
Tidak terasa sekarang usia Kaynara genap 20 tahun Nanda kadang tidak menyangka dia sudah setua itu dan selama itu menikah dengan Kalvin ya kadang selalu bertengkar semakin tua kedua nya kadang sering kali bertengkar entah karna anak dan cara Kalvin mendidik anak atau karna waktu karna sibuk nya Kalvin,Nanda pun sibuk tapi dia sempat membagi waktu buat anak dan pekerjaan tapi Kalvin selalu sibuk dengan pekerjaannya.Nanda juga kadang sedih melihat Kaynara bukan tanpa sebab tapi ke introvert nya itu lah melebihi batas kadang Gavin sering menjuluki Kaynara introvert sejati
"Kaynara hei sayang"ujar Nanda mengelus kepala Kaynara menciumi mata Kaynara lembut
"Ayo bangun"ujar Nanda tersenyum Kaynara menggeliat pelan mengucek mata menatap Nanda lalu Kaynara menoleh ke keranjang pakaian kotor nya
"Mama sudah ku bilang aku bisa sendiri mencuci pakaian mama tidak perlu menyuruh mereka mencuci nya"kesal Kaynara masuk ke kamar mandi
"Kamu sibuk dengan kuliah kan"ujar Nanda di depan pintu kamar mandi
"Pokus saja pada kuliah" ujar Nanda bersender di pintu karna memang Kaynara ini anak nya pendiam dan galak Nanda lah yg sering jadi sahabat nya Nanda harus bisa berbaur seperti anak muda dengan anak nya
"Aku bisa sendiri ma udah aku mulai kesal"ujar Kaynara lalu membuka pintu membuat Nanda ingin terjatuh
"Bentar banget mandi nya masih bau"ucap Nanda mencium"tubuh Kaynara
"Aku tidak peduli"ketus Kaynara masuk ke ruang ganti memakai baju nya
"Nanda ayo sarapan"ujar Kalvin masuk
"Duluan saja aku tunggu Kaynara"ujar Nanda
"Ck ayo kamu mulai menghabiskan waktu mu pada Kaynara"ucap Kalvin menarik tangan Nanda, hubungan Kalvin dan Kaynara tidak lah baik karna sejak Kaynara kecil Kalvin dan Kaynara selalu ribut Kalvin terlalu keras pada Kaynara
"Non sarapan dulu"ucap pelayan itu melihat Kaynara rapi Kaynara seperti tidak melihat pelayan itu dia keluar menuju parkiran tapi bukan naik mobil atau di antar sopir tapi kendaraan Kaynara adalah sepeda
"Kaynara sudah sarapan"tanya Nanda pada pelayan itu melihat tidak ada kehadiran Kaynara tadi dia membantu Kalvin berangkat kerja
"Nona Kaynara sudah pergi tanpa sarapan nyonya"ucap nya
"Sudah ayo sarapan anak mu memang keras kepala"ucap Kalvin duduk
"Ck karna kamu sering bertengkar dengan nya lihat lah dia"ujar Nanda jengkel
"Malah aku Kaynara aja memang anak yg pembangkang sama kayak kamu"ujar Kalvin mulai sarapan Nanda diam saja debat dengan Kalvin tidak ada ujungnya
###
"Siapa sih nelpon terus ganggu aja"gumam Kaynara mematikan ponsel nya lalu memarkirkan sepeda nya
"Ehh anak babu"ujar nya tapi Kaynara anggap tidak ada orang
"Heh berani kamu mengacuhkan aku"ujar nya menarik tangan Kaynara
"Apa sih waktu ku terlalu berharga ngurusin sampah seperti kamu"ujar Kaynara datar meninggalkan nya dia adalah Sabrina sejak kecil mereka selalu menjadi musuh karna dulu Kaynara keras kepala tidak ingin di jemput atau di antar sama mama nya jadi bik sumi yg selalu menemani Kaynara dan karna itu mereka mengira Kaynara anak seorang pembantu.Kaynara masuk semua orang memperhatikan menatap nya aneh membuat Kaynara keheranan perasaan pakaian nya seperti biasa tapi kenapa mereka seperti itu Kaynara berhenti di pengumuman kampus memperhatikan papan mading
