Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 82


__ADS_3

Kalvin sudah sampai di ibu kota dia belum menghakimi anak anak nya karna mendengar kan dari beberapa pihak Kalvin tidak bisa tiba tiba menghukum jika semua nya belum jelas Kalvin bermula bertanya pada Erin asal usul kelurga nya dan bagaimana kehidupan Erin tentu Erin menjelaskan pada Kalvin soal kehidupan nya Kalvin juga bertanya pada Bik semia yg terjadi selama mereka tidak ada di rumah Bik semia menceritakan semua nya sama persis seperti apa yg Nanda lihat di rekaman cctv Kaynara.Setelah mulai terungkap semuanya baru lah Kalvin memanggil anak anak nya untuk menghakimi nya


"Bahkan kamu tidak menyapa papa mu ini Kaynara"ujar Kalvin melihat Kaynara duduk di samping mama nya


"Hai pa"ujar Kaynara malas


"Pindah duduk"ujar Kalvin membuat Kaynara pindah duduk di antara mama dan papa nya


"Siapa yg menyuruh mu duduk di sini duduk di depan"perintah Kalvin


"Mau apa sih pa buang waktu ku saja"ujar Kaynara duduk di depan dia menatap Erin yg menunduk berdiri di samping Kalvin


"Papa"Gavin masuk mencium tangan Kalvin lalu duduk di samping Kaynara


"Papa udah dengar cerita Erin dan Bik semia yg kalian lakukan berdua"ujar Kalvin


"Papa tidak bisa dong sama kan hukuman kak Gavin dengan ku aku hanya mengikuti perkataan kak Gavin untuk merahasiakan semua nya"protes Kaynara


"Tidak terkecuali semua akan mendapat kan hukuman "ujar Kalvin


"Aku mengakui kesalahan ku pa sampai aku membunuh anak ku sendiri tapi yg di jelaskan Erin tidak semua nya benar pa "ujar Gavin datar


"Kamu sudah salah masih saja menyalah kan orang lain kamu tau yg kamu lakukan itu tidak manusiawi sama sekali Gavin bahkan kamu membunuh anak mu sendiri Meski itu bukan anak mu tidak seharusnya kamu melakukan itu"ujar Kalvin


"Dan Kamu Kaynara kamu malah mendukung kelakuan kakak mu"ujar Kalvin


"Aku tidak mendukung nya pa yg membunuh anak itu kak Gavin dan wanita ular itu kak Gavin bodoh mendengar kan perkataan wanita ular itu"protes Kaynara


"Kakak adik ini sama sama keras kepala dan keras hati sudah salah masih saja tidak mengakui kesalahan "ujar Kalvin


"Gavin selain membunuh anak mu sendiri kamu juga tidak memperlakukan istri mu dengan baik "ujar Kalvin


"Tunggu dulu pa aku memang melakukan kesalahan tapi aku akan menceraikan nya"ujar Gavin berdiri


Plak


"Berani kamu mengatakan itu"tajam Kalvin


"Kamu sadar yg kamu katakan kamu sudah merusak diri nya dan sekarang kamu mau mencampakkan nya begitu saja kamu merusak diri nya Gavin"ujar Kalvin membuat Gavin terdiam


"Kamu bisa saja mencerai kan nya asal kamu bisa mengembalikan yg kamu rusak seperti kehidupan nya dan kesucian nya apa kamu bisa"ujar Kalvin membelakangi Gavin


"Aku tidak bisa"lirih Gavin


"Kesalahan mu sangat banyak dan besar Gavin sehingga papa merasa tidak ada kata maaf jika kamu meminta maaf pada Erin"ujar Kalvin


"Papa udah ambil keputusan soal hukuman mu yg pertama Erin tetap menjadi istri mu papa sangat memaksa kamu menerima nya dan yg Kedua papa akan mencabut kamu sebagai direktur Adiwinata Grub selama beberapa bulan"ujar Kalvin serius


