
Karna sandiwara kemarin Kalvin tidak mampu menahan diri sehingga mereka harus menginap di hotel tidak jauh dari pantai dan bermalam juga di sini tentu Kalvin tidak melewati semalam pun menyatu dengan Nanda bagi Kalvin menyatu dengan Nanda seperti tambahan nyawa untuk nya entah kenapa setiap dia bersama Nanda seakan dunia berhenti untuk nya terasa tidak ada yg lain hanya mereka berdua
"Kalvin berhenti dong udah pagi kamu saat bangun malah menghajar mu lagi"ucap Nanda cemberut yg di peluk Kalvin
"Candu lah my wife dan juga ketagihan"ucap Kalvin tersenyum mencium kepala Nanda
"Emang aku apa"ucap Nanda cemberut
"Kamu juga ngak mau kerja apa"ucap Nanda
"Kerja "ucap Kalvin santai mengambil ponselnya mengetik kan beberapa pesan
"Kalvin kamu itu beneran cinta aku apa tubuh ku sih"tanya Nanda menatap Kalvin yg mendekap nya
"Kenapa bertanya seperti itu"ucap Kalvin
"Sejak pernyataan cinta mu itu kamu tidak pernah bilang aku mencintaimu Nanda ku sayang atau aku mencintaimu istri ku"ucap Nanda mendongak
"Emang itu perlu kita udah nikah tidak perlu lah seperti itu cukup dengan perlakuan kita"ucap Kalvin
"Ya perlu dong Kalvin aku juga seorang wanita butuh perhatian butuh ungkapan cinta serta butuh suaminya mengistimewakan kamu kenapa malah ngomong seperti itu entah bagaimana Alen mengahadapi mu"gerutu Nanda
"Kamu mau nya kayak gimana kata kan pada ku"ucap Kalvin mengengam tangan Nanda
"Mau aku beli kan rumah atau apa untuk membuktikan cinta ku"ucap Kalvin
"Aku tidak butuh itu hanya kamu yg aku butuh jika kamu tidak mengungkap kan cinta jika kamu bosan dengan ku dan selingkuh bagaimana"ucap Nanda membuat Kalvin tertawa
"Aku ngak mungkin selingkuh kamu aneh deh"ucap Kalvin
"Tapi banyak sekarang suami yg selingkuh apa lagi kamu mapan dan sukses pasti banyak wanita menyukai mu"ucap Nanda
"Aku ngak mungkin selingkuh my wife percaya pada ku cinta ku hanya sepenuh nya untuk mu jiwa ku selalu ingin menyentuh jiwa mu"ucap Kalvin
"Jika begitu prioritas kan aku kamu pilih aku apa pekerjaan"ucap Nanda menatap Kalvin
"Pilihan sulit"ucap Kalvin berfikir
"Aku kan kerja untuk keluarga kita"ucap Kalvin
"Aku lebih baik kekurangan uang dari pada kekurangan cinta"ucap Nanda
"Istri ku ini gemes banget sih iya iya aku akan mengistimewakan mu dan memprioritaskan mu aku akan berubah untuk mu"ucap Kalvin menatap mata Nanda
"Makasih "ucap Nanda mengecup kening Kalvin
"ohh ternyata seperti ini dapat kecupan dari mu"ucap Kalvin kaget
"Ighh Kalvin"ucap Nanda malu malu Kalvin tertawa geli melihat pipi Nanda
Tok tok tok
"Bentar"ucap Kalvin beranjak masih memakai jubah mandi
"Lengket mandi dulu ahh"ucap Nanda menuju kamar mandi segera membersihkan badan.Ternyata yg datang supir rumah yg mengantarkan baju karna Kalvin yg meminta tadi karna dia ingin segera berangkat kerja memakan waktu jika harus pulang karna tadi Kalvin sudah mandi dia segera memakai seragam kantor nya
"Kalvin dari mana baju itu"tanya Nanda keluar dengan jubah mandi dan handuk di kepala
