Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 57


__ADS_3

Tidak terasa umur Gavin sudah menginjak 5 tahun tapi hubungan Nanda dan Kalvin semakin dekat saja tidak pernah lagi mereka ribut salah paham atau pun bertengkar mereka berdua membesarkan Gavin dengan sama sama dengan tugas masing masing,cinta mereka semakin besar lagi kebahagiaan mereka semakin lengkap saja dengan adanya Gavin


"Semalam itu hal...."ucap Kalvin terpotong memeluk pinggang Nanda membuat Nanda menutup mulut Kalvin


"Di depan Gavin jangan bicara yg aneh"ucap Nanda


"Iya "ucap Kalvin tersenyum mencium leher Nanda mesra


"Mama kenapa papa suka sekali nempel sama mama"tanya Gavin menatap mama nya


"Ya karna papa cinta dong sama mama apa lagi "ucap Kalvin merangkul Nanda


"Aku juga sayang sama mama tapi tidak pernah nempel seperti papa apa lagi setiap malam papa selalu menemani mama bikin film apa Gavin Ngak bisa bantuin mama"ucap Gavin serius Nanda mulai memijit kening nya pusing


"Gavin mau adik kan jadi papa itu lagi bantuin mama bentuk wajah adik nya Gavin"ucap Daniah tersenyum


"Ohh gitu ya nek"ujar Gavin mengerti


"Tuh kan apa aku bilang"ucap Nanda mengeleng


"My wife mau segera punya anak perempuan"ujar Kalvin memelas


"Ya mau gimana jika aku belum hamil kamu aneh"ujar Nanda menggeleng


"Sabar aja Kalvin biasa nya wanita yg berhenti dari KB nya beda beda kadang ada yg cepat subur kadang juga lambat"ujar Daniah


"Iya ma"ucap Kalvin tersenyum mencium pipi Nanda


"Papa ngak usah cium cium mama"ucap Gavin kesal


"Memang nya kenapa"ucap Kalvin


"Mama udah janji ciumannya hanya untuk Gavin"kesal Gavin


"Iya iya sayang "ucap Nanda mencium kening Gavin


"Mama sayang ngak sama Gavin"tanya Gavin


"Ya sayang dong"ucap Nanda tersenyum


"Saya Gavin sayang papa"ucap Gavin lagi membuat Daniah tertawa geli


"Siapa ya berat pilihan nya"goda Nanda berfikir


"Mama harus sayang Gavin"ucap Gavin


"Yg miliki pertama mama kamu itu papa jadi mama harus tetap pilih papa"ujar Kalvin


"Mama sangat menyayangi Gavin kok tidak ada yg menandingi kasih sayang mama pada Gavin dan mama sangat mencintai papa tidak ada yg menandingi cinta mama sama papa kalian pria terkuat mama"ucap Nanda tersenyum mengengam tangan kedua nya


"Memang nya sayang sama cinta itu beda ma"tanya Gavin menatap Nanda


"Iya dong sayang"ucap Nanda mengelus kepala Gavin dengan menatap mata Gavin


"Gavin saat besar nanti harus bisa bedakan sayang dan cinta pada seseorang"ujar Nanda tersenyum


"Iya ma"ucap Gavin mengerti


"Gavin hari ini mau ikut papa apa mama"tanya Kalvin


"Emm ikut mama aja"ucap Gavin mengunyah roti nya


"Ya udah nanti jika ikut mama tapi jangan nakal nanti ibu Amel marah"ucap Nanda tersenyum mulai sarapan


"Ibu Amel nyebelin ma apa apa Gavin ngak boleh kan Gavin mau melakukan sesuka hati Gavin"ucap Gavin kesal


"Gavin boleh kok melakukan apa yg Gavin suka tapi Gavin ada yg marah jika Gavin melakukan hal tidak benar meski itu yg Gavin suka"ucap Nanda


"Iya ma"ucap Gavin mengerti


"Cinta ku makin bertambah deh"ujar Kalvin tersenyum mencium tangan Nanda


####


Nanda keluar dari mobil dengan mengandeng Gavin sebenarnya Gavin tidak terlalu suka ikut mama nya kerja tapi Gavin tidak ingin jauh dari mama nya itu ingin selalu dekat mama nya


