
"Masalah rumah tangga itu selalu ada Erin kalian harus siap kan hati dan mental menghadapi ini semua dan bijak mengambil keputusan mama hanya saran kan kamu suami adalah seperti bayangan kita dan kamu harus lebih pandai mengambil keputusan dalam masalah jika tidak maka rumah tangga kalian tidak berjalan dengan baik mama dan papa selalu mendukung keputusan baik kalian "ujar Nanda mengusap kepala Erin
"Terimakasih ma"Erin memeluk Nanda dia beruntung sekali memiliki mertua seperti Nanda ini
"Sayang ayo kita istirahat"ucap Nanda mengelus kepala Kaynara
"Iya capek habis kuliah"ujar Kaynara memeluk pinggang mama nya
"Selalu papa di tinggal"ujar Kalvin mengikuti anak dan istri nya
"Erin terimakasih kamu sudah menerima masa lalu ku"ujar Gavin tersenyum tapi Erin malah melangkah pergi
"Apa ini"ujar Gavin lalu mengikuti Erin yg kembali ke kamar
"Erin kamu kenapa"tanya Gavin
"Aku berhak atas mas Gavin kan jadi ini bentuk kemarahan "ujar Erin masuk ke kamar
"Aku kan sudah minta maaf "ujar Gavin meraih tangan Erin
"Tetap saja "ujar Erin acuh
"Lalu kamu mau apa"ujar Gavin
"Aku akan mengacaukan mu sampai aku benar memaafkan mu"ujar Erin
"Ayo lah kamu kok ngambek seperti ini"ujar Gavin memelas
"Aku berhak marah kamu tidak suka"ujar Erin
"Tidak bukan begitu boleh deh marah nya kayak gimana tapi asal jangan ambekin aku"ujar Gavin
"Oke pilih aku ambekin atau jawab jujur apa kamu mencintai ku"ujar Erin melipat tangannya di dada
"Sialan Erin bisa bisa nya di memberikan aku pilihan sulit ini"batin Gavin
"Ya udah aku pilih kamu acuhkan "ujar Gavin serius
"Ya udah berarti terima aja"ujar Erin mengangkat bahu nya Gavin sangat kesal dengan perkataan Erin
"Kamu ngak boleh kayak gitu dong"ujar Gavin memeluk Erin
"Jangan diamkan aku "lirih Gavin
"Aku minta maaf deh janji ngak akan jadi pria breksek aku akan selalu setia pada mu hanya kamu istri ku apa pun keadaan nya"ujar Gavin mengelus pipi Erin
"Janji kamu mau nanti ikuti perkataan ku di saat kamu melakukan kesalahan"ujar Erin tersenyum
"Iya janji "ucap Gavin tersenyum memeluk Erin erat
"Terimakasih "Gavin mencium pipi Erin sekilas dan tersenyum senang menatap Erin yg hanya senyum senyum menatap nya
####
🌙🌙🌙
Setelah kejadian tadi siang membuat Erin dan Gavin makin lengket apa lagi Erin memahami satu hal jika Gavin mencintai nya hanya saja tidak ingin mengungkap kan nya Erin akan mengubah cara dia memperlakukan Gavin tidak hanya atas kewajiban nya tapi Erin melakukan sepenuh hati
"Besok kamu harus datang lagi ke klinik kecantikan"ujar Gavin mereka duduk di sofa karna ada acara keluarga
"Temani nanti siapa yg menemani ku"ujar Erin
"Nanti jika aku tidak sibuk aku temani "Gavin tersenyum mengusap kepala Erin
"Mas jangan sering menunjukkan pada mereka aku malu lihat lah papa menatap ku seperti itu"lirih Erin memelas
"Biarin aja justru kita harus tunjukkan pada mereka jika kita semakin dekat tidak gampang di pisahkan"ujar Gavin tersenyum mengelus kepala Erin
"Udah mesra mulu"ujar Kalvin mendekat
"Ma memang nya kita ada acara apa"tanya Kaynara
"Iya ma ada acara apa sih"ujar Gavin ikut penasaran
