Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 36


__ADS_3

Nanda dan Kalvin tetap berpelukan di lantai dapur itu dengan Nanda masih memeluk Kalvin erat dengan menangis Kalvin membiarkan Nanda menangis di dada nya dengan puas karna Nanda butuh itu biar perasaan nya lega Nanda menangis di dada Kalvin sudah 30 menit sampai suara nya terdengar parau tubuh nya masih gemetar tapi tangis nya sudah redah hanya tinggal sesegukan kedua nya sama sama terdiam satu sama lain


"Kita mulai semuanya dari awal"ucap Kalvin menyeka air mata Nanda


"K...k.. kamu sangat kejam terhadap ku"ucap Nanda sesegukan memeluk leher Kalvin


"Maaf kan aku"lirih Kalvin mencium kepala Nanda


"Andai kamu tidak menolak"lirih Nanda menyentuh perut nya


"Maaf kan aku karna saat itu aku takut kehilanganmu jadi maafkan aku"ucap Kalvin serius Nanda mengeleng pelan menahan tangisnya lalu berdiri Nanda menuju kamar mandi yg ada di samping nya lalu Nanda mencuci wajah nya


"Buat kan aku satu juga"ucap Kalvin melepaskan jas nya


"Aku hanya makan telur ceplok"ucap Nanda mulai memanaskan wajan nya


"Iya aku juga mau belum makan"ucap Kalvin lalu duduk


"Mending kamu berangkat saja ke kantor"ucap Nanda singkat


"Hari ini aku tidak berangkat ke kantor aku akan menemani mu"ucap Kalvin mengeluarkan ponsel nya


"Kenapa"ucap Nanda cepat dengan berbalik


"Kamu tidak percaya aku ingin memulai semuanya dari awal"ucap Kalvin Nanda kembali berbalik menggoreng telur itu dan Kalvin mengirim pesan pada Arjun jika dia tidak datang hari ini


"Makan lah"ucap Nanda meletakkan piring berisi nasi dan telur Nanda ikut duduk lalu meraih botol kecap melumuri nya pada nasi dan telur nya


"Aduh makanan apa ini"batin Kalvin melihat telur itu Kalvin belum pernah makan makanan seperti ini apa lagi melihat nya saat kecil Daniah tidak pernah memberi nya makanan itu melihat tatapan Kalvin pada makanan Nanda melumuri telur dan nasi Kalvin dengan kecap


"Setelah itu makan"ucap Nanda menyuap kan ke dalam mulut nya Kalvin mengambil sendok nya dan memakan nya mengunyah dengan pelan


"Tidak buruk juga"batin Kalvin memakan nya sampai habis Kalvin melihat Nanda menuang kan air ke gelas lalu mengambil pil nya dan meneguk nya mendorong nya dengan air setelah itu Nanda mengambil piring yg kotor meletakkan nya di dalam kamar mandi


"Kamu mau istirahat mari aku temani "ucap Kalvin melangkah


"Itu kamar Lin"ucap Nanda lalu masuk ke kamar nya


"Cuek banget sabar Kalvin masih dalam mode membujuk"gumam Kalvin masuk ke dalam kamar Nanda yg lagi lagi Nanda meminum vitamin Kalvin melihat kamar kecil itu yg hanya di pasang pintu tirai serta kasur dan kerangka kayu yg kecil Kalvin berbaring di kasur itu melihat Nanda ingin berbaring Kalvin merenggangkan tangan nya sehingga bantalan Nanda lengan Kalvin


"Aku mau istirahat jika kamu mau pulang tutup saja pintu nya"ucap Nanda membelakangi Kalvin


"Aku akan menemanimu"ucap Kalvin meletakkan kaki nya ke kaki Nanda lalu Kalvin memeluk nya


"Jangan marah aku sudah meminta maaf itu bukan kesalahan ku"ucap Kalvin,Nanda memejam kan mata nya mengingat perkataan Amel dan Landa semalam menjelaskan yg terjdi Nanda marah pada Kalvin karna menolak anak nya serta Nanda masih merasa rapuh dan perih ,Nanda berbalik mendekat kan tubuh nya memegang wajah Kalvin


