Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 29


__ADS_3

"Kenapa sih cemburu lagi"ucap Nanda menatap Kalvin


"Tutup mulut mu aku ngak akan cemburu sama wanita seperti kamu kayak dia cantik aja"ucap Kalvin sinis membuat Nanda sebal


"Cih kayak dia tampan saja"geram Nanda , Kalvin hanya acuh lebih pokus pada jalanan karna rame nya kendaraan


"Nanda"ucap Dewi memeluk Nanda saat Nanda sampai


"Ehh tuan Kalvin"ucap Dewi tersenyum


"Nan tuan Kalvin ikut"tanya Dewi


"Iya mau ikut tadi juga Daren mau ikut tapi Kalvin meninggalkan nya"ucap Nanda sebal melirik Kalvin


"Ya sayang banget"ucap Dewi


"Sekalian aja ajak juga tuan Danu"ucap Nanda


"Masak Kalvin nanti gangguin kita"ucap Nanda


"Iya nanti aku bilang "ucap Dewi tersenyum mengajak Nanda menuju Danu yg duduk di sofa


"Tuan Danu ikut kami ya jalan"ucap Dewi duduk di samping Danu


"Boleh tapi"ucap Danu menatap Dewi mengusap bibir Dewi,Nanda menarik sebentar tangan Dewi


"Dewi kamu ngak takut sama tuan Danu"ucap Nanda mampu di dengar oleh Kalvin karna jarak mereka tidak jauh


"Nanda aku cinta sama tuan Danu"ucap Dewi senyum dengan malu


"Cinta sih cinta jika seperti ini terus takut kamu juga ikut terpancing sama tuan Danu jika kamu hamil sebelum menikah bagaimana"ucap Nanda


"Iya sih pernah aku hampir melakukan nya dengan tuan Danu"ucap Dewi


"Tuh kan ajak dia segera menikah"ucap Nanda


"Tapi Nan tuan Danu mempunyai prinsip ngak mau menjalin hubungan pernikahan"ucap Dewi menatap Nanda


"Apa"ucap Nanda melotot melirik Danu


"Kamu gila tinggal satu rumah dengan nya bahkan kamu sampai ingin menyerahkan kehormatan mu tapi dia tidak ingin menikahi mu itu hal yg konyol Dewi cinta sih cinta"ucap Nanda


"Itu karna Danu memiliki trauma sejak kecil orang tua nya bercerai"ucap Kalvin ikut berbisik


"Benarkah "ucap Nanda dan Dewi


"Ighh Kalvin jangan ikut berbisik seperti itu"ucap Nanda cemberut Kalvin mengankat bahu nya santai


"Eghmm ada apa berbisik"ucap Danu berdiri Nanda meneguk ludahnya takut pada Danu


"Tuan Danu ikut kami saja ya jangan galak galak"ucap Nanda tersenyum waspada mendongak menatap Danu ,Dewi tertawa melihat Nanda


"Iya sih jika aku bicara pada tuan Danu aku naik kursi biar sejajar"ucap Dewi tertawa


"Apa kamu mengejek ku pendek"kesal Nanda


"Tidak "ucap Dewi cepat


"Jika seperti ini kapan berangkat "ucap Kalvin


"Iya udah ayo kita berangkat "ucap Nanda mengajak Dewi segera berangkat untuk jalan nya


Di tengah jalan Nanda menghentikan mobil mereka karna melihat makanan yg ingin Nanda beli,Nanda langsung memesan nya bersama Dewi mereka duduk di pinggir jalan


"Emm udah lama aku tidak merasakan makanan ini ibu Amel terlalu pelit membelikan aku makanan ini coba aja aku minta makanan paling mahal langsung tidak sampai 5 menit"ucap Nanda menikmati makanan sejenis telur gulung


