Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 88


__ADS_3

Erin menyiapkan sarapan untuk Gavin untuk Kaynara juga yg lagi ada di kamar Gavin ,Erin juga sudah siap dengan seragam OG nya siapa berangkat bersama Gavin


"Erin bantuan aku sini"triak Kaynara membuat Erin dan Gavin kaget


"Kay ngak usah teriak rumah ini kecil bukan di rumah sana kamu berteriak baru kedengaran"ucap Gavin kesal sarapan nya menumpahi diri nya


"Ngak apa mas biar aku bersihkan"ujar Erin membersih kan noda di baju Gavin otomatis itu menepuk dada Gavin dan perut Gavin membuat Gavin menatap wajah Erin yg serius


"Erin cepat lama banget"ujar Kaynara


"Tidak sabaran banget"ucap Erin berlalu setelah pakaian Gavin bersih


"Bantu apa"tanya Erin mendekat


"Bantu pakai baju susah sekali memakai nya"keluh Kaynara ,Erin membantu Kaynara memakai baju itu memegang tangan Kaynara yg luka


"Rambut ku ikat aja"ujar Kaynara,Erin mengikat nya menyisir poni Kaynara


"Hei aku tidak suka"ujar Kaynara kesal


"Kay kamu terlihat cantik dengan poni ini sangat menarik ngak tomboy banget"ujar Erin tersenyum


"Pokoknya aku tidak suka"geram Kaynara


"Bagus kok"ujar Erin


"Terserah "ucap Kaynara berlalu Erin pun mengikuti nya ,Erin mengambil kan Kaynara sarapan


"Mau aku suapin juga"kekeh Erin


"Boleh"ujar Kaynara tersenyum membuka mulut nya


"Bisa sendiri Kay Erin mau sarapan kami ingin berangkat kerja"ujar Gavin mengambil piring di tangan Erin meletakkan di depan Kaynara


"Orang cuman bercanda baperan"sinis Kaynara mengambil sendok nya mulai sarapan Erin tersenyum menatap Kaynara duduk di samping Kaynara


"Aku tuangkan air nya"ujar Eien memberikan Kaynara air putih


Dret dret dret


"Mama telpon"ujar Erin saat ponselnya berdering


"Hallo"ujar Erin


"Erin apa Kaynara sudah makan"tanya Nanda


"Iya ma ini kami lagi sarapan"ujar Erin


"Beli aja dulu nanti makanan Kaynara ngak sehat kamu kan ngak bisa masak atau minta aja sama tante Lin"ujar Nanda


"Siapa bilang Erin ngak bisa masak orang dia jago masak pertama nikah sama Kak Gavin aja dia selalu masakin aku jika bosan dengan makanan bik semia"ujar Kaynara merebut ponsel itu


"Benarkah tapi kakak kamu bilang Erin ngak bisa masak"ujar Nanda


"Kak Gavin aja selalu salah paham masakan Erin sama mama ngak jauh beda aku suka rasanya juga pas aku suka"ujar Kaynara tersenyum lebar


"Kay jaga luka mu jangan sampai berdarah lagi"ujar Nanda


"Iya nanti pulang kuliah minta di temani sama Nabila ke rumah sakit"ujar Kaynara


"Nanti sama dokter keluarga aja ya nanti mama suruh ke rumah"ujar Nanda


"Tidak perlu ma"ujar Kaynara


"Lho kok gitu ngak perlu apa kamu nanti di rumah aja biar dokter nya ke rumah "ujar Nanda


"Ma aku hanya luka sedikit sembarang dokter juga bisa memeriksa nya ingat aku tidak suka berlebihan "ujar Kaynara


"Apa cinta mama berlebihan Kay kamu seperti tidak menghargai perasaan mama saja"ujar Nanda memutuskan sambungan teleponnya


"Menyebalkan apa aku ini seperti putri raja selalu ingin terlihat mewah aku juga ingin hidup seperti orang biasa"kesal Kaynara


"Kay kamu harus nya bersyukur dan senang mama Nanda sangat menyayangi mu kasih seorang ibu itu selalu ingin yg terbaik untuk keselamatan anak nya terkesan memaksa terkesan berlebihan namun itu semua demi kebaikan anak anak nya"ucap Erin


"Ngak usah sok belaga seperti mama aku kesal"ujar Kaynara


"Sebelum itu hilang hargai Kay kamu masih beruntung seusia ini masih mempunyai orang tua yg lengkap kamu tidak akan tau rasanya rindu jauh sayang orang tua jika tidak merasakan nya"ujar Erin tersenyum pada Kaynara