"Aku marah pada mu saat penolakan itu"ucap Nanda meneteskan air mata


"Maafkan aku"ucap Kalvin mencium kening Nanda


"Hati ku sakit hati ku perih "lirih Nanda tidak mampu melanjutkan kata kata nya Kalvin mengusap air mata Nanda


"Aku tau apa yg kamu rasa sebelum kamu mengalami ini aku pernah merasakan nya itu kenapa aku takut kehilanganmu tidak ingin rasa ini kembali terulang kehilangan dua orang yg amat aku sayang aku tidak ingin kehilanganmu"lirih Kalvin memeluk Nanda yg semakin erat memeluk nya seakan ingin Kalvin merasakan kepiluan nya


"Kita akan mulai dari awal"bisik Kalvin mencium kepala Nanda mengelus punggung Nanda yg lama lama pelukan Nanda terlepas ternyata Nanda tertidur Kalvin mencium pipi Nanda memeluk Nanda lalu memejam kan mata nya


####


Sehari semalam Kalvin menemani Nanda tertidur di kasur yg keras serta kecil itu membuat tubuh Kalvin terasa sakit semua tidak terbiasa tidur seperti itu.kalvin mendengar suara lemari di buka membuat Kalvin membuka mata nya melihat Nanda mengambil tas selempang nya yg usang


"Kamu mau kemana"tanya Kalvin serak


"Aku mau ke rumah sakit dokter menyuruh ku untuk check up"ucap Nanda mengambil sepatu nya


"Biar aku yg antar"ucap Kalvin berdiri lalu Kalvin mencium bau tubuhnya dia tidak membawa baju nya Nanda yg menyadari itu melirik jam di pergelangan tangannya


"Pakai aja baju itu kamu mandi aja aku tunggu"ucap Nanda mengambil handuk nya dan menyerah kan pada Kalvin


"Tunggu aku"ucap Kalvin menuju kamar mandi


"Bagaimana aku mandi dengan kamar mandi ini"gumam Kalvin melepaskan semua pakaian nya mulai mandi sekenanya setelah itu Kalvin keluar

__ADS_1


"Ayo"ucap Kalvin memakai jas nya Nanda naik ke kasur lalu mengosok rambut Kalvin yg basah setelah itu menyisir nya sedikit mereka segera berangkat


"Datar nya jangan menular"ucap Kalvin pada Nanda setelah sampai rumah sakit Nanda mengcengkram tas nya dia jadi tidak pede dengan penampilan nya terlihat kusam Kalvin mengengam tangan Nanda


"Kamu tidak ingin memeluk lengan ku"ucap Kalvin lalu Nanda memeluk lengan Kalvin mereka segera masuk menuju ruangan dokter


"Racun di dalam tubuh nona sudah tidak ada"ucap dokter melihat hasil ronsen nya


"Tuan dan nona juga harus menunda dulu ya berhubungan nya sekitar satu minggu setidaknya sampai nona Nanda tidak merasa nyeri di perut dan area pribadi"ucap dokter tanpa menatap kedua nya Nanda tegang dia keluh terucap Kalvin mengengam tangan Nanda yg tegang


"Dok apa istri saya bisa hamil lagi"tanya Kalvin mewakili Nanda


"Bisa tuan jika nona belum hamil selama 3 bulan kalian bisa kembali ke rumah sakit untuk mengkonsumsi pil kesuburan "ucap dokter


"Bagaimana sayang mau ditunda apa segera hamil"ucap Kalvin membuat Nanda tersenyum kecil bukan pertanyaan Kalvin yg membuat Nanda tersenyum simpul tapi panggilan Kalvin


"Buat sementara waktu aku mau tunda dulu "ucap Nanda pelan


"Jika nona ingin menunda jangan minum pil pencegah kehamilan dulu takut nya nanti infeksi secara nona pernah mengalami keguguran di paksa dengan racun panas itu jadi sementara waktu biarkan saja karna menurut saya rahim nona sedikit rentang meski setiap saat berhubungan belum tentu juga cepat tumbuh "jelas nya


