Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Episode 145


__ADS_3

Laura memeluk Farhan.


"Kamu udah mandi? Kenapa tidak mengajak ku?" tanya Laura sambil mencium aroma wangi Farhan.


"kamu jangan mandi lagi yah, ini sudah Malam nanti masuk angin!" ucap Farhan.


Laura mengangguk dia melihat mie yang di atas piring.


"Mau aku suapin?" tanya Farhan, Laura langsung mengangguk.


"kamu sangat Manja." ucap Farhan mencubit pipi Laura.


Dia pun menyuapi istri nya.


"Humm ini sangat enak! Berbeda sekali dengan miee goreng buatan ku." ucap Laura.


Farhan tersenyum dia sangat senang istri nya suka.


Farhan membersihkan mulut Laura yang sedikit balepotan.


Setelah selesai makan mereka kembali tidur di kasur. Farhan meminta Laura membaca kan Novel untuk Nya.


Laura dengan senang hati Melakukan nya.


Dia membaca kan Novel pilihan Farhan. Tidak beberapa lama Farhan tertidur di pangkuan Laura.


Laura Tersenyum sambil mengelus pipi Farhan. Dia pun melanjutkan untuk membaca Novel tersebut.


Karena dia sudah mengantuk akhirnya dia pun ikut tidur.


Keesokan harinya Deni menghampiri Ida di ruangan nya.


"Permisi!" ucap Deni yang berdiri di depan pintu. Ida melihat nya.


"Silahkan masuk!" ucap Ida. Deni pun masuk.


"Semua pekerjaan aku sudah selesai, perjanjian kita juga sudah selesai. Aku harap jangan menambah pekerjaan ku lagi." ucap Ida.


Deni Tersenyum dia duduk di depan Ida.


"Enggak Kok!" ucap Deni.


"Kita bicara di luar saja yah, di sini sangat ramai." ucap Deni karena Ida masih bergabung dengan karyawan lain ruangan nya.


"Ini sangat penting! Nanti saja kerjakan yang lain." ucap Deni. Ida melihat ke Samping nya.


"Bantuin aku dulu yah, aku mau keluar sebentar." ucap Ida pada teman di samping nya, teman nya mengangguk.


Mereka pun keluar mencari Cafe terdekat.


"Mau ngomongin apa?" tanya Ida.


"Berhubung perjanjian kita sudah selesai aku mau ngasih ini sebagai tanda terima kasih untuk kamu." ucap Deni memberikan amplop.


Ida bingung dia menatap wajah Deni.


"Apa ini?" tanya Ida.

__ADS_1


"Buka saja!" ucap Deni. Ida Membuka nya dia langsung kaget.


"ini uang untuk apa? Ini sangat banyak." ucap Ida.


"Itu adalah tanda terimakasih saya untuk kamu sudah banyak membantu saya." ucap Deni.


Ida tertawa kecil.


"Ini bercanda kan? Pasti ini untuk membayar beberapa kepentingan untuk kerajaan kan?" tanya Ida.


"Untuk kamu! emang sejak kapan aku bercanda?" ucap Deni.


"Aku tidak meminta bayaran apapun! Kamu bawa saja uang kamu!" ucap Ida.


"Ini dari Pak Farhan. Dia juga meminta kamu menemui nya hari ini ke rumah nya." ucap Deni.


"Hah! Maksud nya bagaimana? Apa aku di pecat?" tanya Ida.


"Kamu kenapa berfikir sampai kesana sih? Lebih baik kamu pergi dulu ke sana!" ucap Deni.


"Dan ini adalah upah kamu sudah banyak membantu kami. pekerjaan yang kamu kerjakan tidak lah mudah dan mungkin ini bukan lah setimpal karena kamu juga kami bisa lebih mudah mencapai target." ucap Deni.


Ida tersenyum.


"Aku suka senang kalau kamu puas sama hasil kerja aku, dan masalah uang ini aku Terimakasih banyak yah, kamu tau saja kalau aku lagi butuh uang." ucap Ida.