"Ehh Nan kamu kan udah di kenal nih sebagai anak tante Landa dan juga CEO SKY Entertainment lalu kamu apakan sih Ayu itu"tanya Dewi meneguk es teh itu sedang kan Kalvin dan Danu hanya menatap mereka


"Apa nya mau di apa kan ya gitu lah masak aku langsung mengusik nya udah lah aku lebih sibuk tidak ada waktu ngurusi dia"ucap Nanda


"Harus nya kamu balas apa yg di lakukan ayu itu sangat menjengkelkan"ucap Dewi


"Mungkin Aji memang bukan untuk ku"ucap Nanda tersenyum


"Iya juga sih aku juga kurang suka pada nya enak banget dia udah di biayain hidup ehh malah nyakitin kamu ngelunjak lagi jika bukan karena kamu dia ngak akan jadi seperti itu" ucap Dewi

__ADS_1


"Aku tidak ingin mengingat masa lalu aku ingin menata masa depan"ucap Nanda


"Wah aku ngak bisa apa apa jika seperti ini"ucap Dewi tersenyum lalu mereka masuk mobil setelah membayar


"Selesai "ucap Kalvin melihat Nanda dan Dewi masuk mobil


"Iya kita jalan lagi"ucap Nanda antusias Kalvin segera melaju kan mobil nya ke tempat tujuan mereka


####


Kalvin dan Danu hanya duduk di bangku di pantai hanya menemani Nanda dan Dewi berfoto di sana mereka nampak senang senang sesekali mereka tertawa karna melihat foto mereka


"Kenapa ngak mau melepas wanita itu "ucap Kalvin menatap Dewi yg terlihat memang sangat akrab dengan Nanda


"Semua tentang nya aku suka ketika menatap nya seakan aku tidak punya beban"ucap Danu datar


"Kenapa tidak menikahi nya"ucap Kalvin menoleh Danu diam


"Menikah"ucap Danu tertawa getir


"Aku tidak percaya ada nya pernikahan"ucap Danu menatap Kalvin yg diam karna Kalvin tau bagaimana cara berfikir Danu yg trauma atas pernikahan jadi sekeras apa Kalvin menyuruh Danu menikah tetap saja Danu engan untuk menikah


"Apa kamu sudah menidurinya"tanya Kalvin penasaran


"Dulu dia sangat sulit untuk di takluk kan tapi sekarang aku yakin aku memiliki dia semua nya aku suka itu"ucap Danu tersenyum kecil


"Bahagia selalu"ucap Kalvin menepuk bahu Danu ikut bahagia atas kebahagiaan Danu


"Nan gimana kita foto menggunakan air kayak gini"ucap Dewi menunjuk foto orang yg berfoto dengan percikan air


"Memang bisa"ucap Nanda


"Iya aku bisa"ucap Dewi


"Coba ya,mundur dikit air nya harus mengenai kaki mu kamu harus lebih dalam menuju laut nya"ucap Dewi


"Awas jika ngak bagus"ucap Nanda melepaskan sepatunya lalu Nanda berdiri dengan air batas mata kaki nya


"Siap ya"ucap Dewi ,Nanda berpose dan Dewi menendang air sehingga menimbulkan percikan karna kaget akan percikan air Nanda replek mundur dan akhirnya dia terjatuh dan badan nya basah Dewi tertawa terbahak-bahak


"Udah ku bilang mengunakan percikan air kamu yg kenapa kaget hahahahh"ucap Dewi tertawa geli


"Ini tidak adil"ucap Nanda berdiri berlalu mengejar Dewi


"Hei hei Nan mau apa kamu jangan bilang kamu mau mencebur kan aku ke laut"ucap Dewi menghindar


"Iya lah aku ngak mau basah sendiri"ucap Nanda memeluk Dewi


"Nanda badan ku basah aku ngak mau main air"pekik Dewi


"Bodoh amat"ucap Nanda lalu melempar kan ponsel itu Nanda segera menarik Dewi dan mendorong nya ke laut membuat Dewi ikut Nanda dan giliran Nanda yg tertawa puas


