
Keesokan harinya sampai disekolah Via ketemu teman-temannya tak terkecuali Anang, dia sudah masuk dalam keadaan sehat, Via menyapanya kemudian bertanya sakit yang diderita sahabatnya itu, tapi Anang hanya menjawab gak apa-apa ko lagi males aja. Mendengar jawaban begitu Via mengernyitkan bahunya karena gak biasanya Anang begitu, dia selalu ceria, oprimis dan semangat sekolah. Ketika dia menuju bangku berpapasan dengan Sutan yang tersenyum padanya dan dia pun membalas senyum orang yang sekarang jadi kekasihnya, tanpa memperdulikan sahabatnya sedang memperhatikan tingkah laku mereka berdua. Karena walaupun Via dan Sutan sudah jadian mereka merahasiakan keteman-temannya kecuali Anang yang tau kisah mereka, tapi dia belum tau kalo mereka sudah jadian. Bel masuk berbunyi, semua siswa mengikuti pelajaran pertama bersama Bu Komariah, guru bahasa Indonesia, lanjut pelajaran kedua yang kebetulan gurunya berhalangan sehingga ada tugas yang harus dikerjakan, mulai rame suasana kelas karena mereka mengerjakan tugas saling tanya sana sini, tapi Via heran karena Anang yang biasanya bertanya atau mengerjakan tugas selalu bersama hari ini gak sama sekali ke meja Via. Apa karena dimeja Via ada Sutan yang menarik bangkunya ke mejanya, ada perasaan tak enak hinggap dihatinya, tapi dia bingung harus bersikap bagimana. Selesai mengerjakan tugas bel istirahat berbunyi, Sutan mengajak Via kekantin tapi Via menolaknya dan dia minta izin ke Sutan mau bicara tentang hubungannya ke Anang. "Nang, boleh aku bicara"? tanya Via ketika melihat Anang duduk sendiri. Masih dengan raut muka kurang mengenakan Anang menjawab " Ngomong aja"!! sambil menggeser tubuhnya menjauh dari Via. "Kamu kenapa ko berubah ya"?? " Gak apa-apa "!! jawab Anang singkat. Via meneruskan pembicaraannya " Sebelumnya aku minta maaf kalo ada salah, ini aku ngomong demi kebaikan kita bersama dan persahabatan.aku mau ngomong kalo aku sama Sutan kemarin sudah jadian"!!! Perih, sakit dan kecewa yang saat ini Anang rasakan, tapi gak mungkin dia marah karena gak ada hak untuk itu. Akhirnya dengan tatapan sendu dia cuma menjawab " Ya, selamat ya semoga bahagia selalu "!!
"Terima kasih"!! ujar Via dan melanjutkan pembicaraannya " saya harap kamu gak berubah ya dengan pilihan saya"!! Setelah mendengar jawaban Anang yang hanya menganggukan kepala, Via kembali ke bangkunya dan pada saat itu Sutan membawakan dia minuman dan snack. Sebenarnya Sutan kekantin cuma beli snack dan minuman sebentar terus balik lagi ke kelas tapi karena dilihat dari jendela Via belum selesai bicara akhirnya dia menunggu diluar, makanya ketika Via uda kembali duduk dibangkunya dia langsung masuk. Ada perasaan gak enak dalam hati Sutan ketika melihat Anang diam dengan muka yang cemberut dan tidak ada senyum, tapi dia sendiri gak tau kenapa, karena yang dia tau kalo Via dan Anang bersahabat. Sutan duduk kembali di samping Anang dan menawarkan makanan dan yang ditawarin cuma menggelengkan kepala sambil berkata, "Nanti pulang bareng ada yang ingin aku bicarakan"!!
__ADS_1
Sutan heran tapi dia menganggukkan kepala. Setelah saling berpamitan pulang Sutan kemudian mengikuti Anang kesuatu tempat.
