
Nanda sudah siap dengan pakaian kantor nya Nanda merias wajahnya menggulung model rambut nya lalu Nanda menyemprot kan parfum di tubuhnya,Nanda memasukkan beberapa barang keperluan nya untuk kerja memasukkan laptop dan berkas Nanda tertegun mengingat semalam apa tujuan Hakim mengambil uang perusahaan tampa seizin nya,Nanda berjalan keluar berpapasan dengan Daniah
"Nanda apa Kalvin sudah bangun"ucap Daniah
"Belum ma"ucap Nanda
"Ya sudah "ucap Daniah menuju kamar
"Kalvin Kalvin bangun"ucap Daniah menggoyang kan tubuh Kalvin
"Apa ma"ucap Kalvin serak
"Kamu sarapan"ucap Daniah
"Biasanya juga aku berangkat jam 8 atau jam 9 ini masih pagi"ucap Kalvin
"Selama ada mertua kamu di sini kamu harus ikut sarapan ayo cepat "Daniah menarik tangan Kalvin
"Iya iya"ucap Kalvin malas menuju kamar mandi
"Jika ibu Amel tau apa yg di lakukan Hakim makin ribut"batin Nanda
"Pagi sayang"ucap Landa tersenyum mengecup kening Nanda
"Sarapan dulu yuk mau makan apa"ucap Landa
"Kalvin akan segera ikut kita"ucap Daniah duduk bersama yg lain
"Aku makan nasi goreng aja ma"ucap Nanda mengambil sarapannya
"Hari ini aku akan tetap menuju pengadilan agama menggugat cerai Kasim"ucap Landa yakin
"Biar aku temani"ucap Amel
"Kamu temani Nanda aja"ucap Landa
"Ahh tidak mom aku berangkat sendiri aja ibu Amel sama momy aja nanti setelah selesai ibu Amel bisa kembali ke kantor"ucap Nanda cepat
"Kamu yakin Nanda"ucap Landa
"Iya mom yakin"ucap Nanda tersenyum
"Raut wajah mu seakan ingin melakukan sesuatu yg tidak ingin saya ketahui"ucap Amel santai
"T... tidak memang apa yg ingin aku lakukan apa yg aku lakukan sekecil apa pun pasti ibu Amel tau"ucap Nanda dan Amel hanya acuh
"Gini aja Nanda di antar sama Kalvin aja"ucap Daniah melihat Kalvin mendekat
"Kalvin antar Nanda ke kantor"ucap Daniah
"Iya ma"ucap Kalvin malas mulai sarapan
####
"Kalvin soal semalam aku minta jangan dulu memberi tau siapa siapa termasuk ibu Amel"ucap Nanda
"Kenapa''ucap Kalvin serius
"Tidak apa nanti ribut lagi"ucap Nanda pelan
"Iya"ucap Kalvin
"Ohh ya Nanda soal hubungan kita"ucap Kalvin
"Kita jalani masing masing saja jika kamu ingin punya hubungan sama pria lain terserah termasuk aku juga memilih wanita lain"ucap Kalvin melirik Nanda
"Ya padahal aku sangat berharap dengan Kalvin menerima hubungan kami akan ada cinta"batin Nanda
"Kamu kan tidak ada perasaan juga dengan ku"ucap Kalvin
"Iya benar juga aku setuju"ucap Nanda tersenyum akhirnya mereka sepakat akan hal itu
####
Nanda setelah sampai dia meletakkan tas nya lalu menuju ruangan Hakim setelah mengetuk dan mendapat izin Nanda masuk terlihat Hakim dengan santai menatap Nanda seperti tidak ada kesalahan
"Ada apa"tanya Hakim santai
"Aku mendapatkan laporan jika kak Hakim mengambil uang perusahaan dari keuntungan perusahaan senilai 5 triliun"ucap Nanda serius
"Kamu menyadari nya"ucap Hakim tersenyum lalu berdiri
__ADS_1
"Dengar ya Nanda meski semua nya atas nama mu tapi kamu tidak mampu menghentikan aku menguasai perusahaan ini karna apa perusahaan ini milik ku milik ayah ku"ucap Hakim datar
"Milik ayah kakak lupa semua ini milik momy milik keluarga momy"ucap Nanda
"Aku tidak peduli itu yg aku ingin perusahaan ini kamu hanya orang baru tapi aku tidak bisa kamu hentikan untuk miliki perusahaan ini"ucap Hakim tersenyum licik
"Ck oke jika semua atas nama Mony mu dan kamu tapi jika aku menyingkirkan kalian maka secara otomatis perusahaan ini jadi milik ku"ucap Hakim
"Kolega SKY Entertainment akan menunjuk ku secara langsung"ucap Hakim tertawa puas
"Aku kira kak Hakim beda dari yg lain nyata nya kak Hakim sangat berbahaya ohh ya satu lagi kak Hakim anggap aku remeh tidak kak aku ini bukan lah wanita manja tapi aku sudah terbiasa hidup mandiri aku tidak akan biarkan kak Hakim menguasai perusahaan ini karna kalian tidak berhak itu aku akan melindungi momy dengan tangan ku sendiri kak Hakim tidak akan bisa menyentuh nya sedikit pun"ucap Nanda serius