"Baik dok tapi apa istri saya baik baik saja"ucap Kalvin


"Iya sudah tidak ada lagi yg perlu di khawatir kan mengenai anak itu rezeki hanya saja saya hanya mengingat kan tuan di jaga ya keinginan nya satu minggu ke depan "ucap Dokter itu tersenyum


"Terimakasih dok"ucap Kalvin tersenyum Nanda menjabat tangan dokter mereka segera keluar


"Kenapa apa kamu ingin segera aku buat kan anak"ucap Kalvin saat mereka keluar dari ruangan dokter Nanda menyentuh perut nya


"Berhenti menggoda ku terus itu seperti ejekan"ucap Nanda


"Siapa yg mengejek mu itu ajakan"ucap Kalvin tersenyum kecil Nanda mencubit lengan Kalvin


"Tetap seperti ini sebenarnya aku menyukai senyuman mu"bisik Kalvin mencium kepala Nanda membuat Nanda tersenyum kecil


"Apa aku boleh nanti bermanja pada mu"ucap Nanda pelan mereka berjalan keluar dari rumah sakit


"Tentu saja boleh apa kamu ternyata orang yg manja"ucap Kalvin


"Hanya sedikit "ucap Nanda tersenyum memeluk lengan Kalvin tapi seketika Nanda diam saat ada beberapa para wartawan menunggu mereka Nanda menunduk dalam


"Kita hadapi sama sama"ucap Kalvin tersenyum merangkul Nanda lalu berjalan


"Tuan tunggu sebentar"ucap mereka


"Apa dengan keguguran nona Nanda di sengaja karna kalian hamil di luar nikah "tanya nya Kalvin merangkul Nanda


"Sebenar nya aku dan Nanda sudah menikah sejak seminggu Alen meninggal kami menikah atas wasiat Alen yg tertulis jadi itu hanya gosip berusaha menghancurkan kami yg merahasiakan pernikahan ini jadi tidak ada yg anak nya hamil di luar nikah"ucap Kalvin tegas


"Soal tidak ada klarifikasi dari Nanda sebenarnya itu kesalahan saya karna saya takut kehilangan nya saya takut anak itu sama merenggut Nanda seperti dia merenggut Alen makan nya ada sedikit penolakan tapi sekarang kami sudah berdamai dan memulai semuanya dari awal"ucap Kalvin


"Terimakasih tuan"ucap mereka melihat kode tangan Kalvin jika tidak ada pembicaraan Kalvin masuk mobil bersama Nanda


"Apa kamu menyukai hidup seperti kemarin"ucap Nanda menatap Kalvin


"Hehe sebenarnya badan ku sakit semua tidur di kasur itu tapi tidak apa jika tidur dengan mu"ucap Kalvin tersenyum


"Kita pulang aja ke rumah mama "ucap Nanda


"Oke"ucap Kalvin melaju kan mobil nya


"Apa biasanya kamu makan seperti kemarin itu "tanya Kalvin


"Iya itu makanan ku "ucap Nanda


"Emm Kalvin "ucap Nanda pelan


"Sebenarnya soal keracunan ku itu di sebabkan kak Hakim"ucap Nanda pelan Kalvin mencengkram kemudi itu wajah nya datar tapi segera berubah wajah itu saat Nanda menatap nya


"Kamu mau balas dia"tanya Kalvin berusaha tersenyum


"Tidak benar kata momy tidak ada habis jika kita terus membalas mereka"ucap Nanda

__ADS_1


"Terserah kamu jika tidak membalas nya "ujar Kalvin, setelah 30 menit mobil mereka sampai


"Nanda akhirnya kamu pulang juga"ucap Daniah memeluk Nanda


"Maafkan aku tidak bisa menjaga Kalvin kecil"ucap Nanda lirih


"Tidak apa sayang seperti nya mama belum di izinkan punya cucu pertama Alen sekarang kamu sudah lah biarkan waktu menjawab keinginan mama itu"ucap Daniah tersenyum


