Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 15


__ADS_3

Nanda ragu keputusan nya menikah dengan Kalvin bukan tanpa alasan Nanda bahagia hidup bersama Kalvin pertanyaan nya apa Kalvin dan mama nya bisa menerima Nanda sedangkan nama Alen terlukis indah di hati dan di rumah itu tapi ibu Amal menasehati mencapai kesuksesan saja tidak mudah apa lagi mencapai kesuksesan Nanda harus terus melangkah mundur bukan lah pilihan untuk Nanda,Landa pun menasehati Nanda jika Nanda harus bisa berfikir dewasa belajar hal baru belajar dewasa menyelesaikan masalah karna tidak setiap saat Landa atau pun Amel bersama nya Nanda pun mengerti semua ucapan Landa dan Amel


"Nanda"panggil Alen di dalam mimpi Nanda.Nanda hanya diam menatap Alen yg mengenakan baju putih lalu Nanda bisa melihat Kalvin yg dia genggam tangannya


"Nanda cinta kamu itu tidak salah terhadap Kalvin karna apa rasa cinta mu besar terhadap Kalvin satu lagi Nanda aku dan Kalvin bukan takdir aku hanya singgah di kehidupan Kalvin menjemput akhir dari cerita ku "ucap Alen mengengam tangan Nanda


"Takdir Kalvin itu kamu"ucap Alen lagi


"Kamu dan Kalvin saling melengkapi satu sama lain kalian teringat dan kamu Kalvin jangan menyia-nyiakan Nanda karna kamu akan menyesal seumur hidup jika kamu salah bertindak aku bisa pergi dengan tenang"ucap Alen tersenyum meletakkan tangan Kalvin di tangan Nanda lalu dia perlahan menghilang Kalvin dan Nanda hanya mampu terus saling memandang


"Alen"ucap Nanda terbangun dari mimpinya Nanda bisa rasakan hangat nya tangan nya tanpa mereka sadari Kalvin pun mengalami mimpi yg sama hanya saja Kalvin mengacuhkan mimpinya itu


###


Entah apa yg Kalvin pikir kan dia memberi syarat menikah yg tersembunyi hanya di hadiri pihak Kalvin yaitu mama dan nya pihak Nanda keluarga SKY bahkan pernikahan itu di adakan di kantor KUA Nanda pun tidak mengerti alasannya.Kalvin mengucap kan ijab kabul nya hanya dengan satu tarikan nafas dan tegas


"Sekarang kalian sah menjadi suami istri"ucap nya menyerah kan buku nikah dan sebagainya Nanda dan Kalvin pun menanda tangani surat suratnya


"Terimakasih pak"ucap Kasim menjabat tangan pria itu


"Ohh ya Nanda di depan keluarga ku dan keluarga mu ada beberapa peraturan yg harus kamu patuhi"ucap Kalvin serius


"Peraturan"ucap Nanda binggun Landa ingin bicara tapi Amel menghentikan nya


"Biarkan Nanda mengatur kehidupan nya dia akan belajar arti dewasa Kalvin berusaha mempersulit Nanda "bisik Amel


"Jika anak ku terluka bagaimana "bisik Landa serius


"Landa percaya lah pada Nanda selama ini aku sudah mengenali karakter Nanda kamu jangan khawatir Nanda mampu mengatasinya kecuali satu hal yg tidak bisa aku pastikan keamanan Nanda jika jauh dari pandangan ku"bisik Amel


"Iya peraturan "ucap Kalvin


"Kalvin jangan mempersulit Nanda"ucap Daniah


"Ma aku hanya memastikan saja apa Nanda pantas menggantikan Alen apa Nanda pantas menjadi istri ku dan apa Nanda pantas menjadi nyonya Ardiwinata"ucap Kalvin


"Terserah kamu lah"ucap Daniah malas jika berdebat dengan Kalvin yg tidak ingin mengalah


