin di atas kepalanya


"Maafkan aku"lirih Erin takut


"Kurang ajar kamu ya masih tidak mengaku sini biar aku kasih tau kamu siapa aku hah"bentak Gavin lalu menampar Erin dengan keras


Plak


"Kembali kan barang yg kamu curi atau tidak kamu benar aku bunuh"tajam Gavin mencekik Erin


"Aku tidak mencuri nya"ujar Erin memelas menatap Kaynara meminta bantuan


"Tidak usah tunjuk kan wajah polos mu itu"bentak Gavin menampar Erin lagi


"Nona aku tidak mencuri nya aku mohon bantu aku"lirih Erin takut memeluk kaki Kaynara


"Sini kamu"teriak Gavin menarik rambut Erin dengan paksa membuat Erin kesakitan


"Kak udah kak henti kan"ujar Kaynara mendekati


"Masalah yg mencuri biar aku yg urus jika nanti dia yg benar bersalah biar aku sendiri yg menghukum nya"ujar Kaynara datar


"Terimakasih"ujar Erin sesegukan


"Hei jangan memeluk ku"geram Kaynara mendorong Erin pelan dan berbalik pergi Kaynara menghentikan langkahnya


"Bik Semia obati luka nya aku tidak mau nanti orang mencari tau luka di wajah nya dan melaporkan kelakuan kak Gavin"ujar Kaynara datar dan berlalu


"Ayo sini"di Bik Semia menarik tangan Erin menuju dapur mengambil obat


"Kamu hanya orang baru jika mencuri kembali kan nona Kaynara jika menghukum lebih menyeramkan "ujar bik semia mengobati luka di wajah Erin


"Aku tidak mengambil nya ke lantai atas saja aku tidak pernah"ujar Erin semakin menangis sesegukan sungguh tragis nasib gadis ini tapi Bik Semia belum bisa percaya karna dia orang baru tidak dapat membela nya karna tidak tau benar kejadian bagaimana dan siapa pelakunya apa gadis satu ini hanya pura pura dengan kepolosan nya biar gimana pun dia pernah menjebak Gavin dan Bik Semia harus hati hati terhadap nya


###


Seperti biasa Kaynara selalu sarapan sendiri karna Gavin belum bangun dari tidurnya Kaynara ada kelas pagi dia di temani Bik semia yg setia di samping nya bik semia adalah kepala pelayan di sana yg mengurus semuanya


"Bik urusan wanita itu jangan di pantau"ujar Kaynara menikmati makan nya


"Apa dia tidak bersalah nona"tanya nya


"Aku belum mengatakan dia bersalah atau tidak tapi aku ingin memergoki nya orang yg berbuat salah jika di biarkan akan mengulang kesalahan nya aku yg akan menangkap nya sendiri"ujar Kaynara


"Baik nona "ujar Bik semia patuh


"Nanti siang aku tidak pulang aku mau mampir ke rumah Tante Dewi pulang nya mungkin sore"ujar Kaynara berdiri dan pergi


"Jika benar gadis itu mencuri nya aduh kasihan dia sama nona Kaynara bisa habis dia"gumam Bik semia menatap punggung Kaynara yg menjauh Kaynara jika sudah bertindak orang tua nya tidak mampu menghentikan nya habis keras kepala dan keras hati nya jika hanya berteriak dan membentak itu hal biasa untuk Kaynara tapi jika dia sudah menyakiti seseorang itu jarang sekali Bik semia temui karna Kaynara jika murka Bik semia tidak dapat membayangkan nya


#####


Elis bersama Gavin mereka berada di dalam ruangan Gavin berdua menghabiskan waktu bersama,Gavin juga menceritakan jika di rumah nya di curi tapi di sana tidak ada cctv


"Gavin kamu dan adik mu harus hati hati Erin itu sok polos dia bisa bermain peran dengan baik jangan tertipu oleh nya"ujar Elis mengusap dada Gavin


"Rasanya aku ingin membunuh nya bersyukur adik ku melerai "ujar Gavin tajam

__ADS_1


"Kamu Harus bersabar jika dia meninggal kamu bisa dapat masalah"ujar Elis


"Aku bisa membersihkan dengan mudah"ujar Gavin datar


"Iya iya yg berkuasa"kekeh Elis menciumi leher Gavin


"Ck aku rasanya ingin memiliki mu"ujar Gavin memeluk pinggang Elis


"Tunggu apa"ujar Elis santai mencium bibir Gavin


"Adik ku itu sangat keras kepala dan hati jika sampai aku melakukan kesalahan lagi atau sampai kamu hamil oleh ku bisa habis aku apa lagi papa ku"kekeh Gavin


