Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 30


__ADS_3

Kalvin terbangun dari tidurnya menatap langit kamarnya Kalvin baru ingat jika belum memberi Nanda cairan itu biasanya Kalvin akan memberi Nanda cairan itu setelah Nanda tertidur Kalvin akan menyuntik kan cairan itu ke leher Nanda tapi kali ini Kalvin tidak melakukan nya karna dia tertidur menunggu Nanda semalam


"Nanda"ucap Kalvin berdiri di melirik jam di dinding pukul 8 pagi


"Aku akan menyuntik di kantor Nanda saja"gumam Kalvin tidak membiarkan benih nya bertahan dengan lama di rahim Nanda


Dret dret


"Ya"ucap Kalvin mengankat telepon nya


"Tuan ada beberapa masalah di proyek kita"ucap nya


"Saya akan segera ke sana"ucap Kalvin memutuskan sambungan teleponnya lalu Kalvin segera mandi untuk segera ke kantor


####


Saat makan siang nanti Kalvin akan menemui Nanda menyuntik kan cairan itu tapi sekarang Kalvin ada urusan dengan kantor nya, asisten Kalvin sudah berdiri di lobby menunggu Kalvin


"Ada masalah apa"ucap Kalvin turun dari mobil


"Tuan komplek perumahan yg ingin kita bangun itu di hentikan "lapor nya


"Apa,siapa yg berani menghentikan nya"ucap Kalvin tajam menatap asisten nya


"Ada ketua geng dia ingin bertemu dengan tuan saya sudah kata kan jika kita mendapatkan izin itu saya juga sudah mengatakan jika proyek itu milik tuan tapi tetap sebelum ketemu dengan tuan dia tidak akan membiarkan proyek itu berjalan dengan lancar"jelas nya


"Sialan dia tidak akan aku ampuni"geram Kalvin datar


"Jika begitu mari kita bertemu dengan nya aku mau lihat siapa yg berani menghentikan proyek saya"ucap Kalvin


"Baik tuan"ucap nya lalu menuju mobil membuka kan pintu mobil Kalvin mereka segera meluncur ke tempat.Sekitar 30 menit Kalvin dan asisten nya bernama Arjun sampai Arjun segera membukakan pintu mobil Kalvin yg sudah di tunggu beberapa orang Kalvin juga mengajak beberapa anak buah nya


"Tuan ini ketua nya"ucap Arjun menunjuk orang sangar itu Kalvin tersenyum sinis lalu duduk


"Kenapa kalian menghentikan proyek saya apa kalian tau proyek saya sudah di setujui pemerintah "ucap Kalvin datar


"Kami ingin meminta uang keamanan"ucap nya


"Arjun kenapa tidak berikan jika begini kamu hanya membuang waktu saya"ucap Kalvin menatap Arjun


"Tuan dia minta dengan nominal tidak sedikit dia minta satu bulan nya 1 m setiap bulan kita harus membayar nya"ucap Arjun


"Ini pemerasan"ucap Kalvin santai


"Tuan proyek anda ini besar tentu bisa membayar kami"ucap nya santai


"Jika saya tidak membayar bagaimana "ucap Kalvin


"Maka proyek anda tidak akan berjalan lancar "ucap nya


"Saya tantang kamu mengalah kan saya jika kamu bisa saya akan membayar itu jika tidak maka jauh jauh dari proyek saya"ucap Kalvin


"Sialan kamu menantang saya"ucap nya marah Kalvin berdiri tersenyum mematikan


"Saya tidak takut"ucap Kalvin pria itu memukul Kalvin tapi dengan sigap Kalvin mengelak hingga tempat itu terjadi perkelahian kedua kelompok itu


"Ternyata kamu hanya besar omongan tapi kekuatan kosong"ucap Kalvin sinis menatap pra itu tergeletak


"ingat baik baik jika kamu masih mengusik proyek ini saya akan membunuhmu ini hanya peringatan kecil"ucap Kalvin tajam lalu berlalu pergi bersama asisten nya biarkan bodyguard nya mengurus itu


