
Setelah dokter mengizinkan Gavin pulang Kalvin mengajak keluarga nya berlibur karna mereka tidak pernah berlibur bersama tidak lupa juga Kalvin mengajak keluarga Danu biar lebih rame . Mereka menginap di perumahan yg di sewa Kalvin untuk kenyamanan mereka apa lagi mereka cukup banyak,Sejak kejadian kemarin Nanda dan Kalvin belum bicara banyak hanya di rumah sakit mereka bicara
"Yes akhirnya aku akan segera menjadi sarjana"seru Lin
"Jika udah lulus bagaimana Lin"ucap Dewi yg mengunyah kue nya sedang kan anak nya bersama Danu yg memang sering menghabiskan waktunya bersama anak nya
"Ibu Amel sih mau aku kerja di perusahaan SKY Entertainment bantu kak Nanda"ucap Lin ikut makan kue nya Nanda ikut duduk menyandarkan kepala Gavin di dadanya
"Jika tidak nyaman tidak usah Lin kamu bisa kok kerja apa yg kamu mau"ucap Nanda
"tidak kak aku juga tertarik dengan fashion jadi aku akan gabung di perusahaan itu "ucap Lin
"Jika kamu ikut aku ikut senang Lin"ucap Nanda tersenyum
"Selamat untuk kamu ya Lin"ucap Landa meletak kan minuman
"Terimakasih mom apa yg aku capai sekarang tidak luput dari momy"ucap Lin memeluk Landa
"Menyingkir "ucap Jo menarik baju Lin menjauh lalu dia duduk di samping Landa
"Kak itu kenapa aku ngak setuju Momy nikah aku mulai ingin momy hanya menyayangi ku"ucap Lin cemberut
"Bagi bagi Lin rakus banget sih"kekeh Nanda
"Nanda sini Gavin nya biar mama yg gendong kamu dari kemarin tidak lepas dari Gavin"ucap Daniah
"Tidak apa ma aku hanya ingin menebus kesalahanku"ucap Nanda
"Sini kamu terlalu makan hati"kekeh Daniah menggoda Gavin
"Orang cucu Adiwinata jagoan hebat luka kecil ini hanya goresan"ucap Daniah mencium pipi Gavin yg tersenyum pada nya seakan mengerti apa yg Daniah katakan
"Nikmati kebebasan Nan lihat tuh aku jika tuan Danu di rumah kerjaan ku nyantai dia banyak bermain pada Nugi"ucap Dewi menunjuk Danu
"Aku juga melakukan hal yg sama iya kan Nanda"ucap Kalvin duduk di samping Nanda
"Lin udah dapat pekerjaan yg cocok"tanya Kalvin
"Iya kak"ucap Lin
"Besok kita mau kemana"tanya Dewi
"Kita lihat dulu mau kemana"ucap Kalvin meneguk jus itu
"Aku beresin pakaian dulu tadi berserakan saat mengambil baju Gavin"ucap Nanda berdiri dan pergi
"Nanda kenapa"tanya Jo
"Menyesal om karna salah paham aku dan dia berantem sampai kami tidak memperhatikan keselamatan Gavin hingga jadi kayak gini aku sih ngak mikirin itu lagi tapi tetap aja Nanda seperti itu"ucap Kalvin
"Lagian siapa sih yg tega mau membunuh Gavin lihat lah dia lucu kayak gitu"ucap Dewi
"Momy merasa ini ada kaitannya dengan keluarga Kasim secara kasus Nanda dulu sama momy sampai titip kan pada ayah Lin"ucap Landa
"Tapi tidak mungkin mom jika keluarga Kasim pelaku nya karna mereka sudah lama tidak ke negara ini aku sih curiga sama Aldo tapi tidak ada bukti karna semua preman mati"ucap Kalvin
"Sudah lah kita lebih hati hati saja"ucap Daniah
"Mama benar"ucap Kalvin menghembuskan nafasnya kasar lalu berdiri mencium pipi Gavin
"Ma titip Gavin ya"ucap Kalvin mengelus pipi Gavin
