
"Bapak serius?" tanya Ida.
"Iyah! saya serius!" ucap Farhan.
"Pekerjaan kamu selama dengan Deni benar-benar sangat bagus walaupun Masih banyak yang harus kamu pelajari." ucap Farhan.
"Dan di tambah lagi sekarang Citra sudah di keluar kan dari perusahaan, saya merasa kamu cocok mengganti kan posisi nya." ucap Farhan.
"Saya bisa pak, percaya pada saya, saya berterimakasih banyak." ucap Ida.
"Baiklah! Saya akan mengurus semua nya dan juga Deni yang akan membantu kamu," ucap Farhan.
"Terimakasih banyak pak, saya sangat bersyukur. Saya akan bekerja memberikan yang terbaik." ucap Ida.
"Sama-sama!" ucap Farhan.
Setelah berbincang-bincang mereka Makan dulu setelah itu Deni dan Ida pamit pulang.
Di dalam mobil tiba-tiba Ida berteriak.
"Horeeee!!!!! akhirnya aku mendapat kan posisi yang bagus." ucap Ida.
"Ini semua berkat kamu! kalau bukan karena kamu yang membuat syarat itu aku tidak Akan bisa naik jabatan." ucap Ida.
"Ini semua hasil kerja keras kamu!" ucap Deni. Tiba-tiba Ida memeluk Deni.
"Aku tidak bisa mengatakan apa lagi selain terima kasih aku sangat senang." ucap Ida.
Deni yang di peluk oleh Ida sudah sangat gugup. Ini pertama kali nya dia di peluk oleh Ida sehingga membuat nya sangat gugup.
Ida sadar memeluk Deni. Dia langsung melepas kan nya.
"Aku minta maaf." ucap Ida. Deni pun membenarkan posisi nya.
"Selamat yah! Kamu harus mempertahankan potensi Kamu." ucap Deni, Ida tersenyum sambil mengangguk. dia benar-benar sangat senang sehingga dia tidak berhenti tersenyum dia sepanjang jalan.
"Mas! Kamu benar-benar mengeluarkan Citra dari perusahaan kamu?" tanya Laura.
"Iyah! Dengan keadaan seperti itu dia tidak akan bisa bekerja." ucap Farhan.
Laura menghela nafas panjang.
"Benar sih." ucap Laura.
"Kamu jangan terlalu memikirkan yang tidak penting Laura." ucap Farhan.
"Iyah deh mas! Aku hanya kasihan saja. Dia anak perempuan dan tidak mempunyai siapa pun yang perduli pada nya dengan keadaan seperti ini." ucap Laura.
"Dia bisa bekerja di perusahaan itu kalau dia mau." ucap Farhan.
"Sebagai apa?" tanya Laura.
__ADS_1
"Ob!" ucap Farhan.
"Dia pasti di ejek kalau menjadi ob di sana Mas " ucap Laura.
"Kalau begitu dia bisa bekerja di perusahaan kamu." ucap Farhan.
"Kamu gak mempermasalahkan itu kan?" tanya Laura, Farhan menggeleng kan kepala nya.
Laura tersenyum dia mencium pipi Farhan dengan singkat.
"Aku mau tidur siang! aku sangat ngantuk." ucap Laura langsung meninggalkan Farhan.
Farhan melihat Laura hanya bisa tersenyum saja. Dia membuka laptop nya dia mendapatkan laporan dari orang suruhan nya memata-matai orang tua nya.
Ternyata malam tadi mereka menginap bersama.
"Huff kalau seperti ini terus semua nya Akan semakin sulit, aku harus mencari cara agar mereka segera berpisah." ucap Farhan.
"Eh tunggu dulu deh." ucap Farhan sambil melihat laporan baru dari orang suruhan nya.
Ayah nya baru saja kembali dari tempat Ibu nya yang dulu setelah pisah namun setelah di datangin Farhan ke sana dia Malah tidak ada.