"Papa akan mengirim mu tinggal di daerah di mana mama mu tinggal dulu di rumah tante Lin lama kamu akan tinggal bersama Erin di sana beberapa bulan dan kamu tidak di izinkan bekerja di perusahaan kita"ujar Kalvin


"Tapi pa"ujar Gavin


"Jangan pernah protes atas keputusan papa"tegas Kalvin membuat Gavin terdiam


"Dan buat kamu Kaynara tidak terlalu berat hukuman nya selama kakak mu di hukum kamu akan memikul beban itu kamu yg bertanggung jawab atas perusahaan itu"ujar Kalvin


"Apa"ujar Kaynara


"Aku tidak mau pa aku belajar atas perusahaan SKY bukan Adiwinata papa mau aku bangkrut kan perusahaan itu aku ngak mau pa"ujar Kaynara marah dia benar tidak suka menjadi pemimpin yg hanya menyita waktu nya


"Kamu harus terima hukuman yg papa berikan Kaynara kamu hanya diam di saat kakak kamu membunuh anak nya sendiri "ujar Kalvin


"Jika kalian berdua menolak papa corek dari keluarga "ujar Kalvin tegas


"Aku pergi saja dari sini"kesal Kaynara


"Kay kesalahan apa pun itu kita harus bertanggung jawab kamu dan Gavin sudah membuat kesalahan jadi harus bertanggung jawab kamu tidak boleh hanya diam di saat didepan mu membutuhkan bantuan siapapun itu termasuk orang yg tidak kamu kenal"ujar Nanda


"Aku tidak mau hukuman papa"ujar Kaynara


"Kamu harus terima"ujar Nanda mengelus bahu anak nya itu


"Jadi hukuman kalian sudah di tetap kan"ujar Kalvin


"Mau kemana kamu Gavin "ujar Kalvin melihat Gavin ingin pergi


"Kata nya udah selesai "ujar Gavin


"Papa belum bilang selesai "ujar Kalvin


"Ayo sini"ujar Kalvin menarik tangan Gavin berdiri di depan Erin

__ADS_1


"Papa tidak mau ya kamu melakukan kesalahan lagi apa lagi kesalahan di saat papa dulu terhadap mama mu"ujar Kalvin


"Sebagai kalian saling menerima kamu Gavin harus cium kening Erin ayo"ujar Kalvin


"Apa pa"ujar Gavin


"Ayo kamu mau papa hukum makin berat "ujar Kalvin,Gavin mencium kening Erin sembarang arah setelah itu mengelap bibir nya seakan bibir nya kotor


"Itu tidak benar Gavin"ujar Kalvin


"Mama akan ambil foto jadi lebih lama"ujar Nanda menyiapkan kamera


"Menyebalkan sekali sih"ujar Gavin kesal lalu mencium kening Erin dengan lama Nanda sesegera mengambil foto


"Erin cium tangan Gavin"ujar Kalvin,Erin memegang tangan Gavin dan mencium nya


"Gavin perlu kamu ingat kekurangan Erin terletak di fisik percaya lah jika kamu mencintai hati nya kamu akan berlutut pada nya"ujar Kalvin


"Aku jijik menatap nya pa aku lebih suka wanita agresif dan menggoda"ujar Gavin


"Itu kenapa kak Gavin sampai bisa di tipu karna melihat cewek ulat itu seksi padahal bekas orang"ejek Kaynara


"Mata Gavin sama seperti mu"kekeh Nanda membuat Kalvin tersenyum singkat menatap Nanda


"Aku juga heran padahal dulu kamu sangat jelek item dekil lagi tapi kenapa ya rasanya aku ingin memakan mu terus"kekeh Kalvin membuat dia dapat jitakan dari Nanda


"Siapa bilang aku item dan dekil aku manis sama seperti anak gadis ku"ujar Nanda


"Kamu dan Kaynara bagai langit dan bumi Kaynara lebih cantik dari kamu"ujar Kalvin


