Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 27


__ADS_3

Setelah beberapa hari masa penyembuhan Landa di izinkan pulang oleh dokter tapi tetap Landa harus tetap istirahat.Nanda senang akhirnya Momy nya bisa pulang dan bisa beraktivitas seperti biasanya Nanda juga selama Landa di rumah sakit Nanda menginap di rumah sakit pulang hanya untuk ganti baju Kalvin dan Daniah tidak mempermasalahkan itu karna ngerti apa yg Nanda alami


"Momy tinggal di rumah mama aja sementara waktu"ucap Nanda merangkul Landa yg berjalan pelan


"Ngak apa sayang momy pulang ke rumah sendiri aja lagian ada Aron dan anak anak yg lain di sana"ucap Landa


"Iya udah deh tapi Momy jaga kesehatan ya"ucap Nanda


"Iya Momy akan jaga kesehatan"ucap Landa tersenyum lalu Nanda menghentikan langkahnya saat keluarga Kasim ingin pulang juga karna keadaan Hakim bisa pulang Nanda dan Hakim saling tatapan


"Apa dia akan membuat keributan lagi"batin Kalvin mengingat perkataan Nanda yg akan membunuh Hakim baru membuat dia puas Kalvin merangkul Nanda mencegah keributan terjadi karna itu Nanda mendongak menatap Kalvin yg merangkul itu tentu tindakan kecil itu membuat Nanda salah tingkah tentu membuat jantung nya berdegup


"Landa kamu baru keluar dari rumah sakit"ucap Kasim


"Iya emm Hakin kecelakaan juga"ucap Landa heran


"Beda jika Momy kecelakaan tapi aku sengaja di buat celaka"ucap Hakim


"Aku rasa momy tidak jauh berbeda kasus dengan mu sama sama di celakai oleh orang terdekat"ucap Nanda serius


"Ahh sudah lah mending kita segera pulang Momy butuh istirahat"ucap Kalvin mengeratkan rangkulannya


"Iya kami duluan"ucap Landa berlalu bersama yg lain


"Dia tidak tau jika aku sudah kesal "ucap Nanda kesal


"Kenapa harus kesal dengan perkataan itu"ucap Landa


"Tidak ada mom"ucap Nanda menyengir


"Nanda momy pulang dulu kamu hati hati"ucap Landa


"Iya mom"ucap Nanda memeluk Landa lalu Landa masuk mobil


"Momy pulang ya"ucap Landa tersenyum Nanda melambai kan tangannya saat mobil Landa melaju di ikuti mobil yg lain


"Kamu jika marah lumayan galak"ucap Kalvin


"Iya lah jika aku melawan kebenaran pasti galak tunggu jangan jangan kamu takut pada ku"ucap Nanda menoleh pada Kalvin


"Hah aku takut pada mu"ucap Kalvin menunjuk diri


"Iya "ucap Nanda dengan mengangguk


"Ngak banget aku tidak pernah takut pada siapa siapa termasuk kamu "ucap Kalvin tajam


"Aku hanya bertanya"ucap Nanda mengankat bahu nya


"Ayo kita pulang"ucap Kalvin menuju mobilnya di ikuti Nanda mereka segera pulang


####


Nanda sudah beraktivitas seperti biasa kerja seperti semestinya jadwal Nanda tidak sibuk banget karna belum punya proyek baru ibu Amel pun membiarkan Nanda melakukan sesuka hati karna Amel tetap memantau Nanda melalui CVS yg di pasang Amel.Hari ini Nanda bebas makan siang tidak di temani Amel karna Amel ada kerjaan yg harus dia kerjakan karna Nanda pengen banget makan di luar jadi Nanda berangkat sendiri menuju restoran terkenal


"Enak juga perut ku selama Momy di rumah sakit makan ngak enak malah ikut momy makan bubur"ucap Nanda mengunyah makanannya lalu menyeduh jus nya


"Ehh ponsel ku mati lupa charger"gumam Nanda melihat kedua ponsel nya mati


"Bodoh ahh ibu Amel mau hubungi aku dia kan membebaskan aku"ucap Nanda acuh kembali menikmati makanannya