"Yang pertama tidak ada satu pun di antara kita membocorkan pernikahan ini karna pernikahan ini hanya sebatas memenuhi keinginan Alen untuk terakhir kali"ucap Kalvin serius menatap Nanda


"Dan yg kedua Nanda tidak boleh mencampuri urusan pribadi ku atau pekerjaan ku"ucap Kalvin


"Dan yg ketiga Nanda di larang mempertanyakan apa yg aku perbuat mau pun itu menyakiti nya atau pun tidak ,dia hanya boleh diam dan diam atas apa yg aku lakukan dan yg terakhir Nanda harus selalu mematuhi ucapan ku tanpa bertanya dan membantah "ucap Kalvin


"Peraturan macam apa itu Kalvin itu hanya menyakiti Nanda"ucap Landa tidak bisa menahan diri


"Itu tergantung Nanda jika tidak setuju dia bisa menuntut dengan meminta berpisah"ucap Kalvin


"Landa biarkan saja asal mereka bersama aku merasa terbebani dengan permintaan Alen"ucap Daniah


"Apa aku ini di anggap ada aku lupa jika aku bukan lah anak Landa Ayunda SKY tapi aku hanya Nanda wanita miskin ke egoisan tante Daniah membuat aku sadar jika aku bukan siapa siapa dan keangkuhan Kalvin membuat aku sadar diri jika aku dan dia sangat jauh berbeda tapi kenapa Alen kamu harus memberi kan jalan hidup ku seperti ini dan kenapa hati kamu tidak bisa lepas dari Kalvin"batin Nanda


"Bagaimana Nanda"ucap Kalvin datar


"Aku di ajarkan satu prinsip mundur bukan pilihan ku melangkah melintasi bar api pun mundur adalah jalan buntu "ucap Nanda menatap Kalvin dalam


"Aku setuju dengan peraturan itu"ucap Nanda lagi Landa menatap Nanda yg lebih keyakinan


"Aku lakukan biar kamu menyadari kesalahan mu yg mencelakai Alen dengan meminta nya menikahi mu itu adalah bukti terkuat"ucap Kalvin datar


"Jika aku diam berarti aku membenarkan yg kamu ucapkan tapi itu hal tidak benar aku tidak melakukan apa apa terhadap Alen"ucap Nanda


"Sstt kamu sudah melanggar peraturan ku"ucap Kalvin malas


"Ohh ya kamu pulang sendiri saja ayo ma"ucap Kalvin mengajak mama nya pergi lalu Daniah dan Kalvin pergi termasuk keluarga Kasim yg ikut hadir


"Nanda momy tau kamu mencintai Kalvin tapi rasa sakit itu bukan bagian dari cinta"ucap Landa

__ADS_1


"Iya aku tau Mon rasa sakit itu bukan bagian dari cinta tapi perjuangan"ucap Nanda


"Momy jangan khawatir aku akan baik baik saja aku akan menjaga diri dengan baik"ucap Landa tersenyum memeluk momy nya


"Mundur bukan jalan terbaik aku udah mengambil keputusan jadi aku harus jalanin "batin Nanda


####


Nanda membereskan barang-barang nya Landa ikut membantu rasa cemas Landa menguasai hati nya tapi Amel selalu menyakinkan Landa jika Nanda mampu


"Ibu Amel ikut kamu"ujar Landa menatap Nanda yg menyusun baju baju di koper


"Ibu Amel tetap tinggal di sini mom jagain momy"ujar Nanda tersenyum


"Kamu belum lepas dari pandangan saya"ucap Amel serius Nanda hanya menatap jengkel


"Aku bisa sendiri ibu Amel"ujar Nanda


"Baik lah "ucap Amel sudah menduga dia menyerahkan sebuah kertas Nanda mengambil nya


"Dari mulai bangun tidur jam 6 pagi bersiap sampai sarapan jam 7 pagi berangkat kerja dan di awasi ibu Amel sampai pulang kerja jam 5 sore bersiap makan malam jam 7 malam dan tidur jam 8 malam"baca Nanda