"Tadi aku minta di antar"ucap Kalvin menyerah kan baju Nanda
"Kita langsung ke kantor "tanya Nanda
"Iya,tapi kamu ikut aku ke kantor dulu ya"ucap Kalvin
"Ngapain "ucap Nanda
"Ada keperluan "ucap Kalvin santai Nanda segera masuk ke kamar mandi memakai baju nya setelah selesai dia keluar
"Kamu bawa ngak makeup ku"ucap Nanda
"Lupa tadi aku beliin aja"ucap Kalvin meraih ponselnya
"Ngak usah makeup ku sedikit mahal ambil yg di rumah aja lebih hemat "ucap Nanda menggosok rambut nya Kalvin memeluk Nanda dari belakang mencium leher Nanda
"Uang ku sangat banyak my wife ATM yg kamu pakai aja itu tidak seberapa "ucap Kalvin
"Itu ATM untuk ku"ucap Nanda kaget
"Iya nafkah dari ku "ucap Kalvin
"Ya ampun bagaimana aku habis kan uang itu dari ibu Amel setiap bulan masuk dari penghasilan ku dan kamu lebih banyak lagi ngirim uang belanja"ucap Nanda
"Terserah kamu habis kan buat apa "ucap Kalvin lalu mengambil handuk kecil itu menggosok rambut Nanda menggosok nya lembut Nanda hanya tersenyum menatap Kalvin
"Makin sayang deh jika seperti ini"ucap Nanda memeluk Kalvin
"Udah ayo kita berangkat "ucap Kalvin tersenyum
"Bentar aku beresin tempat tidur dulu"ucap Nanda menuju kasur takut nanti ada yg ketinggalan
"Udah"ucap Nanda mengambil ponselnya mereka keluar dari kamar hotel itu dengan membawa bingkisan baju mereka Kalvin memasukkan ke bagasi
"Tuan Kalvin"ucap nya mendekat menyerahkan tas makeup
"Oke"ucap Kalvin mengambilnya lalu masuk ke mobil
"Nih aku belikan satu set makeup"ucap Kalvin melaju kan mobil nya
"Udah di bilang ngak usah"ucap Nanda membuka tas itu mulai memoleskan makeup nya
"Biarin aja kita akan sering menginap seperti ini simpan aja di mobil ku biar bisa kamu siap siap kapan saja"ucap Kalvin pokus dengan Jalanan
"Terserah kamu aja"ucap Nanda pokus pakai makeup
####
Setelah sampai kantor Kalvin menyimpan makeup Nanda di mobil dia merangkul Nanda dengan mesra meski Nanda bertanya tanya mau apa Kalvin mengajak nya ke kantor
__ADS_1
"Tuan semua sudah siap"ucap Arjun
"Kalvin mengajak ku kantor kenapa aku juga ngak ngerti bisnis mu"ucap Nanda
"Ikut saja lah"ucap Kalvin masuk lift setelah menunggu Lift nya sampai ke lantai atas mereka masuk ke ruangan Presdir saat masuk sudah ada beberapa orang segera memberi hormat
"Tuan CEO dari beberapa cabang perusahaan sudah saya kumpulkan ini mereka"ucap Arjun
"Bagus itu"ucap Kalvin duduk bersama Nanda di sofa
"Mau minum sayang"ucap Kalvin mengusap pipi Nanda
"Kamu mau apa banyak orang aku pergi nih"bisik Nanda melirik mereka Kalvin hanya tersenyum
"Nanti ibu Amel cariin aku"ucap Nanda cengengesan
"Tidak perlu saya jelaskan kalian sudah tau saya siapa dan apa kedudukan saya bagi kalian"ucap Kalvin tanpa menatap mereka semua
"Di samping saya ini istri saya ingat baik baik wajahnya karna jika sampai kalian membuat istri saya ini sampai tidak suka terhadap kalian saya tidak segan langsung memecat kalian meski itu Arjun sendiri "ucap Kalvin
"Baik tuan"ucap mereka semua
