
Nanda sudah siap dengan kemeja putih selengan serta rok berwarna hitam nya Nanda memasukkan beberapa barang untuk dia bawa ke kantor sebenarnya Nanda sedikit deg degan ingin bertemu dengan Amel karna pesan semalam. Nanda harus bagaimana nanti nya Kalvin memperhatikan Nanda yg bengong berdiri memegang berkas nya Kalvin meneliti wajah Nanda
"Kamu kenapa"ucap Kalvin membuat Nanda kaget
"Ahh tidak"ucap Nanda tersenyum kecil
"Aku duluan"ucap Nanda berlalu pergi Kalvin melirik dompet Nanda yg tergeletak di meja lalu Kalvin mengambil dompetnya karna gengsi ingin memberi Nanda uang jadi Kalvin mengambil semua kartu di dalam dompet Nanda dan memasukkan semua kartu yg di miliki Kalvin setelah itu Kalvin mengembalikan dompet Nanda
Cklek
"Dompet ku ketinggalan "ucap Nanda masuk Kalvin segera ke kamar mandi
"Nanda nanti Aron yg mengantar mu ke kantor saya akan menyetir kan mobil Momy mu nanti kamu turun ikuti aba aba dari saya"ucap Amel pada Nanda
"Apa harus seperti itu"ucap Nanda
"Iya sayang ikuti saja kata ibu Amel biar dia yg atur"ucap Landa tersenyum
"Di sana juga banyak wartawan dan awak media jadi apa kamu siap "ucap Amel serius
"Ibu Amel sendiri yg bilang sebagai CEO siap ngak siap harus siap"ucap Nanda
"Bagus itu"ucap Amel lalu mereka segera berangkat
🚘🚘🚘
"Aron berapa lama kamu kerja dengan ibu Amel"tanya Nanda di mobil
"7 tahun nona saya aktif kerja usia 20 tahun"ucap Aron serius
"Kamu tidak menyelidiki Momy ku saat hilang"tanya Nanda
"Itu bukan tugas saya nona saat pembagian tugas itu saya di perintah kan ibu Amel menyelidiki hilang nya nona saya pun pernah memantau kediaman nona tapi saya belum yakin jika nona itu nona muda apa lagi saya belum pernah melihat nyonya Landa"jelas Aron
"Kamu serius"ucap Nanda tidak percaya
"Iya nona"ucap Aron
"Waw dalam mencari informasi kamu tidak di ragukan tapi apa kamu tau penyebabnya apa membuat saya harus di titip kan pada ibu Sintia"tanya Nanda penasaran Aron diam dan menghentikan mobilnya karna sampai
"Aron"ucap Nanda menatap Aron membuat Aron salah tingkah
"Penyebabnya itu penyebab nya adalah karna nyonya Landa tau jika keluarga Kasim ingin mengambil harta SKY dengan membunuh nona itu kenapa nyonya Landa menitip kan anda pada ibu Sintia "ucap Aron serius Nanda kaget dengan pernyataan itu
"Berarti aku sudah ingin di bunuh sejak bayi"ucap Nanda kaget
"Iya nona itu kenapa nyonya Landa menulis wasiat nya seluruh harta atas nama nona Nanda karna nyonya tau dia pun tidak lepas dari incaran mereka jika seandainya nyonya meninggal setidaknya harta SKY bisa menemani nona "jelas Aron
"Anda juga dulu pernah ingin di beri racun dari nyonya Ningsih itu kenapa ada kekacauan itu "jelas Aron
"Ya ampun berarti mereka jahat nya satu keluarga dan turun temurun"ucap Nanda
"Apa ayah saya terlibat Aron"tanya Nanda
Tok tok tok
"Nanda"panggil Amel mengetuk jendela mobil
"Jawab pertanyaan aku Aron"ucap Nanda serius
"Nanda ayo cepat keluar"ucap Amel mengetuk kembali kaca mobil
"Kenapa lama ayo"ucap Amel membuka pintu mobil Nanda perlahan turun dari mobil membuat semua wartawan menyorot Nanda bahkan ada yg memfoto Nanda
"Ini putri saya Nanda Ayunda Sky"ucap Landa tersenyum merangkul Nanda
"Foto bersama nyonya"ucap wartawan itu mengarah kan Nanda dan Landa mereka mengambil foto kedua nya untuk membuat artikel