"Ya ampun ibu Amel selama aku sekolah ngak sedisipli ini"ucap Nanda protes


"Jika tidak mau tinggal saya ikut dengan nona"jawab ibu Amel santai Nanda mengerucut kan bibirnya


"Biar kan ibu Amel menjaga mu percaya"ucap Landa tersenyum


"Baik lah aku akan memenuhi peraturan ini"ucap Nanda pasrah


"Ini jam ngak boleh lepas saya memantau dari jam ini apa nona mematuhi nya dan ini alarm sudah saya atur nona hanya tinggal meletakkan di samping nona tidur"ucap Amel memakaikan jam dan menyerahkan jam alarm


"Oke lah di bantah juga ibu Amel akan memukul ku"ucap Nanda pasrah


"Satu lagi nona jangan lupa di bawa"ucap Amel memberi kan tas yg isi nya buku berkas serta laptop


"Ya ampun ibu Amel keseharian ku tegang banget masak aku ngak ada senang senang misal ketemu momy atau sahabat ku"ujar Nanda


"Nona bisa meminta izin sama saya dan saya akan menemani nona"ujar Amel


"Ibu Amel ngak capek apa mengikuti aku terus"ucap Nanda memicingkan matanya


"Tidak "jawab Amel tegas dan singkat


"Iya iya ibu Amel yg menjengkelkan"ucap Nanda cemberut


"Nanda kamu jangan sungkan sama momy jika kamu membutuhkan sesuatu hubungan Momy pokoknya Momy ngak mau mendengar berita kamu dari orang lain selain keluarga Ardiwinata yg kamu percaya kan Momy tetap Momy"ujar Landa menangkup wajah Nanda


"Iya mom aku ngerti terimakasih aku sangat menyayangi momy"ujar Nanda mencium kedua tangan Landa


"Sayang momy akan sangat merindukanmu"ucap Landa memeluk Nanda sangat erat


"Sama mom"ucap Nanda mengecup pipi Landa dengan sayang


###


Nanda membawa barang nya dengan sendiri ke kamar Kalvin karna memang Daniah ingin Nanda tinggal bersama dengan Kalvin.Kalvin hanya berdiri di ujung kasur menunggu Nanda selesai membawa barang


"Tidak hanya peraturan yg aku ingin kan kamu juga harus menjaga jarak dengan ku dan mempunyai batasan"ujar Kalvin,Nanda mendongak menatap Kalvin


"Batasan"ucap Nanda binggun


"Dari ujung sana ke sana itu wilayah ku"ucap Kalvin menunjuk meja rias dan ke pintu Kalvin berjalan menuju kamar mandi dan mulai menggaris sampai ke pintu


"Dan dari sana itu wilayah mu jangan melewati batas"ucap Kalvin menunjuk bagian Nanda lalu Kalvin melempar bantal dan selimut tipis pada Nanda


"Kamu tidur di sofa jika merasa sempit kamu bisa tidur di lantai"ujar Kalvin datar

__ADS_1


"Lalu barang ku mau di letakkan di mana"tanya Nanda binggun Kalvin berjalan menuju ruang ganti tidak lama dia keluar membawa kardus


"Masuk kan di dalam lemari ini"ucap Kalvin melempar nya Nanda bermain mengambil kardus itu lalu membukanya isi nya bagian dari lemari kecil Nanda mulai membuka buku petunjuk perlahan merakit dengan sendirinya tentu Nanda bisa dia sudah terbiasa hidup mandiri melihat Nanda sibuk dengan lemari itu Kalvin keluar dari kamar menuju ruang kerja nya


Dret dret


Nanda replek menoleh tas nya di sofa karna ponselnya berdering Nanda berdiri dan berjalan menuju tas nya mengambil ponselnya


