
Flashback
Danu merayakan keberhasilan bisnisnya bersama anak buah nya yg lain mereka berpesta riah ada yg bersama wanita ada yg mabuk semua nya kebanyakan mabuk termasuk Danu yg sudah menghabiskan minuman beberapa botol.Danu berjalan sempoyongan keluar dari ruangan itu karna itu ruangan bawah tanah yg ada di rumahnya,Danu berjalan menuju kamarnya tapi dia salah masuk kamar malah masuk ke kamar Dewi yg sedang terlelap karna kamar mereka bersebelahan Danu yg melihat Dewi tertidur niat ingin meniduri Dewi muncul lagi yg tidak bisa dia cegah,Danu melepaskan semua pakaiannya lalu menindih Dewi mencium bibir itu dengan semangat tidak segan juga tangan Danu nakal di tubuh Dewi,Dewi yg merasakan tidur nya tidak beres membuka mata dia terkejut melihat Danu mencumbu nya
"Tuan Danu apa yg tuan lakukan"pekik Dewi
"Sstt aku menginginkan mu"ucap Danu
"Aku tidak mau melakukan nya jika tuan Danu tidak mau menikah dengan ku lepaskan aku"ucap Dewi memberontak
"Aku tidak akan menikahi mu Dewi sayang ku"ucap Danu tertawa menyeramkan
"Jika begitu menyingkir dari tubuh ku"teriak Dewi
"Kamu tidak akan lepas Dewi"ucap Danu mengcengkram tangan Dewi keatas lalu Danu mencumbu Dewi dengan paksa
Dewi menangis meringkuk di bawah selimut itu menangis apa yg Danu lakukan pada nya Danu memaksa nya sampai Danu benar merenggut kehormatan nya secara paksa tanpa seizin Dewi,ini juga salah Dewi terlalu percaya pada Danu jadi buat apa Dewi menyesali itu.Dewi berdiri dengan tertatih dengan pelan membersihkan tubuh nya setelah selesai Dewi memakai baju nya mengambil beberapa baju nya karna dia berniat ingin pergi sebelum pergi Dewi melirik dompet Danu dan mengambil beberapa uang untuk ongkosnya setelah itu dia tidak ragu meninggalkan Danu
☀️☀️☀️
Danu terbangun menemukan diri nya sudah tidak memakai apa apa Danu mengingat apa yg terjadi yg Danu ingat hanya teriakan Dewi untuk berhenti tapi Danu sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, Danu menghembuskan nafasnya saat melihat pakaian Dewi dan dirinya berserakan Danu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
"Dewi"panggil Danu saat dia selesai bersiap tapi tidak menemukan Dewi
"Dewi"teriak Danu lagi
"Sejak tadi pagi nona belum keluar dari kamar tuan"ucap pelayan itu Danu menyadarinya jika Dewi pergi Danu segera masuk mobil menuju rumah Dewi
Tok tok
"Dewi"panggil Danu mengetuk pintu rumah Dewi tapi sepi
Brak brak brak
"Dewi"teriak Danu karna cemas Danu mendobrak pintu itu segera mencari Dewi tapi sepertinya rumah itu sudah lama tidak di tempati karna banyaknya debu
"Hallo kalian cari keberadaan Dewi sampai dapat "ucap Danu ke anak buah lalu dia juga pergi untuk mencari tapi semua anak buah nya menyebar ke kota itu tidak menemukan Dewi sama sekali Dewi seperti hilang gitu aja
Flashback end
"Apa aku bilang"ucap Kalvin menepuk bahu Danu
"Selama ini aku berusaha melawan rasa takut itu agar bisa menikahi Dewi tapi aku tidak bisa"ucap Danu
"Toh masih sama aja kamu masih di tinggal oleh Dewi karna kamu melakukan kesalahan sangat besar"ucap Nanda jengkel pada Danu