"Aku senang melihat mu basah seperti ku"ucap Nanda tertawa


"Ighh Nanda"kesal Dewi lalu berdiri Dewi menarik Nanda membawa nya ke laut ke dua nya bergulat ke air saling dorong dengan tertawa


"Sekalian renang yuk"ucap nanda berdiri lalu melepaskan ikatan rambutnya


"Selalu begitu dia nampak menggoda seksi dan cantik sejak pandai dandan dia makin cantik sial"batin Kalvin menatap Nanda yg nampak sangat cantik tiba tiba Danu berdiri dan lari Kalvin kaget apa yg terjadi tapi meski begitu takut Nanda dalam bahaya Kalvin ikut lari


"Ayo kita renang"ucap Dewi tersenyum saat dia akan melompat ke laut lebih dalam tiba tiba Danu memeluk nya sangat erat


"Tuan Danu apaan sih"ucap Dewi pelan menoleh ke arah Danu


"Aku ngak mau semua orang melihat tubuh mu jika itu terjadi aku akan menghabisi mu"tajam Danu seketika Nanda dan Dewi menyadari baju Dewi yg transparan


"Iya Dewi karna terlalu bersenang senang kita lupa penampilan mu "ucap Nanda berdiri tapi baju Nanda tebal tadi dia mengunakan baju kaos jadi hanya basah


"Pulang saja"ucap Danu melepaskan jaketnya lalu melilitkan ke tubuh Dewi membuat Nanda tersenyum


"Kita pulang aja Dewi lagian kita juga udah basah"ucap Nanda


"Ya udah deh kita jalan nya hanya di sini lain kali aja lagi"ucap Dewi


"Iya waktu kita masih lama selagi aku belum ada proyek "ucap Nanda tersenyum

__ADS_1


"Ayo"ucap Nanda mereka segera pulang apa lagi mereka basah tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan mereka


###


Setelah mengantar Danu dan Dewi pulang Kalvin juga memutuskan mengantar Nanda pulang Nanda tadi mengirim pesan pada Amel jika dia sudah pulang bersama Kalvin kemungkinan tidak balik ke kantor


"Aku mau mandi dulu"ucap Nanda meletakkan tas nya lalu Nanda menuju kamar mandi karna badan nya masih basah dan itu tidak nyaman Kalvin melepaskan jas nya dan dasi nya mengeluarkan ponselnya ada pesan dari asistennya Kalvin segera membalas nya


"Sial aku lupa bawa handuk"ucap Nanda baru menyadarinya saat dia selesai mandi dia lupa bawa handuk


"Kalvin"panggil Nanda dengan kepala keluar dari pintu


"Kenapa"ucap Kalvin yg tadi memainkan ponselnya menatap Nanda


"Ambilin aku handuk lupa membawa nya"ucap Nanda menyengir


"Di mana aku ngak tau kamu aja lah yg keluar"ucap Kalvin


"Enak aja maksud mu aku keluar dengan tubuh polos begitu "sebal Nanda


"Di mana handuk mu"ucap Kalvin


"Itu yg aku letak kan di lemari kamu buka aja"ucap Nanda


"Di dalam kamar mandi itu ada jubah mandi ku kamu pakai aja dulu "ucap Kalvin lalu Nanda menutup pintu


"Ohhh iya banyak banget jubah mandi nya"ucap Nanda melihat handuk kecil dan jubah mandi yg tertata di sana Nanda mengambil jubah mandi nya lalu keluar


"Jubah mandi nya besar banget "ucap Nanda


"Kamu yg kecil"ucap Kalvin menatap Nanda lalu berjalan Kalvin mengulur kan tangannya menyentuh rambut Nanda tentu Nanda yg tadi sibuk mengikat jubah itu jadi mendongak menatap Kalvin


