
"Kunci rumah?" tanya Laura heran.
"Itu adalah kunci rumah ayah kamu yang dulu tempat kamu di lahir kan." ucap Farhan.
Laura tidak menyangka kunci itu kembali ke tangan nya lagi.
"Bagaimana bisa kamu mendapatkan ini lagi mas?" tanya Laura.
"Sebenernya yang merebut rumah itu dari kamu adalah Aku, jujur saja aku tidak tau kalau kamu ada pembeli nya. Namun dari awal aku sudah merencanakan rumah itu untuk kamu, aku hanya mencari waktu yang tepat saja." ucap Farhan.
Laura langsung memeluk suaminya.
Laura mengucapkan terimakasih pada suami nya.
Dia benar-benar sangat senang.
Dua bulan kemudian Laura dan Farhan baru saja balik dari perusahaan nya. Seseorang mengirim kan laporan pada Farhan melalui WhatsApp.
Farhan sangat terkejut karena Ayah nya sudah tidak berbisnis narkoba lagi dia menyudahi semua nya dan membangun perusahaan pupuk yang sangat besar membeli tanah untuk bisnis nya dan usaha nya.
Farhan memberi tahu istri nya. Mereka sangat senang mendapat kan kabar itu.
"Alhamdulillah yah mas akhirnya Pak Adam sadar juga yah." ucap Laura.
Farhan Tersenyum.
"Ternyata setelah ada nya janin ini di rahim kamu sangat banyak membawa hidayah dan kebahagiaan untuk kita." ucap Farhan mengelus perut Laura.
.
Laura tersenyum.
Keesokan harinya mereka berkunjung ke Rumah Pak Adam.
"Assalamualaikum." ucap Farhan sambil masuk ke dalam rumah.
"Walaikumsalam!" ucap Bibik..
"Ummm Ayah mana Bik?" tanya Farhan.
"Tuan sedang sholat Jum'at, paling bentar lagi juga pulang Tuan muda." ucap Bibik.
Mereka tidak menyangka ayah nya benar-benar bertaubat.
"Assalamualaikum!" ucap pak Adam yang baru saja datang.
Mereka membalik kan badan dan melihat pemandangan yang sangat langka.
"Walaikumsalam!" ucap Farhan dan Laura secara bersamaan.
Mereka tersenyum sambil menyalim tangan ayah nya.
"Kenapa kalian datang tidak mengabari Ayah?" tanya Pak Adam.
"Kami sudah lama tidak ke sini sekalian kejutan juga untuk Ayah." ucap Farhan.
"Bagaimana kabar kalian?" tanya Pak Adam.
"Alhamdulillah sehat ayah. Begitu juga dengan calon Cucu ayah." ucap Farhan.
"Ayo duduk dulu, kita minum bersama." ucap pak Adam. Merekapun duduk bersama.
"Oh iya kamu pasti sudah tau Kan perusahaan Ayah di resmikan Besok, Ayah harap Kalian bisa datang." ucap pak Adam.
__ADS_1
"Kami pasti datang kok Ayah." ucap Farhan.
"Syukur lah kalau kalian mau datang. Ayah juga ada kejutan untuk kamu." ucap Pak Adam.
"Apa itu Ayah?" tanya Farhan.
"Bukan kejutan dong namanya kalau Ayah Kasih tau ke kamu." ucap pak Adam.
Cukup lama mereka berbincang-bincang. Sementara di tempat lain Risa baru saja keluar dari rumah Farhan. Dia mau ke rumah lama Laura karena Bibik mengatakan dia ada di sana.
Setelah sampai di sana dia melihat Davit yang berdiri di luar gerbang.
"Ngapain lagi sih tuh anak ke sini?" Ucap Risa langsung turun dari mobil nya.
"Kamu ngapain lagi sih ke sini?" tanya Risa. Davit menoleh kearah Risa.
"Kamu sendiri ngapain ke sini?" tanya Davit.
"Terserah aku dong, apa salahnya aku ke rumah teman ku sendiri." Balas Risa dengan tatapan yang tidak suka.
Davit menghela nafas panjang.
"Aku mau bertemu dengan Laura," ucap Davit.
"Aku tau kamu mau ketemu sama dia, tapi dia pasti tidak akan mau ketemu sama kamu!" ucap Risa.
"Awas! Kamu menghalangi jalan ku saja!" ucap Risa. berjalan ke dekat Gerbang.
"Pak buka kan Gerbang, saya mau bertemu dengan Laura." ucap Risa.
"Maaf Non Risa tapi di dalam tidak ada Non Laura." ucap Scurity.
"Loh bukannya dia ke sini?" tanya Risa.
"Non Laura sudah jarang ke sini semenjak hamil non." ucap security.
"Kamu ngapain di sini? Kamu gak denger kalau Laura tidak di sini?" ucap Risa pada Davit.
Davit akhirnya diam dia pun memilih untuk pergi.
Namun tiba-tiba Risa saat melewati Davit kaki nya keseleo dan terjatuh kepelukan Davit.
"Aaaa!!" pekik Risa.