"Kak Hakim kembalikan uang itu atau aku akan melaporkan kak Hakim sebagai korupsi "ucap Nanda tegas
"Memang kamu berani"ucap Hakim tertawa Nanda hanya tersenyum kecil
"Kak Hakim benar meremehkan aku ternyata aku bisa menyingkirkan Hakim dari perusahaan ini tanpa bantuan ibu Amel"ujar Nanda dan berlalu pergi
"Kamu ikut ke ruangan saya"ucap Nanda pada sekretaris nya
"Kumpul kan bukti soal penggelapan uang saya akan mengusut kasus ini ada beberapa bukti dan juga kamu sebar kan di media siapa yg korupsi itu"ucap Nanda serius
Brak
"Berani nya kamu"teriak Hakim masuk
"Aku tidak pernah takut pada kak Hakim"ucap Nanda tegas
"Jika kak Hakim tidak ingin aku lapor polisi angkat kaki dari perusahaan ini"tegas Nanda
"Lihat kamu Nanda aku tidak akan membiarkan kamu lama menjabat sebagai CEO aku adalah pemilik nya"ucap Hakim lalu berlalu pergi
"Nona maaf sebelumnya kenapa nona sangat berani melawan tuan Hakim"ucap nya
"Memang nya kenapa"tanya Nanda
"Tuan Hakim itu ditakuti dalam bisnis nona sebenarnya saat tuan Kasim menjabat sebagai CEO tuan Hakim nya yg berkuasa orang orang yg memiliki kekuasaan takut dengan tuan Hakim makan nya orang perusahaan ini tidak berani mengadukan apa yg tuan Hakim lakukan pada ibu Amel"jelas nya
"Tuan Hakim merugikan perusahaan jika dia terus berada di perusahaan ini yg ada perusahaan ini akan bangkrut oleh kelakuan nya jadi saya tentu mempertegas dengan memecat nya apa yg di takutkan "ucap Nanda wanita itu diam saja hanya menunduk karna tau sikap Hakim seperti apa
"Ohh ya kejahatan tuan Hakim kamu kumpulkan jadi kan sebuah file lalu kirim ke saya "ucap Nanda
"Baik nona"ucap nya lalu pamit pergi
"Kalvin lagi apa ya"gumam Nanda tersenyum kecil dan mengeleng melihat ponselnya dia pernah menyimpan foto Kalvin,Nanda teringat oleh ucapan Kalvin
"Masak kisah cinta kami seperti ini"gumam Nanda menyenderkan kepalanya di kursi memikirkan apa yg akan dia lakukan
####
Nanda berfikir keras bagaimana caranya menarik hati Kalvin tapi ini belum pernah Nanda lakukan bagaimana pun dulu saat bersama Aji karna mereka sama sama memiliki perasaan yg sama tapi ini beda Nanda harus berjuang mendapatkan hati Kalvin
"Aku mulai dari mana"batin Nanda berfikir lalu Nanda berdiri
"Kalvin kenapa ya laptop ku ngak bisa nyala"ucap Nanda membawa laptop nya
"Mana coba aku lihat"ucap Kalvin duduk Nanda duduk di samping Kalvin memberikan laptopnya Nanda diam diam tersenyum dengan senagaja memegang tangan Kalvin mata nya menatap Kalvin
"Ahh maaf kan aku juga mau coba juga melihat laptop nya"ucap Nanda beralasan memang dia sengaja memegang tangan Kalvin karna dia ingin mengejar Kalvin
"Kamu sengaja melakukan itu"ucap Kalvin
"T.... tidak"ucap Nanda cepat tentu dia gugup karna pertanyaan itu
"Aku bisa lihat dan laptop mu nggak nyala karna baterai nya habis"ucap Kalvin serius Nanda menunduk sejenak
"Ya aku cinta sama kamu"ucap Nanda serius
"Entah kenapa aku tidak bisa melupakan mu sejak pertemuan itu tapi bukan berarti aku menghalalkan segala cara memiliki mu aku tidak tau kenapa Alen memilih ku menjadi istri mu"ucap Nanda pelan
"Aku tau kok kamu tidak bisa melupakan Alen aku hanya ingin di samping mu aku ingin membuat mu jatuh cinta pada ku di cintai oleh mu kebahagiaan yg tidak bisa aku miliki selama hidup ku"ucap Nanda serius
"Aku tidak memaksa mu santai aku hanya ingin membuat mu jatuh cinta dengan cara ku sendiri"ucap Nanda berdiri mengambil laptopnya Kalvin hanya diam lalu berbaring Nanda pun sama berbaring di sofa
###
☀️☀️☀️
Nanda dan Kalvin bersiap sendiri karna juga Nanda harus siap pagi karna Amel itu disiplin sedang kan Kalvin di suruh mama nya ikut sarapan selama ada mertuanya jadi Kalvin datang ke kantor nya pagi
"Kalvin kata mama tugas ku nambah memastikan kerapian mu"ucap Nanda santai melangkah mendekati Kalvin
