Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 62


__ADS_3

Dewi dan yg lain tetap mengobrol sesekali Dewi melirik Nanda yg nampak hanya diam dengan wajah datar tentu nya tidak ada ekspresi,Saat Dewi mendapatkan sinyal dari Danu melalui gelang nya Dewi mengerti jika Danu berhasil masuk mengacau kan tempat itu Dewi bisa membasmi robot itu dan memberi tau Kalvin dan keluarga,Dewi perlahan pindah duduk lalu duduk di samping Nanda ,Dewi merangkul Nanda


"Nanda jalan yuk"ujar Dewi dengan meraba tombol dan Dewi berhasil menemukan nya tapi ada beberapa tombol yg Dewi takut membahayakan nyawa Nanda di sana


"Engak"ucap Nanda lalu Dewi mendorong Nanda ke sofa mengibaskan rambut Nanda


"Dewi apa yg kamu lakukan"ucap Kalvin kaget


"Ini dia"ucap Dewi lalu meneken tombol of


"Sistem mati"notifikasi robot itu membuat mereka semua kaget


"Dengar kan aku semua kita sudah di tipu ini adalah robot yg di rancang seperti Nanda untuk mengambil harta SKY"ucap Dewi lalu melihat pas bunga Dewi mengambil nya dan memukul dengan keras kepala Nanda beberapa kali sehingga kepala itu timpuk lah banyak nya kabel


"Apa, jadi kita"ucap Kalvin


"Lalu di mana Nanda"ucap Landa


"Mas Danu lagi menyelamatkan di markas penculik "ucap Dewi


"Antar kan aku Dewi"ucap Kalvin


"Tapi ini sangat berbahaya "ucap Dewi


"Aku tidak peduli "ujar Kalvin


"Aku ikut papa"seru Gavin


"Jangan Gavin"ucap Kalvin


"Aku mau ikut pa aku mau lihat apa mama tetap menyayagi ku apa tidak "ujar Gavin


"Baik lah kita semua ikut dengan anak buah mu Kalvin dan anak buah ibu Amel"ujar Dewi


Sedangkan Danu masih baku tembak dengan anak buah Aldo yg sudah kacau tempat itu Aldo sangat kesal karna markas nya di serang dan kacau seperti itu


"Heh jangan kabur kamu"teriak Danu pada Aldo lalu Aldo masuk ke ruangan itu


"Sial sistem robot itu rusak"ujar Aldo melihat layar besar itu lalu Aldo melepaskan yg menempel di kepala Nanda


Bugh


"Sudah lama kamu membawa nya pergi sialan"ucap Danu


"Aku akan membunuhnya"ucap Aldo


Bugh


"Jika bisa silakan"ucap Aron


"Kamu"ucap Aldo


"Tuan Danu ajak pergi nona Nanda biar saya menghadapi pria busuk ini sudah lama saya menahan amara pada nya "ucap Aron berapi api


"Baik lah"ucap Danu lalu melepaskan alat menempel pada Nanda dan membawa nya pergi


"Aku akan membunuhmu "ucap Aldo lalu kedua nya berkelahi tentu Aron melampiaskan kemarahannya selama ini


"Pengkhianat"teriak Aldo yg terjatuh babak belur lalu Aldo bersandar dan menekan tombol di dinding menimbulkan getaran hebat


"Sebentar lagi bangunan ini akan hancur"tawa Aldo menyeret tubuhnya yg terluka parah


"Kaynara"gumam Aron dengan tertatih karna guncangan itu mencari keberadaan Kaynara yg tetap ada di kamar


Kelopak Kalvin sudah sampai mereka melihat Danu yg menggendong Nanda keluar dari sana membuat mereka melihat jelas keadaan Nanda lalu Danu meletakkan Nanda melihat bangunan itu siap akan runtuh


"Apa itu tadi Aron ya"gumam Danu


"Nanda Nanda"ucap Kalvin menepuk pipi Nanda membuat Danu menoleh melihat semua keluarga


"Nanda bangun my wife"ucap Kalvin memeluk kepala Nanda


"Eghmm"Nanda perlahan membuka mata membuat Kalvin tersenyum antusias Nanda menatap Kalvin dia mengerjakan mata nya lalu mengucek mata dan duduk