"Kenapa gangguan jiwa kamu Kaynara"ejek Sabrina tertawa melihat foto Kaynara yg di sebar yg lagi konsultasi pada psikolog
"Siapa yg menempelkan ini"bentak Kaynara marah
"Ohh santai kenapa marah habis obat kamu"ejek Sabrina tertawa puas
"Ternyata kamu gangguan mental ya pantas aja ngak ada teman ya cewek gila"ejek yg lain Kaynara berjalan menuju kelas nya dengan sangat kesal sampai dia membanting pintu kelas nya
####
Kaynara sangat geram dengan mama nya karna mama nya memaksa nya datang ke psikolog mereka jadi menganggap nya aneh dan gangguan mental , foto dia datang ke psikolog tersebar membuat Kaynara di ejek oleh semua orang
"Ini semua karna mama"geram Kaynara tiba tiba masuk ke ruangan Nanda
"Kenapa ayo duduk lah makan bersama mama sama tante Dewi juga"ucap Nanda
"Karna memaksa aku datang ke psikolog itu aku di anggap gangguan mental semua orang mengejek ku apa aku ini gila sampai harus datang ke sana sudah aku bilang aku tidak mau"ujar Kaynara marah Dewi tersenyum tipis menatap Kaynara meski tersimpan kemarahan itu kata terpanjang yg Dewi dengar dari bibir Kaynara
"Duduk lah dulu Kaynara"ujar Nanda
"Aku tidak mau karna aku sudah gila gangguan mental"bentak Kaynara emosi nya sudah meledak sekarang ini karna seharian dia di ejek gangguan mental
"Mama puas aku di anggap tidak waras puas hah"bentak Kaynara berbalik
"Mau makan bareng juga ya Kaynara"ujar Nabila tersenyum tapi Kaynara menatap nya tajam keluar membanting pintu
"Dia kenapa sih murka banget"ujar Dewi heran
"Pasti karna berita mengenai nya tersebar jika Kaynara datang ke psikolog karna gangguan mental satu kampus tau bun dia sampai di ejek habis habisan di kampus"ujar Nabila duduk
__ADS_1
"Kok bisa"ujar Nanda
"Ngak tau tan siapa yg menyebar kan itu"ujar Nabila
"Tante memaksa nya karna dia irit bicara nya tante tidak ingin Kaynara seperti itu tante hanya ingin yg terbaik untuk Kaynara"ucap Nanda bersedih bukan nya membuat anak nya baik baik saja tapi malah menambah masalah baru untuk anak nya
🌙🌙🌙
Kalvin berada di meja makan tidak melihat kehadiran anak nya seperti biasa karna memang Kaynara ini keras kepala nya melebihi Kalvin apa lagi jika Kaynara lagi marah
"Marah lagi Kaynara pada mu"ujar Kalvin menikmati makan malam nya melihat Nanda mendekat
"Ya waktu aku memaksa nya datang ke psikolog ada yg mengambil foto nya menyebar nya di kampus dia jadi di ejek di anggap gangguan mental"ujar Nanda duduk
"Kok tau kamu membuntuti Kaynara"tanya Nanda
"Tidak,itu lihat"ujar Kalvin menunjuk piring yg berisi makan malam ada sebuah kertas yg menempel di piring itu Nanda mengambil kertas itu
"Tidak bermaksud membentak mama atau pun berteriak maaf pasti sangat menyakiti mama aku hanya marah semua orang menganggap ku aneh hingga melampiaskan pada mama maafkan aku jika mama berkenan memaafkan aku yg tidak berguna ini"Nanda tersenyum membaca nya
"Lagian kamu itu aneh anak baik baik saja malah di paksa ke psikolog "ujar Kalvin