"Aku lebih takut di tinggal oleh nya selama ini dia mengisi hidup ku aku takut kehilangannya"ucap Danu frutasi
"Kamu harus menikahi Dewi biar mengikat nya"ucap Kalvin
"Jika kamu dan Dewi menjalankan karna cinta maka hubungan itu sangat awet sampai mati"ucap Kalvin
"Aku tidak tau keberadaan Dewi tapi aku berjanji pada diri ku sendiri setelah menemukan Dewi aku akan berani mengajak nya menikah segera mungkin "ucap Danu serius
"Tau di mana Dewi"tanya Kalvin pada Nanda
"Ngak tau karna setahu ku Dewi tidak memiliki keluarga lagi harta nya hanya rumah itu apa pun keadaan nya dia akan kembali ke rumah itu "ucap Nanda mengingat
"Jadi pergi kemana Dewi"ucap Kalvin dan Nanda hanya mengangkat bahu bertanda tidak tahu
"Tapi coba deh kamu cari ke bandung karna itu tanah kelahiran nya karna dulu Dewi ingin sekali bersembunyi di sana jika dia bisa kabur pada masalah "ucap Nanda
"Bandung "ucap Danu lirih
"Coba aja dulu siapa tau memang Dewi ada di sana"ucap Kalvin
"Baik lah aku akan segera berangkat"ucap Danu berdiri dan segera pergi
"Capek"tanya Kalvin mengelus kepala Nanda
"Pinggang ku pegel"ucap Nanda berdiri dengan pelan
"Kita akan segera pulang"ucap Kalvin tersenyum segera menuju mobilnya untuk pulang
###
Kalvin menuntun Nanda dengan pelan masuk ke rumah karna besar perut Nanda kadang susah berjalan harus pelan pelan.Mereka masuk yg ternyata ada Landa di sana yg ngobrol dengan Daniah
__ADS_1
"Sayang bagaimana check up nya"ucap Landa berdiri membantu Nanda duduk dengan pelan
"Lancar mom"ucap Nanda tersenyum menyerahkan hasil USG nya
"Wah Niah lihat lah cucu kita"ucap Landa tersenyum menatap foto USG itu
"Iya ya Landa jadi ngak sabar menunggu kelahiran nya"ucap Daniah tersenyum
"Ada keluhan sayang "ucap Landa menatap Nanda
"Ngak ada mom hanya saja jika lama duduk pinggang ku sakit apa lagi berjalan jauh ngak sanggup capek"ucap Nanda memegang pinggang nya
"Itu wajar sayang"ucap Landa tersenyum
"Sering sering olahraga yoga ibu hamil biar nanti pas lahiran gampang"ucap Landa
"Kamu ngak ajarin Nanda yoga Niah"ucap Landa menoleh
"Belum kepikiran sih nanti aku pikir kan deh buat melatih Nanda yoga"ucap Daniah
"Harus itu"ucap Landa tersenyum mengusap perut Nanda
"Om Jo ngak ikut mom"tanya Nanda membuat Landa tersenyum Nanda masih saja memanggil Jo dengan sebutan Om
"Ngak sayang om Jo masih ada di proyek karna proyek nya mau selesai "ucap Landa
"Kalvin ngak balik kantor"ucap Nanda
"Seperti nya tidak biar Arjun yg handel pekerjaan ku aku mau menemani mu saja"ucap Kalvin tersenyum mengelus kepala Nanda
"Ya udah tidur yuk aku jadi ngantuk"ucap Nanda tersenyum
"Ya udah ayo aku temani"ucap Kalvin berdiri
"Ma mom aku ke kamar dulu aku mengantuk ingin tidur"ucap Nanda berdiri
"Iya hati hati"ucap Landa dan Daniah bersama Kalvin merangkul Nanda berjalan pelan menuju kamarnya yg tidak jauh dari ruang tamu
"Awas hati hati"ucap Kalvin membantu Nanda berbaring menarik selimut setelah itu Kalvin ikut berbaring
"Kalvin"ucap Nanda menolah
"Ehh dapat dari mana tuh kata kata jajan di luar"ucap Kalvin tersenyum
"Ya tau aja siapa tau kamu benar jajan di luar "ucap Nanda