"Ck sial aku semakin memikirkan Nanda"batin Kalvin


"Arjun saya ingin jadwal nona Nanda meski sekecil apa pun"ucap Kalvin


"Baik tuan "ucap Arjun patuh


####


Kalvin mendapatkan semua jadwal Nanda,Nanda tidak terlalu sibuk karna masih memeriksa laporan yg belum dia selesaikan jadi dia tidak akan kemana mana Kalvin yg mengetahui itu segera meluncur mengajak nya makan siang Kalvin datang ke kantor Nanda


"Tuan Kalvin"ucap Amel berpapasan dengan Kalvin


"Saya ingin bertemu dengan Nanda ingin mengajak nya makan siang"ucap Kalvin


"Silahkan tuan ruangan nona ada di lantai atas"ucap Amel dan Kalvin segera masuk lift menuju ruangan Nanda


Cklek


"Kalvin "ucap Nanda kaget

__ADS_1


"Aku ingin menelpon mu tapi ngak ada nomor kamu aku ingin mengajak mu makan siang"ucap Kalvin langsung


"Masak ngak ada nomor istri keterlaluan sekali"gumam Nanda kamu mengeluarkan ponselnya menelpon Kalvin


"Itu nomor ku"ucap Nanda lalu kembali meletakkan ponselnya Kalvin segera menyimpan nomor Nanda


"Ayo kita segera berangkat"ucap Kalvin


"Sebentar "ucap Nanda menutup laptopnya merapikan meja nya mereka segera meluncur


🚘🚘🚘


"Kalvin kamu dan tuan Danu udah lama temanan"ucap Nanda menatap Kalvin yg pokus menyetir


"Cukup lama"ucap Kalvin


"Benarkah berapa lama"ucap Nanda penasaran


"Sejak SD kami berteman semua tentang Danu aku tau bagaimana perjalanan hidup nya aku tau semua nya"ucap Kalvin menghentikan mobilnya karna sudah sampai mereka segera masuk restoran dan memesan makan


"Memang nya kenapa tuan Danu sampai trauma atas pernikahan apa dia pernah menikah"ucap Nanda mengunyah makanan nya


"Dia belum menikah tapi sejak Danu kecil dia mengalami kekerasan papa nya seorang pemabuk dan penjudi papa nya juga seorang pebisnis"ucap Kalvin meneguk air


"Danu kurang merasakan kasih sayang papa nya setiap hari memukul ibu nya dan kadang memukul Danu mereka selalu bertengkar dan sampai ibu Danu meninggal karna siksaan itu makan nya Danu kabur dari rumah sejak dia lulus sekolah SMA"jelas Kalvin


"Terus dia menjadi mafia sejak itu"tanya Nanda


"Tidak karna dia tidak punya kerabat jadi mama mengajak tinggal bersama kami dan kami melanjutkan sekolah barang setelah lulus Danu kenal dengan seorang ketua mafia sejak itu dia tertarik dengan dunia itu mama sudah melarang Danu tapi tetap saja Danu ingin masuk dunia itu dia tidak hanya seorang mafia tapi dia pembunuh bayaran dia sangat berbahaya "jelas Kalvin


"Tuh kan bagaimana jadi nya Dewi jika tiba-tiba tuan Danu menguliti Dewi"ucap Nanda cemas Kalvin mengeleng


"Danu menguliti orang yg jelek seperti kamu"ucap Kalvin santai


"Apa maksudmu aku jelek begitu "ucap Nanda sebal


"Iya benar kamu jelek"ucap Kalvin


"Kata nya jelek setiap malam mengigit ku terus"ucap Nanda sinis membuat Kalvin terkekeh


"Jangan mengatakan itu aku jadi pingin mengigat nya"ucap Kalvin menatap Nanda


"Nanda"ucap Kalvin


"Apa"ucap Nanda setelah mereka selesai makan


"Kamu lihat wanita itu"ucap Kalvin menunjuk mengunakan mata Nanda melirik dia seketika menoleh pada Kalvin menutup mata Kalvin