Deni Tersenyum.


"Ini sudah mau Makan siang, sekalian saja kamu pesan makanan agar kita kembali ke kantor. Kamu juga harus menemui Tuan muda." ucap Deni.


"Masalah nya aku gak tau di Mana Rumah nya. Aku juga sangat deg-degan kalau bertemu dengan nya." ucap Darel Ida.


"Humm kalau begitu aku berani," ucap Ida. Deni tersenyum.


"Ya udah pesan aja!" ucap Deni dia pun memesan makanan kesukaan nya dan minuman yang sangat dia suka.


Farhan sedang bersantai di tepi kolam berenang nya. Laura membawa kan jus buah untuk suami nya.


"Nih mas minum dulu!" ucap Laura.


"Terimakasih Sayang!" ucap Farhan, Laura mengangguk.


"Nanti Deni datang ke sini, bilang sama Bibi untuk masak yah sayang!" ucap Farhan.


"Tumben banget mas?" tanya Laura.


"Sudah lama Dia tidak ke sini, dia juga membawa Teman nya." ucap Farhan.


"Oohh ya udah." ucap Laura. dia langsung bilang ke Bibik.


"Mas hari ini Citra sudah pindah ruangan." ucap Laura. Farhan hanya diam saja.


"Mas! aku kasihan sama citra yang sedang sakit seperti itu Mas, bagaimana kalau Mencabut tuntutan dari kakak nya dan mempertemukan mereka!" ucap Laura.


"Kamu tau Betapa jahat dan nekat nya mereka kan? jadi mereka harus menanggung akibatnya." ucap Farhan.


"Tapi bagaimana kalau di posisi mereka adalah kita, itu Ujian yang sangat berat." ucap Laura.

__ADS_1


"Kalau aku Akan menebus kesalahan ku dengan jalan nya, dan aku Akan mengakui aku salah!" ucap Farhan. Laura menghela nafas panjang.


"Humm terserah kamu deh mas, aku mau melihat dia ke rumah sakit." ucap Laura.


"Jangan!" ucap Farhan.


"Kenapa mas?" tanya Laura.


"Sangat jarang kita bisa bersama seperti ini di rumah, jangan pergi kemana-mana dulu," ucap Farhan dengan nada Manja nya.


Laura Terdiam.


"Kamu bisa ke sana Besok saja!" ucap Farhan.


"Humm Baiklah." ucap Laura.


Farhan tersenyum dia menarik Pinggang Laura ke pangkuan nya.


Namun baru saja mereka romantis tiba-tiba Deni bersama Ida datang.


"Permisi Tuan muda." ucap Deni.


Deni dan Ida yang melihat mereka romantis di pinggir kolam sedikit tidak enak karena sudah menggangu.


Laura melihat mereka langsung berdiri dan pindah duduk di samping Farhan.


"Silahkan duduk!" ucap Farhan.


"Selamat siang Pak, Bu." ucap Ida duduk di samping Deni.


Minuman untuk mereka pun datang di antar kan oleh Bibik.


"Kamu pasti kebingungan kenapa kamu di panggil ke sini." ucap Farhan. Ida hanya diam saja.


"saya meminta kamu ke sini karena saya mau menaikkan jabatan kamu menjadi sekretaris Deni." ucap Farhan.


Ida mengangkat pandangan nya Menatap Farhan dengan wajah yang sangat terkejut.


"Bapak serius?" tanya Ida.


"Iyah! saya serius!" ucap Farhan.


"Pekerjaan kamu selama dengan Deni benar-benar sangat bagus walaupun Masih banyak yang harus kamu pelajari." ucap Farhan.


"Dan di tambah lagi sekarang Citra sudah di keluar kan dari perusahaan, saya merasa kamu cocok mengganti kan posisi nya." ucap Farhan.


"Saya bisa pak, percaya pada saya, saya berterimakasih banyak." ucap Ida.


"Baiklah! Saya akan mengurus semua nya dan juga Deni yang akan membantu kamu," ucap Farhan.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2