"Kalvin"ucap Nanda memeluk Kalvin erat sampai Kalvin terjatuh karna Nanda sangat merindukan Kalvin sama hal nya dengan Nanda Kalvin memeluk erat lalu Nanda mencium bibir Kalvin penuh kerinduan membuat Kalvin menyadari jika ini lah istrinya


"Mama"ucap Gavin menatap perempuan itu Nanda mendongak tersenyum pada Gavin lalu Nanda mendekat menyentuh wajah anak nya


"Anak mama Gavin"ucap Nanda menyentuh wajah Gavin dengan penuh haru menciumi wajah Gavin dan memeluk nya


"Mama sangat menyayangi mu dan merindukan mu sayang"ujar Nanda menangis memeluk Gavin


"Ini benaran mama"ucap Gavin membalas pelukan mama nya dengan erat


"Kalian menemukan aku"ucap Nanda menoleh pada Kalvin yg tersenyum Nanda menatap mata Kalvin teringat anak perempuan nya Nanda menoleh ke seluruh arah lalu Nanda berdiri menatap bangunan yg roboh itu


"Kaynara "panggil Nanda


"Kaynara "ucap Nanda lagi


"Kaynara "teriak Nanda lari Kalvin ikut mengejar memeluk Nanda


"Kamu mau kemana itu bahaya "ucap Kalvin


"Lepaskan aku Kaynara "teriak Nanda menangis melihat bangunan itu meledak Nanda menangis memeluk Kalvin


"Kaynara "Isak Nanda


"Aron"ucap Lin melihat Aron yg berjalan pelan menggendong anak kecil Nanda menoleh itu anak buah Aldo yg Nanda kenali dengan kepala botak tentu Nanda tidak bisa mengenali karna Aron menyamar


"Kaynara"teriak Nanda berlutut merentangkan tangannya

__ADS_1


"Om ingin turun"lirih Kaynara,Aron menurun kan bocah itu lalu bocah itu terdiam saat kaki nya sakit untuk berpijak Nanda merasakan itu dia lari memeluk anak nya dengan erat mencium kedua mata Kaynara


"Mama jangan tinggalkan aku lagi"Isak Kaynara


"Mama tidak akan meninggalkan mu"ujar Nanda


"Mama aku kesakitan om itu menyiksa ku"ujar Kaynara menyeka air mata nya


"Aku di paksa kuat padahal aku tidak mampu"Isak Kaynara membuat hati Nanda sakit mendengarnya memeluk anak nya itu


"Nanda dia siapa"tanya Kalvin membuat Nanda berdiri lalu menggendong Kaynara


"Kaynara ini papa"ucap Nanda


"Papa"ucap Kaynara


"Nanda dia siapa aku tanya"ucap Kalvin


"Dia anak kita Kalvin "ucap Nanda


"Anak kita tapi kita terpisah lama"ucap Kalvin dan mengingat


"Dia"ucap Kalvin kaget mengedong Kaynara


"Kaynara "ucap Nanda mengambil ahli Kaynara di gendongan Kalvin


"Ini papa ini nenek dan nenek juga tante Lin tante Dewi dan yg ini kak Gavin dan papa"ucap Nanda mengenalkan keluarga nya


"Aku takut mereka "ujar Kaynara memeluk leher Nanda


"Dia keluarga kita"ucap Nanda


"Maaf nona jika saya lancang seperti nya mental Kaynara tidak baik baik saja"ujar Aron


"Kamu ini siapa sih kamu anak buah nya Aldo kan"ucap Nanda


"Aldo"ucap mereka semua


"Iya Aldo yg menculik ku dan ini anak buah nya"ucap Nanda


"Kak dia mas Aron masak kakak tidak mengenali nya"ucap Lin heran


"Aron"ucap Nanda membuat Aron mencuci wajah lalu Arin memakai topi di balik jasnya


"Jadi selama ini"ucap Nanda


"Ya nona saya pernah memergoki Daren dan mengikuti nya saya mendesak nya untuk bergabung jadi bodyguard di sini untuk memantau keselamatan anda"ucap Aron


"Terimakasih banyak Aron tapi Daren di mana"tanya Nanda


"Daren di penjara"ucap Kalvin menjelaskan


"Daren banyak berkorban untuk kami bahkan Kaynara ada saat ini karna Daren selalu melindungi kami dari kejahatan Aldo dia ingin membunuh Kaynara tapi Daren menggagalkan nya"ujar Nanda sedih


