Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 32


__ADS_3

Kalvin yg pokus menonton tidak menyadari Nanda tertidur di bahunya dengan buku di pangkuan nya . Kalvin melirik Nanda yg terlelap sudah sangat damai Kalvin sejenak menatap wajah Nanda damai terlihat Kalvin mengelus kepala Nanda lalu meraih bahu Nanda mendudukkan Nanda ke pangkuan nya dengan kepala Nanda di dadanya seperti anak kecil Kalvin mengelus punggung Nanda kembali pokus menonton


"Eghmm apa sudah selesai"ucap Nanda menggeliat menatap Kalvin


"Udah lama tidur saja"ucap Kalvin mengelus punggung Nanda


"Iya ngantuk"lirih Nanda lalu memeluk leher Kalvin


"Aghhh kenapa aku duduk seperti ini"ucap Nanda menyadarinya


"Aku juga tidak tau aku pokus menonton dan kamu tiba-tiba duduk ya aku mana bisa menolak jika di suguhkan seperti itu"ucap Kalvin santai


"Ighh pasti sengaja"ucap Nanda sebal dan berdiri tapi Kalvin menarik nya membuat Nanda kembali terduduk


"Aku belum mengizinkan mu pergi"ucap Kalvin menangkup wajah Nanda mengusap bibirnya Nanda


"Kalvin masak kamu mau lagi kemarin aja banyak lho jatah nya"ucap Nanda memelas


"Kita masih dalam mode pengantin baru jadi wajar jika melakukan nya setiap hari"ucap Kalvin santai menyunggingkan senyumnya


"Aku yg tidak mau capek tau "ucap Nanda cemberut Kalvin mengankat tangan Nanda yg merah lalu menciumnya


"Mau ngak aku ajarin gaya bebas "ucap Kalvin tersenyum kecil


"Ngak mau "ucap Nanda cepat


"Aku tidak mau segala gaya mau gaya bebas gaya katak berenang pokoknya gaya apa pun aku tidak mau"ucap Nanda cepat


"Tapi aku mau"ucap Kalvin membelai wajah Nanda


"Kenapa kamu jadi menyeramkan sih"ucap Nanda ngeri


"Mau aku lampiaskan ke wanita lain"bisik Kalvin


"Ighh kenapa ancaman nya itu sih"kesal Nanda, Kalvin menarik pinggang Nanda membuat Nanda sangat dekat


"Aku tidak akan melepaskan mu hari ini "ucap Kalvin


"Tidak aku hari ini mau istirahat yg damai"ucap Nanda berusaha lepas Kalvin tersenyum mesum lalu mencium leher Nanda


"Kalvin jangan aku mau istirahat"ucap Nanda menahan desiran tubuhnya


"Ssttt jangan membantah lagi"ucap Kalvin mencium bibir Nanda mengarahkan tangan Nanda ke lehernya tangan Kalvin turun ke dress Nanda yg menikmati ciuman Kalvin yg meluluh kan nya


"Siap"ucap Kalvin mengangkat tubuh Nanda sedikit


"Apa nya siap"ucap Nanda kebingungan Kalvin memegang pinggul Nanda lalu


"Aghh Kalvin apa yg kamu lakukan "pekik Nanda saat kepunyaan Kalvin masuk ke tubuhnya dengan Nanda duduk di pangkuan nya


"Sekali saja"ucap Kalvin berbaring


"Aku tidak mau"ucap Nanda memberontak membuat Kalvin semakin gila dia mengigit bibir dan tangan Kalvin membantu


"Aghhh Kalvin kamu memang cabul"teriak Nanda meraung tidak terima


2 jam berlalu


"Gimana"tanya Kalvin mengelus kepala Nanda yg terbaring di atas tubuhnya


"Apa nya gimana dasar cabul sakit punggung ku kamu memang mesum yg cabul sangat keterlaluan"ucap Nanda sebal


"Ini baru permulaan masih banyak ronde selanjutnya"ucap Kalvin tersenyum puas


"Apa ,aku tidak mau"ucap Nanda kabur Kalvin dengan cepat memeluk Nanda dari belakang


"Kamu tidak bisa kabur Nanda"ucap Kalvin tertawa menyeramkan melempar nanda ke kasur lalu melepaskan baju kaosnya tidak perlu saya jelaskan apa yg terjadi dan berapa ronde mereka habis kan