"Hallo Gavin"sapa Lin mencubit pipi Gavin


"Hallo juga tante Lin"ucap Gavin tersenyum


"Gavin mau ikut tante ngak"ucap Lin


"Ngak mau tante mau sama mama aja"ucap Gavin mengengam erat tangan Nanda


"Kak ini laporan desainer yg menambah fashion perusahaan kita"ucap Lin menyerah kan berkas itu


"Makasih Lin ya aku masuk dulu"ucap Nanda tersenyum lalu masuk Lin pun mulai kerja


"Gavin jangan nakal ya mama kerja dulu"ucap Nanda duduk lalu mengangkat Gavin mendudukkan Gavin di samping nya memberi Gavin makanan


"Apa sudah periksa laporan keuangan"tanya Amel masuk


"Belum Bu Amel aku baru sampai"ucap Nanda membuka komputer nya


"Mau periksa juga fashion yg baru di perusahaan ini yg di pakai para artis mau di daftar kan"ucap Nanda pokus


"Itu biar saya selesai kan saja laporan keuangan nya karna nanti ada meeting "ucap Amel meletakkan berkas nya lalu mengambil berkas di hadapan Nanda


"Mama cium Gavin dong"ucap Gavin mendongak Nanda tersenyum mengelus pipi Gavin dan mencium nya


"Memang nya kenapa harus setiap saat mama mencium Gavin"ucap Nanda bertanya


"Jika mama sayang kan cium Gavin terus jika setiap saat mama mencium Gavin mama ngak akan lupa Gavin"ucap Gavin tersenyum

__ADS_1


"Tentu mama sangat sayang Gavin tapi kita juga ada tanggung jawab salah satu nya tangung jawab terhadap perusahaan ini Gavin juga nanti akan ada tanggung jawab "ujar Nanda tersenyum


"Iya ma"ucap Gavin tersenyum kembali memakan cemilannya Nanda membuka berkas nya mulai memeriksa laporan nya


###


Kalvin pulang tentu nya menemukan Nanda sudah pulang Kalvin membuka kamar Gavin yg ternyata sudah tidur pasti Gavin capek ikut mama nya kerja ya meski hanya duduk setelah memeriksa Gavin Kalvin masuk ke kamar melihat Nanda berbaring memijit keningnya


"Belum tidur"ucap Kalvin melepaskan jas dan dasi nya


"Belum"ucap Nanda masih memejamkan mata memijit kening nya Kalvin mendekati Nanda menyentuh kening Nanda


"Sakit, pucat wajah mu"ucap Kalvin duduk


"Tidak tau pusing aja tadi juga pulang lebih cepat"ucap Nanda memeluk Kalvin


"Kenapa sakit"ucap Kalvin mengecup kening Nanda mengelus punggung itu lembut


"Seperti nya aku hamil"ucap Nanda serius menatap Kalvin yg tersenyum lebar


"Bagus dong*ucap Kalvin


"Mau kita ke dokter sekarang"ucap Kalvin tersenyum menciumi wajah Nanda


"Tidak usah besok aja ini udah malam"ucap Nanda meletakkan ke kepala nya di dada Kalvin


"Hanya butuh kamu"ucap Nanda lirih memainkan kancing baju Kalvin


"Kalvin cinta ngak sama aku"ucap Nanda membuat Kalvin tertawa geli


"Kenapa apa cinta ku lucu sehingga kamu tertawa"ucap Nanda menuduk menyeka air matanya


"Lho kok menangis"ucap Kalvin tersenyum


"Ngak tau sedih aja pingin nangis"ucap Nanda memeluk Kalvin


"Aku itu selalu mencintaimu hanya kamu di hati ku setiap saat hanya kamu yg aku pikirkan "ucap Kalvin mencium pipi Nanda


"Benaran cinta"ucap Nanda tersenyum


"Kita udah lama nikah lho kita aja bakal punya anak 2 masak masih meragukan cintaku"kekeh Kalvin


