Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 86


__ADS_3

Erin melihat Gavin sampai bersama dua orang memakai motor dengan kasur lipat meski heran Erin menyelesaikan pekerjaan nya yg lagi menggantung pakaian.Gavin menyuruh dua orang itu meletakkan kasur di kamar dan Gavin mengambil uang nya segera membayar uang itu mereka segera memutuskan pulang


"Tuan Gavin ngapain beli kasur"tanya Erin masuk ke kamar


"Lebih anak aja kita tidur di kasur ini bunyi terus seperti akan runtuh jadi aku beli kasur ini buat tidur lebih aman dan nyaman"ujar Gavin menggeser kasur nya


"Kita perlu hemat uang tuan Gavin kan belum kerja besok baru hari pertama jangan dulu mengeluar kan uang banyak"ujar Erin


"Ini hanya 500 ribu jangan khawatir aku akan kerja"ujar Gavin


"Bagi tuan Gavin hanya 500 tapi berfikir lah dari sisi kondisi kita sekarang ini 500 ribu itu sangat berarti "ujar Erin


"Cerewet banget sih aku beli biar leluasa "ujar Gavin jadi kesal


"Aku hanya mengingatkan saja tuan"ujar Erin


"Jika seperti ini kan lebih enak istirahat"ujar Gavin berbaring berusaha mengistirahatkan badan yg terasa sakit berbaring di kasur keras itu


####


Erin harus mengemas pakaian yg tadi di gantung untuk dia gantung kan dalam rumah karna kondisi hujan sangat deras Erin menggantung di dalam rumah memarkirkan sepeda nya di dalam rumah lalu Erin mengunci semua pintu siap ingin tidur


"Kenapa tuan Gavin"ujar Erin masuk ke kamar


"Angin nya masuk"ujar Gavin menarik kasur nya biar terhindar dari percikan air hujan


"Iya hujan nya deras banget dengan angin bertiup seperti itu udara sangat dingin taun Gavin ngak pakai jaket"ujar Erin mengambil selimut


"Aku mana kepikiran bawa jaket"ujar Gavin merebut selimut Erin menyelimuti diri nya karna udara sangat dingin,Erin hanya menggeleng lalu mengambil bantal di kasur melekatkan di samping Gavin dan ikut berbaring


"Ikut tuan dingin"ujar Erin menyelimuti tubuhnya juga


"Ngak ada apa selimut lebih tebal"ujar Gavin kedinginan seperti menusuk tulang


"Ngak ada"ujar Erin berusaha memejamkan mata tapi udaranya sangat dingin


"Dingin banget ngak ada sesuatu yg biar tubuh kita hangat"ujar Gavin mengeratkan selimut itu ke tubuh nya


"Aku belum beli kopi tuan"ujar Erin berusaha tidur mereka berusa sama sama terus menghangatkan diri mereka Gavin sangat gelisah yg ada dia sakit besok ngak kerja menahan rasa dingin ini,tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan membuat kedua nya menoleh Gavin replek mengengam tangan Erin mempertahankan kehangatan itu


"Erin"ujar Gavin menatap Erin serius


"Kita saling membutuhkan kehangatan"ujar Gavin serius


"Iya benar ada apa tuan"ujar Erin serius menatap Gavin semakin memajukan wajahnya Gavin baru terpikirkan tubuh istri nya ada untuk menghangatkan dirinya


"Tuan jangan aku takut"ujar Erin tegang


"Kita sama sama butuh kehangatan itu Erin aku sangat memaksa "ujar Gavin lalu mencium bibir itu Erin tersentak sesaat tapi merasakan hangat di bibirnya terasa nyaman Erin memeluk Gavin semakin hangat merasakan itu Gavin mendekat kan tubuhnya perlahan menindih Erin tangan mereka menyatu bersama saling memberikan kehangatan.Gavin melempar baju Erin sembarang arah kedua nya sama sama polos bukan nya merasakan semakin dingin dengan tubuh polos mereka merasa hangat Gavin menyelimuti tubuh mereka lalu mencumbu istri nya itu Erin hanya menahan suara menjijikkan nya itu semakin Gavin merasa panas semakin Erin menahan suara nya itu