"Aron kamu bebas kan Daren ajak dia ke rumah aku ingin mengucapkan banyak terimakasih "ucap Nanda


"Baik nona"ucap Aron lalu mereka semua pergi Kalvin merangkul Nanda yg menggendong Kaynara


####


Daren di bebas kan karna tidak ada nya bukti yg kuat apa lagi kesaksian Aron menguatkan Daren jika tidak bersalah setelah Daren bebas meski banyak wartawan mengejar nya tapi Daren tidak bicara Aron mengajak Daren ke rumah Adiwinata


"Nona saya sudah bebaskan Daren "ujar Aron


"Daren terimakasih banyak aku masih hidup karna kamu dan kamu banyak berkorban untuk anak ku terimakasih banyak "ucap Nanda lega


"Aku hanya ingin menolong mu Nanda melihat Kaynara masak aku tega mengorbankan anak tidak bersalah itu"ujar Daren


"Daren aku ucap kan terimakasih tapi bukan berarti aku merelakan Nanda untuk mu"ucap Kalvin merangkul Nanda


"Hah aku tau itu "ucap Daren menghembuskan nafas kasar


"Apa kamu benar mengharapkan Nanda"kesal Kalvin


"Kalvin dengar dulu"ujar Nanda


"Meski hidup ku benar hancur tapi aku senang melihat Nanda bisa kumpul dengan keluarga nya dan Kaynara bisa menemukan kehidupan nya yg sempurna"ujar Daren


"Kata kan apa permintaan mu Daren"ujar Nanda


"Nanda jika dia menginginkan mu bagaimana aku tidak setuju itu"ucap Kalvin


"Kalvin jika Daren menginginkan ku sudah lama dia membawa ku kabur"ujar Nanda


"Selain karir ku hancur hubungan ku dengan Karina juga hancur"ucap Daren menceritakan awal dia memutuskan pernikahan dengan Karina karna untuk menyelamatkan Kaynara karna Aldo memantaunya saat itu


"Maaf kan aku ya Daren karna aku kamu jadi seperti ini"ucap Nanda


"Tidak apa Nanda aku benar menolong mu dengan ikhlas meski itu berat"ujar Daren


"Tidak lepas juga dari bantuan Arin"ucap Daren


"Dan juga Karna tuan Danu"ucap Daren menepuk bahu Danu


"Menyingkir kita tidak sedekat itu"ucap Danu datar menepis tangan Daren


"Hari ini sangat melelahkan sebaiknya kita istirahat "ucap Landa


"Iya benar Aron antar Daren pulang "ucap Nanda


"Baik nona"ucap Aron pergi untuk mengantar Daren

__ADS_1


"Kalvin kami juga mau pulang kasihan anak anak"ucap Danu


"Terimakasih"ucap Kalvin memeluk Danu


"Kamu menyelamatkan hidup ku"ucap Kalvin tersenyum


"Tidak masalah meski aku malas membantu orang"ujar danu berlalu pergi Dewi mengejar nya


"Sejenak aku merasa bangga memiliki suami ya seperti pahlawan "ucap Dewi tersenyum


"Ohh ya apa perlu aku jadi orang baik"ujar danu santai


"Emang nya kenapa"tanya Dewi


"Biar kamu puji terus"ujar Danu terkekeh mencium pipi Dewi dan mereka segera pergi


"Gavin mama istirahat dulu ya capek dan juga jagain adek kamu ya dia masih sakit"ucap Nanda mengelus kepala Gavin


"Iya ma"ucap Gavin tersenyum lalu mereka semua pergi untuk beristirahat


"Apa kamu butuh sesuatu"tanya Kalvin saat mereka sampai kamar


"Aku hanya butuh Kamu di samping ku"ucap Nanda tersenyum memeluk Kalvin kehangatan itu Nanda rindu kan


"Jarak sangat lama memisah kita"ucap Kalvin mencium kepala Nanda


"Saat itu yg aku pikirkan Kaynara bagaimana aku bisa memberikan nya kehidupan layak sedangkan dia buah cinta kita yg terindah apa lagi dia anak kesayangan mu Kaynara Ayunda SKY yg seperti Kal dan Kay"ujar Nanda mendongak