"Ngak seperti itu"ucap Nanda menuduk


"Sebenarnya itu hanya kode"ucap Nanda pelan


"Kode"ucap Kalvin binggun


"Iya kode"ujar Nanda


"Kode apaan"ucap Kalvin kurang ngerti


"Kalvin aku mau kamu "ujar Nanda malu Kalvin tertawa geli


"Mau di atas"ujar Nanda memelas Kalvin tersenyum mencium bibirnya Nanda lalu meletakkan Nanda di atas tubuhnya dengan dia berbaring


"Kalvin entah kenapa hati ku jadi berbunga-bunga "ujar Nanda tersenyum lebar berada di atas tubuh Kalvin


"Anak ku ini mengemaskan sekali sih pasti mirip ibu nya"kekeh Kalvin mengusap perut Nanda lalu Nanda mencium bibir itu seakan memang ingin miliki tubuh Kalvin seutuhnya mereka melakukan itu lagi dengan Nanda di atas tubuh Kalvin


☀️☀️☀️


Nanda berbaring di panggung Kalvin dengan Kalvin memijit kepala Nanda karna Nanda masih pusing entah lah Nanda merasa kepalanya sangat sakit rasanya ingin selalu berbaring dengan Kalvin memeluk Kalvin


"Masih pusing"ucap Kalvin mengelus kepala itu lembut


"Iya apa aku hanya asam lambung perasaan pas hamilin Gavin ngak gini amat"lirih Nanda


"Hamil kedua itu beda dengan hamil pertama"ujar Kalvin


"Kok kamu tau"curiga Nanda


"Mama yg kasih tau"ucap Kalvin tersenyum


"Kita ke rumah sakit ya"ucap Kalvin


"Iya ayo sedikit baikan "ucap Nanda menurunkan kaki nya membenarkan rambutnya


"Kalvin ngak usah ganteng ganteng "ujar Nanda memeluk Kalvin manja


"Aku udah biasa aja"kekeh Kalvin mengelus kepala Nanda


"Sebel tau kenapa manja seperti ini sih"ucap Nanda cemberut


"Ngak salah lagi kali ini kamu hamil anak perempuan "ucap Kalvin tersenyum lebar


"Kalvin ngak berpaling kan"ujar Nanda memeluk leher Kalvin


"Iya ngak sayang nya Kalvin"kekeh Kalvin membuat Nanda tersenyum lebar mengecup leher Kalvin


"Hati ku berbunga ayo"ujar Nanda memeluk lengan Kalvin


"Mama"teriak Gavin memeluk kaki Nanda


"Ehh sayang ada apa"ucap Nanda menggendong Gavin


"Biar aku aja"ucap Kalvin


"Ngak mau Gavin mau sama mama"Isak Gavin


"Dari tadi Gavin nangis terus"ucap Daniah


"Kenapa sayang kok jagoan mama nangis sih"ucap Nanda menyeka air mata Gavin mengecupi wajah Gavin

__ADS_1


"Gavin mimpi buruk mereka mau ambil mama Gavin ngak mau lagi tidur seram mimpi nya"ucap Gavin menangis memeluk leher Nanda


"Engak dong ada papa jagoan mama"kekeh Nanda


"Gavin jangan nakal"ucap Kalvin menggendong Gavin


"Ma mau titip Gavin dulu kami mau ke rumah sakit periksa Nanda apa dia benar hamil"ucap Kalvin


"Nanda hamil"ujar Daniah


"Kayak nya ma makan nya mau periksa "ucap Nanda tersenyum


"Gavin ayo sama nenek dulu"ucap Daniah menggendong Gavin


"Gavin mama sama papa pergi bentar ya mau lihat apa Gavin udah punya adik apa belum"ujar Nanda tersenyum menepuk dada Gavin lembut


"Benaran Gavin mau jadi kakak"ujar Gavin kegirangan


"Iya makan nya mau di lihat"ucap Nanda tersenyum


"mau ikut ma"ujar Gavin antusias


"Ngak usah dong nanti papa kerepotan ngurusin Gavin di rumah sakit papa kan harus nemani mama"ucap Nanda