"Perkenalkan sudah selesai karna nona Nanda harus kerja"ucap Amel
"Terimakasih semua"ucap Nanda tersenyum melambaikan tangannya
"Nanda karna sudah selesai Momy pulang ya"ucap Landa
"Ibu Amel mengantar Momy"ucap Nanda
"Tidak momy pulang sama Aron dia kan menjaga rumah "ucap Landa
"Ya udah hati hati ya mom"ucap Nanda mengecup pipi Landa lalu Landa segera pergi
"Aron ayo kita pulang"ucap Landa ,Aron segera melajukan mobilnya tadi Landa sudah jelas kan pada para wartawan Landa juga memposting foto nya dan foto Nanda di akun sosial media keluarga Sky Entertainment
"Nyonya sepertinya ada yg mengikuti kita"ucap Aron melihat dari spion
"Cari jalan pintas Aron jangan sampai membahayakan nyawa orang lebih baik menghindari apa lagi kamu hanya sendiri "ucap Landa
"Baik nyonya"ucap Aron segera dia mengirim sinyal pada Amel untuk mengirim bantuan, mobil itu terus mepet ke mobil Aron yg berusaha menghindar sampai Aron kewalahan karna mobil nya di himpit
"Apa mau mereka"ucap Landa binggun mobil itu mulai menyingkir dari mobil Aron tapi
__ADS_1
Brak
Mobil Aron di tabrak truk dari samping membuat mobil itu bergeser arah dan terbalik lalu pengemudi truk itu keluar memeriksa keadaan ,Aron berusaha menahan kesadaran nya mengerakkan tangan nya untuk keluar pria itu hanya tersenyum jahat lalu memfoto diri nya dan Landa yg sudah tidak sadarkan diri
Amel yg mendapat sinyal dari Aron segera meluncur karna dia bersama Nanda jadi Nanda ikut serta keduanya sangat cemas tiba tiba ponsel Nanda berdering ada yg mengirim foto Landa pria itu tersenyum puas dengan Landa berada di dalam mobil yg terbalik
"Kak Hakim"ucap Nanda datar Amel melirik Nanda lalu merampas ponsel Nanda
"Jangan dulu pikirkan pelakunya"ucap Amel menambah kecepatan mobil nya
"Itu dia"ucap Amel melihat mobil itu Amel segera keluar dan lari Nanda ikut berlari
"Momy"panggil Nanda menunduk melihat Landa sedangkan Amel berusaha membantu Aron
"Buka pintunya Nanda"ucap Amel melihat Nanda hanya terdiam menatap Momy nya Nanda yg menyadari itu segera membuka pintunya berusaha menarik Landa
"Mom bangun mom"ucap Nanda membersihkan darah yg mengalir dari kening Landa
"Apa yg kamu lihat ayo bawa ke rumah sakit"ucap Amel yg memampa Aron mendengar itu Nanda segera memampa Landa membawakan ke rumah sakit
###
Nanda menangkup wajahnya takut kehilangan wanita yg amat dia cintai untuk kedua kali nya Nanda trauma kehilangan ibu angkat nya tidak ingin kehilangan Momy nya yg baru mereka berjumpa.Daniah datang bersama Kalvin karna dapat kabar dari Amel
"Nanda yg kuat ya Momy mu akan baik baik saja"ucap Daniah mengelus punggung Nanda
"Mama tau kan aku baru berjumpa dengan wanita yg melahirkan aku lalu bisa kah aku bersikap tenang"ucap Nanda
"Iya mama ngerti"ucap Daniah memeluk Nanda
"Aku ngak mau kehilangan Momy lagi"lirih Nanda menangis
"Gimana sus"ucap Amel saat suster keluar
"Nyonya Landa membutuhkan donor darah kami akan mengecek apa persediaan darah nya ada yg cocok"jelas nya Nanda berdiri
"Apa separah itu sampai membutuhkan donor darah"ucap Nanda
"Kepala nyonya terbentur dan juga ada beberapa bagian tubuhnya yg terluka "jelas nya
"Periksa golongan darah saya saja dok"ucap Nanda
"Anda anak nya"tanya nya
"Tidak lihat wajah ku hah banyak bicara ayo lakukan tugas mu"geram Nanda sudah tau keadaan genting suster itu malah bertanya hal yg tidak penting
