
Kalvin dan Daniah sangat cemas apa yg terjadi pada Nanda kenapa dia tiba tiba pingsan seperti itu serta kesakitan terutama Kalvin menjadi bersalah karna mendorong Nanda karna Nanda sangat membuat Kalvin emosi tidak tau apa kesabaran Kalvin setipis tisu Nanda selalu menguji nya tapi sekarang Kalvin jadi merasa bersalah.Karna Nanda masuk rumah sakit jadi Daniah memberi tau Landa dengan cepat Landa datang takut anak nya itu kenapa kenapa
"Niah bagaimana anak ku"ucap Landa sangat cemas
"Masih di periksa dokter"ucap Daniah
"Kenapa dokter lama sekali"ucap Kalvin tidak sabar , tidak lama dokter itu keluar
"Dok bagaimana keadaan anak saya"ucap Landa cepat
"Jangan khawatir nyonya "ucap dokter tersenyum
"Nona Nanda pingsan karena benturan sedikit di perut nya membuat dia kontraksi karna nona Nanda saat ini sedang hamil"jelas dokter dengan tersenyum
"Hamil"ucap Kalvin kaget sedangkan Daniah dan Landa menutup mulut tidak percaya
"H... hamil maksud saya kenapa bisa bukan kah dokter bilang saat itu istri saya jika tidak di bantu obat penyubur rahim tidak akan hamil"ucap Kalvin
"Ya benar itu tapi pertumbuhan rahim nona sangat bagus anak yg di kandung juga sangat baik"ucap dokter
"Saya menjaga makan nona Nanda selama bersama saya dan saya juga selalu memberi nya vitamin"ucap Amel tersenyum lebar
"Bagaimana kandungan nya tidak sehat jika anak nya nanti meniru ayah nya keras kepala dan kejam seperti itu"sindir Daniah
"Ma aku tidak kejam"ucap Kalvin memelas menatap Daniah
"Jika perubahan dengan tingkah nona harap di maklum itu hormon nanti saya berikan vitamin buat nona Nanda"ucap dokter
"Untuk menghilangkan sikap aneh istri saya"ucap Kalvin dengan dongkolnya
"Biar dia tidak muntah Kalvin hormon nya mana bisa di ubah itu bawaan bayi kamu ini gimana sih bukan nya sudah pernah mengalami saat Alen hamil harus nya mengerti "ucap Daniah sinis menatap Kalvin
"Iya ya Nanda pernah muntah muntah "ucap Kalvin mengaruk kepalanya
"Jika begitu saya permisi"ucap dokter segera pergi
"Kalvin ingat tahan emosi kamu apa pun yg Nanda lakukan dia sedang hamil ingat itu"ucap Daniah
"Ma masak aku harus tahan oleh kelakuan Nanda dia bicara kasar memukul ku masak aku diam saja mau sampai dia melahirkan mati aku ma"ucap Kalvin
"Nama nya juga hamil Kalvin udah ahh kamu banyak bicara "ucap Daniah semua segera masuk
"My wife pelan ya"ucap Kalvin melihat Nanda mulai sadar
Plak
"Dasar suami sialan masih berani kamu menampakkan diri di hadapan ku sudah membuat aku masuk rumah sakit"geram Nanda menampar Kalvin
"Sabar Kalvin "gumam Kalvin menahan emosi
"Kalvin mendapatkan karma dulu dia sering kasar pada Nanda"bisik Landa membuat Daniah cekikikan
"Nanda jangan terlalu banyak aksi ya "ucap Daniah tersenyum
"Kenapa ma"ucap Nanda
"Karna sekarang kamu sedang hamil sayang"ucap Landa tersenyum lebar
"Benarkah hamil"ucap Landa wajahnya tersenyum bahagia tapi seketika masam menarik kera baju Kalvin
"Ini ulah mu kan aku tidak mau mengandung anak mu sialan""geram Nanda emosi lalu mendorong Kalvin