"Kamu benaran menamai nya dengan nama kesukaan ku itu"ujar Kalvin


"Tentu saja dia itu anak kesayangan mu mana bisa aku mengecewakan mu"ujar Nanda


"Ck tapi dia mirip kamu aku ngak suka seharusnya dia mirip aku"ujar Kalvin cemberut


"Gavin sudah mirip kamu masak Kay juga seperti mu kamu rakus sekali "ujar Nanda


"Aku rindu dengan suara ini debat ini"ujar Kalvin mengusap pipi Nanda


"Aku lebih merindu kan mu"ujar Nanda mencium tangan Kalvin


"Terlalu lama kita terpisah "ucap Nanda menangis haru dia mengira dia tidak akan bebas nyata nya tidak dia masih bisa bebas


"Aku akan menjaga mu dengan baik"ucap Kalvin memeluk Nanda dengan erat melepaskan rindu


###


"Aron"panggil Amel membuat Aron yg baru pulang mendekat


"Kamu jenguk lah istri mu saya memberi mu cuti beberapa hari atas kesuksesan mu saya akan menaikkan jabatan mu"ujar Amel tersenyum


"Baik ibu Amel"ucap Aron tunduk lalu pergi, Aron masuk ke kamar nya yg mana Lin tengah mengajak anak nya bermain Aron melepaskan jas nya meneguk air putih berbaring di kasur sejenak


"Ibu Amel mau menaikkan jabatan ku memang nya jabatan apa lagi yg pantas untuk ku secara jabatan tertinggi ku sudah menjadi adik ipar nona Nanda "ujar Aron lalu Aron duduk menatap Lin yg pokus dengan anak nya


"Hhmm kamu tidak dengar kan aku bicara"dehem Aron


"Apa kamu sudah menikah lagi"ketus Lin


"Maksud mu"ucap Aron binggun


"Kamu ingat berapa tahun kamu tidak menghubungi ku dan mengacuhkan aku"ketus Lin membuat Aron mengaruk kepalanya


"Aku memang kepala keamanan yg terbaik tapi aku tidak terbaik jadi suami"ujar Aron mengaruk kepalanya


"Lihat lah bahkan kamu tidak membujuk ku yg lagi merajuk ini"kesal Lin


"Ehh kamu lagi merajuk"ujar Aron berdiri


"Isss mas Aron"kesal Lin pria satu ini peka nya di bawah Danu


"Iya iya maafkan aku"ucap Aron mendekati Lin


"Aku tidak akan memaafkan mu"ketus Lin


"Baik lah jika kamu tidak memaafkan ku "ucap Aron


"Setidaknya kamu bujuk aku sampai luluh"kesal Lin


"harus membujuk ya"ucap Aron


"Ngak usah"kesal lin


"Baik lah aku akan kembali setelah kamu memaafkan aku"ujar Aron


"Mas Aron ini menjengkelkan banget sih ngak peka sama sekali "kesal Lin


"Kamu mau nya apa Lin aku tidak paham"ucap Aron


"Tau ahh kesal"ujar Lin meninggalkan Aron


"Dia kenapa sih "ujar Aron heran lalu mendekati Lin yg berbaring di kasur mengigit guling terlalu kesal pada Aron


"Lin maafkan aku jika buat salah ya "ucap Aron membujuk tapi lin hanya diam


"Lin bicara dong kita sudah lama tidak bertemu masak kamu cuekin aku kayak gini"ucap Aron


"Lin aku rindu lho sama kamu "ujar Aron


"Kamu kan paham jika aku bertugas seperti apa dan juga di sana para pekerja tidak di boleh kan pegang ponsel aku aja menyembunyikan ponsel karna aku terus di awasi"bujuk Aron


"Aku juga merindukanmu "ujar Lin malu malu dia sudah luluh karna Aron

__ADS_1


"Berarti boleh dong"ujar Aron menaik turunkan alis nya menindih Lin yg langsung mendapatkan kecupan di pipi Aron menatap Lin dan mencium bibir itu anak mereka yg berusia 3 tahun hanya tertawa melihat adegan orang tua nya sampai anak mereka tertidur sendiri mereka masih melakukan aktivitas melepaskan rindu itu


__ADS_2