Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 16


__ADS_3

Di hari pertama memulai syuting hanya melakukan acara syukuran akan mulai nya syuting dan Nanda yg meresmikan dan juga Amel mengenalkan kan Nanda pada para Artis yg akan main filmnya tentu Nanda sangat senang bisa bertemu dengan artis ternama itu meski begitu Nanda di peringati Amel terus menerus menjaga wibawa nya sebagai CEO membuat Nanda cemberut di buat Amel tapi Amel paling tidak bisa di bantah di saat dia mendidik


"Tidur tepat waktu nona"ucap Amel membuka kan pintu mobil karna mereka pulang


"Iya ibu Amel"ujar Nanda tersenyum melambaikan tangannya pada Amel yg segera pegi


"Wih berutang banget aku bisa bersalaman sama artis ternama ini apa lagi dapat foto nya waw"ujar Nanda menatap ponsel nya ada kebanggaan tersendiri bisa foto dengan artis terkenal


"Nanda tunggu "ucap Daniah saat Nanda akan naik tangga


"Iya ma"ucap Nanda mendekat Daniah menatap Nanda


"Kamu bicara apa sama Momy mu"ucap Daniah serius


"Bicara apa ma"ucap Nanda binggun


"Kamu mengadu pada momy mu jika keluarga ini tidak memberi mu makan"ucap Daniah


"Tidak ma"ucap Nanda


"Kamu tidak usah bohong ya Nanda mama tidak suka di bohongi "tegas Daniah


"Kamu mau merusak hubungan mama dan momy mu iya itu mau mu melihat dua sahabat kecil bertengkar"ucap Daniah meninggi kan suaranya Nanda menunduk dia tidak tau kenapa Daniah mengatakan itu


"Jawab"bentak Daniah membuat Nanda terlonjak kaget


"Maaf ma tapi aku benar tidak mengatakan apa apa tadi pagi aku hanya meminta ibu Amel membeli kan aku makanan karna aku lapar belum sarapan karna ngak enak mengambil makanan dari dapur"ucap Nanda takut


"Kamu jangan berani lagi mengadu pada momy mu belajar satun mulut mu itu"ucap Daniah dan pergi


"Jangan cengeng Nanda jangan nangis "gumam Nanda menegang kan kepala nya biar tidak nangis, Nanda segera ke kamar membersihkan badannya


###


Nanda lagi menatap laptop ya dia letak kan di atas meja dan dia duduk di sofa Nanda sudah di ajari Amel memainkan laptopnya meski sangat lama Nanda mengerjakan nya.Nanda menyentuh perut nya dia sangat lapar karna dia makan tadi pas makan siang dan belum ada makanan yg masuk sebagai orang yg suka makan rasa lapar sering terasa cepat lapar nya


"Orang di rumah ini jam berapa sih makan malam nya aku sangat lapar"gumam Nanda lalu dia menutup laptopnya menyimpan nya Nanda turun menuju dapur melihat jika ada yg akan dia makan sebelum itu dia mengetuk kamar Daniah tapi tidak ada jawaban


"Aku rasa jika aku makan hanya satu roti ngak apa ya lagian mama Daniah aku ketuk pintu kamar ngak ada jawaban udah tidur mungkin makan satu ahh aku sangat lapar"ucap Nanda membuka kulkas ada roti lalu Nanda mengambil nya


"Nanda apa yg kamu lakukan"ucap Daniah membuat Nanda telonjak kaget sampai roti itu terjatuh


"Aku memakan roti ma aku sangat lapar"ucap Nanda menunduk Daniah mengambil roti itu lalu membuangnya ke sampah


"Apa kah ini wujud asli mu"ucap Daniah tajam


"Maksud mama"ucap Nanda binggun


"Dengan kamu seperti ini kamu sama seperti mencuri apa orang tua mu tidak mengajari mu izin jika mau meminta sesuatu apa kamu terbiasa mengambil hak yg bukan milik mu"tajam Daniah