"Ya udah tapi cepat pulang ya ma"ucap Gavin senang mencium pipi Nanda


"Iya sayang"ucap Nanda mengecupi pipi Gavin


"Mama pergi dulu ya"ucap Nanda tersenyum lalu memeluk lengan Kalvin


"Ma kami berangkat"ujar Kalvin melangkah bersama Nanda


"Ngak sabar deh mengetahui kamu hamil anak Kedua"ucap Kalvin melajukan mobilnya


"Jika nanti aku hamil seperti mengandung Gavin bagaimana "ucap Nanda tersenyum


"Engak aku yakin kali ini kamu mau nya manja terus pada ku"ujar Kalvin


"Iya ya karna sebelum kita mengetahui jika aku hamil dulu selalu marah tidak jelas "ujar Nanda mengelus perut


"Jika kamu hamil kali ini aku yakin dia akan seperti kamu cantik seperti kamu kuat seperti mu dan tegar seperti mu"ujar Kalvin tersenyum mengsuap perut Nanda dengan sesekali pokus dengan jalanan


"Pingin anak gembar deh mau nya lucu kali ya"ujar Nanda membayang kan


"Ngak aku punya anak kembar itu ribet"ujar Kalvin


"Pokus sama jalan nanti nabrak "ucap Nanda


"Nabrak hati mu"kekeh Kalvin


"Ihhh gombal"ujar Nanda tersenyum lebar mobil semakin cepat meluncur


"Ada keperluan apa tuan Kalvin datang ke sini"ucap dokter itu mempersilahkan Kalvin dan Nanda duduk


"Istri saya mau periksa dok apa dia hamil atau tidak "ujar Kalvin mengengam tangan Nanda


"Apa yg nona rasa kan"tanya dokter


"Sebenarnya saya merasa pusing seminggu ini dok tapi saya abaikan saja mungkin saya capek karna kerja tapi kemarin saya sangat pusing kadang juga merasa mual saya juga telat datang bulan nya"jelas Nanda


"Saya periksa dulu ya ayo silahkan"ucap dokter mengajak Nanda berbaring mau USG


"Apa saya hanya asam lambung atau benar hamil"ujar Nanda


"Kita lihat dulu ya nona"ujar dokter tersenyum memoleskan jelly itu lalu mulai USG perut Nanda mata Nanda dan Kalvin meneliti layar USG itu lalu tangan dokter itu berhenti di rahim Nanda memperhatikan titik hitam itu


"Sudah selesai nona"ujar nya


"Bagaimana dok"ujar Nanda tersenyum


"Ya benar anda benar hamil nona selamat"ucap dokter tersenyum


"Apa aku bilang usaha ku itu tidak perlu di ragukan"kekeh Kalvin


"Apaan sih"ujar Nanda memeluk pelan dada Kalvin


"Saya perkiraan itu sudah 4 minggu"ujar Dokter menulis di laporan nya Nanda dan Kalvin ikut duduk


"Kok ngak sadar sampai 4 Minggu"ujar Nanda


"Seperti nya janin nya kuat"ujar dokter


"Seperti harapan anak anak ku selalu kuat"celetuk Kalvin


"Semua sehat nona dari kesehatan nona dan kesehatan janin nya pusing saya rasa itu faktor dari kehamilan "ujar dokter


"Terimakasih dok"ucap Kalvin berdiri mengambil laporan nya dan mengajak Nanda pergi


"Wah nambah lagi anggota kita"ujar Kalvin mengusap perut Nanda


"Aku sangat senang bisa hamil lagi jadi Momy ngak akan ribut ngurusin siapa nanti yg melanjutkan perusahaan"ujar Nanda tertawa geli mereka masuk mobil


"Kabar bahagia ini harus sampai pada keluarga kita"ujar Kalvin melaju kan mobil nya


"Nanti aja kasih tau nya aku mau kasih kejutan bagaimana reaksi mereka mengetahui aku hamil lagi apa lagi Gavin dia sangat senang"ujar Nanda tersenyum mengusap perut nya


"Dia akan cemburu aku yakin itu akhirnya Gavin bisa merasakan cemburu apa yg aku rasakan"ujar Kalvin terkikik mengsuap perut Nanda


"Kamu ini suka sekali menggoda Gavin nanti dia ngambek kamu susah membujuk nya"ujar Nanda menggeleng


"Aku suka jika dia ngambek jadi aku leluasa bersama kamu"ujar Kalvin


"Iya juga"ujar Nanda tersenyum menatap Kalvin dia sangat senang bisa hamil kembali

__ADS_1


__ADS_2