"Dasar cabul ngapain lirik wanita kayak gitu"ucap Nanda melirik wanita yg duduk dengan rok pendek bahkan ****** ***** nya kelihatan bagian dadanya kelihatan juga


"Bukan itu maksudku"ucap Kalvin menurunkan tangan Nanda


"Lalu"ucap Nanda


"Aku jadi pingin lagi"ucap Kalvin pelan mengengam tangan Nanda


"Kamu emang gila baru semalam dua kali lagi"ucap Nanda pelan


"Jika tidak mau ya udah deh aku sewa wanita lain aja"ucap Kalvin santai


"Ehh jangan ihh nyebelin banget sih"ucap Nanda cepat


"Masak sewa wanita sih"ucap Nanda cemberut


"Mau ngak"ucap Kalvin tersenyum


"Iya iya "ucap Nanda menekuk wajahnya Kalvin tersenyum dan berdiri mengeluarkan dompetnya meletakkan uang nya Kalvin merangkul Nanda mengecup pipi Nanda


"Jangan disini sialan aku udah mengatakan itu jika jangan mencium ku di tempat umum"bisik Nanda


"Iya iya"ucap Kalvin lalu mereka masuk mobil


"Kita ke hotel itu aja"ucap Kalvin menunjuk hotel di sebrang jalan


"Terserah kamu"ucap Nanda , Kalvin tersenyum puas Kalvin melajukan mobilnya ke sebrang jalan memarkirkan mobilnya setelah itu Kalvin memesan satu kamar untuk mereka berdua


"Ayo"ucap Kalvin merangkul Nanda masuk ke lift .Saat sampai ke kamar Kalvin meletakkan jas nya melepaskan sepatu nya Kalvin memeluk Nanda dari belakang yg baru meletakkan tas nya Kalvin menghirup aroma rambut Nanda yg kadang membuat Kalvin hilang kendali


"Perasaan aku tidak segila ini saat bersama Alen wanita ini membuat aku gila"batin Kalvin

__ADS_1


"Sabar"ucap Nanda saat Kalvin mengigit leher nya


"Aku mau yg berbeda kamu di atas"ucap Kalvin


"Apa,ngak mau"ucap Nanda


"Aku di bawah aja capek apa lagi di atas ngak mau"ucap Nanda


"Tidak apa"ucap Kalvin menemukan ide baru nya dia mengendong Nanda menuju kamar mandi lalu menyalahkan shower mendorong Nanda ke bawah guyuran air itu seketika baju Nanda basah Kalvin meneguk ludah Nanda sangat menggoda saat wajahnya basah


"Kamu memang gila ngapain membasahi tubuh ku"ucap Nanda , Kalvin memeluk pinggang Nanda memeluk nya erat menyingkirkan rambut Nanda


"Aku ingin kamu juga menikmati permainan ku kata kan jika kamu nanti kurang nyaman"ucap Kalvin menatap wajah Nanda


"Apa kamu akan berhenti"tanya Nanda


"Tidak aku akan membuat mu semakin nyaman"ucap Kalvin merasakan tidak sabar lagi Kalvin mencium bibir Nanda menekan tengkuk itu Nanda awal nya hanya diam tapi semakin bibir Kalvin nakal Nanda merasa panas tangannya terangkat sendiri memeluk kepala Kalvin malah mengelus nya


"Sial aku akan menelan nya"batin Kalvin melepaskan baju nya lalu menekan Nanda ke dinding perlahan tangannya melepaskan resleting Nanda mencium Nanda dengan ganas Nanda sampai terbatuk karna Kalvin


"Aku tidak akan melepaskan mu"ucap Kalvin menatap Nanda lalu mencium bibir Nanda dengan rasa memiliki


Kalvin benar tidak melepaskan Nanda di dalam kamar mandi dia menyentuh istri nya di lantai dingin merasa tidak puas dia mengajak Nanda masuk ke bathub melewati waktu satu jam membuat nya pelepasan lalu lanjut ke kasur sama pelepasan satu jam baru sampai tentu nanda capek mengahadapi Kalvin