Sepatu nya terlalu tinggi karena dia baru saja pulang dari sebuah acara dan untung saja Davit dengan cepat menangkap nya.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Davit, Risa langsung mendorong Badan Davit dan dia kembali berdiri dengan benar.
"Jangan pegang-pegang aku!" ucap Risa langsung.
"Sudah di tolongin bukan nya bilang terima kasih!" ucap Davit.
"Aku lebih baik jatuh ke tanah dari pada harus di tolongin sama kamu!" ucap Risa langsung masuk ke dalam mobil.
"Huff dasar wanita! Pendidikan nya saja yang tinggi namun tidak mempunyai etika sopan santun." ucap Davit.
"Huff dasar pria gatal! Dia pikir dia bisa mendekati aku dengan cara seperti itu!" ucap Risa dengan kesal.
"Nih Laura sebenarnya kemana sih? Chat ku tidak di balas dan juga di telpon tidak di jawab!" ucap Risa.
Risa mencoba menelpon lagi ternyata di jawab oleh Laura. Dia mengatakan kalau dia tidak akan pulang karena Besok dia harus ikut acara Mertua nya.
Risa Yang mau hanya melihat kondisi Laura tadi nya tidak jadi menemui nya sekalian saja besok karena dia juga di undang oleh Pak Adam.
__ADS_1
Sementara Vina sudah pindah tugas ke luar kota. Semenjak Laura hamil dia tidak lagi Membuat harapan pada Farhan karena Farhan dengan tegas menolak nya.
Dia memberanikan diri mengutarakan isi hatinya namun ternyata dia langsung di tolak oleh Farhan.
Dia akhirnya memilih mengiklas kan dan pergi dari kota itu.
Keesokan harinya di acara pembukaan resmi Perusahaan pak Adam baru saja selesai.
Pak Adam membawa semua keluarga nya ke lobby.
"Sebenernya apa yang mau Ayah tunjukkin? kenapa suasana nya sangat lah menegangkan" tanya Farhan.
Namun tiba-tiba Wanita tua dan juga wanita cantik berbadan tinggi berambut pendek Serta tidak berpenampilan feminim layak nya seperti wanita lain.
Mereka tersenyum sambil berdiri di samping Pak Adam. Dan Farhan menatap wajah wanita itu membuat darah nya mengalir cepat bulu Roma nya naik dan juga Air mata nya seketika mengalir.
"Ibu!" ucap Farhan langsung menangis dan memeluk kaki ibunya.
Semua orang Seketika terkejut dengan panggilan Farhan.
Ibu nya meminta Farhan berdiri. Dia memegang wajah Farhan menatap nya sambil tersenyum sementara air mata nya juga sudah mengalir.
"Ibu!" ucap Farhan langsung memeluk badan Ibu nya sangat Erat.
"Kemana saja Ibu selama ini? Kenapa Ibu meninggal kan aku?" tanya Farhan.
Namun Ibu nya hanya tersenyum saja dia memandangi wajah anaknya sambil menghapus air mata nya.
Farhan menoleh ke arah wanita yang tinggi nya hampir sama seperti dia.
"Fuji!" ucap Farhan. wanita itu langsung tersenyum. Dengan cepat dia mengangkat telapak tangan nya meletakkan di dahi nya menghormat pada Kakak nya.
Farhan membalas nya dengan rasa kagum dia tidak tahan langsung memeluk adik nya.
Ternyata Adik nya adalah seorang Tentara wanita.
Mereka melepaskan rindu sambil menangis.
"Ibu! Kenalin ini adalah Laura dia menantu Ibu." ucap Farhan.
Laura menyalim tangan mertua wanita nya dan ibu nya langsung memeluk Laura.
Mereka pun menceritakan bagaimana bisa mereka bertemu dengan Ayah nya.
Pak Adam dengan istri nya memang sudah berpisah namun Pak Adam diam-diam mencari tahu keberadaan istri nya waktu anak nya yang perempuan Masih kecil belum sekolah.
Dia tidak melupakan kewajiban nya dia selalu memberikan Uang untuk anak nya itu. Sehingga jadi tentara itu adalah bantuan Ayah nya.
Farhan mendengar itu sangat lah tidak menyangka.
Tujuh bulan kemudian...
Laura lahiran tepat di hari ulang tahun suami nya. Dan jenis kelamin anak nya adalah laki-laki. Dan sekarang tanggal lahir dan bulan lahir anak dan ayah itu Sama.
Walaupun Ayah dan ibu nya Farhan tidak rujuk kembali Mereka sudah sangat bahagia.
Sudah satu tahun setengah Bu Novi di penjara waktu nya dia bebas dia sudah menjalani hukumannya. keluarga besar Farhan dan juga Laura serta anak nya datang menjemput.
Bu Novi sangat terharu dia pun minta maaf yang sangat sungguh-sungguh pada semua orang yang sudah di jahatin oleh nya.
Mereka kembali ke rumah Farhan dan mereka semua sangat bahagia dan bergembira. Dengan kehadiran penerus baru di keluarga itu sangat lah membawa kebahagiaan.
---------------------------***Tamat-------------------------
__ADS_1
Terimakasih yang sudah setia dengan novel ini.
Baca juga yah cerita baru author berjudul. Aku menikah dengan suami Kakak ku***.