"Hhmm mau ngapain tuh"goda Dewi membuat Kalvin tersenyum tipis
"Terkadang membujuk istri itu tidak hanya kita membuat salah"ucap Kalvin tersenyum melangkah pergi
"Mulai berkurang kadar angkuh dan egois nya"kekeh Daniah karna ya Kalvin malas jika harus membujuk seseorang
"Mau aku bantu"ucap Kalvin masuk menatap Nanda yg membereskan pakaian mereka di koper
"Tidak usah ini hampir selesai "ucap Nanda
"Kamu sudah lama tidak menatap wajah ku"ucap Kalvin memeluk Nanda dari belakang dengan jara berjongkok
"Maksud mu"ucap Nanda masih pokus ke pakaian mereka
"Iya kamu tidak menatap wajah ku selama 48 jam"ucap Kalvin
"Aku selalu bersama mu mana mungkin tidak menatap wajah mu"ucap Nanda
"Kamu mengacuhkan aku my wife"ucap Kalvin mengengam tangan Nanda
"Aku tidak mengacuhkan mu"ucap Nanda membantah
"Hhmm kurang nya keras kepala ku kenapa malah berpindah pada mu"ucap Kalvin mencium pipi Nanda
"Aku keras kepala"ucap Nanda
"Yang ada kamu"ucap Nanda lagi
"Kenapa hhmm merasa bersalah kita kan udah bahas"ucap Kalvin
"Entahlah aku jadi meragukan diri sendiri kenapa bisa aku meragukan mu sampai melupakan Gavin"ucap Nanda lirih
__ADS_1
"Karna kamu sangat mencintai ku makan nya kamu melupakan Gavin "ucap Kalvin
"Aku merasa aku ini yg paling buruk"ucap Nanda menghela nafas nya
"Kata siapa mau aku hajar dia mengatakan itu kamu itu yg terbaik untuk kami jangan lagi seperti ini aku bosan jadi nya kamu acuhkan"ucap Kalvin
"Siapa juga mengacuhkan mu"ucap Nanda melepaskan pelukan Kalvin dan berdiri
"Ck kamu seperti anak gadis mau kemana sih aku rasa kamu mengerti maksud ku"ucap Kalvin tersenyum mendekati Nanda
"My wife kita berlibur"ucap Kalvin lagi dan Nanda menjatuhkan tubuhnya ke kasur dan mengulur kan tangan Kalvin tertawa geli
"Aku paling suka godaan mu ini tidak ada yg menandingi cara kamu menggoda ku"kekeh Kalvin menindih Nanda
"Jangan pikir aku pandai menggoda ya"kesal Nanda mencubit dada Kalvin
"Ssttt kamu bukan nya pandai menggoda ku tapi kamu pandai membuat aku mencintaimu"ucap Kalvin meletakkan jari nya di bibir Nanda
"Kenapa bisa manis seperti ini"ucap Nanda mengigit jari Kalvin
"Hei kenapa kamu mengigit nya"ucap Kalvin dengan cepat menarik jari nya
"Lagian kamu aneh "ucap Nanda tersenyum mengalungkan tangannya ke leher Kalvin
"Aku tidak mau lagi kamu meragukan cinta ku sekarang aku sadar jika perempuan lebih mementingkan pengakuan"ucap Kalvin tersenyum
"Mulai sadar kamu"kekeh Nanda , Kalvin tersenyum lalu mencium bibir Nanda dan kedua nya memejam kan mata rasanya sudah lama mereka tidak melakukan itu Nanda menekan tengkuk Kalvin lama Kalvin harus menerima respon sempurna Nanda ini
"Aku sangat merindukanmu "bisik Kalvin lalu meninggalkan jejak di leher Nanda mereka seakan merasakan bulan madu meski mempunyai anak
####
☀️☀️☀️
Nanda menggeliat pelan merasakan Kalvin memeluk nya Nanda menyadari jika selama mereka menikah Kalvin tidak pernah bosan dengan nya masih sama seperti dulu,Nanda mengusap rahang yg berada di leher nya itu menatap ke langit kamar sejenak Nanda merasa beruntung di cintai Kalvin ya meski Kalvin tidak pernah mengucapkan perasaannya tapi Nanda butuh itu tanpa sadar Kalvin sudah menindih nya meninggalkan jejak lagi ke leher Nanda