"Kamu ngak berani"ujar Elis menatap Gavin


"Aku tidak takut pada adik ku tapi dia adalah harta Karun keluarga kami"ujar Gavin lalu menciumi bibir Elis mereka hanya sebatas berciuman Gavin mana berani melakukan kesalahan lagi setelah kasus nya dengan Erin


####


Setelah latihan bela diri selesai Dewi mengajak Kaynara makan sejenak biar gimana pun tenaga Kaynara habis dan dia juga belum makan siang Dewi tidak mau Kaynara sakit menghebohkan orang tua Kaynara yg tidak ada di kota ini


"Bagaimana ya om di rumah seperti nya ada pencuri"ujar Kaynara bertanya dengan menikmati makana


"memang tidak ada cctv"tanya Danu


"Tidak ada"ujar Kaynara


"Pasang aja diam diam jangan sampai ada yg tau meski itu orang kepercayaan kamu lihat hasil nya"ujar Danu santai


"Aku mau seperti itu juga jika om sudah yakin ya sudah nanti aku pasang "ujar Kaynara paham, setelah makan selesai Kaynara memutuskan pulang karna sudah sore juga sebelum pulang Kaynara mampir ke toko kamera memberi beberapa kamera tentu pelayan toko itu heran Kaynara yg datang hanya mengunakan sepeda membeli puluhan juta hanya biasa saja.


Kaynara memasang kamera itu tengah malam karna semua orang tidur dia lakukan biar tidak ada yg tau jika di rumah itu benar tidak ada rekaman cctv dan pencuri akan kembali datang Kaynara bisa menangkap nya jika benar Erin pelaku nya Kaynara sudah siap kan hukuman untuk gadis itu


###


Kaynara masih berada di kampus dia membuka ponselnya melihat siapa pencuri nya Kaynara melihat rekaman dari dia berangkat kampus dia melihat sebelum dia pergi Erin berangkat kerja dengan seragam nya membuat Kaynara penasaran apa Erin pura pura dan kembali untuk mencuri lama Kaynara termenung rekaman nya memutar Gavin sarapan tidak lama pergi Kaynara menatap dengan serius lama serius dia melihat dua orang masuk dari pintu belakang pintu belakang jarang di lewati sejak tidak ada nya Nanda karna biasa nya Nanda dan Kalvin sering melewati pintu belakang Kaynara mengenali orang itu sampai membawa beberapa barang dari lantai atas Kaynara mengubah melihat rekaman setiap kamar


"Siapa mereka apa mereka suruhan Erin"gumam Kaynara lalu naik sepeda nya memutuskan pulang sebelum itu Kaynara mampir dulu di perusahaan untuk menyelidiki Erin


"Pak misi mau tanya Erin kerja di sini sebagai pembersih"tanya Kaynara


"Erin Erin"ingat satpam itu


"Ohh iya dek kenapa"tanya nya


"Aku mau tanya sosok Erin itu seperti apa sih pak"tanya Kaynara


"Erin gadis yg baik ceria tapi ya seperti itu dia susah tanggap dan penakut"kekeh nya


"Jika mau kenal lebih dekat nah itu dia itu teman nya Erin"tunjuk nya pada pria berjalan masuk kantor


"Pak bagus"teriak satpam itu pria dengan kemeja putih itu mendekat


"Iya pak"ujar nya


"Ada yg cariin Erin"ucap nya


"Kamu siapa ya"tanya nya


"Aku ingin bertanya mengenai Erin"ujar Kaynara


"Erin ada apa dengan nya"tanya bagus


"Dia pernah singgah di tokoh orang tua ku dan barang di sana hilang orang menuduh nya aku lagi menyelidiki nya apa dia benar pencuri nya dan menyuruh seseorang atau bagaimana "tanya Kaynara menatap pria itu


"Erin gadis yg baik polos naif meski dia penakut dan jelek tapi dia orang yg baik aku bisa menjamin nya"ujar nya tersenyum lalu Kaynara melihat Erin keluar


"Erin ada yg carin kamu"ujar bagus membuat Erin menoleh dan mendekat Kaynara sudah menatap tajam gadis di depan nya


"Nona ada apa cariin aku"ujar Erin serius ada raut takut di wajah nya


"Nona"ujar kedua nya kaget siapa wanita mencari Erin ini


"Erin tenang ya aku akan lindungi kamu dari orang jahat mana pun"ujar bagus memeluk Erin tanpa di duga Kaynara menendang bagus dan menarik Erin


brak

__ADS_1


__ADS_2