"Papa mau jodohkan Kaynara dengan Nugi"ujar Kalvin tersenyum
"Apa"ucap Kaynara wajah yg tadi cerah terlihat suram
"Papa kenapa........ ucapan Kaynara terhenti
__ADS_1
"Selamat malam "keluarga Danu keburu datang
"Selamat malam yg di tunggu telah tiba"Kalvin memeluk Danu menepuk bahu itu
"Semakin tua perilaku mu tidak berubah apa Dewi tidak berhasil mengubah mu"ujar Kalvin tersenyum
"Jangan khawatir tuan Adiwinata istri ku mengubah dalam hidup ku bahkan dasar kehidupan ku ini lah aku yg berubah bagian dalam ku"ujar Danu santai
"Baik baik "ujar Kalvin tersenyum
"Ayo duduk"ajak Kalvin
"Kak udah senyum ngak enak sama keluarga Adiwinata "bisik Nabila memegang tangan Nugi yg dari tadi geram dia harus berdebat dengan mama nya mengenai perjodohan ini jika Nugi menolak mama nya tidak menganggap Nugi sebagai anak nya
"Senyum Kaynara yg terbaik untuk mu jangan menolak kita udah kenal lama mereka jadi tau mereka bagaimana apa lagi Kaynara"bisik Dewi mencubit perut Nugi
"Awal nya sih aku mau jodoh kan Gavin sama Nabila untuk mempererat persahabatan kita tapi Gavin malah keburu menikah"ujar Kalvin
"Apa mas Gavin mengetahui perjodohan ini"bisik Erin
"Iya saat aku membawa Martha ke rumah papa sempat mengatakan itu"bisik Gavin
"Tapi ya sudah lah kita jodohkan Kaynara sama Nugi saja"ujar Kalvin tersenyum
"Ya benar benar aku juga udah bicara sama Nugi "ujar Danu menepuk bahu Nugi tapi Kaynara menatap tajam Nugi seakan mengatakan jangan berani menerima lamaran ini sedikit pun
"Bagaimana Nugi kamu menerima perjodohan ini"tanya Kalvin
"Di jawab "bisik Dewi menyenggol kaki Nugi yg diam
"Iya om tidak ada yg baik selain Kaynara aku yakin aku dan Kaynara akan menjadi pasangan yg terbaik "ujar Nugi tersenyum kaku
"Gimana Kaynara sendiri "ujar Dewi
"Aku tidak setuju "ujar Kaynara cepat
"Kay jangan membuat keributan "ujar Kalvin
"Pa kita udah bahas aku tidak mau di jodohkan "ujar Kaynara
"Nikah nya ngak sekarang Kay bisa kamu selesai kuliah atau saat kamu kerja ini hanya pertunangan saja"ujar Kalvin
"Kay keluarga Nugi kita sudah kenal lama apa lagi Nugi kita sudah sangat mengenal nya jadi terima aja perjodohan ini tidak ada yg terbaik lagi selain Nugi"ujar Kalvin
"Mau dia yg terbaik aku tidak mau pa jangan memaksa ku"ujar Kaynara tajam
"Kamu mulai lagi Kay"ujar Kalvin
"Papa yg mulai lagi apa harus aku mengikuti keras kepala papa"ujar Kaynara
"Kamu yg keras kepala"ujar Kalvin
"Papa tidak mau tau kamu harus menerima perjodohan ini"ujar Kalvin berdiri meraih kotak cincin yg di pegang oleh Dewi
"Papa akan memaksa mu"ujar Kalvin datar mengambil salah satu cincin itu memaksa memakai kan nya Kaynara memejamkan matanya mengepalkan tangan
"Paksa paksa paksa"batin Kaynara memaksa tapi hati nya tetap menolak rasa sakit di akibatkan oleh di paksa papa nya tidak sebanding dengan rasa sakit hati nya
"Aku tidak mau di paksa"Kaynara menepis tangan Kalvin sehingga cincin itu jatuh bergelinding menjauh
"Kamu tidak waras menolak perintah papa"Kalvin mulai berteriak
"Haha aku memang tidak waras pa"Kaynara tertawa
"Papa jangan memaksa apa yg tidak bisa aku paksa aku lebih tau pa bisa apa tidak memaksa kan diri yg tidak bisa aku lakukan tapi aku tidak bisa pa "Kaynara berteriak frutasi