"Lepas kan"bisik Gavin mengarah kan tangan Erin meletakkan tangan Erin ke lehernya lalu memasuki Erin


"Aghh mas perih pelan aghh"Erin tersentak kaget saat area pribadi nya terasa nyeri Gavin menahan tubuhnya mencium bibir itu semakin menekan bahkan Erin mencakar leher Gavin mengigit bibir itu dengan keras menahan rasa sakit saat merasa amblas Gavin memulai adegan panas mereka membuat tubuh mereka mengeluar kan keringat karna suasana mereka terasa panas bukan nya dingin


Gavin ambruk di samping Erin dengan nafas memburu Gavin mengatur nafasnya perlahan Erin menarik selimut menyelimuti tubuhnya sampai ke leher lalu melingkar kan tangannya ke leher Gavin memeluk Gavin membutuhkan kehangatan Gavin pun begitu memeluk Erin dengan erat mata nya perlahan menggantup saat tubuhnya terasa hangat


☀️☀️☀️


Gavin mendengar kicauan burung serta suara ayam suara kendaraan mulai terdengar jelas perlahan Gavin membuka mata nya merasakan hembusan nafas Erin di lehernya Gavin menatap langit kamar dan dia tersentak atas apa yg terjadi semalam kenapa Gavin malah menyetubuhi cewek jelek ini lebih mengejutkan semalam Gavin memaksa dan menikmati itu Gavin mengumpat kesal lalu menatap Erin yg damai terlelap Gavin segera beranjak ingin membersihkan tubuhnya.Erin menggeliat pelan merasakan hangat badan nya juga terasa sakit Erin duduk mengucek mata nya selimut itu melorot menyadarkan Erin jika tubuhnya polos


"ya ampun aku dan tuan Gavin Erin menutup mulut nya Erin menyesali itu Erin memungut pakaian mereka lalu meletakkan di keranjang kotor Erin meraih handuk nya segera keluar Erin mendengar gemericik air menyadari Erin jika Gavin tengah mandi Erin memanaskan air melihat apa yg bisa dia masak nanti bahan makanan tengah habis hanya tersisa dua saset susu Erin segera membuat kan dua cangkir susu setelah Gavin keluar Erin masuk ke kamar mandi


"Tuan Gavin kemana apa dia langsung berangkat kerja dia pasti marah yg terjadi semalam"gumam Erin melihat kamar kosong Erin segera memakai seragam OG nya merapikan rambutnya lalu duduk di meja makan untuk meminum susu itu


"Aku tadi beli sarapan bubur ayam"ujar Gavin meletakkan keresek itu Erin mengerti dia mengambil mangkuk


"Tuan minum lah susu ini biar badan tuan lebih hangat aku siap kan dulu bubur nya"ujar Erin mengambil kresek itu lalu menyiap kan itu Gavin diam menikmati susu hangat itu


"Makan lah tuan nanti mau kerja"ujar Erin menyerah kan bubur ayam itu Gavin menikmati itu


"Tuan Gavin maafkan soal semalam tuan Gavin pasti merasa sangat marah maafkan aku"ujar Erin melihat terdiam nya Gavin

__ADS_1


"Erin"ujar Gavin meneguk susu itu lalu menyentuh tangan Erin


"Seharusnya aku yg meminta maaf karna semalam merasa dingin jadi aku malah melakukan itu sendiri memaksa mu padahal pagi ini kamu sangat sibuk pasti badan mu sangat capek tapi aku malah melakukan nya semalam maafkan aku lain kali aku tidak mengulang nya tanpa persetujuan dari mu"ujar Gavin menyesal Erin tersenyum hangat


"Tidak masalah tuan itu kewajiban ku"ujar Erin tersenyum


"Jangan Geer kamu nanti kamu merasa aku menyukai mu tidak sama sekali semalam itu sangat dingin dan butuh kehangatan saja aku melakukan itu"ujar Gavin serius membuat Erin tersenyum lebar melihat tingkah Gavin mengingat kan Erin pada sosok baru Kaynara setelah lama tidak bertemu Kaynara membuat Erin rindu sahabat nya itu


"Aku akan mengantar mu setelah itu aku berangkat kerja"ujar Gavin di angguki Erin.Setelah sarapan Kedua nya segera berangkat kerja dengan bersepeda cukup pagi karna mereka hanya mengunakan sepeda jadi harus lebih awal berangkat biar tidak telat