"Maaf ya aku jadi membuat mu sedih mengingat orang tua mu"ujar Kaynara menyesal menggenggam tangan Erin


"Tidak apa kok aku hanya rindu saja"ujar Erin tersenyum


"Kamu bisa kok memeluk ku"ujar Kaynara memeluk Erin mengusap kepala Erin yg memeluk nya erat


"Kaynara kayak ngak normal aja apa jangan jangan dia tidak suka pria karena dia menyukai sesama wanita"gumam Gavin tidak percaya melihat tatapan Kaynara dan perlakuan nya pada Erin membuat Gavin berfikir yg aneh aneh


"Ya udah sarapan aja"ujar Nabila masuk


"Kak Kay mama bawakan sarapan"ujar Arin


"Nanti aku makan siang aja"ujar Kaynara meneguk air putih nya


"Kak aku pulang dulu"ujar Kaynara


"Iya hati hati"ujar Gavin mereka segera pergi


"Kita berangkat juga"tanya Gavin


"Aku beberes dulu"ujar Erin membereskan meja makan Gavin menunggu di luar rumah


###


Gavin mulai berkerja bersama supir yg lain tujuan mereka pelabuhan seperti biasa tempat pengiriman barang, sambil menunggu karyawan yg lain menggakut barang Gavin duduk dia memakan roti hanya ingin makan roti seperti enak di nikmati karyawan yg mana roti itu sering di nikmati karyawan di sana

__ADS_1


"Panas banget hari ini"ucap nya meneguk minumannya


"Baru masuk kerja bro"ujar yg lain menepuk bahu pria itu


"Iya masalah nya udah selesai "ujar nya tersenyum


"Gimana istri mu selingkuh ngak"ujar yg lain duduk


"Aku yg salah paham"ucap nya menyengir


"Salah paham"ucap semua


"Iya aku mengira istri ku selingkuh tidur bersama pria sebelum kami menikah tapi aku salah"uaje nya tersenyum


"Bagaimana kami tidak mengerti"ujar yg lain


"Jadi orang hamil di hitung bukan pada saat kita berhubungan tapi terakhir dia datang bulan dan aku salah paham pada saat kami menikah istri ku datang bulan setelah itu kami berhubungan jadi usia kandungan nya lebih dari usia pernikahan kata dokter itu wajar aku merasa sangat bersalah pada istri ku"jelas nya Gavin seketika menoleh


"Istri nya kenapa"tanya Gavin serius


"Dia sama seperti mu anak baru dia pengantin baru tapi dia harus cuti karna istri nya Hamil lebih dari usia pernikahan mereka dia udah hebo aja menduga istri nya Hamil bersama pria lain ternyata tidak"jelas nya Gavin terdiam dengan penjelasan orang itu


"Bagaimana pekerjaan kalian"ujar Nugi mendekat


"Lancar tuan"ujar semua


"Berikan ponsel mu"ujar Gavin berdiri pada Nugi


"Kenapa"tanya Nugi menjauh


"Aku ingin menelepon dokter"ujar Gavin datar ingin meminta penjelasan detail dari dokter


"Ini"Nugi mengetik nama dokter nya Gavin sedikit menjauh untuk menelpon dan di perhatikan oleh Nugi


"Kenapa sih"tanya Nugi mendekat melihat Gavin bengong


"Apa kamu tau aku menikah dengan Erin itu karna kami tidur dan kami di gerebek "ujar Gavin lirih


"Dan saat dia hamil aku sangat marah karena dia hamil lebih dari usia kami menikah aku sampai memberi nya obat untuk membuang anak itu"ujar Gavin lirih


"Dan Erin hamil anak mu ternyata "ujar Nugi dan Gavin hanya diam


"Ya ampun Gavin kamu ini bodoh sekali masak tidak tau masalah itu percuma dong kuliah di luar negri "ujar Nugi


"Aku masih tidak percaya meski Erin sudah menjelaskan tapi sekarang aku percaya jika aku benar membunuh anak ku sendiri dengan tangan ku sendiri "lirih Gavin sangat menyesali itu semua hati nya hancur