"Maaf ma tadi aku mengetuk kamar mama berniat ngajak mama makan tapi mama ngak jawab"ucap Nanda


"Perlu kamu tau ya Alen tidak pernah berprilaku seperti yg kamu lakukan sama saja kamu mencuri tidak tau diri di mana kamu di besar kan tidak mempengaruhi mu tetap saja hina tidak terdidik bisa nya minta minta "ucap Daniah berlaku pergi Nanda tidak mampu lagi menahan air matanya dia menangis menunduk menyeka air matanya lalu menelpon


"Hallo Dewi aku boleh ngak pinjam uang "ujar Nanda di telepon


"Maaf banget Nanda aku tidak lagi kerja tuan Danu kembali menyandra ku ini aja aku ngak pegang uang sama sekali"lirih Dewi menyesal


"Iya ngak apa apa"ucap Nanda memutuskan sambungan teleponnya Nanda menangis sesegukan dan menyeka air mata nya menelpon adik nya


"Lin kamu punya uang ngak"ucap Nanda di telepon


"Ngak ada kak kakak kan tau aku ngak kerja pokus ujian uang ku aja tinggal 50 "ucap Lin


"Lagian kakak kok minta sama aku kenapa ngak minta sama momy"ujar Lin yg memang tidak tau jika Nanda sudah menikah


"Selama ini aku ngak pernah minta sama Momy ngak enak , semua keperluan ku di penuhi ibu Amel"ucap Nanda


"Memang kakak buat apa uang "ucap Lin bertanya


"Ada keperluan ya udah ya Lin"ucap Nanda memutuskan sambungan telponnya air matanya semakin deras menetes Nanda terus menyeka air mata meneguk saliva nya menatap roti di dalam sampah Nanda sangat merasa lapar bekerja terus menguras tenaga nya Nanda membungkuk mengambil roti di dalam sampah


"Aku sangat lapar tidak apa hanya kotor sedikit"ucap Nanda menahan kepiluan nya membersihkan roti lalu Nanda duduk di lantai memakannya dengan menangis


"Apa salah ku sehingga mereka berbuat seperti ini "lirih Nanda mengunyah roti itu


"Bu kasihan gadis itu"bisik pelayan yg mengintip

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi"ucap kepala pelayan itu berlalu pergi bersama yg lain


"Dia harus menanggung kesalahan yg tidak pernah dia perbuat padahal nona Alen jatuh karna kesalahan nya sendiri yg memakai Hells tapi tuan dan nyonya malah menyalahkan gadis itu yg tidak tau apa apa tapi kita tidak bisa menolong bisa bisa kita kehilangan pekerjaan"ucap nya berjalan menuju kamar


"Bu kita beri aja dia makan secara diam diam kasihan dia nya"ujar nya


"Jika ketahuan kita bisa habis "ucap nya


####


Seperti biasa Nanda harus siap siap karna ibu Amel akan menjemputnya Nanda tidak banyak bicara karna kejadian semalam pagi ini pun keadaan rumah sepi Kalvin acuh acuh saja dengan Nanda begitu pun Daniah karna tidak ingin Daniah marah karna makan sembarang Nanda tidak sarapan karna Daniah tidak ada di meja makan


"Kamu pucat apa sudah sarapan"tanya Amel menatap Nanda


"Setidaknya aku menunggu pas makan siang bisa makan lagi "batin Nanda


"Iya"ucap Nanda mengangguk lalu Nanda masuk ke mobil ibu Amel segera melajukan mobilnya


Di kantor Nanda tidak meninjau syuting filmnya dia berada di kantor memeriksa laporan keuangan Nanda pokus dengan pelan mengerakkan jari nya di laptop sesekali melirik berkas nya


"Ibu Amel kok belum kirim makanan aku sangat lapar"ujar Nanda melirik jam di pergelangan tangannya jam 1 siang lalu Nanda mengambil ponselnya