"Akhirnya selesai juga"ucap Nanda kenyang lalu dia berdiri menuju meja kasir mau membayar


"Berapa mbak"ucap Nanda


"2 juta nona"ucap nya Nanda mangut karna dia tadi memesan makanan yg paling mahal Nanda mengeluar kan dompet nya mengambil kartu ATM nya karna uang kes nya tidak cukup


"Silahkan pin nya nona"ucap nya menyerah kan mesin itu Nanda memasukkan pin nya biar bisa saldo nya di tarik tapi gagal beberapa kali pun gagal


"Kok gagal terus sih"ucap Nanda binggun


"Ada kartu yg lain nona"ucap nya Nanda mengaruk kepala nya sekarang dia binggun mau membayar bagaimana


"Mbak jika boleh tau ATM nya atas nama siapa"tanya Nanda siapa tau waktu itu ibu Amel salah memasukkan kartu nya atau tertukar dengan Dewi


"Kalvin Ardiwinata"ucap wanita itu membuat Nanda melotot kan mata


"Kok atas nama Kalvin sih"ucap Nanda binggun


"Nona jadi gimana"ucap nya


"Wah wah ada gerakan apa ini Nanda kesini makan ya"ucap ayu mendekat dengan memeluk lengan Aji


"Ada apa mbak"ucap Aji bertanya


"Ini mas nona ini baru makan mau bayar tapi kartu nya ngak bisa"jelas nya

__ADS_1


"What seorang nona muda SKY ngak bisa bayar gimana ya apa jangan jangan nona muda nya bohongan"ucap Aji tertawa geli


"Engak lah sayang mungkin Nanda nya lagi apes aja dan terusir mana bisa dia bayar makan tempat semewah ini"ucap Ayu tertawa


"Jaga ya ucapan kalian kamu ayu ngak takut aku memecat mu menghancurkan karir model mu"jengkel Nanda


"Ngak tuh"ucap Ayu


"Jadi gimana mbak"ucap kasir itu


"Aduh gimana ya mbak pinjem ponsel nya aja dulu"ucap Mamda juga binggun


"Benar dia ngak ada uang aduh Nanda maluin banget sih kamu jika sampah ya tetap sampah"ucap Ayu tertawa


"Sampah apaan"ucap Kalvin tiba tiba merangkul Nanda


"Tuan Kalvin "ucap Aji menunduk


"Ada masalah apa"tanya Kalvin pada kasir itu


"Nona ini belum bayar tuan ATM nya tidak bisa di ambil"ucap nya takut Kalvin membisikkan pada Nanda pin nya membuat Nanda binggun


"Ayo masukan pin nya"ucap Kalvin menatap Nanda lalu Nanda menekan pin nya dan berhasil


"Temani aku makan"ucap Kalvin santai


"Kayak aku kurang kerjaan aja "ucap Nanda


"Ayo"ucap Kalvin memaksa Nanda menarik tangan Nanda menuju meja makan sedangkan Aji dan Ayu juga pergi


"Aku sudah makan"ucap Nanda


"Ya temani aja"ucap Kalvin lalu pelayan meletakkan makanan Kalvin


"Tambah jus nya lagi satu"ucap Kalvin


"Baik tuan"ucap nya pergi


"Lama Kalvin aku mau cepat balik baterai ponsel ku habis nanti ibu Amel cariin aku"ucap Nanda


"Biar aku kasih tau ibu Amel"ucap Kalvin mengeluarkan ponselnya mengirim pesan pada ibu Amel


"Kamu kenapa ngak kirim aku makan siang lagi jadi susah aku harus keluar "ucap Kalvin santai makan dengan lahap


"Kamu minta aku buatin makanan ya kamu kangen ya aku perhatikan "goda Nanda dengan senyum


"Idih Geer banget makanan yg kamu kasih itu mempersingkat waktu ku biar tidak keluar makan siang aku orang nya sibuk"ucap Kalvin santai Nanda mencibir Kalvin