"Lebih baik kamu perbaiki sikap kamu pada Erin ayo lah kamu banyak uang aku akui Erin jelek tapi membuat nya cantik itu sangat gampang Erin itu wanita yg langkah Gavin ayo lah kamu udah bodoh jangan bodoh lagi menyiakan nya"ujar Nugi menepuk bahu Gavin


"Aku benar menyadari kesalahan ku aku di kirim di sini bukan untuk menghukum ku tapi agar aku mengerti kesalahan ku dan aku benar menyadari kesalahan ku pada Erin aku sadar itu"lirih Gavin mengusap wajah nya kasar


"Udah perbaiki sikap mu pada nya"ucap Nugi menepuk bahu Gavin


"Aku mau periksa barang dulu"ujar Nugi berlalu pergi Gavin kembali duduk termenung memikirkan Erin


Gavin mendapatkan waktu dua kali jadi setelah mengantar barang Gavin juga menjemput barang di pelabuhan mengirim pada klien perusahaan Nugi setelah itu Gavin baru di izinkan pulang.Gavin tidak sabar bertemu dengan Erin meminta maaf atas semua kesalahannya


"Kenapa dia sering ceroboh udah sore pintu ngak di kunci"gumam Gavin masuk lalu mengunci pintu nya Gavin melihat kamar mandi kosong


"Kemana Erin"gumam Gavin lalu masuk ke kamar dan ternyata Erin tertidur dengan lelap Gavin meletakkan tas nya lalu memeluk Erin yg lagi berbaring tentu Erin dengan cepat terbangun


"Eghh siapa"lirih Erin serak melihat sosok Gavin memeluk nya membuat Erin kembali memejamkan matanya biar kan Gavin memeluk nya meletakkan kepalanya di dada Erin


"Mas Gavin kenapa"ujar Erin mode mengantuk dan heran dengan Gavin


"Erin"ujar Gavin menatap Erin menangkup wajah itu


"Mas kenapa "lirih Erin malas


"Maafkan aku"ujar Gavin penuh penyesalan


"Mas Gavin kenapa sih "ucap Erin mengucek mata nya menguap mengantuk lalu menatap Gavin raut wajah Gavin sangat sedih dan penuh penyesalan


"Mas kenapa ada masalah"tanya Erin serius


"Maafkan aku sungguh aku menyadari kesalahanku sekarang maafkan aku karna aku anak kita tiada "ujar Gavin menyesal lalu Erin duduk mengengam tangan Gavin


"Mas semua kesalahan mas Gavin sudah aku maafkan dan soal anak itu aku tidak mempermasalahkan itu mungkin kita belum siap menjadi orang tua sehingga semua nya terjadi "ucap Erin tersenyum


"Terimakasih "ucap Gavin memeluk Erin dengan erat sangat erat


"Aku ingin memulai semua nya dari awal"ujar Gavin serius pada Erin


"Iya mas"ujar Erin tersenyum lalu memeluk Gavin


"Tetap seperti ini"lirih Gavin memeluk dengan erat


"Aku berjanji pada mu tidak akan menyakiti mu lagi"lirih Gavin bertekad dia akan berusaha menerima Erin sepenuh hati nya


###


Gavin benar menepati janjinya sikap nya saja sudah berubah tidak kasar pada Erin tidak meninggikan suara pada Erin dia benar berubah sikap nya terhadap Erin bahkan saat pulang kerja Gavin menghabiskan waktu bersama Erin


"Mas Gavin aku sangat lapar"ujar Erin yg memeluk pinggang Gavin yg mengayun sepeda nya


"Kita makan apa"ujar Gavin menikmati suasananya


"Warteg aja bagaimana"ujar Erin


"Ngak"ucap Gavin cepat


"Nanti terjadi salah paham lagi"ujar Gavin


"Baik lah kita makan nasi goreng di sana saja"ujar Erin tersenyum

__ADS_1


"Baik"ujar Gavin menghentikan sepeda nya pada pedagang nasi goreng di pinggir jalan


"Aku pesan"ujar Erin melangkah tapi Gavin menarik tangan Erin sehingga Erin memegang dada Gavin


"Ada apa"tanya Erin serius


"Tidak maksud ku biar aku yg pesan kamu duduk saja"ujar Gavin mendudukkan Erin lalu dia memesan makanan


"Pak 2 porsi nasi goreng"ucap Gavin sesekali melirik Erin yg menikmati angin malam yg bertiup