"Aku hanya ingin yg terbaik untuk Kaynara "ujar Nanda mulai makan malam
####
Kaynara berada di balkon lantai atas dia suka kesunyian dengan earphone di telinganya tangannya melukis dengan cekatan Kaynara butuh kedamaian saat ini pikirannya butuh kedamaian
"Marah"ujar Nanda meletakkan secangkir kopi tapi Kaynara diam saja Nanda berdiri duduk di pinggir kursi yg di duduki Kaynara
"Maaf deh ngak lagi maksa kamu buat datang ke psikolog "ujar Nanda mengecup kepala Kaynara
"Apa sih yg kamu dengar ini"nanda jadi penasaran musik apa yg Kaynara dengar kan di earphone itu
"Jangan mendengarkan nya"ujar Kaynara melepaskan earphone nya menjauh kan pada Nanda
"Mama hanya penasaran"ujar Nanda lalu Kaynara meletakkan kertas nya memeluk perut Nanda
"Maaf pasti aku menyakiti mama tadi siang"lirih Kaynara
"Sedikit kebanyakan mama pasti menyakiti mu karna mama kamu pasti di ejek"ujar Nanda mengecup kedua mata Kaynara
"Mau tidur"ujar Kaynara berdiri keluar dari sana
☀️☀️☀️
Kaynara ada kelas pagi bahkan Nanda tidak sempat bertemu dengan nya Kaynara pagi pagi sudah berangkat kuliah, wajah Kaynara sangat masam berjalan di kampus itu dia benar kesal siapa yg menyebarkan itu
"Kamu cukup tangguh juga bertahun-tahun betah"ujar nya merangkul Kaynara
"Kenapa tidak bunuh diri saja lepaskan diri mu"ujar nya sinis Kaynara menepis nya menatap tajam
"Aku bukan seperti anak kecil lagi pak Aldo yg akan menangis jika pak Aldo menyakiti ku dan bicara hal yg tidak tidak mengenai mama ku"ujar Kaynara dia harus bertarung dengan diri nya sendiri karna Aldo dari Kaynara kecil selalu menjadi guru Kaynara dan selalu menghancurkan mental Kaynara menghasut Kaynara
"Nikmati saja bocah ketersiksaan ini"ujar Aldo tersenyum puas dan pergi
"Aku harus bisa mengendalikan diri ku sendiri "gumam Kaynara masuk kelas
Setelah kelas selesai Kaynara ingin makan karna tadi dia belum sarapan saat membuka dompetnya uang nya tidak ada Kaynara tidak pernah meminta uang jika tidak Nanda memberi nya uang dan juga fasilitas yg di berikan Kalvin tidak pernah Kaynara gunakan meski itu hanya sekedar uang bulanan di ATM Kaynara makan nya Kaynara tidak pernah memakai kartu kredit atau pun ATM dia memakai uang kes
"Tahan lapar lagi masih ada satu kelas lagi"gumam Kaynara yg tadi ingin ke kantin menjadi menuju perpustakaan
"Kaynara kok di sini"tanya Nabila duduk memperhatikan Kaynara
"Ya sudah jika tidak ingin bicara padahal aku ingin mengatakan aku tau siapa yg menempel kan foto mu itu"ujar Nabila satu hal yg Nabila tau jika ingin bicara dengan Kaynara harus mempunyai topik yg menarik untuk Kaynara
"Siapa"ucap Kaynara tajam
"Pak Aldo aku heran kenapa dia menempelkan foto mu"ujar Nabila pelan Kaynara diam pokus membaca
"Hei aku bicara pada mu"kesal Nabila kadang dia rasa nya ingin menghajar Kaynara yg sombong ini
"Ngak usah kepo dan tau urusan orang"ujar Kaynara berdiri dan pergi
"Dasar gadis menyebalkan"geram Nabila dia selalu jengkel jika bicara dengan Kaynara ini yg tidak pernah komunikasi dengan baik