###


Kalvin rapi dengan penampilan kantor nya Nanda masih tertidur pulas Kalvin melirik jam pukul 7 pagi Kalvin sengaja tidak membangun kan Nanda karna Kalvin tau Nanda masih capek terlalu banyak ronde yg mereka lakukan sampai lupa waktu


"Ibu Amel"ucap Kalvin mendekati Amel


"Tuan Kalvin "ucap Amel serius


"Soal Nanda biar aku yg akan mengantar nya setiap hari ibu Amel jangan khawatir selama Nanda bersama ku dia akan aman"ucap Kalvin serius


"Memang nya kenapa Kalvin mau mengantar Nanda"batin Amel


"Ahh baik lah saya tunggu di kantor saja"ucap Amel lalu berlalu dan pergi Kalvin kembali ke lantai atas.Kalvin mengelus wajah Nanda yg damai Kalvin memeluk Nanda dengan erat mencium aroma tubuh Nanda yg sudah bercampur khas aroma tubuh mereka berdua


Pukul 9:15


Nanda menggeliat pelan memeluk perut Kalvin yg memainkan ponselnya Nanda membuka matanya tersenyum malu saat matanya bertemu dengan Kalvin


"Malu tau"ucap Nanda menutup wajahnya yg bersemu merah


"Pukul 9 lewat masih mau kerja"tanya Kalvin tersenyum kecil


"Apa"Nanda melotot melirik jam di dinding


"Ahhh kesal nya dobel pada mu"pekik Nanda segera bergegas mandi


#####


Hari yg Nanda lewati sangat bahagia karna Kalvin sangat memperlakukan nya baik Kalvin pun sekarang apa apa harus Nanda tidak ingin jauh jauh dari Nanda sekarang mereka berdua lagi menikmati kebahagiaan


"Yakin mau kerja"ucap Kalvin para Nanda di dalam mobil yg terparkir di depan kantor SKY Entertainment


"Iya"ucap Nanda menatap Kalvin dengan mata berkaca-kaca


"Kalvin"ucap Nanda memeluk Kalvin erat

__ADS_1


"Kenapa"ucap Kalvin menyeka air mata Nanda


"Aku mau mual terus tapi jika aku ngak kerja ibu Amel akan marah pada ku "ucap Nanda


"Tidak akan"ucap Kalvin


"Iya udah"ucap Nanda tersenyum keluar dari mobil


"Kalvin sini"ucap Nanda melambaikan tangan nya dengan terpaksa Kalvin keluar dari mobil


"Ada apa"ucap Kalvin,Nanda menarik jas Kalvin lalu membuka kancing kemeja Kalvin ngedumel dada Kalvin setelah puas Nanda mencium bibir Kalvin beberapa kali


"Sang penggoda yg pintar jika aku tidak akan melepaskan mu biar tau rasa"kekeh Kalvin berbalik


"Kalvin"ucap Nanda memeluk Kalvin


"Jangan lama lama pulang nya"ucap Nanda membenamkan wajahnya di punggung Kalvin


"Iya"ucap Kalvin tersenyum mengelus kepala Nanda lalu masuk mobil Kalvin segera melajukan mobilnya Nanda berjalan masuk kantor


"Aish semakin parah nih"ucap Nanda menutup mulut nya


Hoek Hoek


"Aku mau muntah"gumam Nanda


Hoek hoek hoek


Nanda berlari saat lift terbuka Nanda menerobos masuk ruangan lalu menuju kamar mandi dan muntah


"Kenapa lagi anak itu"gumam Amel saat akan membuka kamar mandi Nanda keluar


"Dari kemarin kamu muntah udah di bilang ke rumah sakit ngak mau wajah mu itu pucat "ucap Amel serius


"Aku tidak mau ibu Amel"ucap Nanda memegang kepala nya


bruk


"Nanda "ucap Amel kaget saat Nanda jatuh pingsan Amel segera membawa Nanda ke rumah sakit


"Bos kita kenapa ya mual terus dari kemarin masak iya masuk angin setiap hari"bisik nya