"Pacar nya mas"tanya pria itu pada Gavin


"Tidak dia istri saya"ucap Gavin tersenyum kecil memperhatikan Erin


"Di pelet mas istri jelek begitu sedangkan mas sendiri sangat ganteng seperti artis Korea"ujar nya heran


"Ya dia memelet saya mas dukun nya sangat hebat sehingga saya kadang gelisah saat melihat dia terluka"ujar Gavin


"Itu bukan pelet tapi cinta"ucap nya menggeleng


"Cepat lah istri saya sangat lapar"ucap Gavin


"Iya sabar mas"ucap nya


"Mas Gavin tunggu lah di sani nanti bapak ini akan mengantar kan"ujar Erin mendekat


"Aku hanya ingin melihat apa sehat apa tidak untuk kamu makan"ujar Gavin mengaruk kepala nya


"Tidak apa ayo"ujar Erin menarik tangan Gavin mereka duduk


"Kamu merasa dingin "ujar Gavin melihat Erin mengusap tangan nya lalu Gavin melepaskan jaket nya menyelimuti kan ke tubuh Erin merangkul Erin


"Makasih mas"ujar Erin tersenyum Gavin meraih botol air itu meneguk nya


"Haus mas"tanya Erin heran


"Iya aku ke panasan"ujar Gavin mengusap tengkuk nya


"Dingin kayak gini kok panas"heran Erin


"Ini mas"ucap pria itu meletak kan dua piring


"Terimakasih pak"ucap Erin tersenyum pria itu segera pergi


"Enak"ucap Erin menyuap kan nasi goreng itu ke mulut nya


"Meski enak pelan lah"ucap Gavin mengusap sudut bibir Erin yg belepotan


"Makan lah mas setelah ini kita pulang aku mengantuk"ucap Erin


"Iya kita pulang"ujar Gavin tersenyum menikmati makanannya mereka makan dengan lahap


"Mas Gavin kenapa senyum mulu"heran Erin meneguk air putih itu setelah selesai makan


"Apa tidak boleh "tanya Gavin menatap Erin


"Boleh sih"ujar Erin heran saja


"Aku ingin kamu"ucap Gavin menatap Erin memegang dagu itu menatap intens bibir Erin yg merah karna habis makan


"Aku mau menikmati bibir ini lagi"batin Gavin mendekat kan wajahnya menatap bibir itu siap mencium nya


"Hhm hhm"dehem nya membuat Gavin menoleh replek dia berdiri


"Ma pa"ucap Erin ikut berdiri mencium tangan kedua nya


"Ternyata kalian di sini tadi kami rumah tidak menemukan kalian"ujar Nanda tersenyum memeluk lengan suaminya


"Iya ma mas Gavin ngajak keluar cari angin segar sekalian kami makan di sini"ujar Erin tersenyum


"Mama sama papa udah pulang"ujar gavin serius


"Iya baru siang tadi sampai nya"ujar Nanda


"Baik kan Gavib"tanya Nanda menepuk bahu Gavin


"Iya ma"ucap Gavin


"Mama sama papa mau menjemput mu"ujar Kalvin tersenyum


"Menjemput ku"ujar Gavin terasa tidak rela meninggalkan selalu bersama Erin


"Apa kamu mau Erin"ucap Gavin menatap Erin


"Lho kok bertanya pada ku mereka mengajak mas Gavin"ujar Erin


"Memang nya kamu tidak ikut"ujar Gavin cepat


"Istri selalu ada di mana suami nya berada lagian aku pasti ikut mas Gavin kemana pun mas Gavin tinggal"ujar Erin


"Ayo pulang betah banget tinggal seperti ini"kekeh Kalvin


"Aku mulai betah hidup seperti ini ma pa"ujar Gavin mengengam tangan Erin


"Kenapa masa hukuman sudah selesai kembali seperti semula"ujar Kalvin menatap Gavin


"Hhmm tangan nya"ujar Nanda tersenyum


"Tidak bukan seperti itu Erin kedinginan jadi aku menghangatkan diri nya"ucap Gavin cepat


"Ayo pulang kasihan istri mu kamu siksa terus"ujar Kalvin


"Ngak pa mas Gavin baik memperlakukan aku"ujar Erin tersenyum menatap gavin

__ADS_1


"Iya"ujar Gavin mengusap tengkuk nya entah lah Gavin bisa berkeringat panas dingin di saat Erin tersenyum seperri itu jantung Gavin berdebar hati nya terasa hangat jiwa nya bergetar akan senyuman istri nya itu


__ADS_2