"Aku manis kan mengenal kan mu"ucap Kalvin tersenyum
"Itu aneh"ucap Nanda tersenyum
"Hei jangan tersenyum"ucap Kalvin marah
"Kenapa"ucap Nanda heran
"Aku tidak suka pria lain menikmati senyum indah ini"ucap Kalvin memegang dagu Nanda mencium area bibir Nanda
"Udah ahh"ucap Nanda malu malu Kalvin gemas mengecup kedua pipi Nanda
"Arjun mereka boleh pergi selain CEO Aji"ucap Kalvin tanpa menatap Arjun
"Kami permisi tuan"ucap mereka semua Aji menuduk meneguk ludah bagaimana jika dia sampai benar di pecat oleh Kalvin
"Maafkan saya tuan untuk kesalahan saya kemarin "ucap Aji
"Satu hal saya tidak suka istri saya di lirik sedikit saja oleh pria lain apa lagi yg melirik mantan nya saya tidak suka jika ada yg menatap nya saya lebih tidak suka jika ada yg menyentuh nya apa lagi menganggu nya"ucap Kalvin tajam menatap Aji
"Buat apa sih ngurusin hal yg tidak penting "ucap Nanda
"Penting untuk ku memberi pelajaran pada orang yg berani menatap mu dan memuji istri ku "ucap Kalvin datar
"Maafkan saya tuan saya tidak akan menganggu nona tolong jangan pecat saya"mohon Aji
"Arjun buat dia peringatan korupsi jika dia mengulang langsung pecat dia dan pergi saya muak melihat wajah nya"ucap Kalvin
"Baik tuan "ucap Arjun lalu mengajak Aji pergi
"Merasa istimewa ngak "ucap Kalvin mendudukkan Nanda ke pangkuan nya
"Jadi kamu mengumpulkan mereka hanya untuk mengumumkan aku sebagai istri mu"kekeh Nanda
"Mantan ku hanya satu lho kamu seperti itu membenci mantan ku"ucap Nanda mengeleng
"Aku tidak rela jika tangan ini dia genggam"ucap Kalvin mencium tangan Nanda
"Apa lagi tubuh ini di peluk oleh nya"ucap Kalvin geram sendiri membayangkan nya
"Jangan mengingat masa lalu mari kita bangun masa depan "ucap Nanda tersenyum Kalvin memeluk pinggang Nanda lalu mencium bibir tipis itu dengan rakus Nanda hanya membalas ciuman itu dia mulai terbiasa dengan kelakuan Kalvin terhadap nya
Dret dret
"Sial"ucap Kalvin mengumpat padahal Kalvin sudah melepaskan kancing baju Nanda
"Ibu Amel telpon "ucap Nanda menata ponsel nya lalu menjawab telpon nya
"Hallo"ucap Nanda , Kalvin mengenakan kancing baju Nanda merapikan baju istri nya itu
"Ada yg ingin saya bicarakan sekarang ke kantor "ucap Amel serius
"Iya bu*ucap Nanda lalu sambungan telpon terputus
"Ada apa"tanya Kalvin
"Seperti nya ada hal serius deh yg ingin ibu Amel bicara kan nada suaranya sangat serius "ucap Nanda turun dari pangkuan Kalvin merapikan penampilan nya
"Aku antar"ucap Kalvin berdiri
"Ayo"ucap Nanda mereka segera pergi.Setelah sampai Nanda segera masuk ke kantor dan Kalvin kembali ke kantor nya untuk berkerja
"Ibu Amel"ucap Nanda masuk ke ruangan nya Amel berjalan menuju meja Nanda lalu mengunci pintu dengan remote control dan mengaktifkan pengaturan kedap suara
"Silahkan duduk"ucap Amel ,Nanda menuju meja nya lalu duduk
"Ada apa bu ada masalah"ucap Nanda serius melihat raut wajah Amel yg menatap nya
"Ada penggelapan uang di perusahaan ini "ucap Amel serius Nanda menatap komputer itu membuka nya benar ada penggelapan uang