__ADS_1
"Berapa kali kamu melanggar garis jarak"ucap Kalvin datar Nanda hanya tersenyum
"Iya deh iya"ucap Nanda mundur tapi menarik dasi Kalvin supaya Kalvin yg mendekat
"Apa yg kamu lakukan"ucap Kalvin kaget
"Merapikan penampilan mu"ujar Nanda
"Aku bisa sendiri kamu kira aku ngak bisa merapikan baju sendiri"kesal Kalvin
"Biasa aja muka nya kale jutek amat"ujar Nanda memeluk lengan Kalvin dengan malu malu
"Ehh tangan nya"ucap Kalvin
"Ehh maaf tangan ini suka berada di genggaman mu seperti ini"ucap Nanda mengengam tangan Kalvin
"Awas lancang sekali"ucap Kalvin menarik tangan nya lalu berlalu Nanda hanya senyum mengikuti Kalvin
"Lupa ya yg kita bicarakan semalam jika aku akan mencuri hati mu"ucap Nanda mengedip kan mata berjalan mundur di depan Kalvin
"Awas jatuh tangga itu"ucap Kalvin mengingatkan Nanda menoleh memang benar dia sedikit lagi terjatuh karna ada di ambang tangga
"Nanda"panggil Landa
"Iya mom"ucap Nanda lalu berjalan mendekat dan duduk
"Kemarin kamu memecat Hakim"tanya Amel serius menatap Nanda
"Iya benar ada yg memberi tau ibu Amel"ucap Nanda
"Iya mereka membicarakan pertengkaran antara kamu dan Hakim"ucap Amel serius
"Hanya pertengkaran kecil ibu Amel bilang jika kita harus angkuh aku hanya ingin angkuh menunjuk kan kekuasaan ku dengan memecatnya keren kan aku"ucap Nanda menaik turun kan alis nya Amel mendengus
"Amel jangan ajarkan Nanda hal yg tidak benar"ucap Landa
"Dia hanya bersandiwara lihat lah wajahnya itu"kesal Amel
"Wajah ku kenapa cantik ya ibu Amel"ucap Nanda
Pletek
"Aww momy bilang sama ibu Amel jangan memukul ku terus sakit tau"ucap Nanda cemberut menyentuh keningnya yg di sentil Amel
"Pergerakan kamu itu diawasi oleh saya apa yg kamu lakukan kamu harus bicarakan pada saya baru juga di tinggal beberapa jam kamu sudah melakukan sesuatu dengan sendirinya kamu kira dunia bisnis itu semudah membalikkan telapak tangan"ucap Amel
"Ibu Amel kira ibu Amel sendiri bisa melakukan sesuka hati aku pun bisa"ucap Nanda tersenyum menantang
"Ohh belaka hebat sekarang"ujar Amel sinis
"Jika ibu Amel ngak seneng aku ngak kerja"ancam Nanda
"Ehh bocah ini berani sekali mengancam ku"kesal Amel membuat Landa tertawa
"Mom bilang sama ibu Amel aku juga mau cuti jalan jalan sama teman teman ku"ujar Nanda memelas
"Izin sendiri lah masak momy terus membujuk ibu Amel kamu pun harus bisa membujuk nya"ujar Landa tersenyum menyerahkan roti bakar itu
"Gimana mau membujuk jika aku membantah dia selalu memukul ku"ujar Nanda cemberut
"Nanda ibu Amel sangat disiplin dan keras kepala apa kamu tau dulu juga momy mu seperti kamu pokos kerja tapi Momy mu keran dia memberi ibu Amel obat tidur agar bisa nonton sama temen temen nya"ujar Daniah tersenyum
"Jangan mengungkit masa lalu"ucap Landa tersenyum
"Iya ma ngak boleh seperti itu"ucap Nanda senyum senyum
"Jangan harap bisa memberi saya obat tidur"ucap Amel menunjuk Nanda mengerti apa maksud dari senyuman Nanda
"Momy kenapa ibu Amel selalu bisa membaca pikiran ku "kesal Nanda
"Kamu ngak akan menang lawan Amel Nanda sudah"ucap Daniah tertawa
"Benar itu ada nya Nanda masih banyak kemampuan Amel yg tidak bisa kamu mengerti jadi turuti saja kemauan nya"ucap Landa
"Saya akan temani jika nona akan jalan"ucap Amel serius
"Ck mana ada ya kami para remaja jalan di awasi oleh perawan tua malu dong ibu Amel di sangka kami mengajak mama kami aku mau jalan sama Lin dan Dewi apa salah ,jika ibu Amel ikut malu dong"celetuk Nanda
"Kurang ajar sekali bocah ini mengatakan aku perawan tua"kesal Amel
"Jika kamu menyelesaikan proyek dengan baik maka saya tidak akan ikuti di saat nona jalan tapi hanya sekali"ucap Amel
__ADS_1
"Oke Deal aku pasti bisa memenuhi tantangan ibu Amel karna aku tidak akan menyerah pada tujuan ku"ucap Nanda semangat dia lama lama akan bosan dengan peraturan Amel setidaknya Nanda butuh merenggang otot otak nya jangan tegang terus