"Aku mulai kesal saat kamu memuji wanita lain"Nanda dalam mode ngambek


"Jangan ngambek seperti itu sayang malu sama mantu "ujar Kalvin tertawa


"Ighh Kalvin "Nanda kesal memeluk Kalvin


"Silahkan nikmati masa hukuman "ujar Kalvin santai lalu pergi


"Tuan Gavin nona Kaynara maafkan kesalahan ku kalian jadi di hukum"lirih Erin kemudian


"Ini semua karna kamu aku terkena sial nya"kesal Gavin meninggalkan ruangan itu


"Seandainya aku lebih awal tau nya jika itu kamu aku tidak akan menyakiti mu"ujar Kaynara


"Tidak apa kita harus mengambil pelajaran meski orang tidak kita kenal kita tidak boleh jahat pada nya bisa saja itu menolong diri sendiri "ujar Erin tersenyum


"Ayo kita istirahat kamu akan lelah menghadapi kakak ku"ujar Kaynara merangkul Erin mereka melangkah pergi


"Kay ngak seru bicara pada mu wajah mu menakutkan"ujar Erin tersenyum kecil


"Terlalu lama tidak tersenyum tulang senyum ku patah"ujar Kaynara cekikikan


"Biar aku bentuk"ujar Erin menarik bibir Kaynara membentuk senyuman


"Aku lebih suka kamu seperti dulu seperti sumber kekuatan ku"ujar Erin tersenyum


"Perlahan dia akan terbiasa ada seseorang membuat alasan senyum itu ada"ujar Kaynara menatap ke depan


"Kamu jatuh cinta "tebak Erin


"Tidak bukan seperti itu "ujar Kaynara malu


"Benaran kamu menemukan cinta mu"ujar Erin penasaran


"Kan udah ku bilang ngak seperti itu"ujar Kaynara


"Aku ingin tau pria itu siapa "ujar Erin penasaran


"Sudah ku bilang aku tidak jatuh cinta "kesal Kaynara


"Kamu malu lho Kay lihat pipi mu merah"ujar Erin


"Erin hentikan menggoda ku"kesal Kaynara Ngambek lalu pergi Erin jadi penasaran siapa pria itu


🌙🌙🌙


Kalvin dan Nanda mengantar Gavin dan Erin setelah makan malam Nanda juga sudah meminta kunci rumah seperti sejarah untuk Nanda,Gavin melihat rumah itu sangat kecil lebih besar dari kamarnya sofa di sana sama seperti dulu terbuat dari kayu memang Lin atau Nanda tidak merenovasi rumah itu biar masih tersimpan kenangan di sana


"Gavin mulai besok kamu akan menjalankan masa hukuman papa belum kembali ke negara X karna papa mau memantau Kaynara setelah itu papa kembali"ujar Kalvin


"Gavin jangan coba coba menyuruh Erin tidur di kursi kayu ini karna ini tidak layak di tiduri jika kamu sanggup silahkan"ujar Nanda

__ADS_1


"Iya ma"ujar Gavin


"Sementara ATM kartu kredit papa pegang serta ponsel kamu semua papa sita papa hanya beri kamu uang 3 juta manfaat kan ini untuk beberapa bulan ke depan kamu cari kerja sendiri soal kendaraan kamu lihat sepeda itu"ujar Kalvin menunjuk sepeda yg terparkir di dalam rumah


"Kamu pakai itu nanti untuk kendaraan"ujar Kalvin


"Jika kalian mau menghubungi ku bagaimana"ujar Gavin


"Ponsel Erin ada kamu jangan khawatir itu"ujar Kalvin


"Baik papa dan mama pamit ingat jangan melakukan kesalahan lagi"ujar Kalvin pergi bersama Nanda


"Tuan Gavin tidur di kamar saja"ujar Erin mengunci pintu nya


"Kamu ngak dengar apa kata papa"kesal Gavin


"Apa tuan Gavin mengizinkan kan saya tidur di samping tuan Gavin"tanya Erin


"Kita lihat dulu kasur nya"ujar Gavin melihat salah satu kamar tapi sudah di bikin gudang itu kamar Lin dulu lalu Gavin masuk ke kamar Nanda dulu kasur nya sangat kecil