"Saya rasa kamu paham apa yg saya pikirkan ini saat nya kamu membuktikan pada mereka jika jangan anggap remeh diri mu kamu harus beri pelajaran terhadap keluarga Kasim ini kejahatan nya kali ini sangat tidak bisa di maafkan "ucap Amel serius Nanda mengetuk kan jemarinya lalu menatap Amel serius
####
Nanda dan Kalvin lagi makan siang Nanda kebanyakan diam setelah dari pembicaraan dengan Amel tadi Kalvin pun paham karna Nanda sudah menceritakan semuanya, Kalvin cemas memikirkan Nanda tapi keputusan Nanda susah bulat
"Kamu yakin dengan keputusan mu"ucap Kalvin
"Menurut mu aku harus bagaimana "ucap Nanda menatap Kalvin serius
"Cara berfikir mu dan aku beda Nanda aku jika ada yg bermain dengan perusahaan dia ngak akan aku biarkan lolos begitu saja"ucap Kalvin
"Aku hanya takut kamu kenapa kenapa"ucap Kalvin memegang pipi Nanda
"Aku pernah kehilangan jadi takut kehilanganmu"ucap Kalvin serius
__ADS_1
"Aku akan baik baik saja"ucap Nanda tersenyum memegang tangan Kalvin
"Jika itu keputusan mu aku selalu ada untuk mu"ucap Kalvin mengecup kening Nanda
"Terimakasih sekarang aku baru menyadari kehadiran mu"ucap Nanda tersenyum
"Berarti kamu tidak menganggap kehadiran ku"kesal Kalvin
"Ya begitu lah "ucap Nanda santai dan tersenyum pada Kalvin
####
Kalvin berjalan masuk ke rumah nya dia berjalan gontai tidak semangat karna Nanda memutuskan malam ini menginap di tempat Kasim tentu Kalvin tidak akan bisa tidur di buat nya.Keluarga memperhatikan Kalvin yg duduk mengambil makan malam
"Kalvin lesu amat Nanda kemana"tanya Landa
"Ya begitu Mom Nanda ingin menginap di rumah ayah"ucap Kalvin meneguk air putih
"M... menginap "ucap Landa melirik Amel
"Ahh tidak dia akan kembali kan ngak mungkin menginap"ucap Landa
"Ya mom menginap tadi mereka bicara dan Nanda memutuskan menginap "ucap Kalvin menikmati makanannya Kalvin melirik Landa yg tidak nyaman
"Biarkan saja Nanda menginap di tempat ayah nya tidak pernah kan dia menginap"ucap Daniah
Nanda duduk di ruang tamu bersama keluarga Kasim yg lain di sini hanya Kasim yg antusias menyambut Nanda tidak dengan keluarga yg lain karna mereka hanya berfikir kenapa begitu muda Nanda menginap begitu saja
"Kak Hakim Welly aku minta maaf ya soal ke salah pahaman kita"ucap Nanda menyesal
"Tidak masalah"ucap Hakim menatap Nanda
"Kamu kenapa ke sini Nanda"tanya Ningsih
"Aku marah sama momy ma dia selalu mengekang ku melalukan kemauan nya aku ini mau bebas bahkan aku tidak di beri kesempatan bahagia bersama Kalvin dia selalu mengatur ku"ucap Nanda nampak kesal
"Jam ini dari ibu amel"tanya Ningsih memegang tangan Nanda
"Tidak ma ini dari Kalvin "ucap Nanda memperhatikan jam nya itu memang benar itu pemberian Kalvin yg Kalvin pasang ada alat pelacak nya
"Tidak seharusnya kamu marah pada Momy mu"ucap Kasim
"Tidak ayah aku benar marah pada Momy kali ini aku tidak akan mendengar kan nya dan aku tidak akan kerja"ucap Nanda kesal