"Udah belum makan nya lama banget sih"ucap Nanda lalu meneguk jus nya yg diletakkan pelayan itu


"Sabar"ucap Kalvin menikmatinya


"Kamu ke sini naik mobil "tanya Kalvin


"Tidak aku tadi pakai taksi "ucap Nanda


"Taksi,kenapa"tanya Kalvin heran


"Ya tadi ibu Amel ada pekerjaan gitu aku kan ngak bisa bawa mobil"ucap Nanda


"Kenapa ngak telepon supir kamu yg di rumah"ucap Kalvin


"Kelamaan aku sudah lapar banget tadi"ucap Nanda menyeduh lagi jus nya Kalvin hanya manggut-manggut


"Ibu Amel ngak izinin aku belajar nyetir bagaimana kamu aja ngajarin aku nyetir "ucap Nanda semangat


"Aku"ucap Kalvin menatap Nanda


"Iya gimana"ucap Nanda antusias Kalvin tersenyum mesum


"Ngapain aku takut mikirin hal kotor dia kan istriku"batin Kalvin


"Oke tapi ada syaratnya"ucap Kalvin serius


"Ahh benar kah"ucap Nanda semangat


"Apa syaratnya "ucap Nanda lalu Kalvin berbisik membuat Nanda meneguk ludahnya bagaimana tidak Kalvin malah minta jatah nya ingatan Nanda terlintas pada malam itu meski ya membuat Nanda terdiam dan malu tapi Kalvin sangat ganas


"Ahh aku lupa jika banyak uang ngapain repot nyetir aku ngak jadi belajar nyetir nya"ucap Nanda tersenyum menjauhkan wajah Kalvin


"Tidak masalah kenapa kamu takut pada ku"tanya Kalvin


"Tidak kenapa aku takut kamu kan suami aku hahaha"ucap Nanda tertawa lalu menepuk bahu Kalvin


"Benaran tidak takut"ucap Kalvin mendekat kan wajah nya Nanda menjauh kan wajah Kalvin

__ADS_1


"Iya benar"ucap Nanda


"Oke"ucap Kalvin santai lanjut makan


"Huh selamat aku tidak akan mau lagi menggoda nya atau dekat dengan nya jika tiba tiba dia melakukan itu lagi ahhh seram banget aku bisa masuk rumah sakit entah bagaimana Alen mengahadapi pria cabul ini yg sial nya aku malah mencintai nya"batin Nanda


"Mau"tawar Kalvin karna memang seperti Kalvin makan lahap jadi membuat Nanda penasaran rasanya Nanda menyuap kan ke mulut


"Emm enak"ucap Nanda merasakan Kalvin menarik tengkuk Nanda lalu melahap bibir Nanda membuat mata Nanda melotot sempurna lebih membuat mata Nanda melotot adalah Kalvin mengambil semua isi dalam mulut nya


"Enak bukan"ucap Kalvin meneguk air putih sedangkan Nanda hanya menganga tidak percaya


"Halo ayo sudah selesai"ucap Kalvin melambaikan tangannya Nanda melirik sekitar sedikit rame


"Sialan pria ini memang cabul "batin Nanda menyeka air di bibirnya lalu Kalvin merangkul Nanda setelah meletakkan uang


"Ahh jangan dekat dekat pada ku"ucap Nanda menjauh


"Memang nya kenapa"tanya Kalvin heran


"Tidak aku sedikit risih aku ini orang nya pemalu jadi malu nanti diliatin orang banyak "ucap Nanda tersenyum


"Oke"ucap Kalvin


"Itu mobil ku ayo"ucap Kalvin menatap Nanda yg bengong Nanda menerawang jika nanti Kalvin saat di mobil memaksa Nanda bagaimana


"Tidak"pekik Nanda menutup wajahnya


"Ada apa "ucap Kalvin heran


"Aku aku naik taksi aja"ucap Nanda melambai tangan pada tukang ojek itu lalu kabur naik ojek


"Wanita tidak waras apa yg dia pikirkan"ucap Kalvin mengeleng tidak habis pikir dengan kelakuan Nanda