"Jika tidur berjauhan bisa jatuh nanti"ujar Gavin


"Biar aku tidur di kursi kayu tuan"ujar Erin


"Sok baik"sinis Gavin


"Tidak apa tuan aku sudah terbiasa terkadang aku tidur di lantai jangan khawatir itu "ujar Erin tersenyum canggung


"Jika kamu sadar diri kamar mu berarti di luar kamar ini tempat ku"ujar Gavin santai lalu berbaring untuk istirahat Erin meletakkan tas nya di pintu kamar itu lalu mengambil selimut dari tas nya menuju sofa kayu Erin merasa lebih baik jika dia tidur di rumah Elis biasa nya tidur di lantai dengan beralas tikar


☀️☀️☀️


Eris sudah bangun dia melihat persediaan makan sangat lengkap di sana seperti nya Kalvin sudah menyiapkan nya ,Eris segera mandi ingin masuk kerja hari ini karna sudah lama izin cuti setelah mandi Erin ingin memakai baju


"Heh jangan memakai baju di kamar ini pakai di luar seperti ingin menggoda saja"sinis Gavin kembali memejamkan mata Erin patuh dia mengambil baju ganti nya melihat sepi dia ingin memakai tapi ada orang yg menuju rumah itu


"Kamu ngapain masuk lagi"ujar Gavin kesal melihat Erin masuk memegang dadanya bersender di dinding


"Ada orong"ujar Erin takut Gavin segera beranjak Erin segera memakai baju nya


"Permisi"ujar nya Gavin segera mendekat


"Ada keperluan apa"tanya Gavin


"Saya tidak pernah melihat rumah ini terbuka melihat nya terbuka jadi saya ingin memperjelas"ujar nya lalu Erin mendekat juga


"Kalian suami istri"tanya nya


"Iya dia istri saya ada keperluan apa ya pak"ujar Gavin


"Maaf banget nih pak rumah ini lama nih di tinggal takut nanti di pakai yg tidak bertanggung jawab boleh minta foto nikah atau surat nikah"ujar nya


"Foto nikah kita saat itu ada di ponsel ku aku juga tidak bawa buku nikah"ujar Gavin binggun


"Saya anak dari pak Kalvin dan ibu Nanda pak"ujar Gavin menjelaskan


"Kami bukan nya tidak percaya pak kami hanya memperketat keamanan di daerah sini"ujar nya


"Aku telepon mama Nanda aja"ujar Erin di izinkan Gavin Erin segera mengambil ponselnya nya menelpon Nanda dana memberi kan pada orang itu


"Saya udah bicara pada Bu Nanda maaf atas ketidak nyamanan pak semoga betah tinggal di sini"ujar nya mengembalikan posnel itu lalu pamit pergi


"Menganggu orang saja"kesal Gavin menutup pintu nya


"Tuan Gavin tidak kerja"ujar Erin dengan pelan


"Tidak jangan urus masalah ku"kesal Gavin


"Tuan Gavin kita sarapan bersama aja"ujar Erin


"Terserah kamu"ujar Gavin masuk ke kamar lagi Erin memasak nasi nya lalu menggoreng telur mempersingkat waktu


"Tidak keburu nih"ujar Erin menyiap kan di atas meja lalu Erin merapikan rambut nya untuk kerja


"Tuan Gavin"ujar Erin menepuk bahu Gavin pelan


"Berisik banget sih"kesal Gavin


"Aku mau berangkat kerja di meja makan aku udah masak telur ini ponsel ku aku tinggalkan tuan Gavin bisa pakai dan juga boleh ya aku pakai sepeda nya"izin Erin


"Silahkan "ujar Gavin mengambil ponsel itu segera berangkat dengan memakai sepeda itu agar cepat sampai nya

__ADS_1


__ADS_2