"Tidak sama sekali kamu itu hamil besar aku lebih takut memikirkan resiko menyentuh mu dari pada memenuhi keinginan ku"ucap Kalvin mengelus wajah Nanda
"Ternyata kamu tidak hanya mencintai tubuh ku"ucap Nanda tersenyum
"Ngak percaya banget sih"kekeh Kalvin mengecup kening Nanda
"Kalvin mau peluk"ucap Nanda
"Ya udah sini"ucap Kalvin merentangkan tangan nya lalu Nanda meletakkan kepalanya di bahu Kalvin dan Kalvin memeluk Nanda dengan hangat mengecup kepala istri nya serta mengelus nya membuat Nanda benar ngantuk dan tertidur
###
Danu mencari keberadaan Dewi di daerah bandung tidak tanggung Danu mengerakkan semua anak buah nya mencari di semua kota bandung,Danu sudah capek mencari karna sudah 3 hari dia ada di kota itu tapi tidak menemukan Dewi sama sekali
Sedangkan Dewi berada di sebuah kampung kelahirannya yg tergolong kampung itu kampung terpencil meski tidak ada nya keluarga tapi Dewi tetap tinggal di sana menyewa rumah yg sangat kecil Dewi bekerja sebagai penunggu warung membantu salah satu pedagang lumayan untuk makan saja sudah membuat Dewi bersyukur
"Syukur aku mendapat kan makanan hari ini"ucap Dewi tersenyum menatap kresek nya yg berisi makanan
"Hah entah kenapa aku jadi merindu kan Danu padahal dia sangat membuat aku kecewa"ucap Dewi menunduk dia menjatuhkan air matanya seharusnya Dewi berlindung pada Nanda agar bisa di kuat kan oleh Nanda nyata nya Dewi terlalu kecewa sampai kabur ketempat ini,
"Aku tidak boleh berlarut pada kesedihan aku harus tetap semangat menjalani kehidupan ini"ucap Dewi menyemangati Dewi menghentikan langkahnya saat melihat Danu menatap nya yg sudah ada di depan rumah dia tidak tahu bagaimana Danu bisa sampai ke sini apa memang jaringan informasi Danu sangat besar
"Mau apa tuan Danu ke sini"ketus Dewi
"Kamu kenapa kabur"ucap Danu serius
"Aku tidak kabur tapi aku melepaskan diri dari pria seperti tuan Danu"ucap Dewi berani
"Kenapa kamu meninggalkan aku Dewi"ucap Danu serius
"Buat apa aku bertahan sama tuan Danu yg tega merenggut kehormatan ku tanpa seizin ku ohh bukan merenggut kehormatan tapi tuan Danu sudah memper******"ucap Dewi
__ADS_1
"Maafkan aku"ucap Danu pelan
"Aku minta maaf malam itu aku mabuk sehingga tidak sadar apa yg aku lakukan sungguh aku menyesal maafkan aku kembali lah bersama ku"ucap Danu pelan
"lepas "ucap Dewi menepis tangan Danu
"Tuan Danu pulang lah aku tidak mau pulang bersama tuan Danu aku betah tinggal di sini aku terlalu kecewa pada tuan Danu buat apa aku kembali hanya menjadi tawanan tuan Danu"ucap Dewi mengeluarkan kunci rumah nya
"Dewi dengar kan aku dulu"ucap Danu serius
"Aku ingin menjemput mu ayo kita akan segera melakukan pernikahan ayo kita pulang"ucap Danu lirih Dewi menghentikan pergerakan nya selama ini aura Danu tidak baik jika membicarakan pernikahan
"Menikah lah dengan ku aku lebih takut kehilangan mu dari pada trauma ku kembali lah aku merasa sepi tanpa kamu"ucap Danu pelan lalu memeluk Dewi
"Maafkan atas kesalahan ku aku tidak mau kamu tinggalkan"ucap Danu memeluk Dewi dengan erat Dewi terdiam sesaat