"Ibu Amel di mana"tanya Nanda di telepon


"Saya ada di lokasi syuting nona apa nona mengalami kesulitan"tanya Amel


"Ahh tidak ya sudah"ucap Nanda memutuskan sambungan telponnya Nanda tidak berani mengatakan pada ibu Amel atau pun momy nya


###


Karna mendapatkan kabar dari guru Lin jika mereka selesai ujian Landa menuju ke sekolah Lin apa lagi semua orang mulai mencari universitas tapi Lin bilang belum tau lanjut apa tidak sekolah nya jadi Landa berkunjung


"Momy kok di sini"ucap Lin tersenyum mencium tangan Landa


"Iya ayo momy antar pulang"ujar Landa tersenyum lalu mereka masuk mobil


"Kamu mau masuk universitas mana"tanya Landa menatap Lin


"Ahh mom aku belum tau karna kesulitan biaya"ucap Lin tersenyum


"Lho kok gitu ya momy yg akan biayai kamu"ucap Landa


"Orang tua mu sangat besar jasa nya masak momy biarkan anak nya"ucap Landa


"Makasih mom"ujar Lin memeluk Landa


"Momy punya saran universitas yg bagus tapi berada di luar kota jika kamu mau momy akan masuk kan kamu ke sana"ujar Landa tersenyum


"Aku nurut aja kata momy"ujar Lin tersenyum


"Ohh ya mom kak Nanda semalam menelpon ku dia mau pinjam uang memang nya dia mau apa"tanya Lin


"Pinjam uang"ulang Landa binggun


"Iya mom aku juga ngak ada uang jadi ngak meminjam kak Nanda uang"ucap Lin dan seketika Landa terdiam


####


"Sampai jumpa besok nona"ucap ibu Amel menurun kan Nanda di depan gerbang Nanda hanya mengangguk karna rasa lapar yg dia alami dia sangat lemas rasanya dia ingin pingsan.Nanda menoleh ingin masuk dia melihat para pelayan makan nasi goreng di depan gerbang lagi mengobrol Nada meneguk ludah nya menyentuh perut nya dia sangat kelaparan


"Ehh nona udah pulang "sapa mereka dengan melirik sekitar takut ketahui Daniah


"Iya saya masuk dulu"ujar Nanda tersenyum


"Nona ngak sekalian ikut kami makan"ujar nya


"Ngak "ucap Nanda tersenyum tentu dia ngak akan ikut karna ngak punya uang


"Nona ikut kami saja kebetulan teman saya Ribi ulang tahun dia traktir ikut kami merayakan nya"ujar nya


"Aku"ucap wanita bernama Ribi itu dan teman nya mengedip kan mata memberi kode


"Ahh ya nona hari ini saya traktir"seru Ribi


"Terimakasih aku pesan satu porsi ya pak"ucap Nanda semangat lalu duduk


"Emm enak"ucap Nanda makan dengan lahap para pelayan itu menatap Nanda saling berbisik

__ADS_1


"Kasihan nona Nanda"bisik nya


"Lain kali jika aku punya uang aku akan mentraktir kalian semua "ucap Nanda keceplosan lalu dia menyadari nya meneguk es teh nya Nanda terdiam


"Tidak apa nona kami paham semalam kami melihat kejadian nona dan nyonya Daniah maaf jika kami lancang"ucap nya pelan


"Terimakasih kalian seperti nya bukan mau traktir tapi kasihan pada ku"ujar Nanda menetes air mata


"Sabar ya nona"ucap mereka mengusap bahu Nanda


"Aku tidak tau apa kesalahan ku"lirih Nanda menyeka air matanya


"Sebenarnya nona, tuan Kalvin itu memang seperti itu dan juga nyonya Daniah tidak sejahat itu mereka sengaja melakukan itu karna mereka berfikir kematian nona Alen itu perbuatan nona itu kenapa mereka berusaha menyiksa nona padahal kami sendiri yg menyaksikan saat nona Alen terjatuh"ucap nya menjelaskan Nanda terdiam


"Ternyata mereka sengaja melakukan itu"batin Nanda


"Terimakasih mentraktir ku aku sangat lapar"ujar Nanda tersenyum melahap kembali nasi gorengnya


