Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Episode 148


__ADS_3

Dia menggenggam tangan Bu Tasi, mencium kening nya sangat Lama.


."Maafkan aku Bu.. Maafkan aku..." ucap Farhan dengan lirih. Tiba-tiba dia hampir jatuh namun langsung di tahan oleh pria yang berdiri di belakang nya.


Laura juga tidak tahan membendung Air mata nya dia sangat lah sedih, namun dia harus kuat dan juga pasrah.


Melihat anak-anak Bu Tasi dan Farhan sangat terpukul dia sangat sedih dia tau betapa sakit nya itu.


Dia merasa kan itu ketika ayahnya meninggal kan nya secara tiba-tiba dan tidak Akan pernah bertemu lagi.


Farhan duduk di kursi sambil menatap wajah Ibu Tasi. sementara anak nya semua sudah memeluk Bu Tasi.


Laura mengelus punggung Farhan agar lebih kuat. Dia juga tidak bisa melakukan apapun untuk sekarang hanya bisa selalu ada di samping Farhan.


Almarhum pun di bawa kembali ke rumah duka namun tidak ke rumah Farhan melainkan ke rumah anak nya.


Farhan tidak mau meninggalkan almarhum dia membaca kan ayat kursi sepanjang malam. Laura sudah mengantuk dia tidur di samping Farhan.


Sementara Semua para tetangga datang membaca kan ayat kursi pada almarhum.


Keesokan harinya waktu nya almarhum di makam kan. Saat jenazah dan masukkan ke dalam liang lahat tangis Farhan langsung pecah, Laura memeluk nya menguatkan nya.


"Sabar mas, sabar ikhlas kan semua nya." ucap Laura. Farhan menggeleng kan kepala nya.


"Ibu... Kenapa kamu sangat tega meninggalkan aku?" ucap Farhan.


"Allah lebih sayang pada Ibu mas, ikhlas." ucap Laura.


Semua nya menangis saat jenazah mulai di tutup dengan tanah.


Anak-anak nya dan keluarga nya benar-benar sangat terpukul.


Semua orang sudah bepergian setelah selesai di kuburkan.


Farhan menunggu anak Buk Tasi berpamitan dengan Ibu nya dan setelah itu dia.


"Selamat jalan Buk! Aku Akan mendoakan yang terbaik untuk ibu!" ucap Farhan.


"Aku tidak bisa mau mengatakan apa lagi buk, aku sangat minta maaf karena selama ini sudah banyak melawan kata-kata Ibu." ucap Farhan.


Laura mengelus punggung Farhan.

__ADS_1


"Yang sabar mas. Ikhlas semua nya." ucap Laura.


Farhan berusaha untuk menahan air mata nya namun tidak bisa dia menangis di pelukan istri nya.


Vina yang berdiri di belakang mereka bersama Bibik yang lain hanya diam saja.


"Buk. Terimakasih sudah ada selama ini untuk Aku dan juga mas Farhan, ibu Sud sangat membantu kami, bahkan aku Bisa merasa kan kasih sayang seorang Ibu lagi karena ada nya ibu." ucap Laura.


"Aku ikhlas Ibu pergi. Tugas ibu sudah selesai. Terimakasih karena Ibu juga aku bisa bersatu dengan mas Farhan." ucap Laura sambil menggenggam tangan Farhan.


"Kami mencintai ibu. Ibu yang tenang yah di sana." ucap Laura mengelus batu nisan.


"Ayo mas Kita pulang." ajak Laura namun Farhan seperti nya tidak mau dia malah memilih untuk duduk diam di sana.


Laura pun membiarkan nya. Dia cukup Lama menunggu. karena hari semakin panas dia memaksa Farhan untuk pulang.


Selama di perjalanan Farhan bersender pada Laura. sementara Vina jadi supir mereka.


Sampai di rumah Laura membawa Farhan untuk istirahat ke kamar, di kamar Farhan menangis.


"Sudah Mas jangan sedih lagi! Kalau kamu sedih Bu Tasi juga pasti sedih di sana." ucap Laura.


"Aku tidak kuat Laura! Aku tidak bisa ini sangat sakit." ucap Farhan memegang dada nya.


Laura mengelus punggung Farhan.


Farhan memeluk Laura. Sementara Deni, Rendi, Ida dan semua orang yang mengenal Bu Tasi datang melayat ke rumah mendiang tadi mereka juga ikut mengantar kan ke peristirahatan terakhir nya.


Mereka pamit pulang sementara Deni dan Ida mampir ke rumah Tuan muda nya.


"Aku yakin Pak Farhan sangat Sedih sekali." ucap Ida.


Deni mengangguk.


"Semua orang tau kalau Bu Tasi sudah sebagai ibu Kedua bagi pak Farhan." ucap Ida.


"Kita harus memeriksa keadaan nya." ucap Ida.


"Jujur saja aku tidak berfikir kalau akan seperti ini, karena kemarin baru saja Bu Tasi memasak makanan untuk kita." ucap Deni.


"Aku lebih tidak percaya karena Bu Tasi sangat lah sehat, bahkan pak Farhan sangat menjaga kesehatan Bu Tasi namun mungkin di saat Pak Farhan lalai dia tidak lagi mengontrol kesehatan Bu Tasi." ucap Ida.

__ADS_1


"Sudah lah untuk apa kita membahas nya! Semua nya sudah takdir tuhan kita harus bisa iklas dan banyak berdoa." ucap Deni.


Setelah sampai di rumah bos nya. Ternyata sangat ramai juga. Mereka tidak bisa melihat Farhan dan Laura mereka memilih untuk pulang saja.


Namun berjalan keluar Ida dan Deni melihat Vina yang duduk di depan.


Deni menunduk kan kepala nya tanda permisi. Vina mengangguk.


"Kenapa aku berfirasat lain yah tentang Dr Vina soal hubungan nya dengan Pak Farhan?" tanya Ida pada Deni.


"Emang kenapa?" tanya Deni.


"Dari tadi aku perhatiin Dr Vina seperti nya tidak suka dengan kedekatan Bu Laura dengan pak Farhan." ucap Ida.


"Itu firasat kamu saja mungkin! Dia justru pasti sangat senang karena Tuan muda sudah menemukan wanita yang dia cari selama ini." ucap Deni.


"Huff aku berfirasat kalau Dr Vina itu suka Sama Pak Farhan itu sebab nya dia tidak suka dengan Bu Laura." ucap Ida.


Tiba-tiba Deni mencubit hidung Ida.


"Jangan Bilang yang tidak-tidak! Kamu tidak tau apa-apa! Nanti kalau ada yang dengar Gimana?" ucap Deni.


"Sakit tau!" ucap Ida memukul lengan Deni menatap nya dengan tatapan Kesal.


"Jangan berfikir seperti itu lagi." ujar Deni.


"Di sini tidak akan ada yang mendengar! Hanya kita berdua di dalam mobil. Itu sebab nya aku berbicara Seperti itu." Jawab Ida menatap Deni yang sedang fokus menyetir.


"Kamu dengar yah! Kedekatan Pak Farhan dengan Dr Vina itu sudah sangat lama. jauh sebelum kamu kerja di Perusahaan! Jadi tidak mungkin Dr Vina menyukai Tuan muda!" ucap Deni menjelaskan pada Ida.


"Huff terserah kamu deh mau percaya atau enggak! tapi naluri wanita itu selalu benar." ucap Ida langsung.


"Huff payah kalau sudah wanita berbicara seperti ini!" ucap Deni.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah lupa bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2