"Kalian semua tidak ada yg bisa mengerti perasaan ku tidak ada yg bisa memahami perasaan ku setiap detik setiap hembusan nafas terasa menyakitkan aku tidak bisa memaksa kan nya pa"Kaynara menyeka air mata nya kasar
"Aku mulai tidak waras pa aku perlu ke psikiater lagi"Kaynara melampiaskan perasaan nya
"Kamu ngomong tidak jelas Kaynara jangan melewati batas di saat papa berteriak kamu lebih meninggi kan suara mu"ujar Kalvin
"Kay Kay tenang dulu"Nanda menenangkan mengusap air mata Kaynara
"Apa apa mama mau menenangkan aku"Kaynara memegang pipi mama nya
"Mama tidak mampu menenangkan kegilaan aku dan ketidak warasan ku"ujar Kaynara
"Kay ada apa dengan mu tenang kan diri mu"ujar Nanda
__ADS_1
"Mama setuju aku menikah sama kak Nugi"tanya Kaynara
"Kay dengar kan dulu perkataan papa mu yg di katakan papa mu ada benarnya "ujar Nanda
"Tidak itu bukan jawaban dari sahabat ku sendiri itu mutlak keinginan mama aku tidak suka itu"Kaynara memundurkan langkahnya kecewa dengan perkataan mama nya
"Aku,Aku kecewa dengan mama"lirih Kaynara
"Kay dengar dulu"ujar Nanda
"Udah udah cukup"Kaynara berteriak menepis tangan Nanda
"Aku tidak butuh siapa siapa"ujar Kaynara
"Jaga batasan mu Kaynara"tajam Kalvin tidak suka Kaynara menepis mama nya sendiri
"Apa papa mau mengusir ku menghukum ku aku tidak takut melangkah pergi dari rumah ini"ujar Kaynara
"Kamu tetap papa nikah kan pada Nugi"ujar Kalvin tegas
"Hah sudah ku duga tidak ada yg memahami ku"Kaynara menarik rambut nya frutasi
"Papa mau apa mau menjodohkan ku oke oke"Kaynara mengambil cincin yg terjatuh itu memakai kan dengan kasar lalu meraih kotak merah itu memakai kan di jari Nugi dengan kasar
"Perjodohan nya selesai lakukan rencana pernikahan nya lala puas"ujar Kaynara meninggalkan mereka semua
"Kaynara tunggu dulu mama mau bicara"Nanda mengejar Kaynara
"Jangan menemui ku mengerti"Kaynara membentak mama nya sendiri berlalu menuju ke kamar sedangkan Nanda terdiam atas reaksi Kaynara dia tidak menduga reaksi Kaynara seperti ini
"Jadi bagaimana"ujar Danu
"Tetap kita lanjutkan perjodohan ini"ujar Kalvin
"Pa apa tidak sebaiknya bicara sama Kaynara baik baik dulu"ujar Nanda
"Bukan kah Kaynara sudah setuju biarkan itu hanya bentuk keras kepala dan pembangkang Kaynara"ujar Kalvin
"Pa mama merasa tidak seperti itu kita melewati yg di alami Kaynara entah kenapa mama merasa ada sesuatu yg seperti menyita seluruh kehidupan dan dunia Kaynara kita cari tau dulu aku tidak mau itu menganggu perilaku Kaynara"ujar Nanda
"Udah ma biarkan Kaynara udah setuju kenapa mempersulit ini semua"ujar Kalvin
"Ternyata papa Kalvin sangat egos dan keras kepala menurun pada anak anak nya lalu mama Nanda mendapatkan apa masak kebagian wajah Kaynara saja kasihan mama Nanda tertekan seperti nya "batin Erin
"Kami merasa tidak enak"ujar Dewi
"Jangan mengatakan itu kita tau sendiri bagaimana Kaynara kita tetap lanjutkan perjodohan ini"ujar Kalvin.Sedangkan Kaynara di kamar menangis di meja belajar nya memendam perasaan nya terasa menyakitkan dan memilu kan yg perasan ini tidak mampu Kaynara tahan dia mengambil earphone itu memakai nya menangis sesegukan Kaynars benci keadaan ini