"Tidak lupa sama ibu Amel itu"geram Nanda
"Ayah selalu ada untuk mu jangan khawatir "ucap Kasim mengelus kepala Nanda
"Terimakasih ayah"ucap Nanda memeluk Kasim lalu meraih tubuh Ningsih memeluk wanita itu dengan tulus
"Nanda"panggil Landa mendekat dia benar gelisah jika Nanda ke rumah itu
"Kenapa ngak pulang sayang"ucap Landa mengengam tangan Nanda
"Aku tidak mau"ucap Nanda mundur memeluk ayahnya
"Aku tidak mau lagi tinggal bersama momy "ucap Nanda menatap kecewa
"Momy tidak pernah mengerti aku momy selalu mengekang ku sama seperti ibu Amel selalu mengatur hidup ku aku mau bebas mom aku benci sama momy"ucap Nanda marah
"Kamu jangan kurang ajar kamu harus sadar siapa diri mu"ucap Amel
"Kurnag ajar heh kamu yg harusnya sadar diri kamu hanya asisten tidak berhak menuduh ayah ku sebagai penjahat aku lebih percaya dia di banding kamu"ucap Nanda serius
"Memang benar ayah mu mencuri uang perusahaan itu"ucap Amel
"Tutup mulut mu dia ayah ku jangan menuduh nya seperti itu"ucap Nanda
"Nanda ayo kembali sama momy ayah mu memang jahat ayah mu memang melakukan itu"ucap Landa
"Landa tega kamu menuduh ku aku tau kesalahan ku mendua kan ku tapi kamu jangan menuduh ku seperti itu di depan anak kita kamu juga mau kembali kan pada Jo makan nya terus menuduh ku supaya kita bercerai"ucap Kasim
"Momy yg tega aku benci Momy"teriak Nanda menatap Amel
"Aku ngak mau tinggal bersama momy"ucap Nanda memeluk Kasim
"Kami akan selalu menerima mu sayang "ucap Kasim
"Kasim jangan lakukan kembali kan Nanda pada aku"ucap Landa berlutut di depan Kasim menangkup kan tangannya
"Aku akan berikan apa pun yg kamu mau asal jangan membuat nya membenci ku Kasim kembali kan Nanda"ucap Landa menangis memeluk kaki Kasim Nanda menatap Momy nya mengepalkan tangannya tatapan Nanda berubah
"Dasar anak sialan"Amel menarik Nanda lalu mendorong Nanda
"Kendalikan diri mu"ucap Amel pelan memegang bahu Nanda
"Lepaskan aku"teriak Nanda mendorong Amel
"Aku tidak akan termakan oleh wajah munafik mu itu aku tidak mau lagi melihat wajah mu"teriak Nanda menunjuk Landa
"Bawa dia pergi dari hadapan ku jika tidak"ucap Nanda pada Amel
"Nanda jangan ninggalin momy seperti ini Momy mohon sayang"ucap Landa berdiri memegang wajah Nanda dia menangis sesegukan memeluk Nanda
"Lepas kan Nanda kamu tidak ada hak lagi untuk nya"ucap Kasim menarik Nanda
"Ayo kita pergi"ucap Amel menarik Landa
"Nanda jangan ninggalin Momy kayak gini Nanda"teriak Landa yg di seret oleh Amel keluar
"Lepas"teriak Landa menepis tangan Amel lalu Landa lari lagi masuk
"Nanda"panggil Landa memeluk Nanda dengan erat
"Jangan membenci momy sayang"lirih Landa memegang pipi Nanda perlahan Nanda memegang tangan itu
"Jangan menghasut ku lagi"ucap Nanda dingin menepis tangan Landa lalu memeluk Kasim
__ADS_1
"Ayo kita pergi"ucap Amel memegang tangan Landa yg terus menatap tangan nya yg di tepis oleh Nanda menatap kepergian Nanda yg sedikit pun tidak menoleh pada nya hati Landa hancur apa dia akan kehilangan Nanda lagi