__ADS_1
###
Nanda baru selesai meninjau film yg mereka kerjakan cukup melelehkan untuk Nanda mengatur waktu nya apa lagi dia sibuk,Nanda masuk ke ruangannya melihat tas Kaynara di meja dan melirik sofa melihat Kaynara terlelap ada banyak gelas di meja
"Anak gadis ku ini jika tidur seperti ini wanita saja jatuh cinta"kekeh Nanda mencium lembut kening Nanda lalu Nanda berdiri melihat tas Kaynara dan mengeluarkan dompet ,Nanda tau banget Kaynara seperti apa
"Uang nya sudah habis"gumam Nanda lalu mengambil uang di dompet nya mengisi ke dompet Kaynara
"Lin pesan kan aku 2 porsi makanan ya"ujar Nanda di telepon
"Iya"ucap Nanda lalu memutuskan sambungan teleponnya
"Aku lihat laporan dulu"gumam Nanda duduk membuka komputer nya
"Kak"ujar Lin masuk meletakkan makanannya
"Buat Kaynara "tanya Lin
"Iya kayak nya dia belum makan"ujar Nanda pokus dengan komputer
"Arin berusaha menelpon Kaynara tapi tidak di angkat Arin ingin masuk ke universitas Kaynara"ujar Lin duduk
"Arin udah mau kuliah"ujar Nanda
"Iya kak lagian kak Nabila sama kampus nya sama Kaynara seperti nya aku juga mau Arin masuk universitas sama seperti Nabila dan Kaynara "ujar Lin
"Nanti biar aku tanya Kaynara untuk meminta formulir nya untuk memudahkan Arin"ujar Nanda
"Aku lanjut kerja dulu kak"ujar Lin lalu pergi karna pintu di tutup sedikit keras membuat Kaynara terbangun dari tidurnya
"Kay ayo makan sama mama"ujar Nanda tanpa melihat Kaynara
"Mama belum mau pulang nanti keburu kak Gavin datang "ujar Kaynara lalu duduk di depan Nanda segera Kaynara makan karna sangat lapar
"Biar kan kali ini kakak kamu yg menunggu "kekeh Nanda
Cklek
"Hai introvert sejati "ucap pria tegap dengan kulit tubuh putih rambut yg tertata rapi dia sangat tampan
"Wih enak nih"ucap nya mendekat mengambil makanan Kaynara
"Kak Gavin jika aku lapar jangan bermain "jengkel Kaynara
"Minta lah pelit "ucap gavin
"Ya sudah makan sana"kesal Kaynara padahal dia sangat lapar
"Udah Gavin baru aja kamu sampai tuh ada 2 kasih sama adek kamu"ujar Nanda tersenyum menatap Gavin
"Iya ma"ucap Gavin memberikan pada Kaynara
"Aku bosan menunggu di rumah sepi banget makan nya aku ke sini "ujar Gavin mengusap kepala Kaynara
"Jalan yuk bosan "ucap Gavin lagi
"Ngak usah sok dekat deh"ketus Kaynara masuk Gavin terkekeh geli
"Bagaimana tidak dekat kita kan sama"ujar Gavin
"Aku tidak suka ya kak Gavin dekat dekat sana aku kesal melihat kak Gavin"ketus Kaynara meneguk minuman nya
"Baiklah baiklah"ujar Gavin berdiri lalu berdiri di belakang mama nya memeluk leher mama nya
"Mama tidak rindu apa dulu aja saat aku pulang mama menciumi wajah ku"ujar Gavin cemberut
"Kamu udah besar malu seperti itu Gavin"ujar Nanda tersenyum mengusap lengan Gavin
"Aku mau pulang "ketus Kaynara berdiri
"Sama sama aja Kaynara bentar lagi mama pulang ngobrol aja dulu sama kakak kamu yg baru sampai"ujar Nanda
"Iya bocah ini jual mahal banget sih "ujar Gavin mendekat Kaynara
"Ada kerutan di wajah karna marah terus ya"ejek Gavin
__ADS_1
"Pasti mama darah tinggi terus melihat Kaynara "kekeh Gavin
"Muak aku"ujar Kaynara mengambil tas nya lalu duduk di sofa memakai earphone nya dengan berbaring seperti kebiasaan nya