🌙🌙🌙


Nanda duduk di sofa dengan laptopnya bukan kerja tapi Nanda nonton film karna Nanda lagi mode malas kerja jadi Nanda ingin nonton film kesukaan nya film romantis.Kalvin baru pulang melepas jas nya dan melepaskan dasi nya Kalvin melihat Nanda yg lagi senyum senyum apa lagi Nanda lagi menyanggul rambutnya membuat lelaki Kalvin on


"Sial wanita ini sangat pandai menggoda ku"gumam Kalvin lalu mendekat


"Kamu lagi apa"tanya Kalvin berdiri di depan Nanda


"Nonton, minggir"ucap Nanda mendorong Kalvin pelan Kalvin memejam kan mata lali mendorong Nanda membuat Nanda terbaring Kalvin duduk di kaki Nanda


"Kalvin minggir"pekik Nanda


"Kamu tidak lihat"ucap Kalvin menunjuk celana nya


"A....apa apa"Nanda gugup melengos tidak ingin melihat


"Harus kamu tau ya satu hal Alen tidak pernah memuaskan aku jadi kamu harus bisa"ucap Kalvin serius


"Jangan menggunakan nama Alen aku dan dia berbeda"ucap Nanda ngeri


"Itu memang benar kamu dan dia berbeda aku dan Alen melakukan nya satu bulan 4 kali padahal kebutuhan ku satu minggu 3 atau 4 kali"ucap Kalvin


"Apa"ucap Nanda melirik sampai dia duduk Kalvin segera melahap bibir Nanda dengan menekan tengkuk Nanda kuat


Emmm emmm emm


Nanda memukul punggung Kalvin memberontak mendorong Kalvin tapi Kalvin tidak peduli dia menarik satu tarikan kaos Nanda membuat kaos Nanda sobek


"Kalvin jangan"ucap Nanda saat Kalvin membaringkan ke sofa


"Kamu tidak akan lepas Nanda berhenti memberontak "ucap Kalvin menahan tangan Nanda


"Aku tidak berhenti sebelum keinginan ku tuntas "ucap Kalvin menurunkan celananya


"Aku aku aku tidak mau melakukan nya tanpa cinta"pekik Nanda mendongak Kalvin langsung mencium leher Nanda yg terus meraung Kalvin mencumbu Nanda dan menanamkan milik nya


"Ahhh pekan sakit ahh"teriak Nanda dengan keras dengan air mata menetes Kalvin menghentikan aksinya menatap Nanda


"Hiks hiks kamu ngak bisa pelan apa itu sakit banget "ucap Nanda dengan air mata


"Sstt aku akan nyaman kan makan nya berhenti memberontak "ucap Kalvin menyeka air mata Nanda lalu dengan pelan Kalvin melakukan itu Nanda akhirnya menyerah memberontak karna tenaga Kalvin sangat kuat


"Lemas , menyingkir badan mu berat "lirih Nanda setelah Kalvin menyelesaikan permainan mereka Kalvin duduk dan menyenderkan Nanda ke dadanya seperti anak kecil Nanda mengatur nafasnya Nanda menoleh saat tangannya merasakan lender di sofa


"Ihhh jijik ini apa"ucap Nanda jijik Kalvin mengerut kan kening dan mendongak membuat Nanda ngeri lalu mata Nanda melirik Kalvin merasakan di dalam tubuh nya ada yg keras lagi Kalvin memeluk pinggang Nanda memegang pipi Nanda lalu mencium leher Nanda


"Kalvin jangan bilang kamu mau ngulang lagi"ucap Nanda panik


"Ya aku masih kurang"ucap Kalvin berdiri tentu Nanda melotot


"Aku tidak mau"pekik Nanda tapi Kalvin tidak peduli dia membaringkan Nanda ke lantai yg dingin Kalvin memposisikan tubuhnya melanjutkan yg mereka lakukan Nanda hanya berteriak histeris karna kelakukan Kalvin di bilang cabul

__ADS_1


__ADS_2