"Iya mom baru juga sebentar"kekeh Nanda


"Gimana pindahan nya apa Kalvin menerima mu dengan baik"ucap Landa penuh harap Nanda hanya tersenyum


"Butuh perjuangan mom"ucap Nanda tersenyum


"Nanda jika tidak mampu kamu boleh kembali ke rumah nak jangan menahan kesakitan mu ya jika kamu menderita pulang"ujar Landa khawatir


"Momy lupa ya aku ini udah terbiasa hidup susah dan hidup mandiri Momy jangan khawatir aku bisa kok melewati ini semua"ujar Nanda


"Iya deh yg semangat ya sayang "ucap Landa


"Iya mom"ucap Nanda tersenyum lalu sambungan telepon terputus Nanda kembali lagi ke lemari nya merakit dengan sendirinya sampai selesai


"Selesai juga"ucap Nanda tersenyum lalu mendorong nya menyenderkan ke dinding Nanda mulai menyusun barang nya satu persatu setelah selesai Nanda menempel peraturan Amel di depan lemari nya


####


Hari pindah Nanda tidak lah baik dia harus mengurus diri nya dengan sendiri.Hari ini dia kerja sesuai yg jadwal Amel beri kan sudah bersiap pagi pagi bahkan Kalvin belum bangun.Amel menatap Nanda dari atas ke bawah lalu dia melipat tangannya ke dada


"Kamu tidak memenuhi peraturan soal berpakaian yg saya berikan"ucap Amel melihat Nanda hanya mengunakan baju kaos dan jeans


"Ibu Amel kali ini aja lagian ini kan hanya memantau syuting"ucap Nanda memelas


"Di saat kerja tetap memakai baju kerja"tegas Amel


"Ayo ganti jika tidak kita tidak akan berangkat"tegas Amel


"Menjengkelkan"geram Nanda melempar tas kerja nya pada Amel lalu melangkah pergi


"Apa dia tidak tau susah nya melawan ketidak nyamanan itu semau nya memerintah"gerutu Nanda


"Saya beri waktu 5 menit jika telat saya akan memukul mu"teriak Amel


"Ya pukul saja sekalian biar aku babak belur"kesal Nanda menolah ke arah Amel dengan jengkel Amel hanya tersenyum kecil mendengar gerutuan Nanda tidak lama Nanda kembali lagi dengan pakaian kantor nya


"Ayo"ucap Amel membuka pintu buat Nanda lalu Nanda masuk mobil Amel masuk dan melaju kan mobil nya


"Ibu Amel aku sangat lapar"ucap Nanda menyentuh perut nya


"Lapar,apa tidak sarapan"tanya Amel binggun


"Aku berangkat tadi ngak ada mama Daniah aku ngak enak mau makan sendiri apa lagi harus tiba-tiba mencari makanan di dapur"ucap Nanda


"Daniah itu gimana sih dia sangat sayang pada Landa tapi pada Nanda kenapa dia tidak punya perasaan seperti itu dia memang sangat egois tidak punya belas kasih aku selalu membenci nya"batin Amel mencengkram setir itu


"Nanti saya bawakan sarapan pas di kantor "ucap Amel di angguki Nanda


Nanda jadi sedikit telat meeting nya karna makan dulu di ruangan nya setelah selesai dia sudah di tunggu para tim nya yg akan memulai meeting nya


"Oke semua maaf saya sedikit terlambat"ucap Nanda berdiri di kursi nya ada Amel di samping nya yg setia menunggu


"Iya nona"ucap semua


"Hari ini hari pertama kita memulai proyek film kita baru pertama kita syuting saya harap kalian kerja nya dengan semangat"ucap Nanda tersenyum


"Jika kalian siap kita segera menuju tempat syuting"ujar Nanda


"Kami siap nona"ucap semua

__ADS_1


"Oke kita segera berangkat"ucap Nanda lalu mereka semua bubar menuju keluar menuju tempat syuting yg akan di adakan


__ADS_2