"Kenapa ya aku tidak bosan pada mu rasanya ahh aku benar ingin kamu terus di samping ku"ucap Kalvin mengusap wajah Nanda
"Situ sudah punya anak minggir"ucap Nanda mendorong dada Kalvin tapi Kalvin menahan nya
"Sarapan pagi my wife "ucap Kalvin mencengkram tangan Nanda ke atas lalu mencium bibir itu Nanda masih sama memejamkan mata lalu tangan itu memeluk pinggang Kalvin meresapi yg di lakukan Kalvin
Tok tok
"Apa bulan madu sudah selesai kita udah mau berangkat "teriak Daniah
"Yah dikit lagi nanggung "ucap Kalvin memelas menatap Nanda
"Ck mending sendiri aja liburan nya"ucap Kalvin menekuk wajah nya
Nanda buru buru mendekati orang tua nya yg sudah menunggu di mobil karna mereka telat bangun Nanda segera masuk mobil bersama Kalvin
"Mentang mentang anak di jagain malah lupa jika mau liburan tuh Dewi dan yg lain udah duluan"ucap Daniah
"Iya ma kita berangkat"ucap Kalvin melaju kan mobil nya
"Tuh Nanda momy mu menyiapkan sarapan untuk mu"ucap Daniah menunjuk kotak bekal di depan Nanda
"Makasih ma"ucap Nanda mengambil nya berisi roti selai Nanda segera memakan nya
"Kita mau kemana ma"tanya Nanda
"Kata Danu sudah beri tahu Kalvin"ucap Daniah
"Lapar juga my wife"ucap Kalvin
"Mau"ucap Nanda menyuapi Kalvin
"Lihat tuh Gavin seperti nya kamu bakal jadi kakak"ucap Daniah mengelus kepala Gavin
"Engak lah ma paling umur Gavin 5 tahun lebih lah jika mau tambah anak ribet jika jarak umur nya tidak jauh"ucap Nanda
"Ya terserah kamu sih"ucap Daniah tersenyum
"Kalian lama banget sih"ucap Dewi melihat Kalvin dan yg lain mendekat
"Iya bangun kesiangan "ucap Nanda tersenyum malu
"Kalian enak sudah punya anak bisa bangun siang aku ngak bisa"kekeh Dewi
"Sini biar aku gendong Nugi"ucap Danu mengambil ahli
"Ayo kita lihat sekitar"ucap Dewi senang menarik tangan Nanda seperti anak gadis yg baru berlibur
"Dewi kamu ini apaan sih"ucap Nanda
"Lihat Lin udah senang dia main sama tante Landa"ucap Dewi mendekat melihat Lin yg duduk dengan minum foto foto bersama Landa
"Ikut dong"ucap Dewi merebut ponsel Lin
"Kak Dewi "ucap Lin masam
"Fotoin kami para ibu ibu"ucap Dewi merangkul Nanda dan Landa ,Lin dengan menekuk wajah memfoto ketiganya
__ADS_1
"Menganggu tau"ucap Dewi membuat Nanda tersenyum tipis
"Gavin pelan"ucap Daniah saat Gavin berjalan mendekat Nanda memeluk Nanda
"Sayang nanti jatuh lho sini mama peluk"ucap Nanda memeluk Gavin mereka berfoto bersama
"Coba anak kita umur nya 5 tahun lebih pasti aku akan ajak dia berenang di pantai ini"ucap Dewi tersenyum
"Belum bisa berenang Dewi 5 tahun itu"ucap Nanda
"Jika di ajarin pasti bisa"ucap Dewi tersenyum
"Lakukan sesuka hati mu"kekeh Nanda
"Gavin ayo sini peluk tante kita foto bersama"ucap Dewi mengeluarkan ponselnya Gavin tetap mencium pipi Nanda memeluk leher Nanda mereka foto bersama
"Ikut"ucap Lin memeluk Nanda dan Gavin memasang wajah tersenyum