"Ngak boleh gitu Kalvin kan suami kamu ayah dari anak kamu"ucap Daniah
"Ma"Nanda memelas
"Aku merindukan Kalvin"ucap Nanda meneteskan air matanya
"Tapi kenapa perasaan ku sangat senang jika Kalvin mulai menderita jika tidak menyiksa nya aku merasa sangat gelisah"ucap Nanda memeluk Daniah dengan terisak
"Itu hormon ibu hamil sayang"ucap Daniah
"Mungkin saja karma"ucap Daniah cekikikan
"Nanda jangan seperti itu aku mau nempel terus sama kamu"ucap Kalvin memelas
"Kalvin aku mulai ingin melihat wajah mu memelas tidak berdaya dan juga minta ampun sedikit menjauh tangan ku mulai gatal jika tidak menampar mu"ucap Nanda
"Masak aku harus jauh terus"ucap Kalvin sedih
"Pergi sana ngapain kek kerja apa"ucap Nanda mulai kesal
"Kalvin kamu pergi sana Nanda biar kami yg jagain"ucap Landa
__ADS_1
"Tapi Momy aku mau sama Nanda"ucap Kalvin
"Iya tapi kamu tau kan jika Nanda keras pada mu yg ada kamu ikut di rawat di sini"ucap Landa
"Iya mom"ucap Kalvin pergi berjalan gontai
"Nanda jaga kesehatan mu ya"ucap Landa mengelus kepala Nanda
"Iya mom"ucap Nanda tersenyum memeluk Momy nya dia tidak menyangka bisa hamil lagi ini suatu kebahagiaan untuk Nanda
####
Nanda jadi kesepian sekarang Landa masih menyiapkan untuk pernikahan sedang kan Daniah tadi pulang sebentar tinggal Nanda sendiri di kamar inap itu Nanda gelisah jadi nya memikirkan Kalvin.Nanda mengambil ponselnya menghubungi Kalvin tentu Kalvin yg ada di kantor kaget karna Nanda telpon
"Sudah lama dia tidak menelpon ku"gumam Kalvin tersenyum lebar
"Hallo"ucap Kalvin mewanti jika nanti Nanda bicara kasar pada nya
"Kalvin hiks hiks"Isak Nanda
"Kamu kenapa"ucap Kalvin cemas
"Kamu di mana sih aku kesepian di sini kamu tega banget sih ninggalin aku di sini"Isak Nanda
"Aku kerja oke oke aku ke sana ya sekarang"ucap Kalvin kegirangan
"Ya cepetan sebelum nanti mood ku berubah anak kamu nakal banget"ucap Nanda cekikikan
"Iya"ucap Kalvin memutuskan sambungan teleponnya segera meluncur ke rumah sakit
"Nak jangan dulu ya muncul mama sangat merindukan papa mu biarkan mama berduaan dengan papa ya please"ucap Nanda mengusap perut nya Nanda duduk menunggu Kalvin
Cklek
Kalvin tersenyum lebar melihat Nanda tersenyum pada nya Kalvin mengunci pintu itu melirik nakal pada Nanda tentu Nanda paham dengan lirikan Kalvin itu
"Kangen "ucap Nanda merentangkan tangannya Kalvin memeluk Nanda mengecupi pipi Nanda
"Mama pulang"tanya Kalvin
"Iya kata nya ada urusan"jawab Nanda
"Kalvin maaf ya selalu membuat mu susah"ucap Nanda mengalungkan tangannya di leher Kalvin
"Tidak apa asal anak kita bahagia sekarang aku tau tingkah aneh mu itu di sebabkan anak kita bukan kamu nya yg berubah "ucap Kalvin tersenyum mengelus kepala Nanda
"Kalvin bagaimana di infus nih"ucap Nanda menunjuk kan tangannya Kalvin menekan tombol otomatis itu membuat Nanda kebingungan tidak lama ada dokter datang
"Ada yg bisa saya bantu tuan "ucap nya
"Dok apa tidak masalah saya dan istri saya melakukan nya di sini"tanya Kalvin membuat Nanda kaget
"Kamu apaan sih malu mempertanyakan hal itu"bisik Nanda memeluk lengan Kalvin