"Ngapain Ayah ke sana? setau ku dia tidak mempunyai pekerjaan apapun di sana." batin Farhan.
tempat yang di kunjungi nya adalah sebuah kabupaten yang lumayan jauh dari sana.
Dulu Waktu mencari Ibu nya dia mendapatkan kabar kalau Ibu nya sama Adik nya ada di sana namun ternyata tidak ada. Dia merasa di bohongi dan mencari lagi kemana pun yang di katakan orang lain namun tidak ada.
"Tuan muda! Bu Tasi kurang enak badan!" ucap Bibik. Farhan langsung berdiri Wajah nya langsung panik dan masuk ke kamar Bu Tasi.
Dia melihat Bu Tasi yang berselimut Tebal Serta Wajah yang sangat pucat.
"Ibu kenapa Bu?" tanya Farhan.
"Badan Ibu sangat lemas, ibu tidak berselera Makan bahkan berbicara saja dia tidak mau." ucap Bibik.
"Ini sejak kapan bik?" tanya Farhan.
"Dari tadi pagi Tuan, tapi seperti nya hanya demam biasa." ucap Bibik.
"Panggil istri saya!" ucap Farhan. mereka pun memanggil Laura.
"Non Laura! Non." panggil Bibik. Laura yang baru saja mau tidur terbangun karena ketukan pintu dia langsung membuka nya.
"Ada apa Bik?" tanya Laura.
"Bu Tasi sakit non, tuan meminta non ke kamar Bu Tasi." ucap Bibik.
"Kenapa bisa sakit?" tanya Laura ikut panik juga dia pun berlari turun ke bawah dan masuk ke kamar Bu Tasi.
"Bagaimana mas?" tanya Laura.
__ADS_1
"Badan nya tidak panas tapi sangat dingin. Dan Wajah nya sangat pucat." ucap Farhan.
"Kita bawa ke rumah sakit saja mas." ucap Laura.
"Aku sudah meminta Vina ke sini. Di periksa dulu." ucap Farhan.
Laura mendengar nama Vina dia langsung terdiam.
Tidak beberapa lama Vina datang.
"Apa yang terjadi Farhan pada Bu Tasi?" tanya Vina.
"aku juga gak tau, kamu periksa dulu!" ucap Farhan.
Mereka langsung sedikit mundur agar Vina memeriksa Bu Tasi.
Laura kali ini harus menahan rasa cemburunya. Dari awal kedatangan Vina saja sudah membuat nya Cemburu karena langsung memegang tangan Farhan.
Dia duduk di kursi dengan cemas menunggu hasil dari Vina.
"Kita harus membawa nya ke rumah sakit. Ini penyakit nya sudah parah." ucap Vina.
Tidak menunggu lama Farhan langsung menggendong Bu Tasi keluar di ikuti oleh Vina di belakang.
Laura mau masuk ke dalam mobil dengan Farhan dan Bu Tasi namun sudah keduluan oleh Vina.
"Kamu nyusul yah Laura!" ucap Farhan tidak lupa mengingat kan istri nya. Laura tadi nya tidak mau berangkat lagi namun karena suami dan Bu Tasi dia harus segera berangkat.
Dia di anterin oleh supir.
"Ya Allah semoga saja Bu Tasi gak kenapa-kenapa." doa nya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Dari kejauhan dia melihat Vina menenangkan Farhan seperti nya sangat cemas.
"Bagaimana keadaan Bu Tasi mas?" tanya Laura.
Farhan langsung berdiri memeluk Laura.
"Tenang mas! Bu Tasi tidak akan kenapa-kenapa." ucap Laura menenangkan Farhan.
Vina yang melihat itu langsung membuang pandangan nya, dia menatap Males pada Laura. Namun Laura sama sekali tidak menatap wajah nya.
Dokter keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Bagaimana keadaan Ibu saya Dok?" tanya Farhan.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***