"Apa tuan Danu serius mau menikahi ku"ucap Dewi pelan
"Iya aku serius setelah kita pulang aku akan segera menikahi mu"ucap Danu serius Dewi memeluk Danu dengan erat
"Kamu terlalu jahat pada ku mau aku tinggalkan baru ingin menikahi ku apa kamu tidak tau sakit nya saat kamu merenggut kehormatan ku itu"ucap Dewi menangis
"Maafkan aku"lirih Danu membalas pelukan Dewi dengan lama keduanya berpelukan
"Kita pulang "ujar Danu menatap Dewi di angguki Dewi
####
Danu tidak ingin menunda pernikahan nya takut nanti Dewi meninggalkan nya lagi,saat mereka sampai ke ibu kota segera mengajak Dewi ke kantor KUA segera menikah di sana dengan beberapa saksi sudah membuat mereka menikah menjadi suami istri
"Aku mau ketemu sama Nanda kenapa kamu tidak mengundang mereka di pernikahan kita"ucap Dewi di mobil
"Aku hanya waspada jika kamu kabur lagi jika kita sudah menikah kamu tidak akan pergi"ucap Danu pokus dengan jalanan menuju kediaman Adiwinata
"Aku tidak akan pergi jika kamu mengikat seperti ini tapi aku minta kamu jangan pernah menyakiti ku dan membuat aku kecewa aku tidak mempermasalahkan pekerjaan mu"ucap Dewi serius
"Aku janji"ucap Danu tersenyum tipis ringan lama mobil mereka masuk ke gerbang rumah dan mereka segera turun
"Nanda"panggil Dewi tersenyum
"Dewi"ucap Nanda memeluk Dewi dengan pelan
"Kamu kabur kemana sih"ucap Nanda tersenyum
"Ada deh"ucap Dewi tersenyum
"Kalvin tidak di rumah*ucap Danu melihat sekitar
"Iya Kalvin ada pekerjaan dan Mama lagi pergi sama Momy"ucap Nanda lalu mereka duduk
"Maaf ya Nan tadi tuan Danu mengajak aku menikah mendadak jadi ngak ngundang kamu"ucap Dewi menyesal membuat Nanda tertawa
"Jadi juga dia menikahi mu"ucap Nanda melirik Danu yg acuh
"Iya itu karna aku juga memaksa keadaan hehe"cengir Dewi
"Ohh ya Nan kehamilan mu udah berapa bulan"tanya Dewi mengelus perut Nanda
"Masuk 7 bulan"ucap Nanda tersenyum
"Bagaimana perasaan nya"tanya Dewi antusias
"Kehamilan ku berbeda dari yg lain jika ibu Hamil pada umum nya Hamil muda kebanyakan mengidam kebanyakan menginginkan sesuatu jika aku ngak aku lebih ke watak Kalvin yg pemarah keras dan sebagai nya deh dan akhir akhir ini aku mulai menginginkan sesuatu yg seharusnya seusia kehamilan ku tidak mengidam"jelas Nanda
"Betapa ribet nya Kalvin menghadapi mu Nan"ucap Dewi
"Mama sering bilang sih jika itu Karma nya Kalvin yg sering menyiksa ku"ucap Nanda membuat Danu sedikit serius
"Apa setiap istri hamil anak yg di kandung nya akan balas apa yg suami nya lakukan pada ibu nya"tanya Danu
"haha jangan bilang tuan Danu takut aku hamil dan nanti aku sama seperti Nanda"ucap Dewi tertawa
"Ngak semua seperti itu tuan Danu ya mungkin saja kehamilan ku berbeda mama juga sama seperti ku dulu saat mengandung Kalvin"jelas Nanda
"Aku jadi takut jika Dewi hamil"ucap Danu melirik Dewi
"Ya engak lah"ucap Dewi cepat
__ADS_1
"Aku yakin tidak akan seperti itu dengan kita memiliki anak pernikahan kita makin bahagia percaya itu"ucap Dewi tersenyum memeluk lengan Danu dia jadi lebih berani sejak jadi istri Danu melihat itu tatapan Nanda seperti menggoda membuat Dewi malu malu