"Iya masak dia isi"ucap yg lain


"Huss gaur bos aja belum nikah "ucap nya


"Apa jangan-jangan bos itu hamil di luar nikah secara dia lengket sama tuan Kalvin apa lagi sering dekat sama Daren artis itu salah satu dari mereka ayah dari anak itu melihat bos kita kayak genit"ucap nya santai


"Sayang banget jika bos kita hamil di luar nikah kelihatan polos"ucap yg lain wanita itu hanya tersenyum kecil


###


"Apa s....saya hamil dok"ucap Nanda saat terbangun dari pingsan


"Bodoh kamu punya suami kenapa takut"ucap Amel mengeleng


"Iya ya"ucap Nanda tersenyum


"Sayang ayo sarapan bersama ayah mu nanti telat sekolah "ucap Nanda cekikikan


"Udah pantas belum jadi ibu"ucap Nanda bangga Amel mengeleng pelan bersama dokter itu yg senyum senyum melihat tingkah Nanda


"Ibu Amel udah telepon mama Daniah"ucap Nanda


"Tadi saya telepon Momy nona kata nya dia ada urusan di universitas Lin nanti dia akan datang jika mama nona dalam perjalanan"jelas ibu Amel


"Nanda"ucap Daniah baru datang memeluk Nanda


"Mama"ucap Nanda


"Mama kasih tau Kalvin ngak aku di rumah sakit"ucap Nanda


"Belum sayang"ucap Daniah


"Jika begitu saya permisi nona"ucap dokter itu pergi


"Nona saya akan memberi kabar pada nyonya saya akan menemui nya saya pulang dulu"ucap Amel tersenyum dan berlalu dia senang akhirnya Nanda menemukan kebahagiaan nya


"Kamu kenapa sayang"ucap Daniah cemas


"Mama"ucap Nanda memegang tangan Daniah h meletakkan di perut nya


"Aku hamil"ucap Nanda tersenyum lebar


"Benarkah "ucap Daniah tersenyum menciumi wajah Nanda


"Terimakasih sayang memberi kabar bahagia ini"ucap Daniah tersenyum memeluk Nanda


"Ternyata hamil ngak seburuk itu ma aku makin semangat dan senang"ucap Nanda tersenyum


"Iya sayang jadi ibu itu menyenangkan"ucap Daniah


"Tapi ma gimana dengan Kalvin"ucap Nanda cemas


"Mama akan bicara pada nya"ucap Daniah tersenyum


"Kamu istirahat saja di sini mama mau ke kantor Kalvin"ucap Daniah mengecup kening Nanda


"Iya ma"ucap Nanda kembali berbaring Daniah segera pergi


####


Daniah mendatangani Kalvin di kantor nya kebetulan Kalvin ada di ruangannya Daniah segera duduk di depan Kalvin yg menatap nya heran karna Daniah tidak pernah tau jika menyangkut urusan kantor setelah Kalvin memegang perusahaan itu

__ADS_1


"Mama ada apa"tanya Kalvin menutup laptopnya


"Mama mau bilang Nanda masuk rumah sakit"ucap Daniah


"Apa"ucap Kalvin berdiri


"Aku akan segera ke sana"ucap Kalvin mengambil jas nya


"Kalvin tunggu dulu mama belum selesai kamu duduk dulu"ucap Daniah


"Apa lagi ma Nanda baik baik aja kan"ucap Kalvin terlihat khawatir


"Nanda baik baik saja"ucap Daniah lalu Kalvin kembali duduk


"Mama mau mengatakan jika Nanda masuk rumah sakit karna dia hamil"ucap Daniah serius


"Hamil"ucap Kalvin syok


"Tidak mungkin"ucap Kalvin mengeleng


"Mama tau apa yg kamu lakukan pada Nanda tapi pernah ngak kamu berpikir jika semua yg kamu lakukan buruk berdampak pada Nanda dia bisa tidak bisa hamil"ucap Daniah


"Dan soal kamu menyuruh Nanda berkonsultasi pada dokter Nanda juga cerita mama melarang Nanda melakukan itu"ucap Daniah


"Kenapa ma"ucap Kalvin cepat


"Kalvin mama udah lanjut usia mau sampai kapan mama menunggu"ucap Daniah


"Aku tidak mau Nanda mengandung anak ku"tegas Kalvin


"Kenapa saat Alen kamu sangat ingin jadi seorang ayah jangan karna rasa benci mu itu menghalangi semua keinginan keluarga kita"ucap Daniah