"Kamu aja yg pegang kunci nya nanti aku pulang sore"ujar Gavin pokus melajukan sepeda nya


"Erin Erin"ujar Gavin keheranan merasakan punggungnya berat


"Ehh iya tuan"ujar Erin mengucek mata nya


"Melamun"ujar Gavin


"Tidak aku masih mengantuk ketiduran "ujar Erin menguap


"Ini udah mau sampai"ujar Gavin


"Iya tuan"ujar Erin,Gavin menghentikan kan sepeda nya karna sudah sampai


"Erin kamu yg pegang kunci ya nanti aku pusing sore "ujar Gavin menyerahkan kunci itu


"ini untuk kamu makan dan ongkos pulang "ujar Gavin memberi Erin uang 200 ratus


"Untuk ku"ujar Erin tersenyum lebar


"Iya ambil lah"ujar Gavin


"Terimakasih tuan Gavin"ujar Erin kegirangan membuat Gavin tersenyum kecil


"Baru uang 200 ribu udah kegirangan kayak gini jika hukuman ku selesai kamu aku beri uang perbulan 200 juta bisa pingsan "batin Gavin


"Terlalu banyak drama aku mau berangkat kerja jauh soal nya dari sini ke kantor Nugi"ujar Gavin naik sepeda segera pergi


"Erin "ujar Bagus heran


"Kenapa"ujar Erin


"Leher kamu kenapa"tanya Bagus menyentuh leher Erin yg merah kebiruan


"Leher ku"ujar Erin heran


"Iya Rin kayak habis di ****** orang"ujar teman yg lain


"Di ****** maksudnya apa aku tidak mengerti"ujar Erin


"****** kayak di cium orang sampai membekas gitu kamu tidur dengan pria"ujar nya mendesak Erin


"S...s... sebenarnya aku sudah menikah"ujar Erin takut


"Apa menikah"ujar mereka semua


"Menikah dengan siapa"ucap Bagus cepat


"Aku tidak bisa memberi tau siapa orang nya yg pasti aku sudah menikah"ucap Erin takut


"Katakan siapa suami mu"ucap bagus mendesak


"Jika dia tidak bisa mengatakan suaminya siapa kenapa kalian mendesak apa dengan dia memberi tau suaminya siapa bisa membuat kalian sukses cepat kerja"ujar Kaynara mereka bubar kembali duduk tempat masing-masing Kaynara segera berlalu


"Ya ampun ternyata nona lebih galak dari tuan Gavin bisa nya tuan Gavin hanya marah jika kita buat kesalahan tidak akan memprotes kita jika kita bergosip seperti ini paling menegur saja tapi nona galak bener"ujar nya


"Iya benar makin makan hati kita kayak gini"ujar yg lain Erin tersenyum kecil mendengar itu dia segera pergi


"Nona tidak perlu ikut campur masalah kecil seperti itu"ujar Boy mengikuti Kaynara membuat Kaynara menghentikan langkahnya


"Masalah kecil apa kamu pikir kerja kamu mengukur masalah saja kamu tidak berhak tau apa yg saya pikirkan tugas mu hanya kerja tidak usah bernasehat dan berkomentar"ujar Jayanan datar

__ADS_1


"Mengerti"ucap Kaynara lalu masuk ruangan


"Buset tiap ketemu marah mulu kerjaan nona ini apes banget aku kerja pada cewek pemarah ini"gumam Boy lalu masuk ke ruangan Kaynara


"Saya mau tau siapa yg berani merusak image perusahaan kita"ujar Kaynara serius


"Saya sudah selidiki nona"ujar Boy menyerah kan tablet nya


"Perusahaan ini bergerak dalam segala bidang lebih mendominasi perfilman nama Presdir nya Hakim Kasim dari informasi yg saya terima dia adalah kakak tiri nyonya Nanda"jelas Boy


"Saya mau detail mengenai keluarga itu dan perusahaan itu saya juga mau beberapa perusahaan yg ingin memanfaatkan kondisi ini"ujar Kaynara


"Baik nona"ucap Boy lalu pergi Kaynara mengambil ponselnya lalu menelpon mama nya