"Lebih enteng sekarang"ucap Kalvin langsung mencium bibir Nanda


"Capek"ucap Nanda pelan masih mengatur Nafasnya Kalvin memeluk Nanda mengelus kepala Nanda


"Aku harus tahan jangan sampai tertidur tapi aku harus apa ya"batin Nanda lalu Nanda mendongak


"Biar aku mengelus kepala mu"ucap Nanda tersenyum malu lalu Nanda mengelus kepala Kalvin yg memeluk nya tidak butuh lama Kalvin terlelap


"Aku harus cari sebelum Kalvin bangun"ucap Nanda melepaskan pelukan itu sebelum itu Nanda mengambil jubah dan memakai nya Nanda ke kamar mandi karna tadi baju mereka ada di sana tapi baju yg basah itu tidak menemukan yg Nanda cari


"Di mana Kalvin meletakkan nya"gumam Nanda lalu pandangan nya pokus ke jas Kalvin Nanda segera mendekat dan merogoh saku jas dan benar ada suntikan dan juga biti cairan Nanda segera mengambilnya memasukan ke dalam sampah


"Akhirnya aku bisa istirahat dengan damai"ucap Nanda lega lalu berbaring


Satu jam Kalvin tertidur dia terbangun melirik Nanda membelakangi Kalvin menurunkan kaki dan menuju jas nya sesekali melirik Nanda takut nanti ketahuan


"Kemana obat itu"gumam Kalvin tidak menemukan nya Kalvin melirik Nanda


"Apa Nanda tau ya"gumam Kalvin dan membuka sampah benar ada obat itu Kalvin mengambil nya


"Kalvin"ucap Nanda terbangun menatap Kalvin tapi Kalvin pokus membuka suntikkan itu mengambil cairan itu


"Apa yg ingin kamu lakukan "ucap Nanda berdiri


"Memberi mu obat ini"ucap Kalvin datar


"Apa kamu tau dampak dari obat itu"ucap Nanda


"Aku tidak peduli"ucap Kalvin membuang botol itu mendekati Nanda dengan suntikan itu


"Waktu itu mana melihat kulit tubuh ku bintik merah lalu kami ke rumah sakit dan dokter menjelaskan jika obat itu akan merusak rahim ku tidak akan punya anak"ucap Nanda


"Aku tidak mau kamu mengandung dan aku tidak mau punya anak"ucap Kalvin datar


"Kalvin kamu tenang dulu aku tidak mau rahim ku rusak Kalvin dengan cairan itu"ucap Nanda waspada


"Momy ku akan sedih jika dia tidak akan memiliki cucu dari aku kamu tau aku anak tunggal bagaimana dengan keturunan Sky jika aku tidak bisa mengandung"ucap Nanda , Kalvin mendorong Nanda ke kasur lalu duduk di kaki Nanda menekan tangan Nanda


.


"Aku mohon Kalvin jangan lakukan"triak Nanda


"Aku mohon jangan"ucap Nanda memelas Kalvin terdiam dia membuang suntikan itu


"Oke aku tidak mengunakan obat itu tapi kamu harus konsultasi dengan dokter untuk menunda kehamilan"ucap Kalvin serius Nanda diam Kalvin menatap Nanda lalu mencium bibir itu


"Mampus lah aku"batin Nanda saat bibir Kalvin sudah liar di dadanya Nanda melingkar kan tangan di pinggang Kalvin mereka mengulang nya lagi


3 Jam berlalu


"Kalvin capek lapar banget"ucap Nanda lalu Kalvin berbaring di samping Nanda merentangkan tangannya Nanda masuk ke pelukan Kalvin


"Kita akan makan tapi aku mau tidur sebentar"ucap Kalvin


"Iya"ucap Nanda lalu memeluk Kalvin yg memejamkan mata pelukan Kalvin semakin erat membuat tubuh Nanda terasa hangat oleh pelukan itu merasa nyaman membuat Nanda ikut tertidur dengan mereka saling berpelukan

__ADS_1


__ADS_2