"Aduh Kalvin mau apa sih tatapan nya ahhh leleh"batin Nanda menatap Kalvin jantung nya tidak karuan Kalvin mengecup kening itu


"Aku pakai baju "ucap Nanda berbalik Kalvin menarik tangan Nanda lalu memeluk pinggang Nanda


"Aku belum selesai "ucap Kalvin serius


"Aku juga belum selesai pakai baju"ucap Nanda cepat Kalvin menyentuh bibir Nanda menangkup wajah Nanda lalu mencium bibir itu


"Ya ampun dia mencium ku lagi ahh jantung ku copot"batin Nanda , Kalvin mengarah kan tangan Nanda ke leher nya lalu Kalvin mengendong Nanda


"Kalvin mau apa aku ada pekerjaan"ucap Nanda panik Kalvin meletakkan Nanda dengan pelan


"Tidak usah sok polos kamu tau apa yg aku lakukan"ucap Kalvin melepaskan kemeja nya


"Tidak aku belum siap"ucap Nanda menolah dia melengos saat melihat bidang dada Kalvin


"Siap tidak siap kamu harus siap"ucap Kalvin lalu menindih Nanda


"Tidak Kalvin jangan "ucap Nanda menggeleng lalu Kalvin mencium Nanda membuat mata Nanda melotot


"Kamu tau kan sekuat apa kamu menolak pada akhirnya berakhir di dalam dekapan ku"ucap Kalvin serius


"Aku takut kamu selalu menyakiti aku"ucap Nanda cepat


"Sekarang sudah jadi kewajiban mu memenuhi keinginan ku tidak ada bantahan tidak ada penolakan "ucap Kalvin cepat lalu mencium Nanda lagi ya Nanda tidak menolak karna dia tau jika menolak berakhir nya seperti apa Nanda hanya pasrah saja apa yg Kalvin lakukan pada tubuhnya


Kalvin senang kali ini Nanda tidak menolak nya malah menerima sepenuhnya tidak seperti sebelumnya yg hanya terdengar raungan Nanda tapi sekarang tubuh Nanda terbiasa dengan tubuh Kalvin terkadang Nanda meraung kadang juga dia malah mengeluarkan suara yg membuat Kalvin tidak ingin berhenti


Kalvin mempercepat gerakannya saat tubuh Nanda mengejang keluar untuk sekian kalinya Kalvin juga sampai dia membiarkan tubuh mereka mengatur nafasnya yg memburu nafas Nanda tersengal-sengal lemas karna Kalvin


"Kamu mulai menikmati nya"ucap Kalvin berbaring di samping Nanda lalu mencium kening Nanda merentangkan tangannya Nanda yg melihat itu dia memeluk Kalvin mumpung ada kesempatan


"Hangat nya"batin nanda menikmati pelukan hangat Kalvin yg menenangkan nya


"Mau kemana "ucap Kalvin melihat Nanda duduk


"Gerah aku mau mandi dulu "ucap Nanda


"Cepat aku minta kamu menemani ku"ucap Kalvin Nanda hanya tersenyum lalu mengambil jubah mandi itu menuju kamar mandi


"Pertanyaan apa aku siap jadi seorang ibu jika aku hamil bagaimana tapi jika aku tidak menghindari Kalvin yg ada dia akan memberi aku cairan itu lagi dan aku takut ngak bisa hamil benar apa kata mama aku hamil aja dulu nanti pikir kan"gumam Nanda dia masuk ke bathub


"Mandi untuk kedua kali nya"ucap Nanda mengeleng lalu keluar dari kamar mandi Nanda melihat Kalvin tertidur Nanda segera memakai bajunya

__ADS_1


"Maaf ya Kalvin aku mau tidur di kamar sebelah" gumam Nanda mencium kening Kalvin lalu pipinya bersemu merah mengingat nya Nanda segera menuju kamar tamu yg berada di samping kamar Kalvin


__ADS_2