"Suster apa momy saya akan sadar maksud ku apa dia akan baik baik saja"tanya Nanda berbaring di beranda saat suster melihat hasil tes darah Nanda
"Golongan darah nya cocok saya akan mengambil darah anda nona"ucap suster itu
"Iya jika perlu ambil semua darah saya jika di perlukan"ucap Nanda dia sangat khawatir
"Hanya butuh sekantong nona"ucap nya tersenyum segera mengambil darah Nanda
"Suster apa nona Nanda akan segera pulih jika darah nya di ambil apa dia perlu istirahat dan minum vitamin "tanya Amel
"Iya ibu Amel nona harus tetap istirahat dan nanti kami akan memberikan nona vitamin saya permisi "ucap suster itu pergi Nanda kembali duduk dengan lengannya di perban
"Syukur operasi nyonya Landa berhasil"ucap dokter itu keluar membuat semua lega
"Apa Kamu bisa menjenguk dok"tanya Nanda
"Kami pindah kan dulu ya nona"ucap nya lalu beberapa suster mendorong brandar Landa ,Nanda terus menatap Landa dengan kepala di perban ada juga terluka di wajah
"Dok apa nyonya Landa baik"tanya Amel memastikan
"Setelah operasi keadaan nyonya Landa baik kepala nya terkena benturan sangat kuat jadi itu wajar"jelas nya lalu mendorong brandar Landa
"Aku harus balas orang penyebab ini semau"ucap Nanda dengan pandangan kosong nya
"Mau kemana ayo ikut dengan saya"ucap Amel menarik tangan Nanda dan Nanda menepis nya
"Jangan mengatur ku"ucap Nanda tajam lalu Nanda berbalik menarik baju Aron yg berdiri di sana meski Aron luka
"Ikut saya"ucap Landa datar
"Amel kamu jagain Landa aja biar Kalvin yg mengejar Nanda"ucap Daniah
"Kalvin ayo ikuti Nanda"ucap Daniah
"Iya ma"ucap Kalvin segera berlalu pergi tapi langkah Nanda sangat lebar jadi Kalvin butuh berlari kecil untuk mengikuti Nanda
Nanda benar marah kali ini pelaku nya adalah Hakim dengan sengaja merencanakan itu semua karna keberhasilan Nanda .Nanda hanya berdiri dengan tatapan datar saat dia ingin melangkah masuk ada beberapa bodyguard menghalangi nya dengan sigap Aron melindungi Nanda hingga terjadi lah perkelahian di sana
"Berantem lagi"gumam Kalvin turun dari mobil mengikuti Nanda dan Kalvin menghajar orang yg ingin menyentuh Nanda
"Keributan apa yg kamu lakukan Nanda"ucap Hasim
"Mana kan Hakim"tanya Nanda datar
__ADS_1
"Ada apa Nanda"ucap Hakim santai Nanda berjalan mendekat Jaka berdiri di depan Nanda langsung saja Kalvin menghajar Jaka
"Apa maksud kak Hakim mencelakai momy"ucap Nanda serius
"Hanya memberi mu pelajaran biar tidak macam macam pada ku bagaimana foto yg indah bukan"ucap Hakim tersenyum Nanda mengepalkan tangannya Kalvin dan Aron berada di belakang Nanda karna pembicaraan nya cukup santai
"Kak Hakim tau"ucap Nanda menahan emosi nya berjalan menuju jam lemari
"Cara kak Hakim memaksa aku untuk menjadi seorang penjahat"triak Nanda meraih tongkat itu lalu lari ke arah Hakim
Bugh
Satu pukulan mengenai kepala Hakim membuat Hakim terjatuh perbuatan Nanda membuat semua kaget apa lagi membuat kepala Hakim mengeluarkan darah
"Kak Hakim juga harus aku beri pelajaran atas apa yg kak hakim lakukan pada Momy ku"ucap Nanda tatapan nya tajam Nanda mengayunkan tongkatnya lagi memukul Hakim tapi mampu Hakim tahan dengan insting nya Nanda menendang dada Hakim laku memukul lagi Hakim dengan tongkat itu membuat Hakim terus bergelinding