" Tan, apa benar kamu dan Via sudah jadian"?? tanya Anang memulai pembicaraan. "Ya benar kemarin kami jadian"!! jawab Sutan. Anang menarik napas panjang dan kemudian dia menepuk bahu Sutan sambil berkata "Tolong titip Via, jaga dia, buat selalu bahagia dan jangan sampai kamu menyakiti dia, karena sekali saja kamu sakiti dia maka akan berhadapan denganku"!! dengan mata berkaca-kaca kemudian meninggalkan Sutan sendiri. Sutan pun menganggap mungkin karena Via dan Anang sudah bersahabat lama, makanya, bersikap demikian, tanpa dia tahu kalo hati Anang hancur berkeping-keping. Dirumah Anang pikirannya kalut dan kacau, sedih yang dia rasakan sakit hati yang begitu dalam, hingga dari sepulang sekolah dia cuma termenung, seragam pun belum diganti, makan siang, malam terlewati dia mengunci pintu dari dalam kamarnya. Ibunya memanggil pun dia gak jawab, bapaknya yang sepulang kerja belum melihat dia juga menanyakan kemana Anang gak kelihatan. Ibunya menjawab "Mungkin tidur, dari tadi ibu panggil gak ada jawaban, mungkin ada kegiatan jadi kecapean. Sampai esok harinya Anang belum keluar dari kamarnya, ketika pintu diketok-ketok tidak ada jawaban, ibunya bingung dan memanggil bapaknya, karena gak ada jawaban akhirnya didobrak pintu kamar Anang dan terlihat Anang terkulai lemas dengan luka sayatan ditangannya dan kepala dibotakin gak terarah, ibunya histeris melihat kejadian itu dan ayahnya secepatnya membawa Anang kerumah sakit terdekat. Ibunya masih menangis ketika Anang ditangani diUGD dan beberapa saat kemudian dokter yang menangani Anang keluar dan berbicara dengan kedua orang tuanya. "Beruntung anak ibu dan bapak tertolong karena lukanya gak begitu dalam sehingga darah yang dikeluarkan gak begitu banyak. Tapi tolong ajak bicara baik-baik ada masalah apa yang membuatnya begini, karena saya tanya dia tidak mau menjawabnya". Setelah dokter selesai berbicara orang tua mengambur masuk kedalam dan ibunya merangkul anak bungsunya dengan terisak-isak. "Kamu kenapa nang berbuat nekat begini kayak gak punya Tuhan saja" ujar ibunya sambil terisak. Ayahnya cuma berkata biarkan dia istirahat ibu jangan ditanya dulu karena dia gak akan menjawabnya.
__ADS_1
"Ya sudah kalo Anang sudah pulang kerumah, kamu kerumahnya ajak dia bicara baik-baik tanyakan kenapa berbuat seperti itu dan minta maaflah kalo memang ini kesalahanmu"!! Sampaikan salam dan permintaan maafku pada dia, karena di situasi begini gak enak kalo kita menemuinya berdua"!!!. Sutan berkata sambil mengelus rambut Via. Ini cukup membuat Via merasa tenang karena dari tadi sesak didada menahan semua rasa ini. Beberapa hari Anang belum bersekolah dan dihari ke empat, Via mendapat info kalo Anang sudah pulang kerumahnya, akhirnya sepulang sekolah dengan sahabat-sahabatnya dia menjenguk Anang. Sesampainya dirumah Anang, ibunya bilang anak sudah baikan kalo mau ketemu ada dikamarnya, setelah mereka masuk bersama dan menyalami Anang, kemudian setelah ngobrol beberapa saat sahabatnya meninggalkan mereka berdua dikamar, karena mereka tau akan ada yang dibicarakan. "Nang, kamu tu kenapa, sech berbuat sefatal ini, kamu tau ini bisa mengancam nyawamu, gak bisa berpikir jernih semua masalah bisa diatasi" ucap Via sambil bergetar menahan tangis. Anang yang dari tadi diam melihat gadis yang dia sayangi menangis, akhirnya mengangkat wajah dan berkata "Maaf, aku gak siap kehilanganmu"!!
" Aku tidak pergi meninggalkanmu, aku bisa selalu jadi sahabatmu dalam suka maupun duka, tapi jujur aku terlanjur sayang padamu hanya sebatas sahabat tidak lebih, karena memang cinta tidak dipaksakan "!! masih terisak dia menjelaskan semua isi hatinya supaya Anang terbuka pikirannya. " Masih banyak cewek yang lebih baik dari aku, mereka cantik-cantik dibanding aku yang cuma yatim piatu dan berpenampilan apa adanya"!! Anang menimpali" Itu yang yang aku suka darimu, sederhana, apa adanya, karena cantik relatif, tapi menurutku kamu sangat cantik "!! sambil berkata dia meraih tangan Via "Tolong terima cintaku dan jangan pernah meninggalkanku"!! Entah karena kaget atau merasa kecewa tiba-tiba Via menampar pipi Anang sambil berkata " Tolong, sadar Nang sudah berulang kali aku bilang kita sebaiknya jadi sahabat"!! Via berkata sambil menangis dan keluar dari kamar Anang.
__ADS_1