"Iya sayang kenapa mengeluh atau rindu sama mama"kekeh Nanda


"Aku menelpon bukan untuk mengeluh apa lagi rindu "ujar Kaynara serius


"Aku ingin menanyakan sesuatu nyonya Nanda Ayunda Sky kenapa selama ini tidak cerita mengenai keluarga tiri nyonya sendiri"nada suara Kaynara terdengar tegas


"Anak kamu kenapa nih rusak otak nya"suara Nanda menyerahkan ponsel nya pada Kalvin


"Ada apa Kay"ujar Kalvin di telepon


"Aku ingin bertanya mengenai Hakin Kasim


jika papa atau mama tidak memberi tau mengenai keluarga itu aku tidak segan membunuh mereka jika melewati batas"ujar Kaynara


"Kay tenang dulu"ujar Kaynara


"Ngak usah basa basi deh pa sekarang aku sangat sibuk waktu ku sangat berharga "ujar Kaynara malas


"Oke papa cerita kan mengenai keluarga itu"ujar Kalvin menceritakan hubungan keluarga Kasim serta pergi nya keluarga itu


"Jika ada masalah cerita Kay ada apa dengan kelurga itu"tanya Kalvin


"Tidak ada masalah dengan keluarga itu"tanya Kaynara


"Sedikit sih"ucap Kalvin menceritakan permasalahan itu tapi sepertinya mereka sudah berubah


"Oke"ujar Kaynara memutuskan sambungan teleponnya


"Boy keruangan sekarang"ujar Kaynara di telepon tidak lama Boy masuk menghadap


"Saya sudah mendapatkan informasi mengenai keluarga itu kamu tidak usah urus biar saya yg urus mereka harus di kasih paham jika jangan menyentuh ketenangan seseorang "ujar Kaynara berdiri lalu berlalu pergi


Kaynara tidak bisa tenang karna Hakim berusaha merusak image produk mereka dengan mengeluarkan produk nya tentu mengundang kekesalan Kaynara apa lagi beberapa hari ini tenang tapi dirusak oleh berita itu.Kaynara berjalan seorang diri mendekati Hakim yg lagi meeting dengan klien nya masuk tanpa sopan itu lah yg di lakukan Kaynara


"Siapa kamu berani nya masuk tanpa mengetuk pintu"ujar Hakim


"Dan siapa kamu berani merusak image perusahaan Adiwinata Grub"ujar Kaynara lalu menjabat tangan hakim


"Kaynara Ayunda Sky"Kaynara memperkenalkan dirinya dengan angkuh tapi hanya di tanggapi oleh Hakim dengan tertawa kecil


"Bocah waktunya kamu belajar bukan mengacau kamu masih kekanak Kanakan"ujar Hakim tertawa


"Saya memang masih bocah tapi sekarang saya adalah pewaris Adiwinata Grub saya calon CEO SKY Entertainment kekayaan saya di atas anda saham saya lebih besar dari anda"ujar Kaynara


"Saya harap klarifikasi atas kekacauan yg anda buat jangan menganggu ketenangan saya jika anda berusaha tetap melanjutkan rencana licik itu perusahaan anda akan kehilangan semua yg anda miliki"ujar kaynara tajam


"Lihat didikan dari Nanda dan Kalvin"ujar Hakim membuat dia mendapat tatapan tajam dari Kaynara


"Jangan sembarang mengucapkan nama mama saya anda tidak berhak itu"ujar Kaynara lalu melirik ponsel Hakim hanya beberapa detik berdering Hakim mengankat nya menatap Kaynara tajam


"Pak saya harus pergi sebentar"ujar Hakim


"Jangan terlalu buru-buru "ujar Kaynara


"Itu ulah saya ya ulah saya memasukkan virus itu "ujar Kaynara santai


"Itu hanya peringatkan anda punya waktu 1 jam jika saya belum menemukan klarifikasi saya benar menghancurkan perusahaan puluhan tahun anda bangun"ujar Kaynara melangkah keluar

__ADS_1


"Bocah sialan berani membuat ulah"teriak Hakim murka akan membalas Kaynara dia yakin dengan perusahaan di pegang bocah tengik itu Hakim akan mendapatkan perusahaan Adiwinata Grub


__ADS_2