"Aku akan membunuhmu"ucap Nanda terus memukul Hakim tanpa ampun
"Nanda hentikan"ucap Ningsih mencegah tapi Nanda mendorong nya melihat itu Kalvin memeluk Nanda dengan menarik nya
"Lepaskan aku"ucap Nanda mendorong Kalvin
"Kamu bisa membunuhnya "ucap Kalvin
"Aku tidak peduli "ucap Nanda
"Dengar kan aku ini tidak perlu kamu lakukan kamu bisa di penjara"ucap Kalvin menangkap wajah Nanda menatap mata Nanda membuat Nanda sadar dia memejam kan mata nya mengendalikan emosi Nanda berjongkok pada Hakim
"Aku sudah peringat kan kamu"ucap Nanda serius menepuk wajah Hakim lalu Nanda mengeluarkan ponsel nya
"Cis"ucap Nanda tersenyum memfoto diri nya dan Hakim yg lemah dan berlumur darah
"Foto yg bagus aku kirim ya"ucap Nanda santai lalu melirik Kasim dan Ningsih Nanda berlalu pergi
"Aron biar saya yg mengajak Nanda pulang kamu sementara waktu istirahat saja pulih kan tenaga"ucap Kalvin pada Aron
"Baik tuan"ucap Aron lalu masuk mobil dan pergi
"Sudah puas"tanya Kalvin menatap Nanda
"Aku belum puas sebelum dia meminta maaf pada momy dengan berlutut"ucap Nanda
"Punya jiwa psikopat "ucap Kalvin menyentil kening Nanda
"Sakit jangan kayak ibu Amel"ucap Nanda mengelus kening nya
"Ayo aku antar balin rumah sakit"ucap Kalvin masuk mobil bersama Nanda
"Aku takut jika Momy tidak akan membuka mata"ucap Nanda menyenderkan kepalanya di job mobil Kalvin segera melajukan mobilnya
"Dokter kan udah bilang jika Momy akan baik baik saja"ucap Kalvin
"Semoga Momy cepat sadar "ucap Nanda
"Kalvin aku mau nginap di rumah sakit temani Momy"ucap Nanda
"Iya silahkan "ucap Kalvin pokos dengan jalan
###
Nanda mengengam tangan Landa yg masih terbaring semalam Nanda menunggu Nanda tidur di sana Amel juga tidak memaksa Nanda mengerti perasaan Nanda seperti apa.Landa mengerat kan genggaman tangan membuat Nanda menatap lekat wajah Landa yg mata nya perlahan terbuka
"Mom"ucap Nanda tersenyum meletakkan tangan Landa di wajah
"Eghh sayang"ucap Landa pelan masih dengan mata satu
"Syukur momy udah sadar"ucap Nanda tersenyum senang Landa tersenyum mengelus wajah Nanda
"Aku panggil dokter ya mon"ucap Nanda menekan tombol otomatis tidak lama para dokter masuk memeriksa Landa
"Nanda apa Momy mu baik baik saja"tanya Daniah yg baru sampai
"Iya ma Momy udah sadar"ucap Nanda tersenyum memeluk Daniah lalu dokter keluar
"Keadaan nyonya Landa sudah membaik tinggal tahap penyembuhan saja"ucap dokter
"Saya permisi "ucap dokter pergi Nanda dan Daniah kembali masuk
"Momy jangan lagi sakit sakit"ucap Nanda memeluk Landa
"Iya sayang nama nya juga kecelakaan masak Momy mau nolak"ucap Landa tersenyum mencium wajah Nanda
"Pokoknya jika ada yg menyakiti momy kasih tau aku"ucap Nanda lalu berbaring di sebelah Landa memeluk erat
"Apa Momy tau rasa takut itu menyerang ku aku"ucap Nanda memejamkan matanya
"Aku sangat menyayagi Momy ibu Sintia sudah meninggalkan aku dan momy baru bertemu sebentar dengan ku aku takut kehilangan ibu lagi sangat takut"lirih Nanda menjatuhkan air mata nya Nanda trauma pada kematian Sintia jadi takut kehilangan Landa untuk kedua kali nya
"Momy akan baik baik sayang jangan menangis"ucap Landa mengusap air mata Nanda mengecup kening Nanda
__ADS_1
"Iya mom"ucap Nanda memeluk Landa dengan erat merasakan pelukan kasih sayang Landa bisa menenangkan Nanda