"Mau apa dari hidup ku kenapa bahkan jika kamu meminta nyawa ku akan aku berikan kenapa kamu lakukan aku seperti hidup tapi tidak terasa nafas mati tapi mengharap kan menatap mu"lirih Kaynara menangis
"Erin bereskan ya"ujar Nanda saat keluarga Danu sudah pulang
"Iya ma nanti ku bantu bujuk Kaynara jangan sedih "ujar Erin tersenyum
"Kaynara tidak butuh di bujuk Erin entah kenapa mama merasa ada sesuatu yg tidak kita ketahui mengenai hati Kaynara mama butuh memahami sesuatu dan mama harus pastikan itu"ucap Nanda
"Mama lihat aja Kaynara biar aku bantuin Erin"ujar Gavin
"Iya"Nanda tersenyum dan melangkah pergi
"Aku senang mas Gavin kembali seperti kita tinggal di rumah tante Lin"ujar Erin tersenyum
"Aku senang jika kamu senang"ujar Gavin tersenyum membantu Erin membereskan bekas makanan itu.Nanda masuk dengan pelan ke kamar Kaynara ternyata Kaynara tertidur di kursi belajar nya dengan earphone di telinganya
"Begitu marah Kaynara bisa juga dia menangis"Nanda tersenyum kecil mengelus kepala anak nya dan mencium nya
"Setelah sekian lama dia tidak memakai earphone ini kenapa dia pakai lagi ini bukan bentuk suka terhadap musik tapi atas ketenangan untuk nya nanti Kaynara kecanduan dengan musik"Nanda melepaskan earphone itu dengan pelan dan meletakkan nya tapi Nanda penasaran dengan apa yg di dengar anak nya selama ini Nanda tidak pernah memeriksa apa yg di dengar Kaynara tapi kali ini dia sangat penasaran lalu Nanda memakainya mendengarkan nya dengan seksama ada beberapa rekaman suara Nanda sendiri membuat Nanda tersenyum kecil menatap anak nya itu Kaynara sangat menyayangi Nanda setiap Kaynara membutuhkan ketenangan hanya ingin mendengar suara Nanda bahkan itu banyak rekaman suara Nanda
"Dasar anak ini keras kepala sekali"ujar Nanda tersenyum lalu senyum nya terhenti saat mendengar ada suara laki laki yg belum pernah Nanda mendengar suara itu dan pria itu hanya mengatakan mencintai Kaynara sampai kapan pun seperti nafasnya dan detak jantungnya berulang kali Nanda mendengar kan nya
"Siapa pria ini"gumam Nanda di tersentak oleh gerakan Kaynara yg mengambil earphone itu dengan kasar
"Lancang mama memeriksa apa yg aku dengar"tatapan Kaynara dingin suara nya dingin
"Kay jika kamu mengatakan punya kekasih kamu bisa cerita mama bisa batal kan mama mendukung keputusan papa hanya ingin melihat mu bahagia, siapa pria itu Kay"tanya Nanda lembut
"Aku tidak punya kekasih aku tidak punya orang yg aku cinta soal pria ini mama tidak usah memikirkan nya karna dia sudah lama meninggal dia sudah mati"ujar Kaynara menyimpan earphone nya ke laci lalu Kaynara berbaring menarik selimut memeluk guling
"Kamu yakin Kay"ujar Nanda
__ADS_1
"Iya dia sudah mati meninggal dunia mama tidak perlu repot mencari tau mengenai nya"ujar Kaynara serius lalu memejamkan matanya Nanda mengelus kepala Kaynara dan mencium kepala itu Nanda memeluk Kaynara mengengam tangan itu mencium nya penuh cinta setelah itu Nanda berbaring di belakang Kaynara memeluk nya hangat