"Ehh kamu lupa jika mood anak kita berubah aku susah mendapatkan mu mumpung dia lagi diam "bisik Kalvin membuat Nanda tersenyum tidak enak
"Melihat kondisi nona sebenarnya tidak masalah tuan asal nona nya kuat saya rasa keadaan nona juga mulai stabil hanya saja perlu istirahat total"ucap dokter tersenyum
"Terimakasih dok kapan istri saya bisa pulang"tanya Kalvin
"Tuan nona masih perlu satu suntikan lagi dan nona besok pagi bisa pulang karna harus menghabiskan dosis yg saya suntikan tadi baru saya suntik kembali"jelas nya
"Oke dok terimakasih dokter bisa pergi "ucap Kalvin serius
"Saya permisi tuan"ucap dokter lalu pergi
"Kalvin kok mengusir dokter itu setidaknya biarkan dokter itu berinisiatif pergi sendiri"ucap Nanda cemberut
"Aku mempersingkat waktu my wife"ucap Kalvin tersenyum menatap Nanda lalu mencium bibir Nanda dan Nanda hanya menarik kemeja Kalvin berbaring di brandar Nanda ingin sekali mengusap bidang dada suaminya tempat empuk tapi karna terlalu banyak pergerakan membuat tali infus itu sedikit tersentak
"Awww"jerit Nanda melirik tangannya
"Tuh kan lihat tangan mu aku tidak mau kamu terluka"ucap Kalvin mencium tangan Nanda
"Kalvin ingin mengelus dada mu"ucap Nanda memelas Kalvin melepaskan jas nya dan membuka kancing baju nya Nanda tersenyum malu mengecup dada Kalvin
"Aku seperti terbang melayang"ucap Kalvin tersenyum
"Ighh malu tau "ucap Nanda tersenyum mencium bidang dada itu
"Nanda"ucap Kalvin serius
"Kamu kenapa semakin cantik sih"ucap Kalvin mengecupi wajah Nanda
__ADS_1
"Apa itu pujian aku merasa sangat bahagia"kekeh Nanda
"Tidak aku mulai cemas saat kamu mulai cantik nanti kamu banyak yg mengincar aku mulai cemburu"ucap Kalvin cemberut Nanda tertawa geli
"Mana ada yg berani menatap istri nya Kalvin Adiwinata ini paling lirik sedikit langsung di hajar oleh suami nya"ucap Nanda tersenyum
"Iya juga sih tapi tetap aja aku ngak suka mereka melirik mu"ucap Kalvin mencium kening Nanda ikut Nanda berbaring
"Kalvin peluk ya mau tidur "ucap Nanda
"Iya tidur saja"ucap Kalvin tersenyum memeluk Nanda yg meletakkan kepalanya di leher Kalvin lalu memejamkan mata Kalvin mengelus kepala Nanda mengecup kepala itu dengan sayang
####
Kalvin tanpa sadar ikut Nanda tertidur di sana masih memeluk Nanda mereka saling berpelukan.Nanda mulai membuka mata dengan malas menyentuh perut nya yg terasa sangat lapar Nanda menatap Kalvin terlelap dengan damai tanpa di duga Nanda mendorong Kalvin membuat Kalvin terjatuh dari brandar itu
Bugh
"Aww sakit nya"keluh Kalvin mengaduh
"Tidur di sofa berani nya kamu memeluk ku"ucap Nanda tajam
"Mulai lagi dia ya ampun nak masak kamu nanti lebih kejam dari papa"gumam Kalvin mengelus siku nya yg sakit
"Carikan aku makan aku lapar"ucap Nanda, Kalvin melirik jam 8 malam memang waktu nya mereka makan malam
"Ayo cepat kenapa hanya diam"bentak Nanda membuat Kalvin kaget
"Mau pesan apa"ucap Kalvin berdiri mengelus kepada Nanda
"Cih aku tidak sudih menerima perlakuan mu"ucap Nanda sinis menepis tangan Kalvin