"Terimakasih ma"ucap Nanda


"Ma aku mau istirahat dulu"ucap Nanda


"Iya sayang istirahat saja"ucap Daniah kedua nya segera menuju kamar Kalvin menganti baju nya seperti nya dia harus bekerja Kalvin mendekati Nanda


"Maaf aku ngak bisa melayani mu"ucap Nanda pelan


"Apa setiap aku mendekati mu aku minta di layani"ucap Kalvin


"Memang seperti itu"ucap Nanda


"Tidak juga itu hanya perasaan mu"ucap Kalvin


"Kamu istirahat saja aku mau ke kantor dulu"ucap Kalvin


"Iya"ucap Nanda lalu Kalvin pergi Nanda mengambil selimut tipis dan berbaring ke sofa memejamkan matanya dia masih merasa lelah dengan kondisi nya


"Urusan Nanda selesai waktu nya aku pokus kerja"ucap Kalvin masuk ke dalam mobil lalu melaju kan nya


🌙🌙🌙


Kalvin akhirnya bisa pulang seharian kerja badan nya terasa capek sebelum pulang Kalvin makan malam dulu karna tidak ingin membuat Nanda susah dengan menyiapkan nya makan jadi Kalvin makan malam setelah itu dia baru pulang


"Akhirnya"ucap Kalvin masuk ke kamar Kalvin melihat kasur nya kosong Kalvin melirik ke sofa ternyata Nanda tidur di sana Kalvin membersihkan tubuhnya nya


"Nanda"ucap Kalvin membangun kan Nanda


"Eghmm kenapa"ucap Nanda serak


"Kamu pindah saja tidur lah di kasur ku"ucap Kalvin


"Sekarang tidak ada jarak di antara kita ngapain masih tidur di sofa"ucap Kalvin tersenyum


"Iya"ucap Nanda berdiri lalu menuju kasur Nanda melirik Kalvin yg berbaring


"Biasa aku berada di kasur ini pasti kamu gagahi"ucap Nanda


"Jangan mengingatkan itu jika aku ingin bagaimana kamu selalu memancing ku aku tidak akan melakukan nya bukan kah kita akan memulai dari awal"ucap Kalvin


"Iya"ucap Nanda memejam kan mata nya Kalvin menarik selimut menunjang kepala nya dengan tangan nya Kalvin mengelus wajah Nanda dengan lembut


"Aku merindukan mu"ucap Kalvin tersenyum Nanda kembali membuka mata lalu memegang tangan Kalvin menyenderkan kepalanya di dada Kalvin memeluk pinggang Kalvin


"Aku lebih merindu kan mu belum pernah merasa kita sedekat ini"ucap Nanda tersenyum malu


"Kamu senang di dalam pelukan ku"ucap Kalvin


"Dari dulu juga begitu senang berada di dekat mu apa lagi di dekapan mu"ucap Nanda tersipu


"Berarti sengaja dong menggoda ku supaya aku paksa gauli padahal itu keinginan mu juga"ucap Kalvin


"Enak aja ngak lah itu karna kamu aja yg cabul "ucap Nanda cepat


"Atau kamu nya memang wanita pembangkang"ucap Kalvin


"Aku bukan wanita pembangkang tapi penurut "ucap Nanda


"Apa penurut hahahah"ucap Kalvin tertawa


"Berhenti menggoda ku "kesal Nanda mengigit dada Kalvin


"Aww sakit aku tidak menggoda mu tapi itu kenyataan nya"ucap Kalvin mengelus dada nya

__ADS_1


"Mau itu ejekan godaan tetap saja membuat aku kesal "ucap Nanda cepat


"Iya iya jangan cemberut seperti itu gemes"ucap Kalvin mencium pipi Nanda kedua nya saling pandang membuat Nanda tersenyum lebar menatap Kalvin mereka tidak lagi merasakan ketegangan meraka mulai menikmati lagi kebersamaan


__ADS_2