"Ayo kita temui Nanda dia membutuhkan mu"ucap Daniah berdiri


"Ayo"ucap Daniah menarik tangan Kalvin mengajak nya ke rumah sakit.Nanda masih berbaring di brandar nya menunggu Daniah dan Kalvin sampai saat pintu kamar nya terbuka Nanda menoleh Daniah dan Kalvin masuk


"Mama"ucap Nanda menurunkan kaki nya


"Kalvin mama udah ajak ke sini"ucap Daniah tersenyum


"Kalvin"ucap Nanda maju ingin memeluk Kalvin tapi Kalvin memundurkan langkahnya


"Kalvin Nanda hamil itu bukan kesalahan Nanda mama yg mau Nanda hamil jika kamu mau marah sama mama jangan sama Nanda"ucap Daniah


"Kalvin aku tengah hamil 3 minggu "ucap Nanda menatap Kalvin tanpa di duga Kalvin memalingkan wajahnya


"Sampai kapan pun aku tidak mau Nanda hamil"ucap Kalvin datar


"Kalvin"ucap Daniah


"Lalu bagaimana keturunan keluarga kita"ucap Daniah marah


"Aku bisa menikah lagi atau aku bisa menanamkan benih ku pada orang lain tapi aku ngak mau Nanda mengandung anak ku ma"ucap Kalvin


"Keterlaluan kamu Kalvin "sentak Daniah dan Nanda hanya menunduk meneteskan air matanya Nanda bertanya salah apa di sampai Kalvin tidak ingin Nanda mengandung anak nya


"Aku tidak peduli yg lain aku hanya ingin Nanda tidak hamil "ucap Kalvin datar


"Kehamilan Nanda sudah terjadi Kalvin"ucap Daniah


"Aku tidak ingin Nanda mengandung ma"ucap Kalvin


"Jika Nanda tetap hamil aku akan"ucap Kalvin datar


"Akan apa"ucap Daniah serius


"Menyiksa Nanda dan membunuh anak itu"tajam Kalvin berlalu


"Kalvin Kalvin "teriak Daniah menyusul Kalvin


"Kamu ini apaan apa sih Kalvin"ucap Daniah menarik tangan Kalvin


"Aku tidak ingin Nanda mengandung jangan menyiksa ku aku ingin sendiri"ucap Kalvin pelan lalu berlalu Daniah segera kembali ke kamar mandi


"Nanda maafkan Kalvin ya"ucap Daniah memeluk Nanda yg menangis


"Kalvin tetap membenci ku ma dia tidak menerima ku dan tidak menerima anak kandungnya sampai ingin membunuhnya"ucap Nanda menangis di pelukan Daniah


"Dia hanya emosi"ucap Daniah mengelus kepala Nanda


Cklek


"Nanda"ucap Landa tersenyum berjalan pelan


"Momy"ucap Nanda memeluk Landa dengan erat


"Kenapa sayang kok nangis"ucap Landa menyeka air mata Nanda


"Kalvin marah aku hamil mom"ucap Nanda sesegukan


"Tidak apa Kalvin hanya butuh waktu biar gimanapun Alen meninggal saat mengandung aku yakin Kalvin akan melunak jika kamu bujuk "ucap Landa tersenyum


"Yg penting ada Nanda kecil "ucap Landa tersenyum mengelus perut Nanda


"Jika Kalvin kecil bagaimana "ucap Daniah tersenyum


"Aku rasa cewek deh"ucap Landa


"Tidak aku rasa cowok"ucap Daniah


"Gini aja jika cewek tinggal bersama ku dan jika cowok tinggal bersama mu bagaimana "ucap Landa antusias


"Dengan senang hati tapi mau cowok atau pun cewek kita tetap menyayangi nya"ucap Daniah tersenyum mengelus perut Nanda membuat Nanda bahagia meski Kalvin tidak terima dengan kehamilan nya setidaknya Nanda merasa bahagia melihat kebahagiaan Landa dan Daniah yg antusias dengan kehamilan nya

__ADS_1


__ADS_2