"ganggu sana"ucap Dewi mengusir
"Kak lihat lah kak Dewi pelit banget aku cuman ikut foto"ucap Lin cemberut
"Ini foto ibu ibu kamu mau jadi ibu ibu"ucap Dewi
"Kak Dewi siapa tau jodoh ku adalah Nugi"ucap Lim cekikikan
"Kamu ingin menjadi menantu ku enak saja"ucap Dewi tidak terima Lin tertawa geli
"Bagaimana ya rasanya aku jadi menantu kak Dewi"ucap Lin membayang kan
"Ke geeran kamu jika Nugi sudah besar kamu nya udah tua emang Nugi mau nikah sama wanita tua seperti kamu kelak"ucap Nanda mendorong kepala Lin dengan telunjuk nya
"Iya juga ya"ucap Lim cekikikan
"Tapi jika ku pelet siapa tau Nugi nya mau"ucap Lin lagi
"Ngak masak anak ku yg tampan gagah perkasa itu mau nikah sama wanita tua seperti mu"ucap Dewi
"Ayo lah kak restui kami"ucap Lin memelas semakin menggoda Dewi
"Tidak akan"kesal Dewi membuat Lin tertawa geli
"Nugi ikut aku sini"ucap Lin berdiri berlari ke arah Danu yg menggendong Nugi
"Lin jangan mendekati anak ku"geram Dewi mengejar Lin
"Mereka ada ada saja"ucap Landa tersenyum
"Iya mom"ucap Nanda
"Jika Gavin nanti mau cewek seperti apa jadi istri nya"ucap Nanda mengankat Gavin
"Yang seperti mama nya"ucap Kalvin mendekat dan duduk di depan Nanda
"Ngak mau jadi nyamuk"ucap Landa tersenyum dan pergi
"Karna aku dan Gavin itu satu servers jadi yg cewek nya harus sama seperti mu"ucap Kalvin tersenyum
"Gavin tau papa jadi semakin manis orang nya padahal dia itu masam banget "kekeh Nanda
"Iya Gavin papa takut nanti mama mu berpaling hati dengan kedinginan papa"ucap Kalvin tersenyum
"Kamu mencium Gavin terus tidak mau kah mencium ku"ucap Kalvin tersenyum
"Memang kurang semalam"ucap Nanda malu malu
"Ehh Gavin pipi mama mu merah dia mulai berani terang terangan menggoda papa"ucap Kalvin tersenyum
"Aku ingin bertemu sebentar dengan Alen bila perlu datang ke alam nya*ucap Kalvin membuat Nanda replek menatap Kalvin dalam
"Kamu tau rasa kehilangan aku tidak tau mampu apa tidak aku tanpa mu"ucap Nanda serius
"Aku ingin berterimakasih pada Alen karna mencarikan aku wanita seperti mu"ucap Kalvin tersenyum
"Aku terasa hampa tanpa mu love you my wife"ucap Kalvin menatap Nanda lalu mencium bibir Nanda
"Love you too"lirih Nanda menatap mata Kalvin lalu mencium sudut bibir Kalvin mata mereka bertemu
"Heh lihat anak kalian bengong menatap kalian"teriak Dewi membuat Nanda dan Kalvin menatap Gavin yg melongo menatap orang tua nya dengan wajah kebingungan
"Jangan di tiru papa ya Gavin dia memang suka seperti itu "kekeh Nanda mengecup pipi Gavin
"Iya Gavin kamu jangan tiru papa tapi jika kamu menginginkan wanita langsung lempar aja ke kasur"ucap Kalvin tertawa geli
"Ajarin anak itu yg benar jangan seperti itu"kesal Nanda mencubit dada Kalvin
"Aww sakit kamu niat banget menyakiti ku"ucap Kalvin mengusap dadanya
"Makan nya mengajari anak itu yg benar nanti jadi apa kamu ajarin seperti itu"ucap Nanda cemberut
"Iya iya maaf ya Gavin"ucap Kalvin tersenyum
"Iya papa"ucap Nanda tersenyum lalu menyenderkan kepalanya di dada Kalvin mereka menatap ombak pantai itu
__ADS_1