"Nona tau saat kami makan di sini nona Alen ikut dia selalu menceritakan nona Nanda ingin sekali punya adik kayak nona Nanda kata nya setidaknya anak nya mirip nona Nanda"ucap nya


"Ohh ya"ucap Nanda


"Iya nona dia sangat menyayagi anda dia bilang nona sangat baik saat kami lihat nona ternyata benar semua yg di kata kan nona Alen tidak hanya mengemaskan tapi nona juga baik"ucap nya tersenyum


"Ahh kalian terlalu berlebihan "ucap Nanda tersipu membuat mereka semua tertawa dan teman nya sampai terjatuh dari duduk membuat mereka semakin tertawa termasuk Nanda


###


Landa mondar-mandir menunggu Amel pulang tidak sabar menanyakan banyak pertanyaan Landa sangat gelisah sebelum mengetahui semua nya saat melihat Amel ,Landa segera mendekat


"Amel aku mau nanya apa kamu memberi Nanda uang"tanya Landa cemas


"Tidak karna semua kebutuhan aku yg atur saat dia mau aku kasih uang untuk belanja kata nya dia tidak suka belanja jadi buat apa kebutuhan semua nya aku yg memenuhi "ucap Amel


"Cari tau kenapa Nanda sampai meminjam uang dengan Lin"ucap Landa


"Meminjam uang"ucap Amel kaget


"Iya tadi aku ketemu sama Lin dan dia bertanya Nanda perlu apa meminjam uang nya"ujar Landa


"Aku akan mencari tau"ucap Amel mengeluarkan ponselnya Amel meminta rekaman cctv pada salah satu pelayan di sana karna Amel cukup di kenal jadi ada yg memberi kan nya


"Landa sini aku sudah dapat info nya"ucap Amel duduk lalu Landa duduk Amel memutar video yg di kirim kan ada dua video


"Amel apa anak ku baik baik saja"ucap Landa meneteskan air matanya saat melihat Nanda memakan roti kotor itu tangan Amel terkepal dan berdiri


"Keterlaluan apa masalah mereka"ucap Amel


"Amel mau kemana"ucap Landa


"Aku akan menjemput Nanda lagi"ucap Amel penuh ketegasan


"Jangan Nanda baru 2 hari jadi keluarga itu kita pura pura tidak tau saja kamu atur keuangan Nanda "ujar Landa


"Dan cari tau kenapa Daniah tega memperlakukan Nanda seperti itu "ucap Landa


"Daniah memang tidak punya perasaan sudah tau menantunya itu anak dari sahabat masa kecil nya lalu kenapa dia tega melakukan itu"geram Amel


"Amel ,Daniah pasti punya alasan kamu cari tau alasan nya apa"ucap Landa lalu dia mengeluarkan ponselnya menelpon Nanda


"Momy aku sangat rindu sama momy"ujar Nanda di telepon dia sudah ada di kamar lagi duduk


"Momy juga sayang ohh ya kamu sudah makan"tanya Landa menyeka air matanya


"Iya udah mom"jawab Nanda semangat


"Jangan bohong Momy lapar seakan kamu tidak makan"ucap Landa membuat Nanda tertawa kecil


"Udah mom tadi saat aku sampai para pelayan mengajak mu makan nasi goreng mereka mentraktir ku karna ada yg ulang tahun"jelas Nanda


"Syukur jika kamu udah makan"ucap Landa lega


"Jangan takut pulang ke sini sayang pintu rumah ini terbuka lebar untuk mu"ujar Landa


"Iya mom aku masih betah di sini baru juga aku tinggal 2 hari"kekeh Nanda


"Ya udah ya mom ada pekerjaan yg harus aku selesaikan"ucap Nanda lalu memutuskan sambungan teleponnya

__ADS_1


"Nanda sangat tegar semoga Nanda baik baik saja"gumam Landa mengusap dadanya hati nya seketika lega mendengar Nanda baik baik saja


__ADS_2