"Cepat sana aku sudah lapar"ucap Nanda mendorong Kalvin
"Aku benar bisa kehilangan kesabaran jika seperti ini"gumam Kalvin menatap Nanda dia menghembuskan nafasnya kasar lalu melangkah pergi
"Cari makan apa aku, menyebalkan "gumam Kalvin masuk ke lift sambil berfikir menuju lantai bawah
"Emm aku beli kan Nanda KFC aja dia kan suka banget "gumam Kalvin masuk ke mobil segera meluncur.Setelah 30 menit Kalvin kembali lagi ke ruangan Nanda
"Lambat sekali kerja mu seperti siput "ucap Nanda sinis
"Makan kah pasti kamu sangat lapar"ucap Kalvin menyerahkan KFC itu
Brak
"Makanan apa itu"teriak Nanda menepis tangan Kalvin membuat makanan itu tumpah Kalvin mengepalkan tangannya batas kesabaran nya benar habis
"Aku ingin ayam panggang"ucap Nanda
"Nanda sama aja ini ayam juga beda nya ini di goreng"ucap Kalvin berusaha sabar
"Aku tidak mau"ucap Nanda marah
"Beli kan aku sekarang ayam bakar"ucap Nanda tajam
"Iya aku belikan "ucap Kalvin lalu pergi dengan kesal
"Huh aku benar bisa gila mengahadapi Nanda masih lama lagi dia seperti ini aku benar bisa gila ini"gumam Kalvin kembali masuk lift segera menuju mobil nya untuk mencari ayam bakar.Setelah hampir 30 menit mencari akhirnya Kalvin mendapat kan penjual ayam bakar dia segera membeli dan segera pulang ke ruangan Nanda lagi
"Nanda ini ayan bakar nya"ucap Kalvin meletakkan bingkisan itu Nanda mengambil nya lalu membuka bingkisan itu mencium aromanya
"Beli di pinggir jalan"ucap Nanda datar dengan mengaduk nasi dengan sambel nya segera memasukkan ke mulutnya
"Kenapa bisa tau "ucap Kalvin memang benar tadi Kalvin beli di pedagang pinggir jalan menurut Kalvin tidak masalah juga toh Nanda suka makanan pinggir jalan
"Aku tidak level makan makanan di pinggir jalan lain kali jangan membeli nya atau aku tidak akan memakan nya ini aku lapar makan nya aku memakan nya"ucap Nanda datar
"Iya"ucap Kalvin mengaruk kepalanya karna biasanya Nanda suka makanan itu tapi ini tidak
"Kamu mau ngapain"ucap Nanda menatap Kalvin duduk di samping nya
"Ikut makan"ucap Kalvin
"Tidak,kamu makan di kantin sana jangan ikut makan dengan ku"ucap Nanda
"Tapi aku sangat lapar ingin ikut makan dengan mu"ucap Kalvin
"Aku tidak mau makan dengan mu makan sana"teriak Nanda
"Iya aku akan pergi kamu jangan teriak kasihan anak kita"ucap Kalvin berdiri lalu pergi
"Nasip nasip perasaan Alen hamil dulu sangat manja pada ku ini kenapa Nanda galak banget"gumam Kalvin menuju kantin rumah sakit
__ADS_1
"Jika moodnya marah itu sudah keluar habis aku sama dia"gumam Kalvin masih menggerutu
"Aku bukan nya takut pada Nanda hanya saja dia kan wanita dan istri ku lagi hamil lagi ngak mungkin dong aku menyakiti anak dan istri ku mengeluh pada Danu juga percuma jika di ciduk Nanda bisa bahaya lagi dia mengamuk lagi"gerutu Kalvin dia terpaksa harus menahan penderitaan nya sendiri dari pada curhat dengan Danu malah membuat Nanda marah itu tidak lucu lagi jika semua orang di rumah sakit itu jadi heboh apa lagi jika mereka tau Kalvin takut dengan istri nya bisa jatuh martabat Kalvin sebagai Kalvin Adiwinata